Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Dunia Yang Sempit


__ADS_3

Seorang pria berambut jabrik dan sedikit gondrong pada sisi belakangnya dan sedikit diikat ke belakang mulai melenggang menyusuri halaman Oakwood Residence Damei. Bekas luka di wajahnya menambahkan kesan begitu sangar dan garang.


Saat itu tak sengaja dia berpapasan dengan seorang gadis cantik yang berpakaian formal dan begitu rapi. Gadis cantik itu terlihat begitu terburu-buru saat berjalan, dan akhirnya malah menabrak pria itu.


Beberapa berkas yang dibawa oleh gadis itu seketika terjatuh, dengan cepat gadis itu segera memungut kembali berkas-berkas itu. Bahkan pria yang terkesan begitu menakutkan itu kini jongkok dan membantu memungut beberapa berkas itu.


"Maafkan aku, Tuan. Aku begitu terburu-buru dan kurang berhati-hati." ucap gadis itu yang masih fokus memungut beberapa berkas yang berserakan itu.


Pria itu mengulurkan beberapa berkas yang sudah dipungutnya itu untuk gadis itu.


"Oh ... terima kasih." gadis cantik itu kini menerima berkas itu lalu mendongak menatap pria itu. Sepasang matanya yang begitu sipit dan tidak memiliki eyelid itu kini terlihat sedikit membulat menatap pria dewasa itu


"Tuan Yukimura!" ucap gadis cantik itu sedikit terkejut.


"Kita bertemu lagi, Nona Xia Feii. Sungguh dunia ini sempit sekali!" Yukimura menyauti dan masih memungut beberapa berkas lagi.


"Ahahaha iya. Apa yang tuan Yukimura lakukan disini?" ucap gadis itu begitu ramah.


Kini mereka berdua kembali berdiri karena semua berkas sudah mereka pungut.


"Aku akan menemui Li Zeyan. Karena aku akan segera kembali ke Jepang." jawab Yukimura dengan jujur.


"Ke Jepang?" ucap Xia Feii sedikit terkejut.


"Yeap. Aku datang ke China karena menemani keluarga Kagami saja untuk berlibur."


"Oh, itu artinya tuan akan meninggalkan Beijing dan entah kapan mau kembali lagi kesini?"


"Bisa dikatakan seperti itu. Karena aku sangat jarang bepergian. Dan ini adalah pertama kalinya aku mendatangi negara lain selain Jepang " ucap Yukimura apa adanya.


"Oh ..." jawab Xia Feii begitu singkat dan menganggukkan kepalanya.


Namun tiba-tiba terjadi sebuah kericuhan yang berasal dari depan gedung Oakwood Residence Damei. Karena begitu penasaran, kini Yukimura dan Xia Feii mulai melihatnya bersama. Ternyata ada seorang pria yang sedang berlari dan sudah dikejar oleh beberapa orang di belakangnya.

__ADS_1


"Tangkap dia! Dia adalah pencuri!" teriak beberapa orang yang sedang mengejarnya.


Pria itu semakin berlari dengan kencang ke arah Yukimura dan Xia Feii.


"Nona Xia Feii, tunggulah disini sebentar." ucap Yukimura yang berniat untuk menghadang pencuri yang sedang berlari ke arahnya itu.


"Hhm ..." sahut Xia Feii disertai anggukan kecil.


"Minggir kau!!" teriak pria pencuri itu yang semakin mendekati Yukimura. "Minggir aku bilang!"


Pria pencuri itu berlari dengan membawa sebuah tas berwarna kecoklatan dan sudah bersiap untuk melayangkan sebuah pisau ke arah Yukimura. Dengan cepat Yukimura menghindarinya, namun pria itu malah terjatuh di dekat Xia Feii. Dengan cepat pria pencuri itu segera bangkit dan menjadikan Xia Feii sebagai sandranya.


Bahkan dia menodongkan sebuah pisau pada leher Xia Feii dan mengancam dia akan benar-benar membunuh Xia Feii jika ada yang berani untuk menangkapnya.


"Kalian semua jangan ada yang berani mendekat jika mau nyawa gadis ini selamat!" ancam pria itu begitu menggelegar.


Semua orang yang tadinya berbondong-bondong mengejar pria itu kini berhenti dan tidak bisa berkutik.


