Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Konser Tur Ke Jepang


__ADS_3

Keluarga Li juga memesan menu appetizer lainnya yait peruvian scallop ceviche with avocado. Sajian seafood ini terdiri dari scallop mentah yang sudah dibalut perasan jeruk nipis dan lemon, lalu disajikan bersama daun ketumbar, paprika, tomat, dan bawang bombay Bermuda.


Rasa segar dari scallop langsung tercecap begitu digigit. Teksturnya empuk dan kenyal, tanpa ada aroma amis sama sekali. Sesekali, terasa sedikit sensasi agak asam dari perasan lemon.


Campuran daun ketumbar membuat hidangan semakin terasa aromatik. Potongan alpukat yang disajikan sebagai pelengkap terasa creamy dan begitu lembut, menciptakan kombinasi tekstur yang bervariasi.


Selain itu juga ada menu wild mushroom tartlet. Tampilannya cukup unik, jamur shiitake, porcini, dan enoki diletakkan di atas semacam kulit pai. Selanjutnya, disiram dengan saus yang terbuat dari kombinasi kaldu daging anak sapi dan krim. Ukuran dagingnya cukup tebal, dengan kulit yang terlihat garing dan bagian dalam tampak juicy. Teksturnya cukup lembut, dengan cita rasa yang gurih dan cecapan manis dari si saus.


Menu lainnya yang sudah tersaji adalah Asian-spiced duck breast. Meski porsinya terlihat begitu mungil, tapi ini cukup mengenyangkan karena disajikan bersama kentang dan wortel.


Dan tentu saja, jamuan makan malam belum selesai bila belum ditutup dengan sepiring dessert. Semua menu dessert-nya terlihat begitu menarik.


Keluarga Li memesan sebuah dessert klasik, traditional new york cheesecake. Tekstur cream cheese yang lembut akan langsung meleleh disaat menyentuh rongga mulut. Tiap suapan terasa begitu creamy dan memanjakan lidah, dan tentu saja membuat penikmat tak ingin buru-buru menghabiskannya. Hehe ...


Dessert kedua yang mereka pesan adalah sugar free strawberry mousse with mascarpone cream. Krim strawberry mousse dibekukan hingga menyerupai es krim, dipadukan bersama krim keju mascarpone dan stik karamel. Moussenya cenderung tak terlalu manis, sehingga tak membuat eneg ketika disantap.


Di dalamnya, terdapat potongan strawberry. Perpaduan antara manis-manis asam, sungguh begitu menyegarkan!


Restoran ini juga menyediakan sederet pilihan wine, kopi, dan minuman beralkohol yang bisa dipesan.


Percayalah, meski porsi makanan yang disajikan terbilang mungil, tapi porsi itu akan membuat merasa kenyang dan puas, karena bisa memesan beberapa hidangan. Bersantap di salah satu restoran World ****** Cruise ini tak cuma akan memanjakan perut, tapi juga memanjakan indera perasa.


Lagi-lagi Kagami Jiro hanya menatap semua makanan yang sudah disajikan di hadapannya dengan kening berkerut dan menggigit bibir bawahnya.


Semua makanan di hadapannya adalah makanan kesukaan Zen. Makanan manis dan juga seafood. Kak Kai yang menyadari itu mulai tersenyum tipis.


"Kakak sudah pesankan takoyaki, okonomiyaki dan shabu-shabu untukmu, Zen." ucap kak Kai tersenyum menatap Zen.


"Wah ... kau memang yang terbaik, Kak." sahut Zen dengan senyum lebar.


Setelah beberapa saat akhirnya seorang waiter mulai datang dan membawakan beberapa sajian Japanese food sesuai yang dipesan oleh kak Kai.


Mereka semua terlihat menikmati makan malam itu bersama. Selama 6 hari mereka menghabiskan waktu berlibur di atas kapal pesiar World ****** Cruise. Setelah itu mereka segera kembali ke Beijing kembali.


...⚜⚜⚜...

__ADS_1


Bandar Udara Tokyo Narita


Sore itu terlihat sebuah pesawat Air China sedang melakukan landing di Narita Airport dengan cukup baik. Hentakannya terasa begitu teratur ketika maskapai itu melakukan pendaratan.


Seorang pemuda tampan dengan mengenakan pakaian hangat namun masih terlihat begitu stylish terlihat mulai melenggang di jalur VIP bersama seorang pemuda berkacamata yang tak kalah menawan. Di sebelahnya lagi ada seorang gadis berwajah nerdy dengan rambut sebahunya mengenakan pakaian hangat juga. Di sebelahnya lagi juga ada seorang gadis dengan rambut panjang kecoklatannya yang bergelombang dan dibiarkan tergerai begitu saja, gadis ini memakai dress berwarna sweet peach pendek dan memakai stoking berwarna hitam. Sebuah pakaian hangat yang begitu tebal dan lembut berwarna putih juga membalut tubuhnya.


