Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Racun Mematikan


__ADS_3

"Aku ingin minum ..." ucap Zen yang masih terlihat begitu bad mood hingga perjalanan pulang.


"Baiklah ... kita akan mampir ke bar sebentar." sahut kak Kai sambil merubah arah lajunya menuju ke sebuah bar yang berada tak jauh dari tempat itu.


Setelah beberapa saat, akhirnya mereka sampai pada sebuah bar. Kak Kai segera melakukan parkir di depan bar itu. Lalu keduanya mulai memasuki bar itu bersama. Sedangkan keempat pengawal setianya menunggu mereka dari meja lainnya.


"Kau mau minum apa?" tanya kak Kai kepada Zen yang sedang duduk di sebelahnya.


"Pemilik bar ini orang Jepang bukan? Kalau begitu aku pesan chuhai!" ujar Zen lalu mengangkat kedua tangannya dan meletakkan kedua tangannya di atas meja bar itu.


"Baiklah. Chuhai 2 gelas! Berikan juga untuk 4 orang yang sedang duduk di pojokan ruangan itu!" ucap kak Kai kepada salah satu bartender dan sambil menunjukkan keeampat pengawalnya yang sedang duduk di meja pojok ruangan.


"Baik, Tuan." jawab bartender itu lalu membuatkan minuman pesanan itu.


"Mengapa hanya pesan 2 gelas? Pesan saja 5 botol!" ucap Zen tiba-tiba.


"5 botol?" ucap kak Kai membelalakkan matanya menatap Zen. "Tidak boleh! Kandungan alkohol chuhai sangat tinggi! Kita bisa benar-benar mabuk jika minum 5 botol!" tandas kak Kai dengan tegas.


Yeap, kandungan alkohol chuhai cukup tinggi, yaitu sebesar 25%. Chuhai merupakan minuman keras dengan campuran antara shochu dan juga jus buah. Minuman ini cocok bagi pecinta jus buah sekaligus alkohol. Dengan rasa yang khas, Chuhai sendiri disebut sebagai minuman nektar para dewa.


"Tenang saja aku akan baik-baik saja kok. Kalau tidak biarkan aku saja yang menghabiskan kelima botol itu!" ucap Zen kekeh. "Tolong bawakan 5 botol chuhai untuk kita!" perintah Zen kepada bartender yang sedang melakukan layaknya sebuah atraksi di hadapannya itu. Dia membuat dan mencampurkan beberapa cairan berwarna-warni saat membuat minuman itu. Terlihat begitu keren dan menakjubkan!


Kak Kai tidak bisa berkata-kata lagi, dia memijat keningnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Zen.


"Baik, Tuan." jawab bartender kebulean itu dengan sangat ramah lalu mulai menyajikan minuman itu.


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya bartender itu mengantarkan 2 gelas minuman berwarna kuning lembut dan 5 botol chuhai seperti yang Zen minta.


"Silakan, Tuan ..." ucap bartender itu dengan sangat ramah.

__ADS_1


"Thanks ..." jawab Zen sembari meraih segelas chuhai dan mulai meneguknya. Begitu juga dengan kak Kai. Dia juga terlihat mulai menikmati minuman itu yang disajikan dengan beberapa bongkahan es kristal.


TRRIINNG ...


Tiba-tiba terdengar notifikasi yang berasal dari ponsel Zen. Zen segera meraih benda pipih itu dari saku jaz-nya dan mulai membaca pesan itu.


Tiba-tiba saja Zen sedikit membelalakkan sepasang mata birunya bahkan dia sampai tersedak setelah membaca pesan itu.


Pekan depan kita akan pergi ke China untuk menghadiri Anniversary ke-4 Love and Producer. Christal merengek untuk menghadiri acara itu. Hhm ... jadi aku juga akan ikut pergi mengawal Yuna, Christal dan juga tubuhmu. Semoga kita bisa bertemu. Yukimura.


"Siapa yang mengirim pesan, Zen?" tanya kak Kai sangat ingin tau setelah melihat ekspreai Zen yang begitu terkejut.


"Ah ... ini ... paman Yukimura akan datang ke China bersama Christal, Yuna dan tuan Kagami Jiro untuk melihat Anniversary dari game favorit Christal." jawab Zen seadanya lalu meneguk kembali segelas chuhainya.


"Hhm? Lalu mengapa dia menghubungimu? Kalian benar-benar sangat dekat ya ..."


