
Sebuah maskapai China Southern Airlines yang baru saja melakukan penerbangan dari KWE Guiyang Airport, Shanghai kini melakukan pendaratan yang begitu mulus dan teratur di Beijing Daxing Airport.
Sebuah pendaratan yang begitu sempurna karena memang begitu lembut dan sangart teratur hentakannya. Bahkan tidak terlalu terasa gelombangnya ketika melakukan landing.
Terlihat dua orang pemuda yang terlihat begitu bersinar melenggang melalui jalur VIP dan diikuti oleh 4 pria berpakaian rapi di belakangnya.
Terlihat seorang gadis berambut panjang kecoklatan dan sedikit bergelombang berdiri di ujung jalan. Gadis yang mengenakan sebuah dress
cream selutut dan dibalut dengan coat putih itu terlihat sedang menantikan seseorang.
Sepasang mata beningnya yang begitu indah tak pernah terlepas dan terus menatap pria yang kini sedang berjalan ke arahnya.
Rombongan itu kini berhenti ketika mereka sudah berhadapan dengan gadis itu.
Sepasang mata bening gadis itu kini terlihat sudah sedikit berair dan dia membungkam mulutnya dengan jemarinya. Terlihat dia seperti sedang menahan tangisnya.
"Amee ..." ucap kak Kai begitu lirih.
Amee masih saja terdiam menatap pria berkacamata itu dengan sepasang matanya yang semakin berair. Kak Kai mulai melangkah dua langkah untuk mendekati Amee.
"Amee ... maafkan kakak ..." ucap seorang pria berkacamata itu lagi yang terlihat begitu menyesal. "Maaf ..."
"Kak, aku akan kembali bersama pengawal. Lebih baik kakak bersama Amee dulu." ucap Zen dengan senyum lebar.
"Tapi, Zen ..." sela kak Kai.
"Amee sangat membutuhkan kakak saat ini. Begitu juga dengan kakak, kakak juga sangat membutuhkan Amee saat ini. Lebih baik kalian bersama saja dulu. Vann, Yunxi, Nokto, Jin Heng! Ayo kita kembali!" ucap Zen yang mulai melenggang dan diikuti oleh keempat pengawal setianya.
Sementara kak Kai dan Amee terlihat mulai meninggalkan bandara bersama dan menaiki taxi.
...⚜⚜⚜...
__ADS_1
Seorang pria berkacamata sedang duduk bersama seorang gadis yang begitu anggun di sebuah sofa sebuah appartement. Suasana masih begitu hening, karena kedua insan ini memang memiliki sifat yang sedikit pendiam. Hanya sesekali terdengar denting piano yang berasal dari televisi yang kebetulan sudah menyala.
Gadis bernama Amee ini memang sangat menyukai menikmati ketika mendengarkan denting piano maupun alunan biola yang begitu menenangkan hati dan memberikan kedamaian di hatinya.
"Amee ... kakak membawakan sesuatu untukmu." kini kak Kai memberikan sebuah tote bag berwarna hitam untuk Amee. "Ketika kakak melihat dress ini, kakak jadi teringat olehmu. Jadi kakak membelinya. Semoga kamu menyukainya."
"Terima kasih, Kak ..." Amee menerima bingkisan itu dan berkata dengan begitu pelan dan masih menunduk. "Trntu saja aku akan menyukainya, Kak." imbuhnya dengan seulas senyum menatap tote bag yang berisi sebuah gaun berwarna putih.
"Maaf jika kakak pergi begitu saja saat itu. Maaf jika kepergian kakak malah memberikan sebuah masalah untukmu. Dan kini kau malah harus mengundurkan dari dunia entertaiment yang selama ini menjadi mimpimu. Kakak sudah begitu banyak membuatmu sakit, bersedih dan begitu menderita. Maaf, Amee ..." ucap kak Kai begitu lirih dan sangat merasa bersalah.
"Tidak, Kak. Jangan berkata seperti itu ... karena sepertinya aku memang tidak berbakat mejadi seorang model. Aku akan membuka usaha kecil-kecilan saja dan akan mengurusnya sendiri." kini Amee berusaha untuk tersemyum kembali. "Maaf, aku tidak bisa ikut datang ke desa Nahui Guizhou saat itu, Kak. Karena harus menyelesaikan pers kemarin. Aku turut bersedih atas kepergian bibi Yi." imbuh Amee dengan raut wajah yang begitu menyesal.
