Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Kai's Marriage Proposal


__ADS_3

"Lalu bagaimana jika gadis yang kakak sukai adalah kamu, Amee? Apakah kamu masih mau memberikan kesempatan untuk kakak?" ucap kak Kai menatap gadis bernama Amee yang masih menunduk.


Seakan membeku seketika, ucapan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya sama sekali oleh Amee kini diucapkan begitu saja oleh kak Kai.


"Amee ..." perlahan kak Kai meraih kedua belah tangan Amee yang sudah terasa begitu dingin. "Mungkin memang sangat tidak pantas kakak berkata seperti ini kepadamu setelah apa yang sudah kakak lakukan selama ini terhadapmu."


Perlahan Amee memberanikan diri untuk mendongak dan dan menatap kak Kai. Tatapannya begitu tulus dan tidak ada kebohongan terlukis dalam manik-manik yang begitu indah itu, begitu tergambar dengan nyata di wajah pemuda itu.


"Biarlah kamu menilai kakak begitu tak tau malu dan tak tau diri ... tapi malam ini kakak ingin mendengar jawaban darimu, Amee. Apakah kamu mau memberikan kesempatan untuk kakak? Karena gadis yang kakak sukai adalah kamu ..."


Tangis haru pecah begitu saja dan Amee tak bisa menahannya. Air mata yang begitu hangat itu kini mulai membasahi wajahnya yang cantik.


"Amee ... sebegitukah dalam luka yang telah kuberikan padamu hingga membuatmu sepert ini. Maaf ..." ucapan kak Kai semakin bergetar karena melihat Amee yang sekarang malah menangis. "Jangan menangis lagi, jika memang kamu tidak bisa memberikan kesempatan untuk kakak, maka kakak bisa memahaminya. Tapi tolong jangan menangis seperti ini ..." ucapan lembut dari kak Kai dan kini dia berusaha menyeka air mata Amee.


"Aku mau ... aku mau memulainya lagi dengan kakak ..." ucap Amee dalam isaknya dan membungkan mulutnya dengan punggung telapak tangannya.


Kak Kai sungguh merasa begitu bahagia dan terharu mendengar keputusan dari Amee, bahkan sebenarnya dia merasa tidak yakin gadis bernama Amee itu akan menerimanya kembali setelah apa yang sudah dia lakukan selama ini terhadap gadis itu.


Malam ini hanya bermodal dengan nekat dan bergantung kepada keberuntungan, itulah yang membuat kak Kai mengutarakan niatnya dan meminta sebuah kesempatan untuk Amee.


Kak Kai yang begitu terharu atas jawaban dari Amee segera meraih dan memeluk Amee. Kini musim dingin pada akhir tahun ini akan terasa begitu hangat untuk mereka berdua. Menorehkan sebuah kenangan manis di dalamnya. Dan semakin menyatukan mereka berdua.


Selama beberapa saat pelukan itu tak terlepaskan, hingga akhirnya kak Kai muali melepaskannya dan menunduk menatap gadis cantik itu dengan wajah yang begitu berseri.


Lalu kak Kai mulai mencari sesuatu di dalam saku coatnya dan mulai mengeluarkan sesuatu. Sebuah kotak kecil berwarna biru navy mulai dibukanya di hadapan Amee.


Terlihat sebuah cincin berlian terpasang manis diantara penyekat di dalam kotak berwarna biru navy itu. Sebuah cincin yang memiliki desain yang begitu indah karena dipercantik dengan Precious Stone Ruby dan warna cincin kombinasi antara white gold.

__ADS_1


Desain cushion berlian ini sejatinya merupakan kumpulan dari 11 potong berlian kecil yang disusun layaknya mozaik yang begitu menawan dan memberikan keanggunan, femininitas, dan kecantikan. Sangat cocok dengan karakter Amee.


"Amee, beberapa waktu telah banyak yang kita lewati bersama. Tidak mudah dan bahkan begitu menyakitkan. Namun aku ingin menebus semua kesalahanku dan ingin memulai lembaran baru bersamamu. Dan kali ini aku memintanya dengan segenap hatiku. Amee, menikahlah denganku!" ucapan yang sungguh tak terduga dan begitu membuat hati Amee berbunga-bunga tak terkira hingga akhirnya gadis cantik itu mengangguk pelan dengan senyum manisnya tanpa berpikir panjang lagi.


Kak Kai mulai memakaikan cincin berlian itu di jari manis Amee. Permata tersebut membuat aura kebahagiaan para penggunanya menjadi lebih terpancar. Sangat cantik!


