Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Kedatangan Zen Dan Thunder


__ADS_3

Sebuah van putih mulai menepi di depan sebuah hotel berbintang 5 di Beijing. Setelah melakukan parkir, kini beberapa pemuda mulai terlihat turun dari mobil van putih suoer mewah itu.


Dua pemuda yang terlihat begitu bersinar dan memiliki kaki yang panjang itu mulai melenggang dengan langkahnya yang lebar mulai memasuki hotel mewah itu. Penampilan keduanya terlihat begitu stylish dan fashionable. Dengan gaya kasual, santai namun terlihat begitu wow!


Mereka berdua mengenakan masker dan topi, agar tak banyak yang mengenali mereka berdua saat ini. Karena sebenarnya mereka berdua adalah Zen dan juga Thunder. Pemuda yang sangat terkenal di Asia dan banyak digandrungi para gadis.


Bahkan penggemarnyaa bukan hanya berada di negara China saja, melainkan di beberapa negara lainnya juga. Ratusan bahkan ribuan!!


Sementara di belakangnya sudah ada beberapa pengawal dengan pakaian yang rapi sudah selalu mengekori kedua pemuda itu.


Kini mereka mulai melenggang dan menyusuri lantai dasar dengan desain hotel yang cukup mewah dan berkelas ini hingga mulai memasuki sebuah elevator yang berukuran sedang. Sebuah tombol mulai ditekan oleh salah satu dari mereka, hingga sebuah angka mulai terlihat menyala dan pintu elebator itu mulai tertutup.


Setelah beberapa saat pintu elevator itu mulai terbuka kembali setelah mereka sampai di lantai tujuan. Satu persatu dari mereka mulai keluar dari elevator itu. Lalu mereka mulai melenggang kembali dan menyusuri sebuah koridor yang sudah beralaskan dengan karpet roll witton berwarna kecoklatan dengan ukiran-ukiran klasik yang begitu indah.


Koridor lantai ini tidak terlalu ramai, bahkan mereka bertujuh tidak banyak berjumpa dengan tamu lain maupun petugas hotel. Karena pada lantai 27 ini adalah khusus untuk kamar dengan type president suite, kamar termahal, termewah dan terlengkap yang disediakan oleh hotel ini.


Kini ketujuh pria itu mulai berhenti di depan salah satu kamar dengan jenis president suite itu. Namun belum sempat salah satu mengetuk pintu kamar itu, terlihat seorang pria dengan dengan memakai pakaian sedikit santai namun masih terlihat rapi sedikit berlari ke arah mereka.


Pria itu membawa beberapa bingkisan di kedua tangannya dan terlihat sedang terburu-buru. Hingga akhirnya pria itu mulai berhenti berlari saat sampai pada rombongan itu.


"Tuan Zen ... akhirnya aku tepat waktu." ucap pria yang tak lain adalah pengawal Jin Heng sambil mengatur nafasnya kembali. "Ini semua barang yang tuan perintahkan untul membawanya ke tempat ini. Semuanya sudah lengkap dan tidak ada yang tertinggal." imbuh Jin Heng lalu mulai memberikan beberapa bingkisan itu untuk seorang pria yang tak lain adalah Zen.

__ADS_1


Zen mulai menerima semua bingkisan itu dan tersenyum tipis dan terlihat sangat puas dengan pekerjaan dari pengawal Jin Heng.


"Terima kasih, Jin Heng. Bonusmu akan aku bayarkan sekalian saat kamu menerima gaji." sahut Zen terlihat begitu bahagia.


"Baik, Tuan Zen. Terima kasih banyak, Tuan Zen." Jin Heng menyauti dengan nada rendah dan sedikit membungkukkan badannya.


"Hhm. Sama-sama. Kamu boleh kembali." ucap Zen lagi.


"Baik, Tuan Zen." ucap Jin Heng lalu segera berpamitan kembali dan meninggalkan hotel mewah ini.


Dan mungkin saja Jin Heng akan kembali melanjutkan kencannya yang sudah tertunda karena sebuah pekerjaan mendadak yang telah diberikan oleh Zen kepadanya.


