Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Pertemuan Dengan Kagami Gumi


__ADS_3

Sinar mentari mulai menyeruak memasuki kamar menembus melalui jendela kaca yang begitu bening itu.


Kagami Jiro yang sedang tertidur di atas sofa kini sedikit membuka matanya dan beberapa kali mengerjapkannya karena silau.


Perlahan dia segera duduk dan sedikit menyibak rambutnya, "Sudah pagi rupanya ..."


Kini netranya menatap Yuna yang masih tertidur pulas di atas pembaringan. Sudut-sudut bibirnya ditarik dan menyembulkan senyuman manis dan begitu hangat.


"Syukurlah dia segera tertidur tadi malam." gumamnya pelan. "Kalau tidak, habislah riwayatku! Paman Yukimura akan membunuhku." gumamnya pelan.


Kagami Jiro mulai mengenakan sebuah slop putih dan kini bangkit dan melenggang untuk membuka beberapa gorden yang masih tertutup.


"Paman Yukimura bilang hari ini tuan besar dan adik kedua dari tuan Kagami Jiro akan segera pulang setelah pergi dari luar negeri. Aku harus berakting dengan baik di hadapan mereka." gumam Kagami Jiro pelan sambil menatap pemandangan luar dari jendela kamarnya. "Benar! Anggap saja kamu sedang memainkan sebuah drama ber-genre mafia, Zen! Dan kau sedang menjadi tokoh utamanya! Seorang Pemimpin Doragonshadou yang begitu legendaris!"


"Hhm ... aku pasti bisa!" imbuh Zen lagi berusaha menyemangati dirinya sendiri.


"Sayang ..." ucap Yuna tiba-tiba yang sudah terbangun juga.


Aduh ... semoga saja kak Yuna tidak mendengar semuanya.


Batin Kagami Jiro begitu was-was. Kini dia berbalik dan melihat Yuna sudah duduk di atas pembaringan dan sesekali mengernyitkan keningnya dan juga memijat keningnya.


"Selamat pagi ..." sapa Kagami Jiro dengan hangat dan tersenyum lebar.


"Selamat pagi ... apakah semalam aku mabuk? Maaf ya ..." ucap Yuna pelan.


"Hhm. Tidak masalah kok. Igor menjagamu dengan baik." jawab Kagami Jiro berusaha berbicara dengan berwibawa.

__ADS_1


"Uhm. Iya ... jam berapa sekarang, Sayang?"


"Jam 9 AM."


"Baiklah aku akan mandi dulu. Ayah mertua dan Yosuke akan segera tiba." Yuna mulai menuruni pembaringan dan mulai berjalan ke kamar mandi dengan sedikit sempoyongan.


"Hati-hati ..." ucap Kagami Jiro reflek mengulurkan tangan kanannya dari kejauhan.


"Hhm ..."


Kini Yuna mulai menjalankan kembali ritual mandinya. Sementara Kagami Jiro mulai memastikan dan merogoh sesuatu di dalam kantong pakaiannya. Terlihat sebuah kotak keemasan pada genggamannya.


"Aku harus menyimpannya dengan baik. Jangan sampai kak Yuna, paman Yukimura maupun yang lainnya mengetahui ini. Aku harus mencari tau sendiri siapa sebenarnya pelaku penyerangan terhadap tuan Kagami Jiro! Terlebih ... Ley Bixing juga mengatakan hal semacam itu. Aku benar-benar harus lebih berhati-hati." gumam Kagami Jiro lalu berjalan menuju lemari pakaiannya dan berusaha mencari tempat yang aman untuk menyimpan kotak keemasan itu.


...⚜⚜⚜...


Yuna dan Kagami Jiro kini sudah terlihat begitu rapi dan menawan. Yuna terlihat begitu cantik dengan balutan pakaian formal di atas lutut. Dengan balutan blazer lengan panjang berwarna sweet brownie dengan design beberapa kancing yang memanjang dari atas membalut tubuh sexinya dengan sempurna. Sementara di bagian perut dia mengenakan belt warna senada dan menjadikannya terlihat sangat menawan dan begitu ramping. Rambut panjangnya yang indah dibiarkannya tergerai begitu saja.


Kini keduanya melenggang bersama menuju ruang keluarga untuk bersiap menyambut tuan besar Kagami Gumi sekaligus putra keduanya Kagami Yosuke.


