
Kagami Jiro mulai mengakhiri panggilan itu dan mulai melenggang kembali untuk memasuki kamarnya untuk menemui Yuna yang saat ini sedang menonton TV.
"Siapa yang menghubungimu, Sayang? Li Zeyan?" tanya Yuna yang saat ini duduk di atas sebuah sofa sambil menikmati salah satu acara TV dan menikmati sebuah snack.
"Hhm. Iya ..."
"Memang sejak kapan kamu mengenal teman-teman Li Zeyan, Sayang?" tanya Yuna sedikit penasaran dan ingin tau.
"Hanya mengenal sedikit saja kok." sahut Kagami Jiro lalu mulai duduk di sisi samping Yuna.
"Lalu kapan kamu memberikan pelajaran untuk teman-teman Li Zeyan yang kamu panggil cecunguk gila itu, Sayang?" selidik Yuna mengkerutkan sepasang alis indahnya sambil menatap suaminya.
Wah, wah ... Yuna mendengar semua itu ya. Hhm ... sekarang aku harus memberikan alasan yang tepat agar Yuna tidak curiga padaku. Tapi apa ya? Pikirkan sesuatu, Jiro!! Tidak mungkin kamu akan mengatakan kepada Yuna mengenai pertukaran jiwa itu bukan?
Batin Kagami Jiro mulai memikirkan sebuah alasan yang tepat agar Yuna tidak curiga.
"Sayang ... apa kamu tidak mendengarkanku?" ucap Yuna sedikit murung.
"Bukan, Sayang. Aku baru saja berusaha untuk mengingatnya. Dan sekarang aku baru saja mengingatnya. Aku bertemu dengan teman-teman kuliag Li Zeyan saat kita datang ke Beijing saat menghadiri Anniversay Koi To Producer beberapa bulan yang lalu. Dan mereka membuat keributan, jadi aku memberinya sedikit pelajaran agar mereka kapok, Sayang. Hehe ..." sahut Kagami Jiro dengan sebuah alasan yang baru saja terlintas di fikirannya saat ini.
"Oh ya? Mengapa aku tidak melihat dan mengetahuinya ya saat itu?" tanya Yuna mulai kebingungan.
Karena saat itu, seingat Yuna mereka hanya berada dalam apartemen itu saja dan tak bertemu dengan beberapa teman Li Zeyan seperti yang sedang dibicarakan oleh Kagami Jiro.
__ADS_1
"Saat itu aku dan Li Zeyan yang sedang berjalan-jalan bersama. Apa kau ingat, Sayang?" ucap Kagami Jiro masih berusaha untuk membuat Yuna percaya padanya.
Yuna terdiam beberapa saat dan berusaha untuk mengingat kembali saat-saat itu hingga akhirnya Yuna mulai mengangguk-anggukkan kepalanya dan tersenyum lebar.
"Hhm. Iya ... aku ingat, Sayang. Ahaha bagaimana aku bisa melupakannya ya. Aduh ... malu sekali rasanya, baru berusia 25 tahun tapi sudah pelupa. Ahaha ..." Yuna tertawa renyah, dan sebenarnya cukup merasa malu.
Kagami Jiro menanggapinya dengan senyuman manis dan mulai mendekati wajah ayu Yuna.
"Sayang. Ada sisa makanan di bibirmu ... biar aku bersihkan ..." ucap Kagami Jiro mulai menyisiri rambut sisi kiri Yuna hingga mulai mendaratkan jemarinya pada wajah sisi kiri Yuna.
Mereka berdua saling bertatapan beberapa saat. Seperti sedang menghasut keduanya untuk melakukan yang lebih dari ini lagi. Kagami Jiro begitu menikmati sepasang manik-manik bening Yuna yang terlihat begitu menawan.
Sementara wajah Kagami Jiro mulai mendekati wajah Yuna dan sedikit memiringkan kepalanya hingga akhirnya ujung hidungnya mulai menyentuh pipi Yuna.
Perlahan bibir mereka saling bertaut satu sama lain, seperti magnet yang tertarik satu sama lain. Membuat mereka berdua berciuman lagi dan lagi dan saling menyambut dengan hangat. Deesahan lembut yang menyelinap keluar melalui bibir Kagami Jiro dan Yuna memecah keheningan di dalam kamar ini.
