
"Ah ... ahaha ... benar juga. Maafkan aku, Sayang. Sepertinya aku terlalu merindukanmu hingga melupakan beberapa hal. Ahaha ..." tanpa pikir panjang kini Kagami Jiro mulai bangkit dari tempat duduknya dan langsung menggendong depan Yuna begitu saja.
Perlakuan dari Kagami Jiro tentu saja membuat Yuna merasa sedikit terkejut, namun dia langsung mengalungkan kedua tangannya melingkar pada leher kuat Kagami Jiro.
Langkah demi langkah lebar Kagami Jiro yang begitu tegap dan gagah, kini mulai membawa mereka ke pembaringan berukuran King itu. Perlahan Kagami Jiro mulai menurunkan Yuna di atasnya.
Keduanya saling bertatapan dengan begitu hangat dan penuh haru, seakan pasangan itu sudah begitu lama terpisahkan dan saling merindukan satu sama lain.
Hingga akhirnya hasrat itu tak bisa lagi ditahan oleh keduanya saat ini. Kagami Jiro mulai memiringkan kepalanya dan semakin mendekati wajah cantik alami itu. Sepasang mata Yuna juga mulai terpejam dan sudah bersiap untuk menyambut sesuatu dari Kagami Jiro.
Kecupan lembut dan penuh dengan kerinduan itu terasa begitu hangat dan seakan kembali menyatukan kembali pasangan yang sudah terpisah selama 4 bulan ini.
Jemari kanan Kagami Jiro mulai menyibak jubah mandi Yuna bagian bawah dan mulai merayapi paha mulus itu dan mulai naik perlahan. Sementara ciuman itu masih saja berlanjut dengan cukup lama.
Beberapa saat, Kagami Jiro mulai mundur kembali dan menatap Yuna lagi dengan begitu hangat. Sepasang manik-manik kecoklatan itu terlihat begitu berkilauan.
Perlahan Kagami Jiro kembali mendaratkan kecupannya di bibir mungil Yuna, dan kali ini terkesan lebih agresif. Bagaikan seokor elang dengan antusiasnya ketika melahap seekor mangsanya.
Dan untuk sesaat Yuna terlihat lupa cara untuk bernafas. Kemudian pria dewasa yang sudah begitu berhasrat itu mulai membuka dan menerobos mulut Yuna dengan lidahnya yang panas dan menyelipkannya begitu saja.
Yuna sedikit mengerang pada saat lidahnya menyerang dan membelit dirinya begitu saja, namun Yuna juga membalas serangan yang diluncurkan oleh Kagami Jiro. Dan menjadikan keduanya semakin ingin melakukan sesuatu yang lebih lagi.
Sesekali jemari pengembara itu mulai meluncur kembali memasuki ke dalam jubah handuk yang sedang dipakai oleh Yuna dan mencapai kulit lembutnya kembali, lalu Kagami Jiro mulai menggerakkan tangannya semakin naik dan naik, hingga mencapai sesuatu yang cukup membuat keduanya merasa begitu bergetar hebat seperti terkena sengatan arus.
Bahkan seketika membuat tubuh Yuna sedikit tersentak dan menggeliang dibuatnya hingga sedikit mengerang, karena serangan itu.
Ciuman Kagami Jiro yang begitu intens seakan mampu mencuri nafas Yuna hingga membuat menjadi tidak fokus kembali dan seakan terbang dan membuat dadanya menjadi naik turun terengah-engah seakan baru saja melakukan sebuah super maraton.
Yuna bisa merasakan tubuhnya yang kini menjadi begitu panas hanya dari implikasinya saja. Sentuhan pria itu begitu hangat, manis, namun tegas.
Kagami Jiro mulai menyudahi ciuman itu setelah beberapa saat dan membiarkan Yuna untuk kembali bernafas. Dia menatap hangat Yuna dan mengusap lembut bibir Yuna.
__ADS_1
"Mengapa manis sekali ... dan semua ini seperti candu untukku. Membuatku selalu dan selalu menginginkannya." gumam Kagami Jiro begitu pelan.
Perlahan Kagami Jiro mulai mengecup kembali bibir merah alami itu dan bibir keduanya saling menyatu kembali, seperti magnet yang saling tertarik satu sama lain. Membuat keduanya saling menginginkan lagi dan lagi, seperti sebuah candu.
Deesahan lembut yang menyelinap keluar melalui bibir mereka berdua memecah keheningan malam di musim dingin yang begitu hangat ini. Perlahan tubuh Kagami Jiro mulai mendorong tubuh Yuna hingga Yuna mulai terbaring. Yuna mulai berpegangan pada lengan Kagami Jiro yang begitu kuat dan hangat.
Rasanya seolah-olah suasana seperti dipenuhi oleh keinginan dan kebutuhan untuk meredam gelora diantara keduanya, meningkatkan indra mereka dan melelehkan semua fikirannya.
Kini Kagami Jiro sudah berada tepat di atas tubuh Yuna dan sudah menindih tubuhnya. Bibir keduanya masih bertaut satu sama lain. Dan Yuna mulai mengalungkan kedua tangannya melingkar pada leher kuat itu.