Sementara di belakangnya sudah ada 4 orang pria dengan setelan jaz yang begitu rapi selalu mengikutinya.


Terlihat seorang pria yang sudah menunggu mereka di bagian kedatangan. Pria itu menyambut dan mulai berjabat tangan dengan pria berkacamata.


"Selamat datang kembali di Jepang, Luo Kai, Li Zeyan ..." sambut pria itu begitu hangat.


"Terima kasih, Shoji!" sahut pria berkacamata yang tak lain adalah kak Kai.


"Hhm. Kalian akan langsung ke Richmond hotel bukan?" tanya pria bernama Shoji itu.


"Ya, kami akan langsung ke Richmond hotel. Bagaimana denganmu?" sahut kak Kai.


"Aku harus pergi ke Osaka setelah ini. Biasa, ada tugas negara. Oh iya, ini kunci mobil kalian." ucap Shoji sambil mengulurkan dua buah kunci mobil untuk kak Kai.


Setelah itu mereka berpisah kembali. Kak Kai, Zen, Amee dan Xia Feii menaiki Lamborghini Veneno Roadster putih. Sementara Keempat pengawalnya menaiki sebuah BMW hitam metalik.


Mereka mulai mendatangi Richmond hotel dan mulai beristirahat disana.


...⚜⚜⚜...


"Yukimura, aku sudah sampai di Jepang!" ucap Zen mulai menghubungi Yukimura melalui ponselnya.


"Ya. Bagaimana kabarmu, Jiro?"


"Buruk! Aku begitu merindukan Yuna! Sedang apa dia? Apa dia sudah tidur?"


"Belum. Dia sedang mengerjakan sesuatu di ruang kerjanya."


"Hingga selarut ini?"

__ADS_1


"Ya. Beberapa gaun harus segera diselesaikan. Makanya dia lembur malam ini."


"Kasihan sekali istriku. Padahal aku sudah melarangnya untuk bekerja." keluh Kagami Jiro yang terlihat begitu murung.


"Yah. Mau bagaimana lagi? Istrimu begitu keras kepala. Bahkan kamu saja begitu sulit menghadapinya. Untuk menakhlukkannya saja kau hampir kewalahan di masa lalu. Gyahaha ..." Yukimura mulai tertawa lepas dan itu sungguh membuat Zen begitu kesal.


"Tertawa saja sepuasmu! Dan persiapkan dirimu untuk mendapatkan hadiah khusus dariku esok!" ucap Zen sedikit mendengus karena kesal.


"Ahaha ... sorry sorry. Kapan kau akan melakukan konser tur, Jiro?"


"Lusa! Malas sekali rasanya!" ucap Zen yang terdengar begitu tidak bersemangat.


"Jadi kau akan menari dan menyanyi di atas panggung, Jiro?"


"Tidak-tidak. Itu nanti aku akan lip sync, Yukimura."


"Lip sync? Makanan apa itu, Jiro?"


"Bukan, Yukimura! Astaga! Jadi lip sync itu adalah sinkronisasi bibir. Jadi aku akan seolah-olah benar-benar bernyanyi dengan menggerakkan bibirku bersamaan dengan lagu yang sedang diputar melalui kaset atau media yang lain. Ketepatan, kelancaran, dan penghayatan akan menentukan seberapa berhasilnya sinkronisasi bibir." ucap Zen menjelaskan.


"Wah wah ... semenjak bersemayam di tubuh Li Zeyan selama 4 bulan, kau jadi begitu mengetahui dunia entertaiment dan hiburan ya. Biasanya hanya mengetahui urusan klan, penjahat dan negara. Gyahaha ..." lagi-lagi Yukimura tertawa terbahak-bahak.


"Pikirkan saja untuk lamaranmu besok! Ya sudah aku mau tidur dulu! Besok akan aku hubungi lagi!"


"Okay! Selamat beristirahat, Jiro!"


"Hhmm ..."


...⚜⚜⚜...


Kemarin ada yang menanyakan visual Kin Izumi. Kita intip dulu yuk. Seberapa keren dia? Seorang pria dengan karakter yang selalu tenang dan berpikir dewasa. Seorang genius yang selalu memiliki perhitungan yang begitu baik. Bahkan seorang yang cukup misterius hingga seluruh dunia tak mengetahui identitas rahasia lainnya.



__ADS_1



__ADS_2