
Mengapa bukan Zen yang menjadi model untuk brand yang dikeluarkan oleh Amee? Yeap, tentu saja untuk menghindari komentar miring para anti fans Zen yang mungkin begitu membenci Amee setelah kejadian yang terjadi akhir-akhir ini.
Bahkan hanya karena beberapa foto bersama saja Amee sudah sampai mengundurkan diri. Bagaimana reaksi mereka jika Zen akan menjadi model dari brand yang dikeluarkan oleh Amee?
Haha ... pasti akan banyak sekali hujatan dari mulut-mulut pedas yang serasa tak berdosa itu. Jadi Baik Amee, Zen maupun kak Kai tentu saja sudah memikirkan akan hal itu.
Akan tetapi untuk menjadi seorang model seperti saat ini, jelas tak pernah terpikirkan oleh seorang Luo Kai. Seorang pria dewasa yang selama ini hanya akan bekerja dengan otak dan kemampuannya saja.
Dan tentu saja kak Kai sangat kaku ketika menjadi model hari ini. Dan ini sangat terlihat begitu lucu, sehingga membuat seorang jiwa Kagami Jiro tertawa terpingkal-pingkal melihat semua itu.
Bagaimana tidak? Seseorang yang selama ini selalu membantunya untuk melakukan pemotretan, shooting film, membantunya untuk mendapatkan emosi yang tepat, namun dirinya saat ini sangat kelabakan dan begitu tegang ketika dihadapkan dengan kamera!
Astaga. Ternyata menjadi seorang model itu tidak mudah ya. Padahal selama ini aku selalu bisa mengarahkan dan membantu Zen yang selama ini kesulitan berakting di depan kamera. Terutama setelah dia mengalami kecelakaan saat itu. Ternyata aku memang sangat buruk. Parah sekali!
Batin kak Kai sambil memijat keningnya sendiri.
Kini kak Kai sudah memakai pakaian pertamanya untuk pemotretan kali ini. Sebuah setelan berwarna broken white dengan kombinasi cream keabuan. Sebuah pin berlian yang terlihat begitu mewah dan menawan sudah terpasang pada bagian kerah dengan apik, menjadikan setelan itu terkesan begitu elegant namun juga terlihat begitu soft. Sangat cocok ketika kak Kai mengenakannya. Auranya seakan benar-benar keluar.
"Baiklah. Bersiap ya, Kak. Aku akan mengambil beberapa gambar." ucap Amee yang sudah bersiap untuk memotret dengan memakai sebuah kamera DSLR.
Kalian pasti juga bertanya, mengapa Amee yang memotret? Hehe ayo ngaku deh!
Tentu saja jawabannya adalah karena tidak mungkin Kagami Jiro yang sedang menempati raga Zen yang melakukan pekerjaan itu. Kagami Jiro tentu saja tidak akan mengetahui cara menguunakan camera dengan baik! Dia hanya tau menggunakan senjata api dan alat tempur lainnya.
Lagi-lagi kak Kai terlihat begitu tegang dan masih saja kaku, dan Zen kembali tertawa renyah melihat semua ini.
"Kak. Ini hanya untuk mengambil beberapa foto seorang diri saja lo. Bagaimana jika kakak harus beradegan mesra dengan seorang gadis di depan kamere ... Gyahahaha." lagi-lagi Zen tertawa lepas dan memegangi perutnya.
Sementara kak Kai terlihat begitu kesal melihat Zen yang terus-terusan menggodanya dari tadi. Raut wajahnya terlihat begitu kesal saat ini.
"Zen, berhentilah menggoda kak Kai!" ucap Amee memperingatkan dengan begitu lemah lembut.
__ADS_1
"Baiklah ... baiklah ..." ucap Zen mulai menghentikkan tawanya lalu meletakkan kedua kakinya di atas meja dan saling ditumpuk. Sementara kedua tangannya dilipat di depan dada bidangnya.
Amee mulai mendatangi kak Kai kembali dan merapikan pakaian kak Kai yang sedikit kusut, "Kak, just be relax ... tarik nafas panjang dan keluarkan perlahan." ucap Amee mengistruksi.
Kak Kai mengikuti saran dari Amee, dan mulai memejamkan matanya lalu mulai menarik nafas panjang dan melepaskan perlahan.