"Berhenti atau aku akan benar-benar menggorok leher gadis cantik ini! Dan aku juga sedang tidak ingin melakukan negosiasi saat ini." ucap pria itu semakin mendekatkan pisau itu pada leher Xia Feii.


Xia Feii terlihat begitu ketakutan saat ini. Bahkan dia sampai memejamkan matanya untuk beberapa saat dan sudah terlihat begitu pucat saat ini.


"Tenanglah! Lepaskan gadis itu, maka aku akan menjamin nyawamu tetap akan selamat." ucap Yukimura mencoba bernegosiasi dan kembali maju satu langkah.


"Aku bilang berhenti!!" teriak pria itu begitu menggelegar.


Kini jarak antara Yukimura dan mereka kira-kira hanya 2 meter saja. Bergerak sedikit saja maka akan begitu membahayakan Xia Feii. Yukimura menatap Xia Feii beberapa saat dan memberikan isyarat melalui mata, berharap gadis itu memahaminya. Gadis cantik itu hanya sedikit mengangguk menanggapi Yukimura.


Setelah beberapa saat akhirnya Xia Feii menggigit tangan pria pencuri itu, lalu dengan cepat Xia Feii segera melarikan diri di saat cengkeraman pria itu sedikit melonggar.


"Aargghh ... dasar j*lang!" umpat pria itu yang berusaha untuk menarik Xia Feii kembali dan akhirnya malah membuat pakaian Xia Feii menjadi sedikit sobek pada bagian belakangnya. Namun Xia Feii akhirnya berhasil terlepas dari pria itu.


Yukimura yang menyaksikan semua itu kini sedikit berinisiatif untuk melepas hodie hitam yang sedang dia kenakan saat ini lalu memakaikannya untuk Xia Feii. Kini Yukimura hanya tinggal mengenakan sebuah tank top hitam press body yang dipadukan dengan celana yang sedikit longgar bermotif army.

__ADS_1


"Terima kasih ..." ucap Xia Feii dengan begitu tulus.


"Hhm. Bergabunglah bersama yang lainnya agar kau aman!" perintah Yukimura yang masih terus mengawasi pria itu.


"Baik, Tuan Yukimura ..."


Yukimura mulai berjalan beberapa langkah dan mendekati pria itu, dan sepertinya pria pencuri itu terlihat sedikit ketakutan melihat tubuh besar Yukimura yang dipenuhi dengan banyak tato itu.


"Serahkan tas itu, dan menyerahlah! tandas Yukimura dengan suara khasnya yang begitu tegas dan berat.


"Jangan mimpi!" pria pencuri itu menyauti dengan nada menyebalkan.


"Baiklah jika itu maumu." ucap Yukimura dengan begitu santai dan sedikit meregangkan ototnya. "Majulah dan serang aku!"


"Cih ... baiklah!" pria pencuri itu mulai berlari kecil untuk mendekati Yukimura dan sudah bersiap melayangkan pisau kecilnya.


SWOOSSHH ...


Serangan itu bisa dihindari dengan mudah oleh Yukimura hanya dengan sedikit menghindarinya saja, bahkan pria pencopet itu malah sampai terhuyung sendiri hingga terjatuh.


Yukimura segera melenggang dan menghampirinya untuk mengambil tas yang sudah diambilnya.


"Mencuri itu tidak benar! Kau masih bisa mencari pekerjaan lainnya yang lebih aman. Apalagi dengannskill-mu yang hanya sebatas ini! Ini akan begitu membahayakan nyawamu! Apa kau tidak khawatir akan kehilangan nyawamu jika bertemu dengan seseorang yang lebih kuat?"Yukimura segera meraih tas kecoklatan itu, tapi pria itu masih berusaha untuk menahannya.


Bukannya sadar, tapi pria itu malah melayangkan tangan kanannya kembali dan memberikan luka sayatan pada lengan Yukimura.


SSRRTT ...


Darah segar kini mulai mengucur dari lengan kiri Yukimura.


"Kau masih bersikeras rupanya ya. Baiklah, jangan salahkan aku jika tulang-tulang wajahmu patah." Yukimura meraih kerah pakaian pria itu dengan tangan kirinya, lalu melayangkan tinju kuatnya pada wajah pria itu dan membuatnya pingsan seketika. Bahkan darah segar juga mengalir dari hidungnya.


...⚜⚜⚜...

__ADS_1


__ADS_2