
Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya seorang waiter datang dan membawakan makanan pesanan Yukimura dan Xia Feii.
"Silakan menikmati makan malamnya, Tuan, Nona." ucap waiter itu dengan ramah lalu undur diri kembali.
"Makanlah, Xia Feii! Selagi masih panas ..." ucap Yukimura mempersilakan.
"Hhm. Itadakimasu ( mari makan )!" sahut Xia Feii bersemangat lalu mulai mengambil sepasang sumpit dan mulai menikmati ramen miliknya.
Mereka berdua mulai menikmati malam kali ini dan tak ada perbincangan kembali hingga Xia Feii menghabiskan makanannya. Bagaimana dengan makanan Yukimura? Yukimura bahkan hanya memakan beberapa suap saja, karena tiba-tiba dia sudah merasa begitu kenyang.
"Mengapa tuan tidak menghabiskan ramen itu? Apakah ada yang salah dengan ramennya?" tanya Xia Feii sambil mengambil sebuah tisu dan mengelap sisa makanan pada bibirnya dan menatap Yukimura kebingungan.
"Uhm, bukan. Begini sebenarnya ... sebenarnya aku ..."
"Ya, Yukimura-sama?" ucap Xia Feii semakin semakin menatap lurus Yukimura dan hal ini malah semakin membuat Yukimura merasa kikuk.
"Sebenarnya ada yang harus aku lakukan di kamar mandi. Uhm ... aku permisi dulu." jawab Yukimura asal dan segera bangkit meninggalkan Xia Feii.
Yukimura terus melenggang menuju kamar kecil, hingga akhirnya seorang pria bertopi tiba-tiba saja menarik lengannya dan sedikit menggiringnya di tempat yang lebih sepi.
"Jiro! Kau disini rupanya?" celutuk Yukimura sedikit terkejut karena melihat sosok Zen sedang berada di tempat ini juga.
"Hhm Ya! Aku disini! Mengapa kau tak segera mengatakannya kepada Xia Feii?!" ucap Zen memicingkan sepasang mata birunya yang biasanya terlihat begitu menawan, kini menatap tajam penuh kecurigaan.
"Ahh ... iya! Aku baru mau mengatakannya sih, tapi perutku tiba-tiba sakit, Jiro." kilah Yukimura mencoba untuk mencari alasan.
"Cckk ... jangan bilang kalau sebenarnya kamu sedang gugup saat ini!" ucap Zen menandaskan.
"Tentu saja tidak! Gyahaha ..."
BRRAKK ...
__ADS_1
PRANNGG ...
BRRAAKK ...
Tiba-tiba terdengar beberapa suara kericuhan yang berasal dari dalam restoran itu. Dengan cepat Yukimura dan Zen segera melenggang untuk melihat keadaan saat ini.
Beberapa meja dan kursi di bagian dalam restoran ini kini sudah sedikit berantakan, dengan kursi dan meja yang sudah berada tidak pada tempatnya lagi. Bahkan beberapa meja dan kursi sudah ada yang terjungkal begitu saja.
Sementara para pengunjung lainnya sudah berdiri mengerumuni sesuatu. Dengan langkah lebar, Yukimura dan Zen mulai mendekati kerumunan itu.
"Ada apa ini?" tanya Zen kepada salah satu pengunjung.
"Seorang buronan polisi tiba-tiba kabur dan bersembunyi di restoran ini. Dan polisi mendapatinya. Dia berhasil menyandra seorang anak kecil. Namun seorang gadis telah menggantikannya." jelas pengunjung wanita itu kepada Zen.
"Seorang gadis?" kini Yukimura ikut bertanya dan mengkerutkan keningnya.
"Ya, Tuan. Seorang gadis telah menggantikan posisi anak itu. Dan kini gadis itu menjadi sandra buronan narkoba itu." ucap pengunjung wanita itu lagi.
Terlihat seorang seorang gadis yang sangat familiar untuk mereka berdua. Gadis dengan rambut sebahun dan sedang mengenakan pakaian hangat berbulu berwarna putih.
"Xia Feii ..." gumam Yukimuran pelan dan menatap lurus ke depan. Sementara Zen masih terlihat juga begitu tenang dan menatap tajam lurus ke depan.
