
"Tuan, Zen ... apa tuan sudah melihat berita pagi ..." ucap Vann yang baru saja datang menghampiri Zen di ruang tengah, namun tiba-tiba Vann menghentikkan ucapannya karena melihat berita itu sedang ditayangkan di Tv juga.
Sementara Zen terdiam dan masih menyaksikan berita itu dengan seksama. Ada beberapa foto dirinya bersama Amee yang yang tertangkap oleh kamera tersembunyi dan diambil oleh seorang paparazi. Beberapa foto Zen dan Amee ketika sedang melakukan makan malam bersama di Cafe Cha - Shangri-La Beijing, bahkan ketika Zen dan Amee pergi bersama ke Beijing Daxing Airport, hingga foto Zen yang sedang memeluk Amee ketika di bandara, semua foto-foto itu diambil oleh seorang paparazi.
Itu berarti orang itu membuntuti mereka sejak dari Cafe Cha - Shangri-La Beijing hingga Beijing Daxing Airport. Padahal saat itu Zen sudah selalu mengenakan topi lengkap dengan masker dan hanya melepasnya ketika makan saja. Namun akhirnya mereka menyadari oleh sosok Li Zeyan dan menangkap beberapa foto Zen ketika sedang bersama dengan Amee.
"Cckk ... sial! Mengapa aku bisa sampai tidak menyadarinya sama sekali waktu itu! Sialan! Ini bisa menghancurkan Amee atau bahkan menghancurkan Li Zeyan." dengus Zen yang terlihat begitu kesal.
Beberapa saat terdengar lantunan molodi indah yang berasal dari ponsel Vann yang sedang berdering, dan dia sengera mengangkat panggilan itu dengan cepat, karena mungkin panggilan itu berasal dari seseorang yang begitu penting.
"Hallo. Selamat pagi, Nyonya Yang!" sapa Vann dengan begitu ramah.
"Vann, bawa Zen ke YF Group sekarang juga!" perintah dari seorang wanita yang dipanggil nyonya Yang itu dengan cukup tegas.
"Baik, Nyonya Yang. Saya akan mengajaknya untuk segera pergi kesana sekarang juga." Vann menyauti dengan pelan namun terdengar cukup tegas.
"Baik! Akan aku tunggu." ucap nyonya Yang lalu mengakhiri panggilan itu begitu saja.
Tut ... tut ... tut ...
Setelah panggilan itu sudah berakhir, kini Vann segera menghampiri Zen kembali. Dan ternyata Zen masih saja menonton berita itu dengan begitu serius.
"Tuan Zen, nyonya Yang meminta kita untuk segera datang memenuhi umdangannya di YF Group." ucap Vann dengan nada rendah.
"Pasti wanita itu mau mengomel-omel deh! Cckk ..." dengus Zen sedikit kesal lalu bangkit dari tempat duduknya. "Baiklah Ayo kita segera berangkat saja!" imbuh Zen lalu melenggang menuju pintu keluar lalu diikuti oleh Vann.
Keduanya mulai melenggang meninggalkan kamar appartement Zen, lalu turun melalui lift menuju ke lantai basemant appartement untuk mengambil sebuah Ferray merah menyala yang biasanya dikemudikan oleh kak Kai.
__ADS_1
Vann dan Zen segera berangkat ke YF Group dengan menaiki Ferrary merah menyala itu. Sementara Nokto, Jin Heng, dan Yunxi mengikuti di belakangnya dengan sebuah BMW hitam metalik.
...⚜⚜⚜...
Di sebuah ruangan yang begitu luas dan dipenuhi dengan begitu banyak berbau seni, di salah satu gedung megah YG Group, seorang wanita dewasa yang terlihat begitu tegas, disiplin dan berkharisma, terlihat sudah duduk di meja kerjanya yang berbentuk L. Sementara di hadapannya sudah ada dua pemuda yang sudah duduk bersebelahan.
Wanita itu terdiam cukup lama dengan sepasang matanya menatap kedua pemuda itu dengan tegas dan tajam. Sangat tergambar pada wajah ayunya, jika wanita itu sedang tidak dalam keadaan hati yang begitu baik saat ini.
