
Seorang gadis yang begitu cantik dan anggun terlihat sedang duduk di atas karpet kamar hotelnya dan sedang mencoret-coret sebuah sketch book dengan begitu bersemangat. Wajahnya terlihat begitu berseri dan teduh. Pakaian kasual yang sedang dia kenakan saat ini membuatnya terlihat lebih energik dan ceria.
Tak beberapa lama seorang pria berkacamata dengan pakain santai mulai menghampirinya dan membawakan dua cangkir matcha hangat dan segera meletakkannya di atas meja.
Sang gadis mendongak dan tersenyum menyambut kedatangan pria berkacamata itu.
"Amee, minumlah dulu dan istirahatlah." ucap pria berkacamata itu lalu mulai duduk bersama dengan gadis itu. "Kamu sudah bekerja terlalu banyak. Bahkan dihari berlibur seperti ini pun kamu masih saja bekerja seperti ini." imbuh pria berkacamata itu menggerutu.
Amee tersenyum tipis mendengarkan pria berkacamata yang tak lain adalah kak Kai. Di sepanjang hidupnya selama ini, tak pernah Amee melihat kak Kai yang menggerutu seperti ini. Dan hal ini malah membuatnya terlihat lucu.
"Kak, aku melakukannya karena aku sedang bosan dan tidak ada pekerjaan saja kok." jawab Amee dengan seulas senyum yang begitu manis.
"Hhm. Asalkan jangan terlalu diforsir. Dan kamu juga harus beristirahat jika sudah merasa lelah." kak Kai mulai mengambil secangkir matcha hangat itu kembali lalu mulai menyodorkannya untuk Amee, karena daritadi Amee sama sekali belum menyentuh minuman buatannya itu.
"Hhm. Terima kasih, Kak." Amee menyauti dan menerima secangkir matcha itu lalu meneguknya.
"Kak, apa aku boleh minta tolong sesuatu?" ucao Amee dengan sangat berhati-hati dan terlihat begitu ragu-ragu saat mengatakannya.
Kak Kai tersenyum hangat menatap Amee dan sangat menyejukkan, "Katakan saja ... kakak akan melakukan semampu kakak."
"Kakak serius?"
"Hhm. Tentu saja, Amee. Kakak aku melakukan apapun untuk membuatmu tersenyum dan bahagia. Kakak akan melakukannya untuk menebus dosa-dosa kakak di masa lalu untukmu." ucap kak Kai penuh dengan keyakinan dan menatap hangat gadis yang akan segera dinikahinya itu. "Katakan apa yang bisa kakak lakukan untukmu?"
__ADS_1
Amee terdiam beberapa saat dan tersenyum samar menatap kak Kai. Lalu mulai mengatakan sesuatu.
"Ehm ... begini, Kak ... jadi ... aku sedang membutuhkan seorang model lagi untuk pakaian yang baru saja dselesaikan oleh penjahitku. Dan saat kita kembali ke Jepang nanti, aku harus segera menemukan model itu dan melakukan pemotretan untuk pembuatan katalog terbaru." ucap Amee belum menyelesaikan ucapannya, namun tiba-tiba senyuman kak Kai seakan mulai membeku dan memudar seakan sudah tau apa yang sedang dimaksud oleh Amee saat ini. Bahwa, Amee menginginkan kak Kai untuk menjadi modelnya saat ini.
"Dan aku belum mendapatkan model pria itu, Kak. Uhm ... jadi apakah kakak bersedia untuk menjadi modelku lagi?" ucap Amee lebih berhati-hati lagi karena menyadari jika kak Kai sebenarnya sudah membaca permintaannya itu.
"Uhm ... menjadi model lagi ya ..." kak Kai tersenyum penuh paksaan dan mengusap tengkuknya karena merasa sedikit bingung.
Karena sebenarnya kak Kai merasa begitu canggung dan tak berbakat untuk menjadi seorang model pakaian. Akan terlihat begitu kaku. dan sedikit aneh. Namun beberapa saat yang lalu pemotretan memang sukses, namun itu semua adah candid camera!
