Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Bersama Si Kembar Dan Christal


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Igor sudah datang kembali dengan membawakan 2 cup ice cream coklat dan segera memberikannya untuk Kagami Jiro dan Yuna.


"Silakan, Tuan, Nyonya." ucap Igor tanpa mengurangipun sedikit rasa hormat untuk tuan dan nyonyanya.


"Terima kasih, Igor!" sahut Yuna lalu menerima kedua ice cream itu dan memberikan salah satu untuk Kagami Jiro.


"Coklat?" gumam Kagami Jiro pelan dan menatap sebuah ice cream coklat yang sudah berada pada genggamannya.


"Hhm. Kenapa, Sayang? Bukankah hanya ice cream coklat yang hanya kamu sukai selama ini?" celutuk Yuna yang sudah menikmati ice cream itu.


"Ahh ... iya. Aku memang sangat menyukai varian rasa coklat. Ini manis sekali!" ucap Kagami Jiro dengan jujur dan mulai menikmati ice cream itu.


Dan sebenarnya ice cream coklat adalah memang kesukaan Li Zeyan! Dan baru kali ini kesukaan antara Kagami Jiro dan Li Zeyan sama. Biasanya semua kesukaan mereka berdua akan sangat bertolak belakang!


Sementara itu ...


Zen yang masih menggendong si kembar Kenzi dan Kenzo mulai duduk di sebuah bangku yang berada tak jauh dari sebuah wahana anak-anak. Sebenarnya kepalanya masih terasa begitu pusing dan demamnya juga menurun.


Christal juga mulai duduk bersama mereka di bangku itu. Tak bosannya gadis cantik berwajah mungil itu menatap sisi wajah samping pria tampan yang begitu diidolakannya itu dengan senyum lebar dan begitu bersemangat.


"Yunxi! Tolong belikan beberapa tiket untuk kita untuk memasuki Dumbo the flying elephant dan the Seas with Nemo and Friends!" perintah Kagami Jiro yang masih duduk di atas bangku itu.


"Baik, Tuan Zen." sahut pengawal Yunxi lalu mulai melenggang dan mengantri untuk membeli tiket itu.


"Christal. Apa kamu begitu mengidolakan Li Zeyan?" tanya Zen yang masih fokus menjaga si kembar Kenzi dan Kenzo di pangkuannya.

__ADS_1


"Hhm? Tentu saja!" sahut Christal begitu bersemangat. "Aku tau dan hafal semua lagu-lagumu! Dan aku juga memiliki semua albummu!" imbuh gadia manis itu dengan senyum lebar.


"Bagaimana? Apa kamu masih saja dekat dengan beberapa pria akhir-akhir ini dan mengenalkannya kepada kakakmu? Hati-hati jika berteman, seorang pria yang bersungguh-sungguh terhadapmu, maka dia akan selalu menjaga dan menghormatimu." kini Zen mulai menurunkan maskernya karena mulai terasa sedikit pengap.


Ucapan itu adalah ucapan tulus dari jiwa seorang Kagami Jiro untuk Christal, adik tersayangnya. Namun karena saat ini jiwa Li Zeyan-lah yang mengucapkannya, maka akan terdengar sedikit aneh untuk Christal.


"Mengapa kamu tau soal ini, Li Zeyan?" tanya Christal benar-benar kebingungan dan terlihat sedikit merona karena malu. "Apa kakakku yang memberitahukan semua ini padamu? Ahhh ... dasar kak Jiro menyebalkan!" celutuk Christal yang terlihat kesal dan seketika menjadi begitu cemberut begitu saja.


Namun, wajah cemberut Christal hanya akan membuatnya menjadi semakin imut dan manis, dan seketika membuat Zen tertawa kecil lalu mengusap kepala Christal dengan lembut, seperti kebiasaan Kagami Jiro setiap kali dia sedang gemas ketika melihat tingkah lucu dari sang adik bungsunya, Christal.


Sedangkan bagaimana dengan Christal? Tentu saja hal ini akan membuatnya begitu bingung dan sungguh merasa kikuk.


Ada apa ini? Mengapa Li Zeyan berbuat ini kepadaku? Jika seperti ini aku malah semakin menyukainya saja! Aduhhh bisa terkena serangan jantung mendadak jika seperti ini. Hiks ...


