Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Tantangan Untuk Thunder


__ADS_3

Christal mulai masuk ke dalam hotel dengan kamar kelas president suite itu dan mulai diikuti oleh Zen dan juga Thunder yang berjalan di belakangnya. Kedua pemuda itu terlihat begitu takjub ketika menatap kamar semewah ini.


Karena sebelumnya Zen dan Thunder belum pernah menginap di hotel dengan kelas kamar jenis president suite. Karena tidak semua hotel menyediakan jenis kamar seperti ini. Dan hanya beberapa hotel tertentu saja yang memiliki kelas kamar tipe president suite.


Kamar ini berukuran cukup luas dan memiliki fasilitas yang sangat lengkap dan juga mewah. Beberapa furniture mewah juga memenuhi di beberapa titik.


"Silakan duduk. Kakak akan segera datang kok. Kakak dan kakak ipar sedang berada di balkon. Sebentar lagi akan datang." ucap Christal mempersilakan Zen dan juga Thunder untuk duduk.


Namun lagi-lagi Zen kalah langkah dari Thunder, kali ini Thunder mulai melenggang mendekati Christal.


"Oh iya, Christal. Aku membawa beberapa oleh-oleh untuk kalian." Thunder mulai mendekati Christal dan memberikan beberapa tote bag untuk Christal.


"Terima kasih, Thunder. Padahal tidak usah repot-repot lo." sahut Christal merasa sedikit tidak enak namun tetap menerima beberapa bingkisan itu karena terpaksa.


"Sama-sama, Christal!" Thunder menyauti dengan nada yang begitu ceria dan wajah yang berbinar.


"Umm, Christal. Aku juga membawakan beberapa hadiah untukmu, untuk kak Jiro, untuk kak Yuna dan juga untuk si kembar Kenzi dan Kenzou." kali ini Zen juga mulai mendekati Christal dan juga memberikan beberapa bingkisan untuk Christal. "Semoga kalian menyukainya ya. Maaf jika hadiah-hadiah ini masih jauh dari kata sempurna." imbuh Zen merendah.


"Kamu bicara apa, Li Zeyan?" Christal mendongak menatap Zen dan berkata dengan hangat. "Bisa bertemu denganmu saja aku sudah senang. Seharusnya kamu tidak perlu repot membawa hadiah sebanyak ini. Maaf jika membuatmu repot ..." ucap Christal yang begitu lembut.


"Aku tidak merasa direpotkan kok." Zen menyauti dengan tak kalah lembut dam membalas tatapan Christal dengan tersenyum hangat.


Pemandangan ini sungguh membuat Thunder merasa begitu kebingungan dan tak tau harus berkata dan berbuat.

__ADS_1


Pemandangan apa ini? Apa senior Li Zeyan dan Christal sudah memiliki hubungan yang cukup dekat? Tapi mengapa aku tak pernah mendengarnya sebelumnya? Ahh ... pasti bukan deh.


Batin Thunder yang masih berdiri di antara mereka berdua dengan ekspresi yang masih sama.


"Ehemm ..." tiba-tiba terdengar suara seorang pria dewasa yang sedang berdehem dan berada tak jauh dari mereka bertiga.


Mereka bertiga mulai menoleh ke asal sang pemilik suara, telihat seorang pria dewasa dengan balutan kemeja berwarna meah maron dipadankan dengan celana jeans yang sedikit longgar dan berwarna gelap.


Wajahnya terlihat dingin, tegas,.berwibawa, namun juga memiliki aura yang mencekam. Pria dewasa itu menggendong dua anak kembar laki-laki yang begitu manis, tampan dan menggemaskan.


Sementara di sebelahnya sudah ada seorang wanita dewasa yang memiliki paras cantik namum penuh dengan ketegasan yang terukir pada wajahnya. Wanita dewasa itu mengenakan sebuah dress tanggung berwarna merah maron dan membuatnya begitu anggun dan dewasa. Padahal usianya masih 25 tahun.


