Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Kiss Mark


__ADS_3

Kagami Jiro mulai memasuki kamar hotel Yukimura dan bercermin di depan sebuah meja rias. Dia mulai memperhatikan setiap detail dari wajahnya dan sedikit memiringkan wajahnya dari sisi satu ke sisi lainnya untuk mencari sesuatu.


Lalu tiba-tiba saja sepasang mata kecoklatan itu sedikit membulat ketika Kagami Jiro melihat ada sebuah tanda kiss berwarna pink lembut di bagian pipi kirinya. Kini dia meraba kiss mark itu dengan jemari kirinya.


Ahh ... pantas saja paman Yukimura sangat marah saat melihatku. Ternyata gara-gara ada bekas lipstik dari kak Yuna. Aduh ... padahal aku tidak melakukan apapun ... oh beginilah nasibku ... jika seperti ini terus menerus, lama-lama aku akan benar-benar habis di tangan paman Yukimura.


Batin Kagami Jiro lalu mengambil sebuah tisu basah yang berada di hadapannya lalu mulai mengusap dan membersihkannya pada pipi yang terkena kiss mark itu.


"Li Zeyan ... kau harus selalu mengingat pesanku! Aku tidak akan bermain-main dengan ucapanku! Aku bisa saja membunuhmu sebelum Jiro sendiri yang akan membunuhmu!" ucap Yukimura begitu menggelegar dan sangat menakutkan. Bahkan sorot matanya terlihat begitu tajam, seperti mata elang yang sedang bersiap menangkap mangsanya.


"Ba-baik, Paman. Aku paham. Aku sangat memahaminya!" ucap Kagami Jiro sedikit merinding. "Malam ini aku tidur disini saja kalau begitu, Paman!" imbuhnya lagi.


"Hhm ... terserah kau saja, Bocah!" ucap Yukimura lalu melepas kemejanya dan kini dia hanya memakai kaos oblong press body berwarna hitam yang tentunya sangat memperlihatkan lekuk badannya yang begitu besar dan sangat kekar. Tato-tato itu juga memenuhi sebagian besar ruang pada tubuh pria dewasa itu.


Li Zeyan mulai bergidik ngeri setelah menyaksikan tubuh Yukimura itu. Meskipun tubuh Kagami Jiro juga begitu perkasa dan besar, namun tato-tato miliknya tak sebanyak yang dimiliki Yukimura. Tato dari Kagami Jiro hanya ada di bagian seluruh punggung dan dada kirinya saja.


"Lihat apa kau, Bocah?!" tandas Yukimura karena memergoki Kagami Jiro yang terus melihatnya dan memperhatikannya.


"Ti-tidak, Paman ... baiklah mari kita segera beristirahat, Paman."


"Hhm ..."


Kini keduanya mulai beristirahat bersama, dan akhirnya Kagami Jiro tidak kembali lagi ke kamarnya. Lalu bagaimana dengan Yuna? Apa dia tidak menyusul Kagami Jiro? Hhm ... sebenarnya Yuna sudah tertidur, dan Kagami Jiro kembali lagi ke kamarnya saat dini hari.


...⚜⚜⚜...

__ADS_1


Seorang pria dewasa dengan setelan jaz super mewahnya mulai melenggang menyusuri sebuah koridor panjang yang sudah beralaskan dengan karpet merah. Sementara di belakangnya terlihat seorang pria yang masih cukup muda yang selalu berjalan dan mengekorinya.


Mereka mulai menghampiri dua orang pria yang sudah duduk di sebuah meja dan sedang asyik berbincang.


Ah ... akhirnya aku bisa bertemu dengan kakek dan juga kak Kai. Rasanya rindu sekali pada mereka ... tapi ... dimana tubuhku? Dimana tuan Kagami Jiro? Mengapa hanya ada kak Kai dan kakek Li Feng saja?


Batin pemuda dewasa yang tak lain adalah Kagami Jiro dengan jiwa seorang Li Zeyan, dengan mata yang sudah sedikit berair karena begitu terharu. Langkah kakinya sempat terhenti karena takut akan bertindak ceroboh di hadapan mereka, namun akhirnya Kagami Jiro memantapkan hatinya dan melangkah kembali dengan langkahnya yang begitu lebar dan tegas.


"Selamat siang ..." sapa Kagami Jiro dengan ramah.


Saapaan itu membuat kedua pria yang tengah asyik sedang berbincang, menghentikan perbincangannya dan menoleh ke arah suara.


