
"Dokter ... sebenarnya apa yang sudah terjadi dengan diriku? Tiba-tiba saja aku mengingat seorang anak laki-laki dan seorang gadis di sebuah perkotaan. Dan gadis itu juga memanggilku Li Zhi. Anak kecil yang sangat mirip denganku itu juga memanggilku ayah. Apakah ... mereka adalah masa laluku, Dokter? Apa yang sudah terjadi denganku selama ini? Dan mengapa kepalaku begitu pusing? Argh ... sakit sekali." gumam Wang Jun kembali memegangi kepalanya.
"Mungkin saja mereka adalah bagian dari masa lalu kamu, Jun. Kepalamu terbentur dengan cukup keras, dan menurut pemeriksaan kamu pernah mengalami amnesia. Apa kamu pernah mengalami sebuah kecelakaan dan mengakibatkan kepalamu terbentur dengan cukup keras sebelumnya? Apakah ada sedikit yang bisa kamu ingat, Jun?" ucap pria dengan jas almamater putih itu setelah memeriksa kondisi pasien bernama Wang Jun itu.
"Ya ... aku pernah mengalami sebuah kecelakaan. Aku bersama gadis itu aku menaiki sebuah mobil dan tiba-tiba saja saat melaju di pinggiran sebuah tebing yang cukup curam ada sebuah mobil yang menabrak mobil kami hingga akhirnya mobil kami terjutuh ke dalam jurang yang cukup curam itu." ucap Wang Jun berusaha untuk mengingat kembali kejadian 15 tahun yang lalu itu.
"Lalu aku bertemu dengan ibu Wang Liu dan hidup bersama dengannya. Aku tak mengingat apapun saat itu, namun ibu Wang Liu dengan sabar selalu merawatku dan mengajariku banyak hal dan kehidupan dari awal lagi." imbuh Wang Jun yang tiba-tiba saja merasa begitu sesak saat mengingat wanita dan anak kecil itu.
Kedua orang yang mungkin saja sangat berati dan berharga untuknya. Selama 15 tahun sudah ditinggalkannya begitu saja, lalu bagaimana nasib dengan gadis yang tak lain adalah istrinya saat itu? Lalu bagaimana nasib dari sang putra yang selama 15 tahun ini ditinggalkannya begitu saja? Dan dimana mereka saat ini?
Begitu banyak hal yang membuat Wang Jun bertanya-tanya kepada dirinya sendiri, namun Wang Jun tak bisa menemukan satupun jawaban dari beberapa pertanyaan yang sedang mengganggu dirinya saat ini.
Bahkan dimana tempat kecelakaan itu? Dan dimana rumah besar yang menjadi kediamannya saat itu, semua tak bisa diingat dengan baik oleh Wang Jun.
"Hhm. Baiklah. Pelan-pelan saja untuk mengingat semuanya. Jika dipaksakan, maka akan sangat tidak baik untuk kondisi kesehatanmu, Jun. Kepalamu akan menjadi sangat sakit dan pusing, jika kamu memaksakan untuk mengingat kembali memory di masa lalumu. Perlahan kamu pasti akan mengingatnya dengan baik." ucap dokter itu lagi berusaha untuk menenangkan Wang Jun lalu memberikan beberapa kapsul untuk Wang Jun. "Minumlah dulu dan beristirahatlah kembali."
"Hhm. Iya ..." sahut Wang Jun menurut dan segera meminum beberapa kapsul itu dengan bantuan segelas air mineral.
__ADS_1
...⚜⚜⚜...
Dua bulan kemudian ...
"Ibu ... bolehkah aku pergi ke kota?" Wang Jun berkata dengan begitu hangat dan duduk bersimpuh di hadapan Wang Liu. Jemari wanita yang sudah begitu tua renta yang sudah dipenuhi dengan guratan halus itu mulai diraihnya dan digenggam Wang Jun dengan begitu hangat dan mengecupnya lembut. "Aku akan mencari pekerjaan di kota. Setelah aku memiliki cukup uang, aku akan menjemput ibu."
