
Setelah beberapa saat dan merasa puas bermain di wahana Dumbo the flying elepant , kini mereka mulai memasuki sebuah wahana lainnya lagi setelah Yunxi mengantri dan membelikan tiket untuk mereka. Kali ini mereka akan memasuki wahana The Seas with Nemo and Friends.
Pada beberapa adegan dan tempat ini agak sedikit gelap. Wahana ini terletak di Future World di Epcot. The seas with nemo and friends adalah sebuah wahana terobosan menakjubkan yang dirancang oleh Disney Imagineers yang mengintegrasikan karakter dari Finding Nemo dengan ikan dan hewan yang sebenarnya di dalam sebuah tangki paviliun kehidupan laut yang cukup besar.
Ilusi ini akan membuat orang dewasa sedikit bingung, tetapi anak-anak dan anak muda akan menerimanya, bahkan anak-anak akan sangat menyukainya. Sekuel jenis filmnya adalah kisah sederhana dari seekor ikan Nemo yang sedang berpura-pura sedang hilang. Sistem Omnimover-nya juga menggunakan kendaraan clamobile yang sangat lucu dan menggemaskan.
Si kembar Kenzi dan Kenzou terlihat begitu menikmati ketika sedang berada di dalam wahana itu. Mereka berdua terlihat begitu berbahagia saat ini bahkan melupakan mama dan ayahnya yang sedang berada di luar sana. Yah, meskipun sebenarnya saat ini mereka sedang bersama jiwa ayahnya sih. Dan mungkin itulah ikatan batin diantara mereka dan membuat mereka begitu dekat dan lengket dengan Zen.
Namun sesuatu di luar dugaan dan sangat tidak diharapkan oleh semua orang tiba-tiba saja terjadi saat ini. Tiba-tiba saja sebuah kecelakaan kecil tejadi di dalam wahana itu. Sebuah lampu hias yang begitu besar yang tergantung di permukaan langit-langit, yang biasanya menyinari segala penjuru ruangan dengan sorotannya yang memberikan warna seperti pelangi yang begitu imdah, tiba-tiba saja terlepas dan mulai terjatuh begitu saja.
Di ruangan yang sudah begitu remang seperti ini, tentunya akan sangat sulit untuk menyadari keadaan seperti itu bagi orang biasa. Namun tentu saja insting dari jiwa seorang Kagami Jiro yang sedang menempati raga Li Zeyan akan membacanya dengan baik dan sangat peka akan hal ini.
Tepat di bawah lampu hias itu menggantung, ada beberapa anak kecil yang sedang asyik bermain dengan beberapa ikan nemo, dan disana juga ada Kenzi dan Kenzou yang juga sedang asyik bermain dengan dunianya saat ini.
Zen yang menyadari akan semua itu, kini dia segera berlari ke arah mereka secepat mungkin dan mulai menggendong 4 anak sekaligus, termasuk Kenzi dan juga Kenzou lalu secepatnya berusaha untuk menjauh dari tempat itu.
Tepat dua detik Zen berhasil meninggalkan titik itu, tiba-tiba mulai terdengar bunyi sesuatu yang terjatuh dengan begitu keras dan seketika membuat heboh para penunjung dan menjadikan seisi ruangan ini begitu riuh.
BRRAAKK ...
PRRAANNGG ...
Lampu hias itu terjatuh sudah, beberapa bahan kaca pecah menjadi serpihan-serpihan kecil dan berserakan di atas lantai begitu saja. Para pengunjung berteriak begitu histeris karena terkejut dan sedikit ketakutan, khawatir jika sampai ada korban dalam kecelakaan itu.
__ADS_1
Namun ternyata Zen berhasil menyelamatkan keempat anak itu dengan baik dalam waktu yang sangat tepat. Coba saja bayangkan, jika langkah dan pergerakan Zen telat satu detik saja, mungkin keempat anak itu akan sangat dalam bahaya.