Nafas mereka saling bertaut dan berciuman penuh gairah. Perlahan tangan kanan Kagami Jiro mulai menyibak kembali jubah mandi dan mengelus pelan paha Yuna pelan, hingga akhirnya jemari Kagami Jiro mulai melepas ikatan tali pada jubah mandi Yuna lalu mulai menyibaknya hingga tubuh polos itu kini mulai terlihat olehnya begitu saja.
Ciumannya kini berpindah dengan perlahan dan lembut menuruni leher jenjang hingga bahu Yuna yang begitu menggoda hingga meninggalkan beberapa kiss mark disana. Yeap, dengan lembut Kagami Jiro mengisapnya dan meninggalkan tanda kemerahan di sana.
Ciuman lembut itu terus saja menjelajahi setiap inchi dari tubuh Yuna dan tak mau melewatkan satu bagianpun yang tertinggal. Hingga akhirnya kini Kagami Jiro mulai mengecup dan mulai mengisap titik paling sensitif dari seorang Yuna.
Tubuh Yuna memberikan respon yang begitu kentara dan sedikit menggeliang kembali, namun kedua tangannya yang masih melingkar pada leher Kagami Jiro malah semakin meremas rambut Kagami Jiro dan semakin membenamkan kepala Kagami Jiro di atas dadanya.
Terlihat tubuhnya yang begitu kekar dan besar dengan beberapa tato naga yang terlukis dengan tegas pada dada bagian kiri dan pada bagian punggungnya.
Setelah menghempaskan semua pakaiannya di atas lantai, Kagami Jiro mulai memangsa kembali semua yang sedang berada di hadapannya.
Empat bulan menahannya, empat bulan tak bisa memeluk, mencumbu, mencium, dan melakukan hubungan layaknya pasangan suami istri, tentu akan begitu membuat pasangan ini sangat menggebu-gebu saat ini.
Kecupan demi kecupan mulai Kagami Jiro layangkan kembali untuk beberapa saat, untuk menjelajahi setiap detail tubuh indah dan begitu molek dari istrinya.
Desaahan demi desaahan yang dikeluarkan oleh Yuna semakin membuat hujaman demi hujaman itu semakin tak bisa dikendalikan oleh Kagami Jiro, yang begitu amat sangat merindukan semua itu dari sang istri. Peluh keduanya telah berbaur menjadi satu dan membasahi tubuh dan juga pembaringan itu.
Tak butuh waktu yang lama, sudah dirasakan sesuatu yang begitu hangat membasahi **** * Yuna dan seketika Kagami Jiro langsung merobohkan badannya begitu saja dengan pelan di atas tubuh Yuna.
Sebuah tawa kecil mengiringi Kagami Jiro saat menyandarkan kepalanya di atas dada Yuna. Tawa yang begitu hangat dan seketika membuat Yuna menjadi begitu tenang setelah merasa cukup gelisah dalam beberapa bulan ini.
__ADS_1
Setelah itu Kagami Jiro mulai berbaring dengan benar dan meraih Yuna untuk berbaring pada lengan kuatnya. Pria dewasa itu mengusap lembut kepala Yuna dan mencium wangi khasnya.
Padahal selama ini selalu bersama, namun aku baru merasakan sosok dari suamiku akhir-akhir ini ...
Batin Yuna yang masih berbaring di atas lengan kuat itu.
"Sayang, sudah ngantuk belum?"
"Hhm. Belum ..."
"Baiklah, istirahat sebentar dan sebentar lagi kita lanjutkan." ucap Kagami Jiro yang kini sedikit memiringkan badannya menghadap Yuna.
"Lagi?" ucap Yuna dengan polosnya dan mulai menatap suaminya kembali.
"Hhm. Kalau perlu malam ini kita tak perlu tidur, besok tidak usah pergi ke butik. Kamu istirahat dulu di rumah."
Yuna terpaku dan tak bisa berkata-kata lagi mendengar ucapan dari Kagami Jiro.
Semalaman bercinta?
Gumam Yuna dalam hati.
Namun belum sempat mereka melakukannya kembali, Kagami Jiro sudah tertidur begitu saja. Dan itu sungguh membuat Yuna merasa begitu gemas.
Kali ini, kau adalah memang suamiku. Syukurlah kamu sudah kembali seperti dulu lagi ...
Batin Yuna tersenyum hangat dan memandangi Kagami Jiro yang sudah tertidur. Pria yang di masa lalunya berjuang setengah mati untuk mendapatkan Yuna, pria berkedudukan tinggi yang rela menurunkan ego dan gengsinya hanya untuk mengejar cinta dari Yuna.
Bahkan seorang pria berkasta tinggi ini pernah membelikan sebuah pembalut di sebuah mini market hanya untuk Yuna, yang bahkan saat itu Yuna belum menjadi siapapun di kehidupan Kagami Jiro
...⚜⚜⚜...
__ADS_1