"Terima kasih, Amee ... karena sudah meberikan kesempatan ini untuk kakak. Kakak berjanji tidak akan mengecewakanmu kali ini."


Amee tersenyum dan menahan haru yang bisa membuatnya menangis kembali.


Kali ini kak Kai mulai sedikit menunduk dan memiringkan wajahnya mendekati wajah cantik Amee. Sementara Amee mendongak dan mulai memejamkan matanya untuk menyambut sesuatu dari kak Kai.


Napas keduanya kini sudah saling berbaur menjadi satu, dan hanya menyisakan jarah beberapa lembar jemari saja. Hingga akhirnya perlahan ujung hidung dari kak Kai mulai menyentuh wajah Amee dan kecupan lembut dan hangat itu mulai terjadi.


Terasa begitu manis seperti seperti lelehan dai es krim, dan lembut seperti permen kapas.


Di bawah hujan salju yang terasa begitu dingin kali ini, kini membuat hati keduanya menjadi bertaut satu sama lain dan mejadi begitu hangat. Dan salju di akhir tahun inilah yang menjadi saksi dan menyatukan keduanya kali ini.


...⚜⚜⚜...


"Begitu banyak yang telah terjadi di Beijing saat aku di Jepang. Bahkanada beberapa hal yang terjadi terhadap keluarga Li saat aku menempati raga tuan Kagami Jiro. Sungguh rasanya aku ingin sekali bertemu dengan kakek dan kak Kai ... kakakku ... aku ingin sekali melihat dan memeluknya saat ini. Aku begitu merindukan sosoknya ... selama ini dia sudah begitu menderita karena ayah yang tidak mengurusnya. Kakak ... aku rindu sekali padamu." gumam seorang pria dewasa yang terlihat sedang memandangi sebuah foto seorang pria berkacamata melalui ponselnya.


"Sayang ..." tiba-tiba seorang wanita mendatangi pria dewasa itu dan segera duduk di sebelahnya. "Mengapa memandangi foto dari Luo Kai, manager dari Li Zeyan?"


Pria dewasa yang tak lain adalah Kagami Jiro itu kini segera mengeluarkan sebuah aplikasi dari ponselnya.


"Kebetulan aku melihat dia di sebuah berita infotaiment. Jadi terbaca olehku berita itu, Yuna." sahut Kagami Jiro lalu menyimpan ponselnya kembali.

__ADS_1


"Oh, begitu rupanya ya. Sayang, apa kau tau siapa gadis yang akan dilamar oleh Yukimura?"


"Yukimura? Apa dia akan melamar seorang gadis?" tanya Kagami Jiro yang terlihat begitu terkejut.


"Ya. Aku kira kamu mengetahui hal ini, Sayang. Hari ini dia memintaku untuk menemaninya membeli cincin berlian." ujar Yuna bercerita.


"Aku tidak tau soal ini. Karena Yukimura belum mengatakannya kepadaku." sahut Kagami Jiro mengkerutkan keningnya dan malah mengira-ngira siapa gadis yang begitu hebatnya bisa menakhlukkan seorang Yukimura yang begitu menyeramkan!


"Akhir pekan Kenzi dan Kenzou meminta untuk berjalan-jalan dan pergi untuk beribur." ucap Yuna dengan nada manja dan menatap lekat suaminya. "Bagaimana jika kita pergi ke Tokyo Disney Resort bersama? Pasti akan begitu menyenangkan."


Kagami Jiro tersenyum hangat menatap Yuna dan mengangguk pelan, "Baiklah, akhir pekan kita akan pergi bersama."


"Terima kasih, Sayang." dengan begitu cepat Yuna mengalungkan kedua tangannya pada leher kuat Kagami Jiro dan melayangkan sebuah kecupan singkat pada pipi kiri Kagami Jiro.


Dan tentu saja hal itu begitu membuat jiwa Li Zeyan begitu terkejut dan sedikit terperangah.


"Sayang, tidur yuk! Besok kamu ada janji bertemu dengan beberapa rekan kerja bukan?"


"Ah ... oh iya ... kamu tidur duluan saja. Aku mau pergi ke dapur sebentar dan membuat susu hangat." kilah Kagami Jiro masih berusaha entah ke-berapa puluh kalinya untuk mencari alasan untuk menghindari Yuna.


"Kenapa tidak meminta asisten rumah tangga saja untuk membuatkannya?" ucap Yuna mengkerutkan keningnya.


"Tidak perlu, Yuna. Aku akan membuatnya sendiri. Kamu tidurlah ..."


"Baiklah sayang."


...⚜⚜⚜...

__ADS_1




__ADS_2