"Jangan ada yang berani mendekat!!" teriak seorang pria yang sedang menyandra Xia Feii sambil menodongkan sebuah pisau di hadapan wajahnya. "Jika kalian mendekat, nyawa gadis ini akan melayang!" imbuh pria itu kembali mengancan seluruh orang.
Tak ada seorangpun yang yang berani mendekati mereka, terlebih untuk menolong gadis bernama Xia Feii itu.
"Jika kau berani melakukan itu, kau akan habis ditanganku dalam sekejap!" tandas Yukimura dengan begitu tajam menatap pria itu.
"Cckk ... makanya jangan berusaha untuk menangkapku, maka gadis ini akan baik-baik saja dan tak akan terluka sedikitpun!" pria itu semakin membawa dan menyeret Xia Fee untuk mendekati sebua lift.
Salah satu tangannya dengan cepat menyentuh tombol lift. Dan sepertinya dia berniat untuk melarikan diri dengan membawa Xia Feii. Disaat Yukimura melangkahkan kembali kakinya beberapa langkah, pria itu malah semakin mendekatkan pisau itu pada wajah Xia Feii yang sudah terlihat begitu ketakutan.
__ADS_1
"Aku bilang jangan ada yang berani mendekat!" pria itu berteriak dengan lantang kembali.
Yukimura segera menghentikan langkah kakinya, karena takut jika Xia Feii akan terluka. Setelah beberapa saat, pintu lift mulai terbuka. Terlihat seorang pria yang sedang bersama dengan kekasihnya di dalam lift itu sedikit terkejut di hadapannya sudah ada seorang preman yang menodongkan pisau di depan seorang gadis.
"Kalian berdua cepat keluar!" perintah preman itu dengan suaranya yang begitu menggelegar.
Dua sejoli itu segera meninggalkan lift dan terlihat begitu ketakutan. Dengan cepat preman itu segera memasuki lift itu dengan membawa Xia Feii, hingga akhirnya pintu lift mulai tertutup dan mulai menuruni gedung demi gedung.
Yukimura segera berlari menuju pintu keluar dan mulai menuruni tangga demi tangga dengan begitu cepat. Zen juga mulai berlari cepat mengikuti Yukimura. 15 lantai mereka lalui dengan begitu cepat. Malah Yukimura dan Zen langsung melompat ke sisi samping bawah saat menuruni tangga, sehingga keduanya bisa begitu cepat sampai ke dasar lantai beriringan dengan lift yang sedang dinaiki oleh preman itu bersama Xia Feii.
Sementara itu ...
Seorang preman masih terlihat sedang menodongkan sebuah pisau dan menyandra Xia Feii di dalam lift yang sedang menuruni lantai satu. Namun tiba-tiba saja lift itu berhenti di pertengahan jalan dan terdengar seperti ada kerusakan.
BBRRUHGGH
"Sial! Ini pasti ulah mereka!" gerutu preman itu yang masih tidak melepaskan Xia Feii sama sekali.
Xia Feii terlihat semakin ketakutan bahkan wajah ayunya sudah mulai pucat saat ini. Dibawa kabur oleh seorang buronan dan dijadikan menjadi sandra untuk melarikan diri. Dan kini gadis cantik itu harus terjebak di dalam sebuah lift bersama preman itu. Gadis mana yang tidak akan ketakutan jika dihadapkan pada situasi yang begitu ekstrim seperti saat ini?
GGREEKK ...
DDRRTT ...
Kini lift itu mulai normal kembali dan kembali menuruni lantai demi lantai hingga mencapai lantai tujuan dari si preman buronan itu, yaitu lantai dasar dari gedung Manhattan Bar and Restaurant.
"Kau cukup diam saja dan ikuti perintahku! Maka kau tidak akan terluka!" tutur preman itu kepada Xia Feii yang bahkan tidak mengurangi sedikitpun rasa takut pada diri gadis itu.
TRRIINGG ...
Setelah beberapa saat akhirnya pintu lift itu mulai terbuka sedikit demi sedikit. Preman itu terlihat masih mengawasi dari dalam lift dan memastikan keadaan di luar aman dan tidak ada seorangpun yang sedang menghalangi dan menunggunya di luar lift.
__ADS_1