"Aku rasa ... mungkin Christal juga ingin bertemu denganku ... karena dia begitu mengidolakanku ..." jawab Zen dengan asal lalu menuangkan kembali chuhai ke dalan gelasnya dan meminumnya.


"Tentu saja!" jawab Zen begitu bersemangat.


Tiba-tiba saja lampu bar padam total dan semuanya terlihat begitu gelap. Para pengunjung wanita seketika berteriak histeris dan saling bertabrakan satu sama lain.


Mungkinkah telah terjadi sesuatu? Tidak seperti biasanya. Mengapa tiba-tiba bisa mati lampu seperti ini?


Batin Zen kebingungan.


SRREETT ...


Tiba-tiba terdengar seperti sebuah benda tajam menyayat sesuatu.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, akhirnya semua lampu hidup dan kembali menyinari seluruh ruangan. Kak Kai terlihat begitu khawatir setelah melihat Zen yang dipenuhi darah di bagian perutnya.


"Zen ... apa kau baik-baik saja?" ucap kak Kai begitu khawatir dan meraih bahu Zen.


Sementara Zen masih terlihat begitu biasa, seperti tak terjadi sesuatu. Padahal pakaiannya sudah berlumuran dengan darah, bagian perutnya terkena sebuah sayatan. Entah siapa yang melakukan semua itu.


"Aku baik-baik saja ..." ucap Zen masih dengan santai.


"Siapa yang melakukan ini? Ayo kita ke rumah sakit!" ucap kak Kai semakin panik. Tak lama kemudian Vann, Yunxi, Nokto dan Jin Heng segera berlari kecil menghampiri mereka berdua. Sementara pengunjung lain hanya bisa menyaksikan dan kebingungan sendiri.


"Siapkan mobil! Kita harus membawa Zen ke rumah sakit!" perintah kak Kai dengan dan terlihat begitu khawatir.


"Siap, Tuan!" ujar Yunxi lalu melenggang meninggalkan tempat ini untuk menyiapkan mobil.


"Kalian tak perlu cemas. Ini hanya luka sayatan ..." ucap Zen masih dengan tenang.


Namun mereka yang sedang berada disini terlihat begitu tegang dan khawatir, karena tiba-tiba saja wajah Zen sudah semakin pucat. Bahkan saat menuruni kursinya dan berusaha untuk berjalan sedikit saja, Zen sudah hampir saja ambruk.


Namun dengan cepat kak Kai dan Vann segera menangkap tubuh Zen yang mulai kehilangan kekuatan dan kesadarannya. Sehingga mereka memapah Zen bersama.


"Zen ..." teriak kak Kai begitu khawatir dan menepuk pelan pipi Zen, namun Zen sudah memejamkan matanya.


Jin Heng mulai mendekat dan mengecek nadi Zen dengan begitu khawatir, "Denyut nadinya semakin melemah. Kita harus segera membawa tuan Zen ke rumah sakit!" imbuhnya begitu khawatir.


"Cepat bawa Zen ke mobil dan pergi ke rumah sakit!" perintah kak Kai.


"Percuma saja!" ucap seorang wanita tiba-tiba. "Perjalanan ke rumah sakit terdekat akan memakan waktu 30menit. Itu jika perjalanan lancar dan tidak ada kendala macet. Zen sudah terkena sebuah racun yang mematikan, dan racun itu akan semakin menjalar di seluruh tubuhnya jika kita tidak bertindak cepat. Durasi terlama penyebaran racun itu adalah 1 jam. Jika kita membawanya ke rumah sakit, belum tentu dalam waktu itu mereka bisa langsung menanganinya." ucap seorang gadis bermata sangat sipit dan berambut kecoklatan sebahu yang tiba-tiba saja datang itu.


"Kalau tidak membawanya ke rumah sakit, bagaimana nasib Zen? Tidak ada salahnya kita berusaha! Mengapa harus menyerah sebelum berusaha!" tandas kak Kai dengan tegas. "Cepat bawa Zen ke rumah sakit!" imbuhnya lagi.

__ADS_1


"Tuan. Aku tidak mengatakan jika kita hanya akan berdiam diri dan membiarkan Zen begitu saja." ucap gadis itu menatap kak Kai.


"Lalu apa maksudmu, Nona?" tanya kak Kai menatap tajam gadis itu karena sudah begitu khawatir.


__ADS_2