
"Apa kau masih begitu berat meninggalkan dunia entertaiment? Kapan kau memutuskan untuk menikah dan meninggalkan dunia entertaiment, Li Zeyan?" tanya Kagami Jiro lagi karena melihat Zen yang saat ini terlihat sedikit kebingungan dan ragu untuk menjawab. "Apa sebenarnya kau tidak menyukai adikku?"
Dengan cepat Zen mendongak dan menatap Kagami Jiro dengan kedua alisnya yang sedikit diangkat.
"Aku akan mulai lebih fokus untuk LZ Fashions milikku. Jika bisnis itu lancar, maka suatu saat aku akan meninggalkan dunia entertaiment dan hanya fokus untuk bisnis pribadiku saja. Setelah itu aku tidak akan khawatir lagi untuk menjalin hubungan dengan seorang gadis, bahkan untuk menikah. Dan tentu saja aku juga tidak ingin menikah terlalu lama. Kak Kai juga akan segera menikah, mungkin aku akan lebih sendirian kelak."
"Kau yakin kau siap meninggalkan duniamu yang begitu gemerlapan itu? Semua kemegahan dan kemewahan itu, Li Zeyan?" tanya Kagami Jiro lagi mengerutkan keningnya menatap Zen.
"Iya, Tuan. Mungkin aku butuh waktu 4 atau 5 tahun lagi untuk datang kembali menghadap tuan Kagami Jiro. Namun ... itu kalau tuan memang berkenan untuk menerimaku ..." ucap Zen begitu tak percaya diri. Ya! Sebenarnya dia sangat tak memiliki kepercayaan diri yang baik untuk mengatakan semua itu!
"Ya sudah. Yang terpenting sekarang adalah meraih mimpi dan cita-cita kalian saja dulu! Aku tidak akan memaksa kalian untuk bersama. Namun aku akan menyetujui kalian."
"Maafkan aku tidak sopan dan menyela ..." tiba-tiba saja terdengar suara seorang pria yang sudah memasuki ruangan rawat itu.
Zen, Kagami Jiro, dan Yukimura segera melihat ke arah sang pemilik suara. Dan mereka melihat seorang pria berkacamata mulai melenggang mendekati brankar.
__ADS_1
"Selamat sore, Tuan Kagami Jiro. Selamat sore, Tuan Yukimura." sapa pria berkacamata yang tak lain adalah kak Kai dengan cukup ramah. "Maaf aku baru bisa berkunjung, Tuan." kak Kai meletakkan sekeranjang buah jeruk di atas nakas.
"Tidak masalah Li Kai. Bagaimana kabarmu?Kapan kamu akan menikah dengan Amee?" ucap Kagami Jiro yang terlihat begitu bahagia saat melihat kehadiran kak Kai.
"Aku baik, Tuan. Bulan depan kami akan menikah. Setelah kembali ke Beijing, aku akan mengirus semua surat-surat untuk berkas pernikahan." jawab kak Kai yang sebenarnya cukup bingung, karena tiba-tiba saja Kagami Jiro menanyakan hal semacam itu, padahal sebelumnya mereka tak terlalu dekat.
Berbeda dengan Kagami Jiro yang sebenarnya cukup merindukan sosok Li Kai yang selama 4 bulan ini selalu bersama dengannya dan selalu mendampinginya. Bahkan kak Kai selalu mengingatkannya dalam segala hal, baik porsi makanan, waktu istirahat, dan lain sebagainya.
Kagami Jiro masih menatap lekat pria berdarah China dengan kacamata minusnya yang selalu bertengger dengan manis di atas tulang hidungnya yang cukup mancung itu.
"Semoga semua berjalan dengan lancar. Aku akan usahakan, aku akan datang untuk menghadiri pesta pernikahanmu. Jadi jangan lupa untuk mengirimkan undangan untukku!" ucap Kagami Jiro yang terdengar sangat ramah dan bersahabat.
"Apa kau sudah berencana untuk tidak mengundangku, Li Kai?" imbuh Kagami Jiro menggoda kak Kai.
"Oh ... tentu saja aku akan mengundang tuan Kagami Jiro. Dan itu adalah sebuah kehormatan untukku jika tuan menghadirinya." ucap kak Kai dengan cepat dan sebenarnya dia masih cukup terkejut akan hal ini. Kini kak Kai mulai beralih menatap Zen yang masih duduk di atas kursi rodanya.
__ADS_1
"Begini, maafkan aku. Sebenarnya tak sengaja aku sedikit mendengar percakapan Zen bersama dengan tuan Kagami Jiro dan tuan Yukimura. Soal Zen dan Christal ... sebenarnya Zen tak perlu mengundurkan diri lagi. Bahkan saat ini Zen sudah bisa dan diperbolehkan untuk menjalin ikatan dengan seorang gadis. Dan .... management production house juga sudah memberimu ijin, Zen." ucap kak Kai lalu duduk bersimpuh di samping Zen dan menatap Zen dengan begitu hangat.
"Benarkah semua itu, Kak?" ucap Zen seakan tak percaya mendengar ucapan dari kak Kai.
"Ya. Kamu tak perlu mengorbankan masa keemasanmu saat ini. Kau adalah bintang besar dan sangat bersinar saat ini. Kali ini kakak akan mendukungmu dan akan selalu ada untukmu!" kak Kai tersenyum hangat dan mengusap pelan bahu Zen.
"Terima kasih, Kak." sahut Zen begitu berbinar.
"Wah, itu artinya Zen masih tetap bisa berkecimpung di dunia entertaiment sekalipun Zen memiliki seorang kekasih atau menikah?" gumam Yukimura menyimpulkan.
"Benar, Tuan Yukimura. Saat masih di tahap bawah saja seorang idol memang tak boleh memiliki kekasih. Kalaupun nekat, maka itu akan menurunkan pamor. Jika tidak, sebaiknya meminta ijin dari para fansnya dan management production house-nya. Namun berbeda dengan Zen saat ini. Dia melewati ini semua!" jelas kak Kai.
"Li Zeyan!" tandas Kagami Jiro dengan cukup tegas. "Seperti yang sudah aku ucapkan padamu. Aku tidak akan pernah memaksa kalian untuk bersama. Namun aku akan menyetujui jika kalian bersama. Kau adalah pemuda yang baik! Dan aku melihat Christal begitu menyukaimu!"
Zen masih terlihat begitu terkejut dan tak bisa menjawab apa-apa saat ini. Namun kak Kai yang memahami situasi saat ini segera mengatakan seauatu.
__ADS_1
"Tuan Kagami Jiro, maafkan aku, namun aku bukan bermaksud untuk membantah tuan. Tapi saat ini Zen dan Christal masih sangat muda. Lebih baik mereka fokus untuk meraih mimpi dan cita-citanya. Jika memang mereka berdua berjodoh, maka kelak mereka akan tetap bersatu. Bahkan sejauh apapun mereka berada satu sama lain." ucap kak Kai dengan sopan.
"Kamu benar, Li Kai! Mungkin aku hanya terlalu bahagia saat melihat Christal selalu terlihat ceria saat bersama dengan Li Zeyan. Dan selama ini, aku belum pernah bertemu dengan pemuda yang begitu membuatku merasa yakin seperti ini." ucap Kagami Jiro dengan santai. "Sudahlah, jangan kau pusingkan perkataanku hari ini, Bocah Li Zeyan!"