
Seorang pria berkacamata dan berambut sedikit gondrong berwarna keemasan, terlihat sedang duduk di ruangan kerjanya. Wajahnya terlihat begitu serius menatap monitor berukuran 14 inchi di hadapannya. Sepasang earpieces juga sudah terpasang di kedua telinganya.
Sebuah rekaman yang membuatnya cukup kebingungan itu entah sudah beberapa kali dilihatnya karena masih saja belum percaya dengan semua kenyataan yang sedang terjadi.
Rekaman yang memperlihatkan Kagami Jiro dan Yukimura saat di bar beberapa hari yang lalu, dengan perbincangan yang begitu konyol. Yeap, Yukimura yang selalu memanggil Kagami Jiro dengan sebutan bocah. Sementara Kagami Jiro yang memanggil Yukimura dengan sebutan paman.
Pria dewasa itu mulai menautkan kedua jemarinya dan kembali mengkerutkan sepasang alis tegasnya. Sementara netranya tak pernah lepas mengamati layar monitor di hadapannya itu.
"Sebenarnya apa yang sudah terjadi saat ini? Siapa sebenarnya yang sedang berada di dalam tubuh Kagami Jiro?" guman pria itu mengetuk-ngetuk meja dengan jari telunjuknya.
Tok ... tok ... tok ...
Ritme teratur mulai terdengar dari arah pintu. Pria itu segera menekan tombol pause untuk memberhentikan video rekaman itu, lalu menutup laptop itu dan mempersilakan tamunya untuk memasuki ruangan kerjanya, " Masuk!" perintahnya dengan tegas.
DDRRTT ...
Pintu itu mulai terbuka dan terlihat seorang pria berpakaaian rapi dengan setelan jaz mulai memasuki ruangan itu.
"Ada apa, Xu Mo?" tanya pria berkacamata yang masih duduk di tempatnya seorang pria yang baru saja memasuki ruangan kerjanya. Dan sepertinya pria itu adalah asisten pribadinya.
"Tuan Kin Izumi, nyonya Amane datang untuk mencari tuan." ucap Xu Mo dengan nada yang begitu rendah.
"Hhm. Suruh saja nyonya Amane masuk!" perintah pria bernama Kin Izumi yang sesekali membenarkan letak kacamatanya dan merubah posisi duduknya.
"Baik, Tuan!" sahut Xu Mo dengan begitu patuh, lalu segera meninggalkan ruangan kerja bosnya.
__ADS_1
Kin Izumi mulai bangkit dari tempat duduknya dan melenggang menuju sisi samping ruangan dengan penutup kaca bening, sehingga bisa melihat dan menikmati keindahan panorama kota Yokohama meskipun dari dalam ruangan.
Kedua tangannya dengan rapi dimasukkan pada saku jaz berwarna hitam, sedangkan pandangannya masih menatap lurus dan terlihat sedang memikirkan sesuatu.
Setelah beberapa saat, akhirnya seorang wanita dewasa yang begitu cantik dan anggun dengan sepasang mata bak green shapphire diamond mulai memasuki ruangan kerja ini. Senyumnya selalu menghiasi wajah ayunya. Penampilannya begitu stylish dan fashionable.
"Selamat siang, Honey." sapaan hangat dari wanita itu seketika membuat Kin Izumi berbalik dan tersenyum begitu hangat. Kin Izumi segera menyambut istri tercintanya dan mulai mengecup keningnya dengan penuh cinta dan kasih.
"Honey, mengapa tidak memberitauku jika akan datang kemari?" sambutan hangat dari Kin Izumi membuat senyuman wanita dewasa bernama Amane itu semakin merekah.
"Aku ingin memberikan kejutan untukmu, Honey." sahut Amane dengan begitu lembut. "Oh iya. Hari ini Rui akan berulang tahun ke 6 tahun. Kamu tidak melupakannya kan, Honey?" imbuh Amane yang masih menatap hangat suaminya.
"Tentu saja aku tidak akan melupakannya. Aku akan pulang lebih awal kok nanti. Dan aku juga sudah membelikan hadiah untuknya." Kin Izumi meraih pinggang ramping Amane dan masih tersenyum dengan hangat.
