
"Aku adalah Li Zeyan. Idol besar dari Beijing. Dan aku datang untuk menjengukmu, Tuan Yosuke. Aku sangat mengidolakan Doragonshadou. Dan tentu saja aku sedikit shock setelah mendengar berita di media." ujar Zen untuk mengambil hati Yosuke, adik keduanya.
Yosuke terdiam untuk beberapa saat dan masih mengamati Zen dari ujung kaki sampai ke ujung kepala.
"Maaf jika aku datang berkunjung terlalu larut, Tuan. Namun scheduleku terlalu padat. Dan siang hari akan terlalu mencolok jika aku datang kemari." ucap Zen dengan senyum ramah.
"Hhm. Tidak apa-apa. Terkadang aku juga mengalami insomnia dan sering begadang kok." Yosuke menyauti dengan ramah namun suaranya terdengar begitu besar dan serak. "Kamu masih terlihat begitu muda. Berapa umurmu, Dek?"
Bocah ini sesuka hatinya memanggilku Dek? Heh ... Aku ini kakakmu, Bocah! Dan aku juga lebih tua darimu! Cckk ...
Batin Zen sedikit kesal, namun dia segera menutupinya dengan senyuman manis yang tentunya akan melelehkan hati siapa saja yang menatapnya.
"Tahun ini usiaku genap 33 tahun." sahut Zen tanpa sadar. "Eh ... bukan. Maksudku adalah tahun ini usiaku genap 20 tahun!" imbuh Zen dengan cepat dan meringis lebar memperlihatkan deretan giginya yang putih dan rapi.
"Hhm ... masih muda ya." sahut Yosuke sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. "Ngomong-ngomong kenapa kamu bisa mengidolakan Doragonshadou?"
"Tentu saja karena kalian sangat keren!" Zen menyauti dengan sangat bersemangat. "Aku sangat mengidolakan kalian! Terutama Kagami Ji ... ehm ... maksudku Tuan Kagami Jiro. Hehehe ..." Zen tertawa kecil dan menggaruk-garuk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.
"Oh ... kak Jiro ya. Dia memang sangat keren! Aku sendiri saja juga sangat mengidolakan dia!" sahut Yosuke dengan ramah.
"Ahaha ... benar sekali, Tuan Yosuke. Ehm, bagaimana kondisi tuan Yosuke sekarang? Aku melihat berita di media bahwa tuan tertembak." imbuh Zen.
"Aku baik-baik saja kok. Besok juga sudah akan pulang. Terlalu lama berada di rumah sakit juga membuatku bosan."
"Benar sekali, Tuan!" sahut Zen dengan senyum lebar. "Ehm ... kalau boleh tau ... mengapa Yakuza terbesar dan terkuat seperti Doragonshadou bisa pecah?" imbuh Zen sangat penasaran.
Yosuke terdiam beberapa saat dan mengambil nafas dalam lalu melepaskannya perlahan.
__ADS_1
"Ley Bixing yang selama ini menjadi salah satu orang kepercayaan kak Jiro tiba-tiba saja menyerangku. Dan sebenarnya ... aku sedikit curiga padanya tentang penyerangan terhadap kak Jiro 2 bulan yang lalu. Aku mencurigai Ley Bixing tentang penyerangan itu ..."
"Hhm ... aku juga berfikir seperti itu, Tuan Yosuke. Ehm ... tuan ... aku sangat menyukai dan mendukung Doragonshadoui. Jadi aku akan selalu mendukung kalian!" tiba-tiba Zen mengeluarkan dompetnya dan mengambil sebuh kartu nama miliknya. "Ini adalah kartu namaku, Tuan. Tuan bisa menghubungiku jika membutuhkan bantuanku. Aku akan membantu jika itu bisa aku lakukan." Zen menyerahkan kartu namanya kepada Yosuke.
"Hhm. Baiklah. Tapi jangan panggil aku tuan. Umur kita hanya beda 8 tahun. Panggil saja kakak. Agar lebih nyaman." ucap Yosuke begitu ramah.
"Hhm. Baiklah. Ehm ... Kenapa begitu banyak pengawal disini, kak Yosuke? Apakah Ley Bixing dan bawahannya masih sering berusaha untuk menyerang kembali?"
"Selama ini mereka masih belum menyerang kembali. Dan diperbanyak pengawal di rumah sakit karena mereka bukan hanya menjagaku, tetapi juga harus ekstra menjaga kakak."
Mendengar ucapan Yosuke tentu saja sedikit membuat Zen kebingungan dan mengkerutkan keningnya.
"Kakak? Maksudnya?" tanya Zen sangat kebingungan.
"Iya. Tentu saja para pengawal harus terus mengawasi kak Jiro, meskipun kakak masih belum sadar juga. Hhm ..." tergambar dengan jelas raut wajah yang begitu sedih dari wajah Yosuke.
Sementara Zen sedikit membelalak setelah mendengar ucapan Yosuke. Karena selama ini dia mengira bahwa Kagami Jiro sudah berakhir setelah penyerangan yang terjadi 2 bulan yang lalu itu.
