Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Bertemu Dengan Bibi Rong


__ADS_3

Di sebuah kediaman di sebuah kompleks perumahan elite di Beijing, terlihat seorang pemuda berambut silver melenggang dengan gaya santainya yang cukup keren. Sementara di belakangnya sudah ada keempat pria berpakaian super rapi dengan setelan jasnya. Keempat pria yang berjalan di belakang pemuda tampan itu mengenakan kacamata hitam.


Para pemuda yang terlihat begitu memukau dan bersinar itu adalah Zen yang sedang datang ke rumah lama kak Kai bersama dengan keempat pengawalnya. Sebenarnya kak Kai masih menempati rumah ini, namun kadang-kadang kak Kai juga tinggal di rumah besar keluarga Li. Karena kak Kai masih begitu menyayangkan jika harus menjual rumah ini.


Kini Zen mulai menekan bel berwarna putih yang menempel di sisi pintu rumah yang juga berwarna putih itu beberapa kali. Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya pintu berwarna putih itu mulai terbuka dengan perlahan hingga akhirnya mulai terbuka cukup lebar.


Seorang wanita paruh baya terlihat sudah berdiri di balik pintu itu itu dan mulai menatap Zen cukup lama. Hingga akhirnya tiba-tiba saja wanita paruh baya itu langsung memeluk Zen dengan begitu haru.


Dan tentu saja hal ini membuat Zen begitu kebingungan, karena sebelumnya Zen merasa tidak mengenal dan tidak begitu dekat dengan wanita paruh baya ini. Namun dihari ini terlihat seolah-olah wanita paruh baya ini sudah begitu dekat dengan Zen.


Apakah ini bibi Rong? Bibi kak Kai yang baru datang dari Shanghai? Apakah sebelumnya tuan Kagami Jiro berhasil meraih hati dari bibi Rong dan mereka menjadi sangat dekat seperti ini? Bahkan bibi Rong langsung saja memelukku saat melihatku kembali.


Batin Zen sedikit mengkerutkan alis tampannya penuh dengan rasa bingung.


"Zen ... kamu apa kabar, Nak? Sudah cukup lama bibi tidak melihatmu." ucap wanita paruh baya itu setelah melepas pelukannya.


Zen meringis dan mulai mengusap tengkuknya, "Kabarku baik, Bibi Rong. Hehe ... bibi Rong sendiri apa kabar?"


"Kabar bibi sangat baik, Zen! Apalagi setelah bertemu dengan para keponakanku yang tampan ini!" ucap bibi Rong dengan bersemangat dan mendongak cukup tinggi untuk menatap Zen.

__ADS_1


"Andai Yixue mengetahui ini lebih awal ... kamu memang sangat mirip dengan Li Zhi. Dan mengapa bibi baru saja menyadarinya? Sungguh ini pasti gara-gara umurku yang semakin bertambah dan aku yang semakin menua." ucap bibi Rong dengan tawa kecil.


"Jadi itu artinya bibi Rong tidak membenciku bukan?" ucap Zen dengan sangat berhati-hati.


"Tentu saja tidak, Zen! Mengapa bibi harus membencimu. Semua yang terjadi adalah kesalahan para orang tua kalian. Kalian sama sekali tidak bersalah. Intinya kamu dan Kai adalah saudara! Kalian harus saling bersama untuk saling menguatkan! Jangan lagi bermusuhan, karena permusuhan itu tidak baik!" ucap bibi arong mulai menceramahi Zen panjang lebar.


"Hhm. Tentu saja, Bibi Rong. Aku dan kak Kai akan selalu bersama. Dia adalah manager sekaligus kakak terhebat untukku!" jawab Zen dengan senyum lebar.


"Hhm. Benar sekali." bibi Rong menepuk bahu Zen beberapa kali. "Sebentar lagi Kai akan menikah dengan gadis pilihannya. Bagaimana denganmu, Keponakanku yang tampan? Apakah kamu juga sudah memiliki kekasih?" tanya bibi Rong menggoda Zen dan terlihat begitu menyayangi Zen.