"Sekarang jelaskan padaku ... sebenarnya apa maksud dari semua ini?!" ucap wanita itu dengan suaranya yang begitu tegas.
"Seperti yang nona Yang lihat. Aku hanya sedang makan malam bersama Amee, lalu pergi ke Beijing Daxing Airport untuk menemui kak Kai. Tidak ada yang lain." jelas Zen apa adanya.
"Mereka tidak akan mau tau mengenai penjelasanmu, Zen! Mereka hanya sekedar melihat lalu menilai dan berasumsi! Tak peduli asumsi itu benar atau tidak. Dan sekarang dunia akan mengira kalian memiliki hubungan spesial!" tandas nyonya Yang tegas. "Sekarang katakan padaku! Apa maumu sekarang! Kau masih mau menjadi seorang idol apa tidak?!" imbuh nyonya Yang dengan suara yang sedikit menggelegar.
"Tentu saja aku masih mau! Lagipula aku tidak membuat sebuah kesalahan yang sangat fatal!" tandas Zen dengan tegas. "Kita hanya makan bersama lalu pergi ke bandara bersama! Apakah itu salah?"
"Baiklah. Kali ini aku akan membantumu menyelesaikan semua masalah ini. Namun ingat, kelak jika kamu melakukan sebuah kesalahan lagi, aku tidak yakin kau akan masih tetap di jalur yang aman." ucap nyonya Yang dengan begitu serius.
"Baiklah. Terima kasih, Nona Yang!"
"Kalian boleh keluar sekarang!"
" Baik, terima kasih. Kalau begitu kami ijin pamit." ucap pengawal Vann lalu segera bangkit dan berdiri.
Setelah berpamitan, kini Zen dan Vann mulai melenggang dan meninggalkan ruangan presiden direktur dari YG Group ini.
Setelah sampai di luar ruangan, tak sengaja mereka bertemu dengan Amee yang mungkin saja dia sedang dipanggil juga oleh nyonya Yang juga.
__ADS_1
"Zen ..." ucap Amee ketika mereka sedang berpapasan. Raut wajah gadis itu terlihat sedikit murung dan khawatir.
"Masuklah dan katakan saja semua dengan jujur. Maka kau akan baik-baik saja." ucap Zen berusaha menenangkan Amee.
"Hhm. Iya, Zen." Amee menyauti dengan pendek disertai anggukan.
"Hubungi aku jika terjadi sesuatu ..."
"Iya, Zen. Kalau begitu aku akan menemui nyonya Yang dulu.
"Hhm ..."
Amee mulai memasuki ruangan nyonya Yang. Sementara Zen dan Vann mulai meninggalkan gedung ini, karena memang hari ini tidak ada schedule untuk pemotreatan atau shooting di YG Group.
Sementara itu ...
"Amee!! Sekarang coba jelaskan semua kepadaku!" ucap nyonya Yang dengan suara yang begitu tegas. "Apa kau punya hubungan khusus dengan Zen?! Apa kau tau? Di dalam dunia enterteiment sangat tidak diperbolehkan memiliki ikatan jalinan kekasih! Kau tentu sangat paham akan hal itu bukan?!"
"I-iya, nyonya Yang. Aku dan Zen tidak ada hubungan apa-apa. Kami hanya makan malam bersama dan pergi ke bandara bersama untuk menemui manager Zen, kak Kai ..." jelas Amee dengan jujur.
Nyonya Yang hanya terdiiam dan menatap Amee, "Kamu tau Amee, untuk membersihkan kasus seperti ini harus ada yang berkorban."
"Maksudnya, Nyonya?" ucap Amee begitu bingung dan tak mengerti dengan maksud ucapan nyonya Yang.
"Maksudnya, jika kamu masih ingin Zen tetap aman dan tetap berada di puncaknya, maka kamu harus berkorban untuknya." ucap nyonya Yang dengan begitu tegas. "Apa kau mau dan rela berkorban untuknya, Amee?"
"Ya. Tentu saja aku akan melakukan apapun agar Zen bisa meraih mimpi-mimpinya, Nyonya!" ucap Amee begitu mantap dan sangat yakin.
__ADS_1
...⚜⚜⚜...