
Sebuah van putih yang baru saja melakukan perjalanan dari Wan Chai Unniversity kini mulai berhenti di depan sebuah hotel berbintang 5 di Beijing. Setelah beberapa saat pintu belakang van putih itu mulai terbuka.
Terlihat seorang pemuda bermata kebiruan bak okavango blue diamond ( jangan bosan membacanya ya, karena ini adalah salah satu ciri khasku dalam menggambarkan sepasang mata Zen yang begitu indah, hehe ...) dengan mengenakan sebuah topi hitam mulai melambaikan tangannya kepada seorang gadis yang sudah terlihat menunggu di depan hotel itu.
Gadis itu mengenakan sebuah sweater bergaris vertikal berwarna hitam putih dan memadankan dengan sebuah rok. Rambut silver gadis yang memiliki panjang di atas bahu itu hanya sedikit dijepit pada bagian kanannya dengam sebuah penjepit yang begitu lucu.
Dengan langkah yang terlihat seperti sedang menari-nari dan berbahagia, gadis berwajah mungil itu mulai mendekati van putih itu. Namun tiba-tiba saja sebuah motor besar melaju dengan cukup kencang dan hampir saja menabrak gadis itu.
"Christal!!!" pemuda di dalam van yang tak lain adalah Zen terlihat begitu histeris saat motor besar itu semakin mendekati Christal.
Dengan cepat Zen segeta melompat turun dari van putih itu dan segera berlari ke arah Christal. Zen mulai meraih tangan Christal dan menariknya dengan sedikit berputar hingga akhirnya berhasil memeluk Christal.
GREEPP ...
Hanya tinggal beberapa jarak saja, Christal benar-benar sudah benar-benar akan tertabrak oleh motor besar itu. Kini Christal yang masih berada di pelukan Zen terlihat begitu shock hingga membuatnya mematung selama beberapa saat. Begitu juga dengan Zen, pemuda ini juga masih terlihat begitu shock.
Debaran jantung keduanya seakan saling bersautan saling merasa terkejutnya. Topi hitam Zen juga sudah terjatuh hingga saat ini Zen tak lagi mengenakan apapun untuk menyamarkan identitasnya.
Beberapa orang mulai berkerumun karena menyadari jika pemuda yang sedang berdiri di dekat mereka itu adalah seorang bintang besar, Li Zeyan. Dan tentu saja mereka semua sangat ingin tau siapa gadis yang sedang berada di pelukan Zen saat ini.
__ADS_1
"Apakah itu Li Zeyan? Lalu siapakah gadis yang sedang berada dalam pelukannya?" ucap seorang gadis yang sedang berkerumun.
"Wah beruntungnya gadis itu. Siapa dia?" sahut salah satu dari mereka lagi.
"Wah, jadi rumor itu benar ya. Tapi bukankah kekasih Li Zeyan sedang berada di Jepang?" sahut yang lainnya lagi.
"Li Zeyan sudah memiliki seorang kekasih? Mengapa aku tertinggal berita ini?" sahut seorang gadis yang lainnya lagi.
Begitulah kira-kira kicauan-kicauan orang-orang yang saat ini berada di tempat ini saat itu. Dan sebenarnya masih banyak lagi kicauan dari mereka yang pastinya tidak akan muat jika ditulis di bab ini semuanya. Hehe ...
Zen yang masih ingin melindungi Christal dari media, kini mulai melepaskan jaket leather on leather hitamnya, lalu mulai mengkerudungkannya untuk Christal agar tak ada yang melihat dan mengetahui Christal saat ini.
Zen mulai merangkul Christal dengan masih berkerudung jaket miliknya yang sedikit mengkilap mulai memasuki van putih. Setelah mereka naik ke dalam van putih itu, kini Yunxi mulai mengemudikan van putih ini membelah jalanan kota Yokohama.
Tak jauh dari van yang sedang mereka naiki, sebuah BMW hitam metalik juga mulai melaju dan terus mengikuti van putih itu dengan kecepatan standar.