"Selamat siang, Tuan Kagami Jiro!" kak Kai menyauti dengan begitu sopan lalu mempersilakannya untuk duduk. "Silakan, Tuan ..."


Kagami Jiro segera duduk, sementara Igor hanya berdiri di belakangnya dengan begitu patuh dan setia.


Kakek Li Feng tersenyum begitu hangat, dia tidak akan menyangka jika seorang peminmpin Doragonshadou seperti Kagami Jiro akan sangat mengenalinya. Terlebih mereka berbeda negara. Itu adalah sebuah kehormatan untuk kakek Li Feng.


"Luar biasa, Tuan. Bagaimana dengan anda? Saya mendengar anda baru saja terbangun dari koma setelah 3 bulan koma karena ada yang berusaha untuk menyerang dan menghabisi, Tuan." kakek Li Feng menyauti dengan ramah.


"Saya juga baik ... benar. Namun, rupanya Dewa Kematian belum menginginkan kematian saya. Dan saya mendapatkan anugrah dan kesempatan untuk hidup kembali." Kagami Jiro menyauti dengan tawa kecil.


Ternyata tuan Kagami Jiro sangat ramah ya ... tidak seperti yang aku bayangkan. Hhm ... aku sudah salah mengira.


Batin kak Kai yang sedari tadi hanya menjadi pendengar diantara mereka berdua.

__ADS_1


"Manager Kai, bagaimana kabarmu?" ucap Kagami Jiro yang kini menatap kak Kai.


"Saya baik dan sehat, Tuan." sahut kak Kai dengan super ramah seperti biasanya. Namun sebenarnya ada yang sempat membuatnya kebingungan.


Mengapa tuan Kagami Jiro juga langsung mengenaliku? Padahal pertama kali aku bertemu dengannya, saat itu dia sedang koma. Bahkan kita belum saling berbincang sebelumnya. Hhm ...


Batin kak Kai sedikit kebingungan, namun dia segera menutupinya dengan baik.


"Aku sangat senang mendengar kalian baik-baik saja. Ehm ... oh iya, dimana Li Zeyan?" tanya Kagami Jiro yang membuat sepasang mata kak Kai sedikit membulat karena terkejut.


Mengapa tuan Kagami Jiro mencari keberadaan Zen? Apa dia mau memberi Zen pelajaran? Ya! Bisa saja tujuan utama tuan Kagami Jiro mengajak bertemu adalah untuk membalas perbuatan Zen terhadap apa yang sudah dia lakukan untuk Yuna. Sikapnya yang sedikit kurang aja terhadap Yuna disaat tuan Kagami Jiro sedang koma ...


Batin kak Kai lagi yang kini merasa sedikit cemas. Khawatir jika tuan Kagami Jiro akan membuat perhitungan kali ini.


"Zen sedang kurang sehat, Tuan. Dia sedang beristirahat di appartementnya." jelas kak Kai akhirnya.


"Sakit? Sakit apa dia? Aku dengar dia juga mengambil cuti satu minggu." tanya Kagami Jiro sangat ingin tau, karena sampai saat ini yang dia dengar adalah seorang legendaris seperti Kagami Jiro tidak akan melakukan hal itu dengan mudah. Bahkan dia akan terus bertarung, sekalipun kondisi tubuhnya sudah tidak memungkinkan lagi.


Apa sudah terjadi sesuatu yang membuat tuan Kagami Jiro melakukan semua ini? Bahkan aku juga mendengar dari media, jika dia mengambil cuti satu minggu. Apa benar-benar sudah terjadi sesuatu padanya?


Batin Kagami Jiro yang sedikit mulai curiga tentang sesuatu yang menimpa pada tubuhnya yang berjiwa seorang Kagami Jiro.


"Iya, Tuan. Zen hanya sedang ingin beristirahat. Dan hanya sakit flu saja kok." jawab kak Kai dengan ramah.


Tiba-tiba seorang waitress datang dan mulai membawakan beberapa gelas minuman dan beberapa piring yang sudah tersaji dengan makanan yang begitu menggiurkan saliva dengan penyajian yang cukup menarik.

__ADS_1


Mereka mulai menikmati makan siang bersama dan diselingi dengan obrolan-obrolan ringan yang membuat jiwa Zen merasa sangat bahagia karena bisa bertemu dan berbincang kembali dengan orang-orang yang dia sayangi.


...⚜⚜⚜...


__ADS_2