
Christal membulatkan sepasang manik-manik beningnya setelah mendengar sedikit cerita dari Zen. Ternyata kehidupan seorang idol sungguh sangat berat. Bahkan perjuangan saat menjadi seorang trainee hingga menunggu waktu debut tiba sangatlah keras dan penuh perjuangan.
Padahal jika hanya melihat kehidupan dan rutinitas beberapa idol melalui sebuah acara TV, semua terasa begitu menyenangkan dan tidak terlihat berat dan kejam. Namun rupanya pemikiran Christal sungguh salah.
"Kamu sangat hebat dan keren, Li Zeyan! Pasti kamu sudah begitu banyak melewati jalanan berliku selama ini hingga sampai pada tahap ini. Aku begitu takjub padamu." ucap Christal begitu bersemangat menatap pemuda yang sukses mendapatkan predikat idol nomor satu di Asia saat ini. "Kau sungguh bintang yang paling bersinar!!"
"Baiklah, sekarang bolehkah bintang yang paling bersinar ini meminta sedikit hadiah darimu? Agar bintang yang paling bersinar ini menjadi semakin bersinar lagi?" ucap Zen dengan nada jenaka dan tersenyum menatap wajah mungil nan cantik itu.
"Hhm? Hadiah apa?" tanya Christal masih tersenyum menatap sang kekasih.
"Di dalam van ini hanya ada kita berdua. Para pengawal kita berdua sedang berada di luar. Aku ... bolehkah ... ehm ..." ucap Zen mulai terlihat ragu dan mengusap tengkuknya karena tiba-tiba merasa malu.
"Katakan padaku, Li Zeyan ... aku harus memberikan apa?" tanya Christal masih terlihat begitu tenang.
Zen mulai menatap Christal lekat dan dekat, lalu Zen mengangkat tangan kanannya sedikit ke udara, hingga perlahan jari telunjuknya mulai menyentuh bibir Christal.
Tiba-tiba suasana menjadi begitu hening dan kikuk. Namun sangat tidak disangka oleh Zen, tiba-tiba saja Christal mulai memiringkan kepalanya dan berniat untuk memberikan hadiah kecupan pada pipi Zen.
Namun saat bibir Christal hampir saja menyentuh pipi kiri Zen, tiba-tiba saja dengan cepat Zen segera memutar sedikit kepalanya ke kiri hingga akhirnya kecupan Christal malah mendarat pada sempurna pada bibir Zen.
Hingga akhirnya kini bibir mereka saling bertaut, namun pandangan mereka berdua terlihat masih begitu terkejut dan saling sepasang mata mereka membelalak selama beberapa saat.
Namun Zen memutuskan untuk melanjutkan semua yang sudah terjadi itu dengan semakin memberikan dorongan pelan untuk semakin mengecup lembut bibir Christal, hingga akhinya mereka berdua kembali memejamkan mata bersamaan. Dan semua itu terjadi dengan begitu alami dan manis.
__ADS_1
Meskipun Zen sudah terbiasa melakukan hal seperti ini bersama beberapa aktris sebelumnya, namun ciuman bersama Christal kali ini terasa sangat berbeda. Debaran itu terasa begitu nyata dan berbeda.
Hingga setelah beberapa saat Zen mulai menghentikannya karena tiba-tiba teringat dengan Kagami Jiro. Dan dalam bayangannya, Kagami Jiro terlihat begitu dipenuhi amarah dengan menatap tajam Zen sambil berkacak pinggang.
Zen dan Christal mulai duduk sedikit memutar berlawanan dan saling membelakangi dengan wajah masing-masing merah merona karena malu. Zen juga terlihat mulai mengusap tengkuknya dan suasana menjadi sangat kikuk.
"Uhm ... Christ ... uhm ... Christal ... aku ... uhm ... aku ... aku minta maaf ..." ucap Zen dengan terbata dan masih begitu kikuk dan malu. "Maafkan aku, tapi aku tidak bermaksud buruk padaku. Maaf, seharusnya aku meminta ijin dulu padamu ..."
