Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Pertemuan Untuk Perpisahan


__ADS_3

"Aku tidak tau dengan pasti kehidupan di masa lalumu seperti apa. Namun satu hal yang ingin aku katakan kepadamu ... setiap orang memiliki masa lalu. Sepahit apapun masa lalu itu, janganlah kamu begitu terjebak di dalamnya. Kamu masih mempunyai masa depan. Kamu masih memiliki orang-orang di sekitar yang menyayangimu. Kamu tak sendirian, Xia Feii." ucap Yukimura dengan lirih. "Apa kamu tau, Xia Feii? Aku kehilangan kedua orang tuaku 3 tahun yang lalu, di depan mataku sendiri. Rasa sedih, sesal selalu menghantuiku karena aku belum pernah menjadi seorang putra yang baik untuk mereka. Aku menyesal karena aku belum bisa membanggakan mereka. Andai aku diberi kesempatan sekali lagi ... aku akan berbuat baik dan berbakti kepada mereka, Xia Feii. Ibumu mungkin saja pernah melukai dan menyakiti hatimu dan ayahmu, namun ... biar bagaimanapun dia adalah wanita yang sudah mengandung dan melahirkanmu. Jangan sampai kau menyesal seperti aku ... jangan sampai kau mengalami hal yang begitu menyesakkan seperti yang telah aku alami selama ini. Memaafkan itu indah dan akan membuat hati menjadi tenang dan damai. Jangan kotori hatimu dengan dendam dan kebencian, Xia Feii. Aku tau, kau gadis yang baik." imbuh Yukimura yang membuat hati Xia Feii sedikit bergetar dan merasa begitu ngilu.


Xia Feii terdiam dan kembali memikirkan ucapan dari Yukimura dengan cukup keras, karena ucapan dari Yukimura adalah benar!


Semua ucapan itu memang begitu benar. Meskipun semua terasa begitu berat untuk memafkan wanita itu, namun dia tetaplah seseorang yang pernah berjuang untukku. Ya ... biar bagaimanapun dia adalah wanita yang pernah berjuang dan mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkanku saat itu.


Batin Xia Feii yang mulai menunduk dan memejamkan sepasang matanya hingga meremas pakaian hangatnya dengan cukup kuat. Hatinya masih bergejolak, terasa begitu sakit, perih dan juga membuat dadanya terasa begitu sesak.


CCKKIITT ...


BBRRAKK ...


Tiba-tiba terdengar suara mobil yang melakukan pengereman secara mendadak hingga menabrak sesuatu dengam cukup keras. Semua orang mulai berdatangan dan berkerumun untuk melihat apa yang sudah terjadi.


Yukimura dan Xia Feii juga mulai menatap kerumunan itu dari jauh, masih dalam posisi yang sama.


"Xia Feii, kau tunggu sebentar disini dan jangan pergi kemana-mana! Aku akan melihatnya sebentar." ucap Yukimura.


Xia Feii hanya mengangguk pelan tanda dia mengiyakan perintah dari Yukimura.


Kini Yukimura mulai melenggang mendatangi kerumunan orang itu dan mulai mencari jalan untuk semakin mendekati dibalik sebuah kerumunan itu.

__ADS_1


Terlihat seorang wanita paruh baya yang sudah tergeletak di atas sebuah aspal dengan darah segar yang mulai mengucur dari beberapa bagian tubuhnya yang sedang terluka. Sepasang mata kecoklatan Yukimura membulat sempurna menyaksikan semua yang sedang terjadi di hadapannya saat ini.


Dengan begitu cepat Yukimura segera melenggang mendekati wanita paruh baya itu dan memangku tubuhnya. Meskipun hanya orang lain dan tak memiliki hubungan darah, namun Yukimura terlihat begitu terpukul melihat semua kejadian saat ini.


Dan hal ini membuatnya mengingat ibunya yang sudah meninggal 3 tahun lalu karena serangan dari Death Eyes saat pembantaian di rumah besar Tadashi Yusen.


Yukimura segera mengecek nadi dari wanita paruh baya itu dan dia merasa begitu lega karena mengetahui masih ada kehidupan disana.


"Bibi! Bertahanlah!" ucap Yukimura dengan dada yang begitu sesak. "Seseorang cepat siapkan mobil untuk membawa bibi ini ke rumah sakit!" perintah Yukimura dengan suara yang begitu menggelegar.


