
Suasana terlihat begitu hangat, mereka bersanda gurau dan berkelakar bersama. Canda tawa mereka menghiasi ruangan yang cukup besar ini, dan sesekali tawa mereka menggema di seluruh ruangan ini, terutama tawa dari seorang Kagami Jiro yang memiliki suara yang begitu khas dan besar.
Rupanya seorang petinggi dari Doragonshadou sangat hangat dengan keluarganya. Begitu penuh kasih dan terlihat sangat menyayangi keluarganya.
Kira-kira seperti itulah yang sedang berada di dalam angan seorang Zen saat ini. Karena sebelumnya Zen memang belum pernah melihat kebersamaan Kagami Jiro bersama keluarganya seperti ini, kalaupun pernah, pasti hanya bertemu sebentar saja dan belum begitu memahami Kagami Jiro.
Christal masih terlihat sedang berusaha untuk membersihkan pakaian Zen yang terkena noda dari jus plum itu. Sementara Kenzi dan Kenzou sudah duduk sendiri di sebelah Zen dan mulai menikmati beberapa kue yang dibawakan oleh Zen dan juga Thunder.
Setelah beberapa saat akhirnya Yuna sudah datang kembali dengan membawakan sebuah kemeja berwarna biru navy dan memberikannya untuk Zen.
"Bergantilah pakaian dulu! Jika sampai kulitmu lecet sedikit karena alregi terkena jus plum, maka manager berkacamata itu akan menuntut kami nanti." ucap Yuna bercanda.
"Argh ... tidak sampai seperti itu juga kok, Kakak Yuna. Hehe ..." Zen mengusap tengkuknya dan meringis.
Sepertinya kesalahpahaman di masa lalu antara Yuna dan Zen mulai bisa diperbaiki dan sudah membaik setelah kejadian kecelakaan di Tokyo Disney Land disaat Zen yang sudah berusaha untuk menyelamatkan si kembar Kenzi dan Kenzou, ditambah lagi saat itu Zen sudah ikut berangkat untuk menyelamatkan Christal di kota Fujinomiya.
Yah, meskipun saat itu jiwa Kagami Jiro yang masih menempati raga dari Zen. Namun setidaknya hal-hal itu sudah sedikit memberikan nilai positif seorang Li Zeyan di depan Yuna.
"Christal, antarkan Li Zeyan untuk berganti pakaian!" titah Kagami Jiro kepada adik tersayangnya.
"Hhm. Baiklah." sahut Christal mulai meletakkan sebuah sapu tangan yang tadi digunakan untuk membersihkan baju Zen di atas meja. "Ayo, Li Zeyan!"
__ADS_1
"Hhm. Iya ..." sahut Zen lalu mulai melenggang bersama Christal untuk menuju sebuah ruangan.
"Kamu bergantilah pakaian dulu. Aku akan menunggumu di luar." ucap Christal dengan seulas senyum menatap Zen.
Rasanya begitu bahagia karena bertemu dengan sang kekasih, hingga membuat mereka saling bertatapan dengan begitu hangat dan cukup lama, hingga akhirnya Christal mulai tersadar dan mulai meninggalkan Zen di dalam ruangan itu.
"Aku akan menunggumu di luar, Li Zeyan." ucap Christal yang sempat menghentikkan langkahnya dan mengucapkan kalimat itu, lalu mulai melenggang kembali meninggalkan ruangan itu.
Zen tersenyum lebar menatap kepergian Christal yang semakin menjauh, hingga akhirnya Christal mulai menghilang dari pelupuk matanya. Kini Zen mulai melepas jaket leather on leather kesayangannya lalu mulai melepas T-shirt yang sudah terkena oleh jus plum itu.
Setelah itu Zen mulai mengenakan sebuah kemeja lengan panjang berwarna biru navy milol Kagami Jiro. Sebenarnya ukuran ini masih cukup besar saat dikenakan oleh, namun Zen masih terlihat cukup keren saat mengenakanya, dan ini malah terlihat seperti sedang mengenakan kemeja over size saja.
Sebuah handle pintu mulai diraihnya dan mulai ditariknya begitu saja. Namun betapa terkejutnya Zen saat membuka pintu itu, rupanya Christal memang masih berada di depan ruangan itu. Dan Christal malah sedang bersandar pada pintu itu.