"Hhm ... Tidak sepenuhnya bisa dikatakan seperti itu. Kak Jiro mengalami koma setelah penyerangan terhadap dirinya terjadi. Selain benturan di kepala yang sangat keras, dia juga mengalami beberapa tusukan. Yeap, pelakunya menabraknya lalu menghujaninya dengan tusukan bertubi saat kak Jiro tidak sadar. Bahkan tusukan itu ada yang mengenai hatinya." jelas Yosuke dengan tatapan nanar. "Tingkat keberhasilan untuk tetap hidup kak Jiro hanya 30%. Dan sudah 2 bulan dia masih belum bangun ..."
Zen yang mendengar semua itu terlihat begitu shock dan mematung cukup lama. Bagaimana tidak? Dia baru saja mendengar kisah tragis tentang raga aslinya yang begitu memilukan. Kenyataan bahwa raga dari Kagami Jiro kini sedang terbaring koma selama 2 bulan. Sedangkan pemilik dari raga yang sedang terbaring itu, kini malah menempati tubuh seorang Idol. Lalu bagaimana nasib dari tubuh Kagami Jiro?
Begitu banyak pertanyaan yang ada di kepala Zen, hal-hal yang tidak masuk akal dan hanya dirinya lah yang mengetahui semua permasalahan itu.
"Jadi ... selama ini Tuan Kagami Jiro sedang koma? Dan belum sadar sama sekali?" tanya Zen memastikan lagi.
"Benar. Entah sampai kapan ..." jawab Yosuke dengan wajah putus asa. "Doragonshadou sekarang menjadi sedikit lemah karena kondisi saat ini. Kak Jiro yang sedang terbaring karena koma, bahkan aku juga terkena tembakan dari Ley Bixing yang mulai menyerang gangster ini. Keadaan ini sangat menguntungkan untuk Ley Bixing!" ucap Yosuke dengan ekspresi yang begitu serius.
__ADS_1
"Aku yakin kalian bisa menghadapinya, Kak! Aku percaya Doragonshadou yang sebenarnya itu sangat kuat dan tidak mudah untuk dikalahkan!" ucap Zen dengan sangat serius. "Mereka tak akan terkalahkan!" imbuhnya dengan penuh keyakinan dan kedua tangannya saling mengepal.
"Benar sekali. Doragonshadou memang sangat kuat. Namun Ley Bixing juga sudah banyak mengambil orang kita. Bahkan kubu dia saat ini sudah bisa menarik 14 klan. Mereka sudah bergabung dengan Wolf Shadow."
"Jangan menyerah!" ucap Zen begitu menggelegar. "Masih tersisa banyak klan bukan? Mereka akan setia kepada kita! Ehm ... maksudku ... mereka akan terus membersamai kakak dan kak Jiro." ucap Zen dengan cepat.
Yosuke tersenyum samar setelah mendengar ucapan Zen yang terdengar begitu bersemangat.
"Tentu saja kita akan terus berdiri dengan tegap dan terus maju! Tidak akan mudah bagi mereka untuk merobohkan Doragonshadoui!" ucap Yosuke dengan penuh keyakinan. "Aku akan membantai mereka semua yang sudah berani melakukan semua ini kepada kita!" imbuhnya dengan suara yang sedikit menggelegar.
Zen yang mendengar ucapan dari Yosuke kini tersenyum lebar dan merasa sedikit tenang. Tentu saja, adik keduanya kini masih memiliki semangat yang membara untuk menghadapi masalah yang cukup besar yang sedang menimpa Doragonshadou.
"Hhm. Aku akan selalu mendukung kakak-kakak semua!" sahut Zen dengan senyum lebar.
"Li Zeyan. Kamu cukup tampan dan terlihat baik hati. Apa kamu sudah memiliki kekasih?"
"Eh?" seketika Zen dibuat melongo oleh sebuah pertanyaan yang tiba-tiba saja terlontar dari Yosuke.
Pertanyaan macam apa ini, Yosuke? Batin Zen sedikit shock.
"Kau sudah punya?" tanya Yosuke lagi.
"Tidak ada, Kak. Agensiku tidak memperbolehkan artisnya berpacaran." jawab Zen seadanya.
"Hhm. Bagus! Kamu juga masih sangat muda! Tapi kakak punya seorang adik perempuan yang sulit mendapatkan kekasih selama ini. Kau mau kakak kenalkan padanya?"
"Adik perempuan?" tanya Zen sedikit shock.
__ADS_1
Christal kah itu maksudnya? Adik perempuan yang selama ini aku sayangi dan sangat aku jaga mau kau jodohkan begitu saja dengan pria cantik bernama Zen ini, Yosuke? Apa kau gila?! Pria di hadapanmu ini sangat gemulai dan tidak bisa bertarung sebelumnya?! Bagaimana dia bisa menjaga Christal?! Bahkan dia saja sudah berusaha untuk melakukan benuh diri saat itu! Tidak! Aku tidak setuju dengan rencana ini!
Batin Zen sedikit kesal. Wajahnya juga terlihat sangat kesal setelah mendengar ucapan Yosuke.