Kedua orang tua dari kedua anak itu kini mulai menghampiri Zen yang masih memeluk para bocah itu.
"Terima kasih, Anak muda. Terima kasih. Karena berkat kamu anakku masih selamat." ucap seorang wanita paruh baya lalu mulai meraih seorang anak dari Zen.
Zen hanya tersenyum tipis menanggapinya dan tiba-tiba saja perlahan sepasang mata bak okavango blue diamond itu mulai terpejam dan pelukannya untuk Kenzi dan Kenzou mulai terlepas begitu saja lalu tubuhnya mulai ambruk di atas lantai.
BRRUUKK ...
...⚜⚜⚜...
Di dalam sebuah ruangan kecil yang bernuansa putih dan memiliki aroma khas dari sebuah klinik kecil, perpaduan antara beberapa obat tentunya, terlihat seorang pemuda tampan sedang berbaring di atas sebuah brankar.
Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya sepasang mata kebiruan yang selalu terlihat menawan itu mulai terbuka perlahan. Indah, seperti berlian biru yang begitu cantik dan mempesona.
"Tuan Zen. Tuan sudah sadar ..." ucap pria dengan balutan jas itu yang terlihat sedikit lega karena mengetahui tuannya sudah sadar kembali.
"Vann ... dimana aku sekarang?" tanya pasien yang tak lain adalah Zen dengan begitu lirih dan masih terlihat pucat.
"Tuan ada di klinik Tokyo Disney Land. Tuan jatuh pingsan saat di Seas with Nemo and friends. Tubuh tuan Zen begitu panas saat itu, dan sekarang demamnya sudah sedikit turun saat dokter memberikan obat penurun demam untuk tuan Zen." jelas Vann.
"Lalu ... dimana si kembar Kenzi dan Kenzou?" tanya Zen sangat ingin tau. "Apa mereka baik-baik saja?"
__ADS_1
"Mereka baik-baik saja ..." tiba-tiba terdengar suara seorang wanita yang begitu familiar untuk Zen dengan raga Kagami Jiro.
Suara seorang wanita yang terdengar begitu tegas namun lembut dan manis untuknya. Suara wanita yang selalu dirindukan oleh jiwa seorang Kagami Jiro.
Kini terlihat seorang wanita dewasa yang sudah memasuki ruangan dengan menggendong Kenzi. Lalu di belakangnya ada Kagami Jiro yang juga menggendong Kenzou.
"Terima kasih sudah menjaga kedua putraku dengan baik, Li Zeyan!" ucap Yuna masih dengan ucapan yang terdengar begitu tegas.
Namun jiwa Kagami Jiro tentu saja sangat memahami istrinya, jika ucapan itu begitu tulus Yuna ucapkan.
Yuna, tentu saja aku akan selalu menjaga dan melindungi si kembar Kenzi dan Kenzou. Mereka berdua adalah putraku. Aku akan mempertaruhkan semuanya untuk melindungi mereka berdua. Sekalipun harus mengorbankan nyawaku.
Batin Zen dengan seulas senyum menatap kedua anak kembar itu secara bergantian.
"Tidak perlu berterima kasih. Aku tulus melakukan semua ini." sahut Zen dengan begitu tulus.
Tiba-tiba saja terdengar suara dering sebuah ponsel, dan itu berasal dari ponsel Kagami Jiro. Kagami Jiro mulai meraih benda pipih yang masih tersimpan pada saku pakaiannya lalu melihat layar ponsel itu. Sebuah nomor baru dan tak dikenal sedang berusaha untuk menghubungi Kagami Jiro.
Kagami Jiro segera menggeser tombol hijau dan segera menempelkan benda pipih itu pada telinganya.
"Hallo ..." sapa Kagami Jiro masih dengan santai.
"Tuan Kagami Jiro! Aku tidak akan berbasa-basi lagi. Datang dan temui aku jika ingin nyawa adik kesayanganmu tetap selamat!" ucap seorang pria dari seberang.
__ADS_1