
Seorang pemuda dengan setelan pakaian kasual dan santai namun masih terlihat cukup bersinar dengan memakai masker dan juga topi berwarna hitam terlihat turun dari sebuah mobil berwarna merah mentereng.
Pemuda dengan sebuah T-shirt berwarna putih dan memakai jaket kulit berwarna karamel yang dipadankannya dengan celana jeans warna terang mulai memasuki Star Entertaiment dan diikuti oleh keempat pria dengan setelan jas hitam yang rapi. Di sebelah pemuda itu juga ada seorang pemuda berkacamata yang selalu memiliki wajah tenang.
Beberapa orang dan staff dari Star Entertaiment terlihat menatap pemuda itu dengan tatapan tak suka dan dingin. Namun pemuda dengan sepasang pupil bak okavango blue diamond itu tak mengindahkan semua tatapan yang begitu dan menusuk yang ditujukan untuknya itu.
Sepasang netranya hanya fokus menatap lurus ke depan. Setiap angkah demi langkah kaki dari pemuda itu begitu mantap dan tegas. Tujuannya kali ini hanyalah seorang yang berdiri di puncak tertinggi di Star Entertaiment yang mungkin saat ini sedang duduk dengan nyaman di ruangan kerja pribadinya di salah satu ruangan di gedung nan megah ini.
Namun di pertengan jalan tiba-tiba saja ada seorang pemuda tampan dengan rambut kebiruan mulai menghadang pemuda ini. Raut wajahnya terlihat begitu mengkhawatirkan pemuda pemilik sepasang pupil kebiruan ini.
"Senior Li Zeyan ... bagaimana keadaanmu? Apa kamu baik-baik saja?" pemuda yang tak lain adalah Thunder terlihat begitu bersedih saat melihat kehadiran Zen di Star Entertaiment kembali.
Selama ini Zen selalu terlihat baik, jujur dan ramah. Kasus penggelapan pajak penghasilan oleh Zen sebenarnya tak membuat Thunder begitu percaya, sekalipun Zen sendiri sudah mengakuinya di depan media.
"Kabarku baik, Thunder." jawab Zen masih ramah seperti biasanya. Bahkan meskipun sebagian wajah bagian bawahnya tertutup oleh masker hitam itu, namun sangat terlihat dari sepasang mata kebiruan itu jika Zen sedang tersenyum saat ini.
"Syukurlah jika senior Li Zeyan baik-baik saja. Aku sangat khawatir dan aku juga tidak mempercayai pengakuan senior Li Zen saat itu." ucap Thunder lagi
PUUKK ...
__ADS_1
Zen tersenyum kembali dan menepukpelan bahu Thunder, "Terima kasih karena sudah mempercayaiku, Thunder." ucap Zen dengan tulus. "Dimana tuan Jiang? Apa hari ini dia datang?"
"Hhm. Dia ada di ruangannya, Senior Li Zeyan. Aku baru saja dari ruangan tuan Jiang untuk membahas kontrak kerjaku."
"Ada apa dengan kontrak kerjamu sebelumnya, Thunder?" tanya Zen sedikit mengkerutkan keningnya menatap pemuda berwajah imut di hadapannya saat ini.
"Tiba-tiba saja tuan Jiang menawariku untuk memperpanjang kontrak kerja selama beberapa waktu lebih panjang lagi." sahut Thunder apa adanya.
Hhm ... mungkinkah saat ini tuan Jiang bermaksud untuk semakin membesarkan nama Thunder. Yah ... bisa saja. Thunder juga adalah salah satu idol yang dibesarkan disini. Dan lagi ... aku juga sudah tidak menjadi salah satu dari mereka. Pastinya suatu saat akan dunia akan segera melupakanku dan menggantinya dengan orang lain. Tidak masalah ... aku tidak peduli dengan semua itu, karena aku juga tidak akan kembali lagi menjadi idol di Star Entertaiment. Aku datang hanya untuk mempertanyakan kepada tuan Jiang. Dan aku juga akan mengungkap kebenaran. Bukan karena aku yang merasa dirugikan karena telah diblokir dari dunia hiburan. Namun ini untuk mengantisipasi agar di masa depan mereka tidak melakukan hal seperti ini terhadap idol lainnya lagi. Karena terhempas setelah terbang tinggi itu rasanya cukup menyakitkan. Aku harap ... hanya aku saja yang merasakan semua itu. Jangan ada idol lain yang menjadi korbannya.