"Li Zeyan, tidak masalah. Aku tidak marah padamu kok." ucap Christal yang terdengar begitu lirih dan malu-malu. "Apa kamu tau, ini adalah ciuman pertamaku. Maafkan aku jika aku terlalu kolot." imbuh Christal semakin menunduk dan memejamkan sepasang matanya karena sangat malu.
"Uhm ... tid-tidak, Christal ... uhm ... kamu ..." belum sempat Zen menyelesaikan ucapannya dengan sempurna, tiba-tiba saja mulai terdengar ritme teratur dari luar mobil.
Mungkin saja pengawal Zen yang merasa sedikit aneh karena Zen dan Christal yang tidak segera turun dari mobil selama sudah hampir 10 menit.
Tok ... tok ... tok ...
Zen dan Christal mulai gelagapan kembali setelah mendengar suara ketukan dan juga panggilan dari Vann, hingga membuat mereka panik dan tak segera menjawab panggilan dari pengawal Vann.
"Tuan Zen ... nona Christal ... apa sesuatu sudah terjadi? Apakah aku harus merusak pintu mobil ini, Tuan?" ucap pengawal Vann semakin mengeraskan intonasi bicaranya.
Yeap, kau benar sekali pengawal Vann. Memang sudah terjadi sesuatu diantara Zen dan Christal. sesuatu yang begitu manis hingga membuat mereka berdua merasa begitu kikuk dan malu seperti itu.
"Baiklah, Tuan. Aku akan mulai merusak pintu mobil ini ..." ucap pengawal Vann mulai terdengar lebih khawatir.
__ADS_1
"Vvvaann ... jangan lakukan itu!!" ucap Zen dengan cepat namun masih sedikit tergagap. "Kami baik-baik saja. Dan kami akan segera keluar!" imbuh Zen agar pengawal Vann tidak jadi untuk merusak salah satu bagian dari mobil mewah itu.
Sebenarnya bukan karena sayang mobil mewahnya rusak, namun Zen tak ingin para pengawalnya melihat dirinya yang sedang merasa begitu canggung dan kikuk saat ini.
"Baik, Tuan Zen." pengawal Vann menyauti dan suaranya terdengar semakin menjauh.
"Uhm, Christal. Mari masuk bersama." ajak Zen untuk kembali bersikap tenang.
"Uhm, iya." sahut Christal yang berusaha untuk tersenyum, namun masih terlihat sedikit kaku.
"Kalau begitu aku akan membuka pintunya dulu. Hehe ..." ucap Zen yang masih juga salah tingkah dan nyengir lalu mulai membuka pintu mobil van itu.
Sungguh sangat tidak disangka, seseorang yang sangat berbakat di dunia akting dan menjadi nomor 1, ternyata akan sangat buruk saat berhadapan dengan kekasihnya sendiri. Dialah Li Zeyan.
Zen mulai turun dari mobil van putih itu, dan mulai diikuti oleh Christal. Kini mereka berdua mulai memasuki gedung megah itu. Christal mulai terlihat sudah melupakan kejadian beberapa saat yang lalu dan mulai menikmati kemegahan dari gedung Star Entertaiment ini.
Zen dan Christal juga berpapasan dengan beberapa trainee dan juga beberapa idol lainnya. Hingga akhirnya mereka berpapasan dengan Super Girls Group. Dan keempat gadis berpenampilan modis, stylish dan fashionable itu mulai berhenti saat berpapasan dengan Zen dan Christal.
"Selamat sore, Senior Li Zeyan! Apakah sedang ingin berlatih lagi?" sapa keempat gadis itu dengan bersamaan dan kompak.
"Hhm. Iya. Aku akan berlatih kembali bersama Tiffany." sahut Zen dengan ramah.
Keempat gadis itu hanya fokus mengajak berbincang Zen saja tanpa menghiraukan keberadaan Christal. Sementara Christal terlihat tak terlalu memasukkannya ke hati, dan malah sepertinya Christal terlihat begitu mengagumi keempat gadis modis itu.
__ADS_1
Super Girls Group ternyata memang sangat cantik luar biasa. Mereka memiliki tubuh indah dan kulit yang begitu sehat. Oh my! Mereka terlihat seperti boneka saja.
Batin Christal menatap takjub keempat gadis itu secara bergantian.