Amee mengangguk pelan dan mengkerutkan keningnya menatap kak Kai. Dan erkpresinya menjadi begitu menggemaskan untuk kak Kai. Amee yang biasanya tampil dan terlihat begitu dewasa, tiba-tiba saja memperlihatkan ekspresi memelas dan memohon seperti itu
"Aku akan membayar kakak deh ..." ucap Amee lagi yang masih memperlihatkan ekspresi memohon dengan mata kucingnya.
"Uhm. Tapi kakak merasa sangat buruk untuk menjadi seorang photo model, Amee. Kakak takut malah akan menyusahkanmu." ucap kak Kai dengan jujur.
Setelah terdiam selama beberapa saat dan memikirkannya, akhirnya kak Kai mulai menjawab permohonan dari gadia cantik itu.
"Baiklah. Kakak akan mencobanya." ucap kak Kai dengan sedikit berat hati. Namun jawaban kak Kai begitu membuat Amee tersenyum lebar dan penuh binar. "Apa kau yakin kau akan membayar kakak, Amee?" imbuh kak Kai memasang wajah serius dan sedikit dipoles dengan sedikit senyuman tipis.
"Hhm. Aku akan membayar kakak. Kita akan bekerja secara profesional!" ucap Amee dengan mantap tanla keraguan.
"Baiklah! Kakak mau kamu membayarnya dimuka ya. Kakak mau kamu membayarnya sekarang ..."
__ADS_1
Ekspresi kak Kai masih sama menatap Amee dengan begitu lekat. Serius namun sedikit dihiasi senyuman yang begitu menawan. Begitu menyihir dan menghipnotis!
Dan sebenarnya tatapan itu sangat membuat Amee menjadi kikuk dan sedikit berdebar.
"Uhm ... baiklah ... aku akan membayarnya sekarang juga, Kak." ucap Amee mulai meraih ponselnya untuk melakukan transfer sejumlah uang melalui sebuah aplikasi.
Namun kak Kai segera meraih tangan Amee hingga membuat Amee belum sempat melalukan niatnya untuk melakukan transfet tersebut
"Kakak tidak ingin kamu membayarnya dengan uang, Amee." lagi-lagi ekspresi yang begitu menghipnotis itu diperlihatkan oleh kak Kai untuk Amee.
"Lalu? Aku harus membayarnya dengan apa, Kak?" tanya Amee yang sudah menjadi semakin berdebar karena terus ditatap oleh pria berkacamata itu.
Kak Kai mulai mengangkat tangan kanannya dan dan menyentuh lembut bibir Amee dengan jari telunjuknya. Hal itu tentu saja membuat wajah putih Amee merona seketika. Bahkan sudah begitu merah seperti tomat.
"Bagaimana? Jika kamu tidak mau melakukannya, maka kakak juga tidak akan mau menjadi foto model kamu ya ..." kak Kai mulai menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya dan mulai memasang wajah cuek. "Lagipula sebentar lagi kita juga akan menikah lo." imbuh kak Kai yang sesekali melirik Amee.
Namun sebenarnya kak Kai hanya sedang menggoda Amee saja. Karena sekalipun jika Amee tidak mau melakukannya, maka kak Kai akan tetap membantu Amee.
Setelah terdiam beberapa saat dan merasa begitu dilema, akhirnya Amee mulai memutuskan sesuatu. Dengan begitu gugup Amee melakukannya begitu saja dengan cepat.
CUUPP ...
Kecupan lembut tiba-tiba saja mendarat pada pipi kiri kak Kai. Dan sebenarnya ini cukup membuat kak Kai merasa begitu terkejut. Kak Kai tidak mengira jika Amee akan benar-benar melakukannya.
__ADS_1
"Uhm ... Amee ..." kak Kai mulai menatap Amee kembali yang hanya menunduk untuk menutupi wajahnya yang sudah mejadi merah seperti tomat. "Lihat kakak ..." imbuh kak Kai begitu lembut.
Perlahan Amee mulai mendongak dan menatap kak Kai dengan jantungnya yang masih berdetak seperti drum. Namun kak Kai malah memiringkan wajahnya dan semakin mendekati Amee. Hingga kini wajah mereka berdua sudah menjadi semakin dekat dan hanya menyisakan beberapa lembar jari saja. Bahkan Amee bisa merasakan nafas kak Kai yang beraroma paper mint.