"Vann, Nokto, Yunxi ... kalian bisa berjalan-jalan dulu di daerah sini jika kalian mau. Ada beberapa restoran, tempat perbelanjaan, permainan kasino, atau pemandian air panas di hotel ini. Kalian juga bersenang-senanglah." ucap Zen menatap ketiga pengawalnya yang selama ini selalu setia menemani setiap kesibukan Zen.


"Kalian berdua juga bersenang-senanglah. Aku akan menghubungi kalian jika semua sudah selesai." kali ini Thunder juga berkata kepada manager dan juga pengawalnya.


"Okay, Thunder!" sahut manager dan pengawal Thunder bersamaan.


Mereka berlima mulai melenggang meninggalkan Zen dan Thunder di tempat itu. Hingga akhirnya Zen mulai melirik Thunder yang masih memasang senyum manisnya dan terlihat begitu bersemangat.


"Thunder. Mengapa kamu sangat ingin bertemu dengan kakak sulung Christal?" tanya Zen yang sebenarnya cukup penasaran karena keinginan Thunder yang begitu tinggi.

__ADS_1


"Hanya ingin berkenalan kok, Senior Li Zeyan! Senior Li Zeyan juga terlihat sangat akrab dan dekat dengan kakak sulung Christal, hingga senior Zen mendapatkan kepercayaan dari kakak sulung Christal untuk mengajak Christal untuk jalan-jalan dan diberi kepercayaan untuk selalu menjaga Christal. Aku juga ingin ..." Thunder berkata dengan begitu manis dan menggemaskan.


Dan itu membuat Zen menyerah untuk menjawab dan berdebat dengan Thunder, hingga akhirnya Zen hanya sedikit mendengus saja menanggapi ucapan dan tingkah manis dari Thunder.


"Huft, baiklah. Ayo kita segera bertamu saja. Christal dan yang lainnya juga sudah menunggu kita kok." sahut Zen lalu mulai berbalik dan kini Zen mulai mengetuk pintu berwarna putih mengkilap itu beberapa kali.


Tok ... tok ... tok ...


Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya pintu itu mulai terbuka. Seorang gadis berwajah munhil dengan berambut silver pendek dan mengenakan blazer berwarna baby blue dan dipadankannya dengan sebuah rok span berwarna putih sudah menyembul dari balik pintu.


Senyum lebar mulai menghiasi wajahnya yang manis itu saat melihat kedua tamu spesialnya sudah datang. Sebenarnya hanya Zen yang sangat spesial, namun Thunder juga menjadi tamu speaial karena dia adalah seorang idol.yang cukup terkenal juga.


Bayangkan saja dua orang idol besar sedang mengunjungi rumah kalian begitu saja? Apakah itu tidak membuat kalian merasa sangat shock saking bahagia dan tak percayanya? Tentu seperti itulah yang sedang dirasakan oleh Christal saat ini.


"Hallo, Christal!!" belum sempat Zen menyapa Christal, kini Thunder malah lebih dulu menyapa Christal dan terlihat begitu bersemangat hingga tak sadar kebiasaan Thunder hampir saja terjadi.


Yeap, Thunder hampir saja memeluk Christal saat ini, namun Zen segera meraih pakaiannya dan sedikit menariknya ke belakang.


"Thunder, sudah aku katakan dan tegaskan padamu untuk menjaga sikapmu bukan? Jangan sekali-kali kamu melakukan hal seperti itu lagi jika kamu masih menyayangi tubuh dan juga raga sehatmu. Karena tulang-tulang sehatmu bisa saja seketika akan patah jika kamu mengulangi semua itu, Thunder." ucap Zen memperingatkan masih dengan sabar.


"Hehe ... baiklah. Maafkan aku, Senior Li Zeyan. Sepertinya aku kelepasan lagi. Maaf, aku tidak sengaja kok. Hehe ..." Thunder meringis dan mengusap pelan tengkuknya. Manis sekali!

__ADS_1


"Hhm. Ya sudah kita masuk saja yuk. Kakak dan kakak ipar sudah menunggu kita di dalam." ajak Christal dengan ramah menatap kedua pemuda tampan itu secara bergantian.


__ADS_2