Tak lama menunggu kini terlihat dua orang pria mulai melenggang menuju ruang keluarga. Salah satu pria itu terlihat berusia kira-kira 28 tahun. Pria itu sedikit mirip dengan Kagami Jiro, hanya saja rambutnya sedikit gondrong dan berbelah tengah. Wajahnya juga terlihat sangar dan garang, tubuhnya juga terlihat besar dan perkasa. Dia adalah Kagami Yosuke, adik kedua dari Kagami Jiro.


Sementara pria satunya adalah pria paruh baya dengan rambut yang sudah beruban cukup banyak. Namun, tubuhnya juga masih terlihat begitu sehat, besar dan kokoh untuk seumurannya. Yeap, tentu saja karena dia adalah salah figur legendaris dari Doragonshadou, Kagami Gumi yang sangat kuat di masa mudanya. Kagami Gumi tentu saja juga selalu menjaga kebugaran badannya.


Yuna dan Kagami Jiro mulai berdiri dan menyambut kedatangan mereka. Senyum merekah menghiasi pria paruh baya itu dan segera memeluk Kagami Jiro saat mereka sudah saling berhadapan.


Rasa haru menyelimuti keluarga Kagami saat ini, bahkan ketiga pria kuat ini saat ini terlihat begitu hangat dan lembut saat ini.

__ADS_1


"Jiro ... maafkan papa baru bisa pulang dan melihatmu." ucap Kagami Gumi setelah melepas pelukannya. Sepasang matanya kini sudah sedikit berkaca menatap putra pertamanya itu.


"Tidak apa-apa, Papa." jawab Kagami Jiro dengan begitu hangat, sepasang mata coklatnya juga terlihat begitu hangat menatap pria paruh baya itu dan menjadi sedikit berair.


Yeap, mungkin saat ini jiwa dari Zen juga sedang teringat oleh sosok ayahnya yang sudah tiada karena sebuah kecelakaan.


"Papa sangat senang melihatmu bisa sadar kembali! Selama ini papa selalu takut jika kamu tidak akan bangun kembali, Jiro. Segala upaya sudah papa lakukan, namun dua bulan lebih tidak ada perubahan sama sekali. Dan kali ini ... tiba-tiba kamu bangun begitu saja setelah mendengar Christal menyanyi untukmu." ucap Kagami Gumi dengan haru.


"Hhm. Iya, Papa ..." jawab Kagami Jiro yang semakin terharu mendengar ucapan dari ayahnya.


Christal yang ternyata sudah berada di ruangan ini, langsung saja dia berjalan dan memeluk papanya.


"Ini karena suara Christal yang begitu menawan, Papa." jawab Chistal dengan nada jenaka namun juga sepasang matanya sudah berkaca-kaca karena haru.


"Benar. Suaramu sangat bagus! Tapi papa tidak akan membiarkanmu menjadi penyanyi! Kamu harus menjadi ahli bela diri seperti kakak-kakakmu!" celutuk Kagami Gumi dengan tawa kecil dan mengusap kepala putri bungsunya.


Mereka tertawa kecil bersama mendengar ucapan dari Kagami Gumi. Kini Yosuke mulai maju dan menatap lama Kagami Jiro dengan haru lalu memeluk dan menepuk-nepuk punggungnya.


"Kakak ... aku senang sekali kakak kembali!" ucap Yosuke penuh dengan kerinduan.


"Iya, Yosuke. Ini adalah sebuah keajaiban yang membuatku bangun kembali." Kagami Jiro menyauti dengan hangat dan juga mengusap punggung Yosuke.


"Kita harus merayakan semua ini!" ucap Yosuke setelah melepas pelukannya. "Bagaiman, Papa?" imbuhnya lalu menatap ayahnya penuh harap.


"Hhm. Tentu saja kita harus merayakannya!" Kagami Gumi menyauti dengan senyum lebar lalu bergantian menatap Kagami Jiro. "Anak pertamaku sudah berhasil melewati maut! Jadi kita harus merayakannya!"


"Tapi kamu tidak boleh banyak minum alkohol dulu ya, Sayang!" ucap Yuna tiba-tiba yang sudah memeluk lengan kuat Kagami Jiro. Sepasang mata indahnya menatap suaminya dan terlihat sedang menunggu sebuah jawaban.

__ADS_1


Kagami Jiro hanya mengangguk dan tersenyum hangat menatap Yuna.


...⚜⚜⚜...


__ADS_2