Tatapan haru namun penuh dengan kekhawatiran kini mulai menghiasi wajah Wang Liu. Seakan wanita tua itu tak ingin berpisah ataupun melepaskan putra satu-satunya itu.
"Jun. Tidak bisakah kamu tetap di desa Atule'er di Sichuan ini saja?" pinta Wang Liu dengan suaranya yang begitu lirih dan sedikit bergetar. "Ibu tidak mau uang yang banyak. Asal bisa selalu bersama denganmu saja, ibu sudah merasa lebih dari cukup. Jangan pergi, Putraku. Ibu mohon ..."
Sebenarnya Wang Jun cukup tak tega melihat sang ibu bersedih seperti ini. Dan Wang Jun begitu tak tega jika harus meninggalkan ibunya untuk pergi ke kota. Namun keadaan saat ini begitu membuat Wang Jun kebingungan.
BRAKK ...
Tiba-tiba ada suara yang begitu keras dan mengagetkan mereka berdua. Pintu rumah sudah ditendang oleh seseorang dan menjadi rusak begitu saja. Beberapa pria yang cukup menyeramkan mulai memasuki rumah kecil ini dengan gaya songongnya.
"Wang Liu, Wang Jun!! Cepat bayar hutang kalian!!" ucap salah satu dari pria itu berkacak pinggang dan menatap Wang Jun dengan begitu sangarnya.
__ADS_1
Wang Jun mulai bangkit dan berdiri dengan tegap dan berusaha untuk bernegosiasi dengan para pria itu.
"Tolong berikan kami waktu. Aku berjanji aku akan segera membayar semua hutang ibuku." ucap Wang Jun begitu memohon agar mereka bermurah hati dan memberikan sedikit toleransi lagi untuk mereka.
"Cihh ... ibumu bahkan mengatakan jika dalam waktu satu bulan akan segera melunasi semua hutangnya! Namun apa?! Kalian hanya besar omongan saja!! Ini sudah dua bulan namun kalian belum membayar 1 yuan pun!! Dan sebaiknya berikan padaku 500.000 yuan ( kurang lebih 1 milyar rupiah ) sekarang juga!!" ucap salah satu mereka mulai meraih kerah pakaian Wang Jun.
"500.000 yuan? Bukankah kami hanya mempunyai hutang 250.000 yuan ( kurang lebih 500 juta rupiah)? Mengapa bisa menjadi 500.000 yuan? Itu namanya kalian melakukan hal yang tidak benar." ucap Wang Jun sedikit tidak terima.
Karena nominal itu bagi Wang Jun adalah sangat besar! Bahkan sehari-hari untuk mendapatkan untuk makan saja rasanya harus benar-benar membanting tulang dengan menjual kayu bakar yang selama ini Wang Jun selalu cari di hutan.
Terkadang Wang Jun juga harus menjadi buruh untuk mengangkat benda-benda berat maupun menjual buah-buahan dan sayuran yang ditaman di kebun Wang Liu untuk dijual ke pasar.
"Jika kamu tidak mau membayarnya, maka habislah riwayatmu!!" geram pria itu sudah meraih sebuah pisau dan bersiap untuk mengangkatnya ke udara.
"Ba-baiklah. Aku akan segera melunasinya. Aku berjanji ... aku akan segera membayarnya. Beri waktu padaku 1 bulan lagi. Aku akan pergi ke kota untuk mencari uang itu. Aku berjanji, sebelum satu bulan, uang itu akan aku berikan untuk kalian! Genap 500.000 yuan seperti yang kalian minta!" ucap Wan Jun berusaha untuk bernegosiasi kembali.
"Jika kamu meminta waktu selama satu bulan lagi, maka uang yang harus kamu bayar kepada kami adalah sebesar 750.000 yuan! " ucap pria itu menyeringai menyebalkan menatap Wang Jun. "Namun jika kamu tak bisa membayarnya, lihat saja! Aku akan benar-benar menghabisimu, Jun!!" geram pria itu lalu menghempaskan Wang Jun dengan cukup kasar hingga tubuh Wang Jun menabrak sebuah meja kayu
__ADS_1
GUBRAKK...