Pria dewasa dan wanita dewasa itu menatap Zen dan Thunder secara bergantian. Dan sebenarnya saat ini Thunder merasa begitu shock saat melihat kakak sulung Christal.


Batin Thunder yang terlihat menelan salivanya dengan pelan dan hati-hati.


"Christal, buatkan minuman untuk para tamu ini!" titah pria dewasa yang tak lain adalah Kagami Jiro dengan nadan bicaranya yang terdengar begitu tegas dan berat.


"Baik, Kak Jiro." sahut Christal lalu mulai melenggang menuju ke dapurnya untuk membuat minuman.


"Hhm ..." Kagami Jiro mulai menurunkan si kembar Kenzi dan Kenzou karena kedua anak kembar itu sudah tak sabar untuk bermain dengan Zen, dan segera menghampiri Zen begitu saja.


"Kakak tampan!!" ucap Kenzi dan Kenzou yang terlihat begitu menyukai Zen dan mulai memeluk masing-masing kaki panjang Zen. Zen segera jongkok untuk menyambut kedua anak kembar itu dengan ramah.

__ADS_1


Kini Kagami Jiro mulai memicingkan sepasang mata dengan pupil kecoklatan itu menatap Thunder dan mulai melenggang beberapa langkah mendekati Thunder. Kedua jemarinya juga sudah dimasukkannya ke dalam saku celananya.


"Jadi kamu adalah teman Christal?" tanya Kagami Jiro masih menatap tajam Thunder.


Dan hal ini tentu saja membuat Thunder begitu ketakutan dan sedikit gemetaran karena Kagami Jiro memang terlihat begitu menakutkan.


Seram sekali kakak sulung Chrtistal. Bagaimana ini? Untuk berkata-kata dan menjawab pertanyan dari kakak sulungnya saja sudah membuatku begitu gemetaran dan ketakutan, rasanya seperti sudah terkena sebuah serangan di awal saja.


Batin Thunder yang semakin menunduk dan tak berani untuk melihat wajah Kagami Jiro.


"Mengapa diam saja?! Apa kamu tak bisa berbicara? Atau indera pendengaranmu sudah rusak dan tidak berfungsi dengan yang baik?!" ucap Kagami Jiro lagi karena Thunder sama sekali tak menjawab pertanyaan dari Kagami Jirodan malah mengkerut begitu saja.


"Ma-maf, Tuan. Be-benar sekali. A-ku adalah teman Christal. Na-namaku adalah Thunder." jawab Thunder mulai memberanikan diri untuk menjawab pertamyaan dari Kagami Jiro, meskipun dengan terbata dan bergetar hebat.


Siapa yang tidak akan takut jika berhadapan secara langsung dengan Kagami Jiro? Kagqmi Jiro memiliki wajah dan paras sangar dan menyeramkan. Ditambah suara besarnya saat dia berkata dengan tegas yang juga membuat setiap orang bergidik ngeri.


"Apa kau bisa bela diri, Thunder? Untuk menjadi teman dekat Christal, maka kamu harus bisa mengalahkan aku dalam hal bela diri. Atau paling tidak kamu harus bisa mengimbangiku. Bagaimana? Apa kamu bisa?" tanya Kagami Jiro tersenyum miring menatap Thunder.


Sepasang mata dengan softlense abu-abu itu kini mulai membelalak saat Thunder mendengar ucapan dari Kagami Jiro.


Bertarung? Mengalahkan kakak sulung Christal? Yang benar saja? Ini sangat tidak mungkin! Aku tidak akan bisa melakukannya. Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan sekarang? Senior Li Zeyan. Tolong aku ... hiks ...


Batin Thunder dengan raut wajah memelas dan mulai melirik Zen yang masih jongkok dan bermain bersama dengan si kembar Kenzi dan Kenzou.

__ADS_1


__ADS_2