"Hhm. Tidak masalah, Amee ... kakak tau itu." kak Kai menyauti dengan seulas senyum.
"Kak ..."
"Ya ..."
"Kakak harus janji ya agar tidak pergi lagi seperti itu ..." ucap Amee memberanikan diri untuk menatap pria berkacamata itu kali ini.
Namun jawaban dari kak Kai ternyata belum membuat Amee merasa tenang dan puas. Entah mengapa rasanya seolah seperti kak Kai akan pergi lagi di suatu saat nanti, dan akan meninggalkan dirinya lagi.
"Bagaimana? Apa sudah membuat beberapa design?" ucap kak Kai kembali bersemangat dan ceria.
"Hhm. Sudah ada beberapa, tapi pakaian pria ..."
"Tidak masalah, boleh kakak lihat?"
"Tentu saja." Amee tersenyum begitu manis lalu mengambil sebuah buku sketsa di dalam sebuah laci meja lalu menyerahkannya untuk kak Kai.
"Berarti kita membutuhkan seorang model pria ya? Hhm ..." ucap kak Kai sambil melihat-lihat design yang dibuat oleh Amee.
__ADS_1
"Hhm. Tapi aku belum memikirkan ke arah sana, Kak."
"Setelah beberapa pakaian ini jadi kemungkinan harus segera melakukan pemotretan untuk membuat katalog. Jadi lebih baik dipersiapakan dari sekarang." usul kak Kai.
"Hhm ..." Amee memutar bola matanya dan terlihat sedang memikirkan sesuatu. "Baiklah. Aku sudah memiliki pandangan untuk seseorang yang akan menjadi modelnya! Kakak tenang saja ..." ucap Amee dengan senyum lebar menatap kak Kai.
"Benarkah? Siapa? Apakah Zen?" kini kak Kai berusaha untuk menerka-nerka.
Amee terdiam beberapa saat, lalu menggeleng dan tersenyum lebar.
"Lalu siapa?" tanya kak Kai begitu penasaran.
"Hhm ... kakak akan segera mengetahuinya kelak!" jawab Amee dengan tawa kecil, yang tentu saja sangat membuat kak Kai semakin penasaran.
Karena selama ini kak Kai tidak pernah melihat Amee dekat dengan pria kecuali Zen dan dirinya saja.
...⚜⚜⚜...
Suatu ketika seorang gadis yang begitu cantik dan anggun dengan wajahnya yang begitu bersinar dan terlihat begitu bahagia. Gadis itu terlihat sedang membantu seorang pria berkacamata merapikan pakaiannya, bahkan membantu untuk merias dan sedikit merubah gaya rambutnya.
Sang pria terlihat begitu shock karena tiba-tiba saja hari ini dipaksa untuk melakukan hal tak terduga oleh seorang pemuda dan gadis cantik itu.
Yeap, kali ini kak Kai yang akan menjadi model pakaian yang di design oleh pendatang baru di dunia fashion, Xiang Mee. Dan photo shoot ini adalah untuk launching dari produk tersebut dan akan diberi nama XMee, seperti saran dari kedua pria itu.
Amee masih terlihat merapikan rambut kak Kai dengan sangat berhati-hati. Sedangkan seorang pemuda bermata kebiruan yang sedang duduk tak jauh dari mereka terlihat sedang tertawa kecil menyaksikan semua itu.
Seorang Luo Kai yang biasanya hanya menyetir seorang Li Zeyan, kini dia akan menjadi model untuk brand yang akan dikeluarkan oleh Amee. Bahkan dia rela untuk membiarkan Amee merias dan merubah gaya rambutnya.
"Kak, aku lepas sebentar dulu ya." ucap Amee sambil melepas kacamata bening kak Kai. "Aku akan pakaikan softlens untuk kakak."
Kak Kai terlihat begitu keberatan namun dia tak bisa menolaknya dan hanya pasrah.
__ADS_1
Kalian pasti bertanya, mengapa bukan Zen yang menjadi modelnya? Okay, jawabannya ada di next bab ya. Sekarang kita intip penampakan kak Kai dulu yuk. Check this out ...