"Jangan lupa untuk membelikan hadiah juga untuk Light. Karena dia pasti akan iri jika kamu hanya membelikannya untuk Rui saja." ucap Amane memperingatkan suaminya dengan nada sedikit manja.
"Terima kasih, Honey. Karena sudah menyayangi Rui seperti putrimu sendiri ..." ucap Amane dengan jujur.
"Karena dia adalah memang putriku." jawab Kin Izumi dengan hangat, sama seperti biasanya. "Honey, bisakah kamu menungguku sebentar? Aku akan membereskan beberapa berkas dulu sebelum kita pulang bersama."
"Aku akan menunggu di luar saja. Kebetulan aku ingin menemui ketua divisi marketingmu dulu."
"Oh, baiklah."
CCUUPP ...
__ADS_1
Ciuman yang sudah seperti menjadi ritual sehari-hari diantara mereka berdua sebelum mereka berpisah itu terjadi meskipun begitu singkat.
Amane mulai meninggalkan ruangan kerja Kin Izumi setelah melemparkan senyuman manisnya yang begitu indah.
Sementara senyuman Kin Izumi kini mulai memudar setelah istri tercintanya mulai berlalu dari hadapannya.
"Aku bisa menyayangi Rui seperti putriku sendiri! Namun aku tetap tidak akan pernah bisa memaafkan pria bernama Kagami Jiro itu! Karena dialah orang yang sudah begitu menghancurkanmu saat itu, Amane! Karena pria busuk itu, kamu bahkan ingin mengakhiri hidupmu sendiri ketika kau menyadari kau sudah hamil dan mengandung anak darinya! Aku tak akan melupakan setiap luka yang sudah kau goreskan untuk Amane, wanita yang begitu aku sayangi dan aku cintai! Aku berjanji akan membuatmu membayar semua dosa-dosamu!!" geram Kin Izumi mengepalkan kedua tangannya dan mengeraskan rahangnya.
Seorang pria dewasa yang selalu terlihat ramah dan lembut ini, siapa sangka dia mempunyai sisi lain yang sungguh berbeda dan tak ada seorangpun dari keluarganya yang mengetahuinya, jika dia adalah merupakan seorang pemimpin salah satu Yakuza yang cukup besar setelah Doragonshadou!
Identitas rahasia yang selama ini selalu dikantonginya, dan disimpan dengan begitu baik sukses untuk mengelabuhi seluruh dunia. Bahwa Kin Izumi yang dikenal begitu ramah dan hangat dan merupakan merupakan owner dari Kin Group, rupanya memiliki identitas lain sebagai ketua dari Death Eyes, Yakuza terbesar kedua di dunia setelah Doragonshadou.
Sunguh dua karakter yang begitu bertolak belakang! Sebagai pemimpin dari Death Eyes, tentu saja dia begitu kejam layaknya ketua mafia pada lainnya. Namun rupanya sampai sekarang sosok seorang pemimpin dari Death Eyes, tidak diketahui oleh masyarakat umum. Dan masih begitu misterius hingga sampai saat ini.
"Albert! Tetap selidiki mereka! Pastikan dengan benar, jika ada jiwa lain yang sedang bersemayam di dalam pria busuk itu! Jika memang dugaanku benar, maka lakukan rencana C!" perintah Kin Izumi kepada seorang anak buahnya dan mulai berkacak pinggang menatap sebuah menara pemancar yang begitu tinggi di seberang gedung miliknya.
Sepasang mata itu terlihat begitu tajam dan dipenuhi dengan kebencian dan dendam yang begitu membara. Keinginan dan tekad yang begitu kuat dari Kin Izumi untuk menghancurkan Kagami Jiro telah membutakan hatinya selama hampir 7 tahun ini.
Hati itu kini sudah sepenuhnya dipenuhi dengan kebencian dan tidak ada kebaikan tersisa kecuali untuk istri dan anak-anaknya.
"Baik Tuan, Kin izumi!"
"Aku akan pulang cepat untuk menghadiri pesta ulang tahun putriku. Kamu gantikan aku untuk rapat selanjutnya!"
"Siap laksanakan, Tuan!"
__ADS_1
...⚜⚜⚜...