Sungguh terlalu ... Zen dan keempat pengawalnya baru saja datang, tapi bibi Rong malah mengajaknya berbincang di luar dan tidak segera mengajaknya untuk segera masuk ke dalam rumah. Atau mungkin bibi Rong yang memang terlalu berbahagia karena bertemu Zen dan keasyikan mengajak Zen berbincang.


"Uhm ... itu sebenarnya ..." Zen mengusap tengkuknya dan sedikit menunduk tersipu malu.


"Benar sekali, Bibi Rong. Zen sudah memiliki seorang kekasih. Seorang gadis berdarah Jepang, dan merupakan adik dari seorang petinggi utama Doragonshadou." tiba-tiba kak Kai yang sudah berdiri di belakang bibi Rong berkata dengan senyuman menggoda Zen.


"Doragonshadou? Apakah itu makanan khas Jepang? Mengapa bibi tidak pernah mendengarnya selama ini?" bibi Rong mulai kebingungan menatap Zen dan kak Kai kebingungan.


Sementara kedua pria yang sedang ditatap oleh bibi Rong itu malah membekukan senyumannya dalam sekejap. Doragonshadou? Makanan khas Jepang? Jika saja Kagami Jiro mendengarkan semua ini entah apa yang akan terjadi? Mungkin Kagami Jiro akan meledak dalam sesaat karena begitu murka.

__ADS_1


"Uhm ... bibi Rong, sebenarnya Doragonshadou adalah salah satu yakuza terbesar dan memegang kekuasaan seluruh Jepang saat ini." jelas kal Kai seadanya.


"Apa?? Jadi kekasih Zen adalah adik dari petinggi utama mereka si Doragonshadou itu?" ucap bibi Rong hampir tak percaya. "Bagaimana kamu bisa berhubungan dan berkenalan dengan orang-orang seperti itu, Zen?!" imbuh bibi Rong yang terlihat mulai meengkhawatirkan Zen.


Bagaimana tidak khawatir? Dunia yakuza, dunia gangster pasti di mata orang akan terlihat dan terdengar begitu kejam, menakutkan dan membuat merinding. Dan kali ini bibi Rong mendengar jika salah satu keponakannya terlibat bahkan menjalin ikatan dengan adik seorang petinggi utama organisasi yang menurut bibi Rong cukup menakutkan itu.


"Apa itu benar, Zen? Jawab bibi ..." ucap bibi Rong yang masih terlihat begitu khawatir.


Zen meringis dan mengangguk pelan menjawab pertanyaan dari bibi Rong.


"Bibi Rong tenang saja. Doragonshadou terlahir hanya bergerak hanya untuk membantu pemerintahan Jepang kok. Mereka sangat baik. Bahkan pemimpinnya juga sangat baik kepadaku." ucap Zen sedikit menggambarkan kebaikan tentang Doragonshadou agar pandangan bibi Rong mulai berubah.


Bahkan saat ini Zen juga mulai mengkhawatirkan sesuatu. Bagaimana jika kakek Li Feng mengetahui hubungannya dengan Christal? Apakah kakek Li Feng juga tidak akan merestui mereka?


"Tetap saja dunia gangster itu sangat mengerikan, Zen. Mereka berdarah dingin, dan tak memiliki perasaan saat melenyapkan para musuhnya. Sungguh membuat merinding saja ..." gumam bibi Rong yang masih saja kekeh dengan penilaian dan pendapatnya.


"Bibi Rong tenang saja. Tuan Kagami Jiro sangat menyukai Zen kok. Dan kekasih Zen juga baik. Kehidupan pada keluarga besar mereka sangat hangat dan harmonis, tidak seperti yang kebanyakan orang bayangkan." ucap kak Kai berusaha untuk membantu Zen. "Bahkan kehidupan keluarga mereka lebih hangat dari keluarga manapun."


"Hhm. Ya sudah, ayo masuk dan makan bersama saja. Kebetulan hari ini bibi masak banyak sekali." ucap bibi Rong dengan bersemangat lalu mulai menarik Zen untuk masuk ke dalam rumah bergaya Eropa modern itu.

__ADS_1


Kini mereka semua mulai menuju ke ruang makan , bahkan bibi Rong juga memaksa pengawal Yunxi, pengawal Vann, pengawal Jin Heng dan pengawal Nokto untuk makan bersama di satu meja.


...⚜⚜⚜...


__ADS_2