Batin Christal yang semakin menunduk tanpa menatap Zen sama sekali, karena takut wajah merahnya akan terlihat oleh pria yang sangat disukainya itu.


"Tuan Li Zeyan. Tolong jaga sikap anda! Aku ditugaskan oleh tuan Kagami Yosuke untuk selalu menjaga nona Christal!" tandas pengawal Key mengingatkan Zen.


Zen hanya tersenyum dan merasa sangat lega karena mengetahui sudah ada seseorang yang akan selalu melindungi Christal saat ini. Zen mulai menarik tangannya kembali masih dengan seulas senyum. Sepasang mata kebiruan itu terlihat begitu teduh dan mulai menatap si Kembar Kenzi dan Kenzou lagi yang sekarang sudah duduk di bangku bersama mereka.


Tak lama kemudian pengawal Nokto sudah datang kembali dengan membawa sebuah bingkisan kantong berwarna bening yang berisi dengan air mineral dan sebuah sebotol obat penurun demam dengan botol berwarna kuning keemasan dan putih.


"Tuan, silakan diminum dulu obat ini." Nokto mulai menyerahkan botol kecil itu untuk Zen.


Tanpa banyak berkata-kata, Zen mulai menerima lalu membuka botol itu. Sebuah pil bulat berwarna kuning keemasan mulai diambilnya lalu diminumnya dengan air mineral.

__ADS_1


Christal yang menyadari jika obat itu adalah sebuah obat penurun demam mulai terlihat sedikit khawatir.


"Apa kamu sedang sakit, Li Zeyan?" ucap Christal begitu khawatir menatap Zen.


"Hanya sedikit demam dan pusing saja. Ini karena kelelahan. Setelah minum obat juga akan membaik kok." sahut Zen lalu menyerahkan botol itu kepada pengawal Nokto agar disimpannya.


Setelah beberapa saat pengawal Yunxi mulai datang kembali dengan membawa beberapa tiket.


"Tuan, mari masuk ke dalam wahana." ucap pengawal Yunxi yang baru saja datang.


"Hhm. Ayo sayang kita masuk dan bermain bersama!" Zen terlihat bersemangat sambil memakai kembali maskernya dan mulai menggendong Kenzi dan Kenzou.


"Tuan Zen. Biarkan kami yang menggendong tuan muda Kenzi dan Kenzou saja." ucap Vann karena melihat Zen yang sudah semakin lemas.


Yeap. Sebenarnya ketiga pengawalnya begitu khawatir melihat Zen yang sudah menjadi semakin pucat. Bahkan saat pengawal Nokto tak sengaja menyentuh jemari Zen, masih begitu panas.


"Tidak. Biarkan aku saja. Aku ingin bersama mereka." sahut Zen bersikeras dan mulai melenggang untuk memasuki pintu masuk dari wahana Dumbo The Flying Elephant.


Ketiga pengawaalnya tak bisa berkata-kata lagi. Mereka tak akan mungkin untuk melawan perintah dari Zen. Jadi mereka hanya bisa patuh dan tetap mengawasi saja dan selalu berada di sisi Zen.


Christal juga mulai melenggang dan mengikuti di belakangnya dan di sebelahnya juga sudah ada pengawal Key.


Dumbo the flying elepant adalah sebuah Fantasyland baru di Kerajaan Sulap. Tentunya ini sangat mirip dengan wahana sederhana yang ditemukan di taman hiburan dan karnaval di mana-mana. Namun di sepanjang perjalanan Disney dihiasi seperti beberapa mesin Renaisans megah yang dirancang oleh Leonardo da Vinci.


Tapi ada sesuatu yang begitu fantastis yaitu menaiki pachyderm terbang yang terkenal itu. Tidak ada kunjungan ke Disney World akan lengkap tanpa spin pada Dumbo. Dan ini adalah perjalanan Disney World terbaik untuk anak-anak.

__ADS_1


Sangat populer, disini juga ada perjalanan Dumbo kedua yang dilengkapi dengan ruang tunggu bertema sirkus besar di mana anak-anak dapat bersenang-senang sebelum perjalanan mereka di atas gajah yang melonjak. Wow!!


__ADS_2