Batin Zen mulai menatap sebuah amplop kecoklatan yang saat ini sudah berada pada genggamannya kembali. Lalu Zen mulai beralih menatap Thunder.
Thunder masih terdiam dan menatap kepergian Zen yang saat ini sudah melenggang menuju ke sebuah ruangan, yang tak lain adalah ruangan dari tuan Jiang.
Tok ... tok ... tok ...
Zen mulai mengetuk pintu berwarna putih mengkilap itu dengan begitu tenang.
"Masuk ..." perintah sang pemilik ruangan dari dalam.
__ADS_1
Zen mulai meraih handle pintu berwarna silver mengkilap itu dan mulai menariknya lalu mendorong pintu itu. Zen mulai memasuki ruangan itu dan diikuti oleh Li Kai dan keempat pengawal setianya.
Sementara di dalam ruangan seorang pria paruh baya yang mungkin berusia hampir 50 tahun, terlihat sedang duduk di tempat kerjanya. Pria berkacamata minus itu mulai menatap Zen dan tersenyum hangat menyambut Zen.
Pria paruh baya itu adaalah Jiang Lei, pendiri sekaligus CEO dari Star Entertainment yang menaungi banyak idol poluler. Yeap, Jiang Lei juga dikenal sebagai seorang maestro dan musisi sekaligus produser rekaman yang memiliki tangan dingin.
Star Entertainment sendiri didirikan sudah hampir 25 tahun dan masih aktif bermusik dalam genre apa pun. Sebagai seorang produser rekaman yang handal, Jiang Lai juga telah berhasil menerbitkan banyak idola seperti Li Zeyan, Thunder, dan masih banyak lagi idola terkenal lainnya.
Jiang Lei juga merupakan salah satu pendiri lebel musik terbesar di negeri ini. Berkat kejeniusan dalam bermain musiknya, Jiang Lei telah banyak melahirkan berbagai musisi handal nan terkenal di dunia musik bahkan di dunia drama.
Bahkan Jiang Lei juga disebut sebagai Presiden Kebudayaan atas jasanya dalam memperkenalkan style dari idolanya pada dunia. Star Entertaiment juga merupakan Salah satu agensi raksasa yang telah menciptakan berbagai idola dari mulai generasi pertama hingga ketiga ini selalu sukses dalam memilih bakat dari para bintang atau karya yang akan disuguhkan pada penggemar. Luar biasa!!
Dan akankah kali ini Star Entertaiment runtuh seketika oleh Zen yang sedang berusaha untuk mengungkap kebenaran dan membuktikan kepada dunia jika dia tidak bersalah?
"Zen, Li Kai! Mengapa tidak menghubungiku terlebih dulu jika akan datang? Bagaimana kabar kalian? Duduklah dulu ..." sapaan hangat dari pendiri sekaligus CEO dari Star Entertaiment menyambut kehadiran Zen dan juga Li Kai.
Zen dan Li Kai segera duduk berseberangan dari Jiang Lei. Zen juga mulai menurunkan masker hitamnya. Pemuda itu masih tersenyum tipis menatap Jiang Lei yang selama ini sudah dianggapnya seperti seorang ayah untuknya.
"Kabar kami baik, Tuan Jiang Lei." sahut Zen terlihat begitu santai dan sangat baik-baik saja.
__ADS_1
Padahal beberapa hari yang lalu Zen sempat terpuruk dan mengalami masa yang cukup berat. Namun tidak untuk hari ini. Hari ini pemuda tampan ini terlihat begitu kuat dan percaya diri saat mendatangi agensi yang sudah membesarkan namanya selama ini.