Disaat itulah Zen iseng meraih sebuah kamera yang ada di atas meja di hadapannya lalu memotret beberapa foto kak Kai dengan asal.
CEKREEKK ...
CEKREEKK ...
Amee mulai melanjutkan untuk memotret kak Kai. Setelah mendapat beberapa berfoto, akhirnya kak Kai berganti pakaian kedua. Kali ini dia mengenakan sebuah kemeja berwarna biru navy lalu membalutnya dengan sebuah jaz dengan bahan yang sedikit licin dan berkilau.
Benar-benar memberikan kesan yang begitu elegant dan super keren. Amee segera mengambil beberapa foto kembali dan juga mengarahkan gaya kak Kai. Sementara Zen terlihat sibuk menikmati takoyaki yang tadi sempat dibelinya sebelum pergi ke rumah Amee.
Pakaian ketiga, kak Kai mengenakan sebuah kemeja putih lengan panjang dan dipadukan dengan jaz berwarna hitam. Terlihat begitu kalem dan dewasa sekali.
"Hhm ... kau benar sekali, Zen! Maka dari itu kakak selalu menyukai pakaian seperti ini." jawab kak Kai dengan senyum menawannya.
CEKREEKK ...
Tiba-tiba saja Amee mengambil sebuah foto candid kak Kai saat kak Kai sedang tidak sadar.
"Wah ... terlihat lebih natural. Bagus sekali!" ucap Amee saat melihat hasil jepretannya sendiri.
"Ini juga terlihat begitu alami. Lihatlah ..." ucap Zen sambil memperlihatkan hasil jepretannya saat kak Kai mengenakan setelan pakaian berwarna broken white.
"Oh ya? Benarkah? Mana coba lihat ..." kini Amee mendekati Zen, dan melihat foto itu.
Keduanya mulai melihat foto itu bersama dan terlihat begitu kompak. Mereka terlihat tersenyum lebar dan begitu bahagia. Seperti sedang tidak ada beban saat ini. Kak Kai yang menyaksikan mereka berdua juga tersenyum begitu hangat.
__ADS_1
"Ini bagus sekali, Zen! Kau mengambilnya dengan angle yang sangat tepat. Kau sangat berbakat!" ucap Amee bersemangat.
"Jangan berlebihan, Amee. Aku hanya asal mengambilnya saja kok." celutuk Zen.
"Tidak, Zen. Aku mengatakannya dengan jujur kok." sahut Amee apa adanya dan kini dia mulai berjalan ke arah kak Kai.
"Kak, coba duduk di sofa tunggal ini ..." ucap Amee sambil menunjuk sebuah sofa tunggal berwarna hitam.
Kak Kai segera mendekat dan duduk di kursi itu tanpa membantahnya. Kak Kai duduk dengan gaya tegap seperti layaknya seorang murid teladan saat sedang berada di dalam kelas.
"Coba kakak buka lebar kaki kiri kakak, lalu angkat kaki kanan kakak. Dan gunakan kaki kiri itu untuk menopangnya." ucap Zen yang kali ini mulai mengistruksi.
Kak Kai segera mengikuti instruksi dari Zen tanpa banyak protes, "Seperti ini?"
"Hhm. Benar. Sekarang lipat tangan kiri di depan dada, lalu tangan kanan lipat juga tetapi mengarah ke atas dan peganglah ini!" kini Zen memberikan sebuah kartu As yang kebetulan ada di dalam sakunya.
Lagi-lagi kak Kai menurut saja tanpa banyak memprotesnya.
"Sebentar ... maaf ..." kini Amee memakaikan sebuah kacamata bening yang memiliki sedikit rantai kecil yang menghubungkan frame kacamata dengan gagang kacamata.
"Hhm ..." Zen yang sudah berdiri di hadapan kak Kai terlihat memicingkan sepasang mata birunya. "Coba pandangan melirik ke arah kanan tanpa tersenyum!"
Kali ini kak Kai mengikuti instruksi Zen lagi.
"Perfect!!" ucap Zen yang terlihat begitu puas. "Amee, cepat ambil gambar!!"
Dengan cepat Amee mulai mengambil beberapa gambar.
__ADS_1