Rasanya seolah-olah suasana saat ini seperti dipenuhi oleh keinginan dan kebutuhan untuk meredam sebuah keinginan bersama, hingga meningkatkan indra dan melelehkan semua fikiran mereka berdua.
Kagami Jiro kini tepat sudah di atas Yuna, dan sudah menindih tubuh Yuna. Bibir mereka berdua masih bertaut satu sama lain. Dan Yuna juga mulai mengalungkan kedua tangannya melingkar pada leher kuat Kagami Jiro.
Nafas mereka saling bertaut dan berciuman penuh gairah. Perlahan tangan kanan pengembara Kagami Jiro mulai menyibak dress pendek Yuna dan mengelus lembut paha Yuna.
Ciuman Kagami Jiro kini mulai berpindah perlahan dan lembut menuruni leher jenjang Yuna dan bahu Yuna. Perlahan Kagami Jiro juga mulai menurunkan tali penggantung dress Yuna dan masih mendaratkan kecupan hangatnya disana. Bahkan Kagami Jiro mengisapnya dengan lembut dan meninggalkan tanda kemerahan di sana.
__ADS_1
Yuna tidak berusaha untuk menolak atau memberontak, karena sebenarnya Yuna juga masih sangat merindukan suaminya. Serangan demi serangan terus dilayangkan oleh Kagami Jiro untuk Yuna, dan membuat keduanya terbuai dalam keadaan ini. Hingga akhirnya sebuah ritme teratur mulai terdengar dari arah pintu.
Tok ... tok ... tok ... tok ...
Dan hal ini tentu saja membuat Kagami Jiro dan Yuna menyudahi semua itu. Raut wajah Kagami Jiro terlihat begitu kesal, karena kemesraannya bersama dengan Yuna harus tergagalkan untuk yang kedua kalinya.
"Kali ini siapa lagi yang berani menggangguku?! Apakah aku harus berbulan madu ke negeri lainnya lagi agar mereka tidak menggangguku?!" geram Kagami Jiro terlihat begitu kesal.
Lagi-lagi Yuna yang masih berbaring di bawah Kagami Jiro hanya tertawa kecil dan mengusap lembut sisi kiri wajah Kagami Jiro.
"Sudahlah, Sayang. Kita bisa melakukannya lagi nanti ..." ucap Yuna masiu dengan tawa kecil.
"Nanti malam ya ... dan kamu harus menemaniku sampai aku puas." Kagami Jiro kembali menyeringai manis dan malah mengecup kembali bibir Yuna, namun Yuna segera mendorong tubuh besar itu.
"Iya ... aku akan menemanimu nanti malam. Dan aku akan memuaskanmu nanti malam. Tapi buka dan periksa dulu siapa itu yang datang." ucap Yuna masih tersenyum lebar dan memainkan hidung mancung Kagami Jiro dengan memencet-mencetnya.
"Bagaimana aku bisa berpaling darimu, jika kamu saja selalu menggodaku seperti ini, Sayang? Sudah, sebaiknya kita abaikan saja tamu itu. Pura-pura saja kita tak mendengarnya, atau pura-pura saja kita sedang tidur. Hehe ..." lagi-lagi Kagami Jiro mulai mendekati Yuna dan mengecup leher jenjang Yuna dengan begitu gemas.
Namun ritme teratur itu mulai terdengar lagi, dan kali ini suaranya terdengar lebih keras. Dan kali ini benar-benar membuat Kagami Jiro lebih merasa kesal. Kagami Jiro mulai menghentikkan semuanya dan duduk selama beberapa saat.
Hingga akhirnya Kagami Jiro bangkit dari duduknya dan mulai melenggang menuju pintu kamarnya. Rasa kesal masih memenuhi dirinya saat ini, karena sudah 2 kali keinginannya untuk bermesraan bersama Yuna hari ini digagalkan begitu saja.
Baik, sekarang mari kita lihat. Siapa yang kali ini sudah berani mengganggu waktu indahku bersama Yuna? Benar-benar sangat membuatku merasa kesal!!
__ADS_1
Batin Kagami Jiro mulai menendang sebuah tempat sampah kecil yang berada tak jauh darinya lalu mulai meraih handle pintu dan mulai membuka pintu itu.
CEKLEKK ...