Beberapa orang mulai kalang kabut dan segera mencari dan menghadang sebuah mobil.


"Nak ..." ucap wanita paruh baya itu begitu pelan.


"Ya, Bibi ... bibi harus kuat dan tetap bertahan!" tandas Yukimura yang seketika membuat wanita paruh baya itu tersenyum dengan hangat.


"Tolong jagalah putriku Xia Feii ..." ucapnya yang terdengar sudah begitu parau dan sangat lirih, seakan sudah tak memiliki kekuatan lagi untuk berkata-kata. "Aku ... aku sangat menyesal ... karena selama ini tak bisa menjaganya dengan baik. Aku ... menyesal ... tak bisa selalu menemaninya di masa kanak-kanak." wanita baya yang sudah terlihat semakin pucat itu kini meraih jemari Yukimura dengam genggamannya yang begitu terasa sangat lemah.


"Tolong jagalah dia selalu, Nak ... jagalah Xia Feii-ku ... aku tau kau pria yang baik. Sangat terlihat dari caramu menatap putriku Xia Feii ..." ucapan itulah sepertinya akan menjadi sebuah pesan terakhir untuk Yukimura dari ibu biologis Xia Feii sebelum wanita paruh baya itu mulai menutup matanya untuk selamanya.


"Bi-bibi!!" Yukimura sedikit mengguncang bahu wanita paruh baya itu dan kembali mengecek denyut nadi pada tangan kanannya.

__ADS_1


Wajah penuh keputus asaan mulai menghiasi wajah sangar Yukimura, membuatnya dalam sekejap saja terlihat begitu rapuh dan terpukul. Yeap, kini tak ada lagi kehidupan pada wanita paruh baya itu. Kini dia sudah pergi untuk selamanya, sebelum mendapatkan hati Xia Feii kembali.


Tiba-tiba saja Xia Feii juga sudah terlihat berlari kecil dan mendekati kerumunan itu lalu berusaha untuk mencari jalan untuk memasuki kerumunan itu. Dan betapa terkejutnya dokter cantik itu ketika melihat seorang wanita paruh baya yang sudah berlumuran dengan darah segar sedang berbaring dengan lemah di pangkuan Yukimura.


Bahkan Yukimura terlihat begitu rapuh dan terpukul saat ini menopang tubuh wanita paruh baya itu.


"Ibu!!" dada Xia Feii seketika menjadi begitu sesak menyaksikan semua ini dan membuatnya segera berlari mendekati keduanya lalu duduk bersimpuh begitu saja. "Ibu ..." tangisnya mulai pecah kembali melihat keadaan ibu kandungnya dalam keadaan yang begitu mengenaskan seperti itu.


Tiba-tiba saja Xia Feii melihat salah satu jemari wanita baya itu yang tadinya menggenggam, kini mulai terbuka, dan sesuatu terjatuh dari genggaman tangannya. Sebuah kalung berwarna silver dengan liontin membentuk nama dokter cantik itu.


Sepertinya kalung itu terjatuh saat di atas Tokyo Tower, dan wanita paruh baya itu berusaha untuk menyusul dan menemui Xia Feii. Namun, naas. Sebuah mobil malah menabraknya hingga membuatnya kehilangan nyawanya begitu saja.


"Ibu ... bangun ibu!!" tangis Xia Feii mulai pecah kembali.


Air mata hangatnya mulai membasahi pipinya yang sudah menjadi begitu dingin. Xia Feii meraih dan memeluk tubuh yang sudah terkulai dengan lemah dan sudah tak bernyawa itu.


"Ibu!! Bangunlah!! Bangunlah dan mari kita mulai semuanya kembali! Bangunlah ibu! Bangunlah ... hiks ..." ucap Xia Feii di dalam isak tangisnya yang terdengar begitu parau dan memilukan.


Sebuah pertemuan kembali namun juga sekaligus menajadi perpisahan untuk ibu dan anak itu. Sungguh takdir yang begitu berat untuk Xia Feii!! Dan sangat membuatnya lemah tak berdaya. Kini dia benar-benar menjadi sebatang kara di dunia yang begitu kejam ini.


...⚜⚜⚜...

__ADS_1


__ADS_2