"Christal, apakah kamu baik-baik saja?" tanya Zen mulai mencairkan suasana, karena beberapa saat yang lalu Christal masih terlihat shock.
Christal masih terdiam saja dan tidak menjawab pertanyaan dari Zen. Dan tentu saja ini membuat Zen merasa khawatir hingga akhirnya Zen mulai memberanikan diri untuk meraih jemari Christal.
__ADS_1
"Christal, apa kamu baik-baik saja?" ucap Zen terdengar begitu lembut dan hangat, hingga membuat Christal mulai menatap Zen. "Jika merasa kurang baik, maka aku akan mengantarmu pulang kembali." imbuh Zen masih terdengar begitu hangat.
"Hhm? Tidak, Li Zeyan. Aku baik-baik saja. Aku hanya masih sangat terkejut. Jangan antar aku pulang, aku ingin melihatmu latihan ... aku mohon!" rengek Christal mulai mengusap jemari Zen yang masih menggenggamnya dengan jemarinya yang lainnya lagi.
Pemuda pemilik sepasang pupil kebiruan itu menatap Christal selama beberapa saat, hingga akhirnya dia tersenyum hangat dan mengangguk pelan.
"Baiklah. Aku akan latihan dengan cepat lalu kita akan makan malam bersama. Dan aku akan mengantarmu." ucap Zen dengan lembut.
"Hmm. Okay!" Christal tersenyum lebar dan mengangguk.
Setelah beberapa saat, akhirnya van putih itu mulai menepi dan mulai memasuki sebuah halaman luas dan memiliki sebuah gedung yang besar dan megah, gedung ini adalah gedung Star Entertaiment.
Christal terlihat begitu takjub ketika melihat sebuah bangunan super kokoh dan megah di hadapannya itu. Sepasang mata beningnya membulat sempurna dan hampir tidak berkedip sama sekali. Sebuah group entertaiment yang telah melahirkan beberapa idol besar di industri hiburan. Dan salah satunya adalah Li Zeyan.
"Ini sungguh keren sekali, Li Zeyan!! Aku sungguh tak pernah bermimpi untuk bisa memasuki Star Entertaiment! Tapi sekarang semua itu berada di hadapanku saat ini!! Apakahbaku benar-benar boleh masuk ke dalam, Li Zeyan?" ucap Christal begitu berbinar dan sesekali mulai menatap Zen lalu kembali menatap gedung megah itu lagi.
"Tentu saja boleh. Asal kamu tidak boleh sembarangan mengambil gambar. Karena ini adalah sangat privasi. Disini para idol dan trainee melakukan pelatihan yang cukup keras. Mereka berlatih vokal dan menari semaksimal mungkin. Bahkan ada beberapa dari mereka yang berlatih dengan keras dan hampir 24 jam." ucap Zen sedikit menceritakan beberapa yang pernah dilihatnya selama Zen pernah menjadi seorang trainee.
"Benarkah itu, Li Zeyan? 24 jam? Apakah itu artinya mereka tidak tidur?" ucap Christal hampir tak percaya.
__ADS_1
"Hhm. Semua itu adalah nyata. Dan aku melihatnya sendiri. Mereka sangat bekerja dengan keras untuk segera debut dan sukses dengan menjadi seorang idol besar." jawab Zen dengan jujur. "Bahkan aku sendiri juga pernah berada di posisi itu, Christal. Masa-masa yang cukup berat dan keras. Untuk bisa debut, sangatlah tidak mudah. Selain bekerja keras untuk meningkatkan talenta dan skill, kita juga selalu dituntuk untuk menjaga pola makan. Kita tidak boleh makan sembarangan, kadar kalori benar-benar harus diperhitungkan. Dan ... kita juga tidak diijinkan untuk menjalin ikatan dengan memiliki seorang kekasih." Zen sedikit bercerita tentang masa lalunya dan sedikit tersenyum tipis.