Sehingga saat Zen membuka pintu itu, seketika tubuh Christal terhuyung ke belakang dan hampir saja terjatuh ke belakang. Namun dengan cepat Zen segera menangkap tubuh Christal dengan menanggap dan menahan bagian punggung Christal dan pinggang Christal.
Sebenarnya bukan hanya Zen yang terkejut, namun Christal-lah yang merasa lebih terkejut karena tiba-tiba saja tubuhnya terhuyung ke belakang dan hampir saja mau terjatuh ketika pintu ruangan itu dibuka secara tiba-tiba oleh Zen.
Lagi-lagi keadaan dan suasana ini membuat mereka berdua malah beratapan selama beberapa saat dan saling terpana satu sama lain dalam beberapa saat.
Benar-benar sangat berkilauan, seperti namanya. Cantik dan manis sekali. Sepasang matanya begitu bening, indah dan berkilauan, membuatku selalu tenang dan sejuk saat menatapnya. Yah ... sangat menenangkan hati. Auranya begitu cerah dan ceria. Penuh dengan warna dan energi yang positif. Membuatku selalu ingin menatapnya lagi dan lagi, seolah sudah menjadi candu untukku saja. Sungguh jatuh cinta kepadanya membuatku seakan terbang ke langit biru yang tinggi.
__ADS_1
Batin Zen yang sudah mulai terbuai karena menatap Christal, bahkan wajah tampan itu selalu tersenyum tipis saat menatap gadis berwajah mungil itu.
Oh, My God! Sungguh indah sekali ciptaanMu ini, Tuhan. Begitu sempurna dan seperti tak memiliki kekurangan sama sekali. Setiap detailnya terlihat memiliki porsi yang tepat dan memukau. Sepasang matanya juga begitu indah. Seperti bongkahan batu kristal dan permata yang berwarna kebiruan. Akan semakin berkilauan saat terkena cahaya mentari ataupun saat hanya terkena cahaya penerangan lainnya, dan sungguh menyilaukan karena begitu menawan. Ugh ... rasanya aku tak kuat lagi menatap pesona Li Zeyan sedekat dan selama ini. Pesonanya sungguh luar biasa! Akankah aku akan pingsan dan kehilangan kesadaranku saat ini?
Batin Christal yang sudah semakin terbuai karena mendapat tatapan yang begitu hangat dari Zen selama beberapa saat ( sebenarnya cukup lama, hingga Kagami Jiro dan Yuna mulai kebingungan karena Zen dan Christal sudah begitu lama dan belum juga kembali untuk bergabung bersama dengan mereka).
"Ehemm ..." tiba-tiba ada suara seorang wanita yang sedang berdehem, dan membuat Zen dan Christal seketika mulai tersadar dari angan masing-masing dan mereka berdua mulai berdiri dengan tegap kembali.
Namun rasa kikuk diantara Zen dan Christal masih terlihat begitu kentara, dan tentu saja hal itu sangat diketahui oleh Yuna yang juga pernah merasakan muda.
"Kalian berdua sedang apa?" ucap Yuna menggoda kedua anak yang masih mengalami masa-masa kasmaran itu.
"Uhm ... kita ... kita ..." ucap Christal yang tiba-tiba saja terlihat begitu kebingungan harus menjawanb apa.
"Christal hampir saja terjatuh dan aku berniat untuk menangkapnya ... begitu, Kak Yuna." ucap Zen berusaha untuk menjelaskan kepada Yuna, karena Zen cukup takut jika Yuna akan berfikiran buruk lagi tentang dirinya seperti beberapa saat yang lalu ketika raganya sedang ditempati oleh jiwa Kagami Jiro.
Namun entah mengapa Yuna malah tertawa kecil saat mendengar ucapan dari Zen.
"Sudahlah. Ayo kita minum bersama dan kembali berbincang bersama!" sahut Yuna masih tersenyum lebar menatap Christal dan juga Zen secara bergantian.
Lalu Yuna mulai berbalik dan melenggang. Zen dan Christal mulai mengekori Yuna meskipun mereka berdua masih merasa begitu kikuk. Dan sesekali Zen dan Christal masih saling melirik satu sama lain, namun akhirnya mereka berdua mulai memalingkan pandangannya kembali karena semakin merasa kikuk saat pandangan Zen dan Christal saling bertemu. Lucu sekali!!
__ADS_1