
Kak Kai mulai menepikan mobilnya di depan sebuah restaurant yang cukup besar dan luas. Bangunan restaurant itu bergaya Turki, terlihat klasik namun begitu mewah dan elegant.
"Jadi kita akan bertemu siapa kali ini?" tanya Zen sambil melepaskan sabuk pengamannya.
"Kita akan bertemu dengan seseorang yang akan bekerja sama untuk produkmu sendiri yang akan segera launching."
"Designer? Kakak sudah menemukan seorang designer profesional?"
"Yeap. Dia baru saja menyelesaikan kuliahnya di Fashion Institute of Technology di New York." jawab kak Kai sambil mematikan mobil itu.
Fashion Institute of Technology ( FIT ) adalah salah satu universitas terbaik di Amerika Serikat di bidang fashion. FIT berlokasi di New York, jadi para mahasiswanya hidup dan belajar di kota yang menjadi salah satu pusat fashion dunia. Institut ini dikenal karena keunggulannya dalam pendidikan fashion, baik dari segi desain maupun bisnis. Kurikulum FIT berfokus pada pembelajaran berbasis pengalaman, inovasi, riset, dan kewirausahaan. Beberapa program yang populer di FIT adalah Fashion Design dan Textile Design. Disini juga bisa menemukan jurusan-jurusan unik, seperti Menswear, Jewelry Design, Cosmetics and Fragrance Marketing, dan Packaging Design.
"Fashion Institute of Technology?" gumam Zen pelan sambil tersenyum samar.
"Yeap. Ada apa?"
"Istriku pernah ... ehm maksudku aku punya teman yang melakukan study disana. Hehe ..." ucap Zen hampir saja keceplosan.
Yeap, Yuna adakah seorang mahasiswi lulusan dari Fashion Institute of Technologi 4 tahun yang lalu. Namun kemudian melanjutkan study S2 di Tokyo Designer Gakkuin College.
Setelah menempuh awal semester 1, dia bertemu dengan seorang pria yang jatuh hati pada pandangan pertama pada sebuah acara di sebuah pameran di sebuah gedung dimana Yuna dan para mahasiswa lainnya sedang mendapat tugas untuk menciptakan sebuah karya untuk pameran disana.
Pria yang tak lain adalah Kagami Jiro itu saat itu sedang melakukan pemantauan klannya yang sedang bertugas menjaga keamanan gedung itu.
Untuk sesaat Kagami Jiro kini seakan terbawa ke masa lalunya ...
.
.
.
.
.
Seorang pria lengkap dengan pakaian rapi super mewahnya terlihat sedang melenggang menyusuri beberapa tempat sebuah gedung pameran fashion di Tokyo. Dia mulai mengistirahatkan diri di sebuah bangku di luar ruangan menikmati keindahan taman di hadapannya.
__ADS_1
"Tuan Kagami Jiro?" tiba-tiba terdengar suara seorang gadis dari sisi sampingnya.
Kagami Jiro mulai mendongak untuk melihat siapa gadis itu. Terlihat seorang gadis yang sangat cantik namun terlihat begitu tegas sedang berdiri di sampingnya.
Seperti sudah terkena mantra sihir, Kagami Jiro terdiam lama menatap gadis itu.
"Tuan Kagami Jiro? Apakah itu anda?" tanya gadis itu lagi.
"Benar itu aku!" ucapnya dengan cepat. "Ada apa?"
"Tuan Yagami sudah menunggu anda di ruangannya. Dia memintaku untuk memangggilkan anda."
"Baiklah. Terima kasih ..." ucap Kagami Jiro segera bangkit dari duduknya dan segera meninggalkan gadis itu.
Tapi meskipun bisa menutupi perasaan kagumnya dengan sikap cool-nya, sebenarnya Kagami Jiro benar- benar menyukai gadis itu pada pandangan pertama.
Tidak seperti saat dia dekat dengan wanita-wanita lain yang terasa begitu hambar. Hanya dengan melihat gadis yang baru saja dia temui tadi tiba-tiba saja jantungnya berdegup lebih cepat. Aneh!
Dan suatu gerbang lebar untuk Kagami Jiro, bahwa ternyata gadis itu adalah keponakan dari Yagami, pemilik dari gedung pameran ini yang juga merupakan rekan kerja Kagami Jiro.
Kagami Jiro mulai melakukan pendekatan terhadap gadis bernama Yuna itu. Namun tanggapan Yuna tidak seperti harapan Kagami Jiro. Yuna sangat menjaga jarak, bahkan menolak Kagami Jiro saat itu.
Tentu saja semua itu Yuna lakukan karena rumor beredar tentang seorang Kagami Jiro yang pernah dia dengar, seorang pemimpin dari Doragonshadou, yakuza terbesar di dunia yang terkenal dengan kekejamannya dan kebengisannya. Dan tentu saja Yuna juga mendengar kabar burung yang mengatakan bahwa Kagami Jiro suka bermain-main dengan wanita dan tidak pernah serius dengan wanita.
Bahkan Yuna pernah salah sangka ketika Kagami Jiro berhasil mendapatkan sebuah kesempatan untuk mengantar Yuna pulang dari kampusnya.
Niat hati ingin sedikit memberikan pendekatan dan kesan romantis di hadapan Yuna, namun malah semua kacau.
Saat itu mereka sedang berada di dalam mobil bersama dengan obrolan-obrolan ringan mereka.
"Aku ingin menjadi lebih dekat denganmu ..." Kagami Jiro yang sedang mengemudikan mobilnya, berniat untuk meraih jemari kiri Yuna. Sementara pandangan masih fokus menatap jalanan di hadapannya.
Namun sebuah kejadian tak terduga telah memberikan kesan yang buruk atau lebih tepatnya memperburuk penilaian dan pandangan Yuna terhadap Kagami Jiro.
"Jadi maksud dari ucapan ingin menjadi lebih dekat denganku adalah seperti ini?" ucap Yuna yang terlihat seperti sedang menahan amarah. "Beraninya anda melakukan semua ini padaku!!" imbuh Yuna begitu pelan namun sangat penuh dengan penekanan saat itu. Wajah gadis cantik itu terlihat sedang menahan amarahnya dan mulai memanas.
Kagami Jiro terlihat sedikit shock setelah sedikit melirik Yuna dan menyadari bahwa saat ini yang dia raba dan sentuh adalah bukan jemari Yuna, melainkan paha Yuna. Dengan cepat dia segera menarik kembali tangannya.
__ADS_1
"Eh ... anu ... ini tidak seperti yang kamu bayangkan, Yuna! Ini hanya salah paham." ucap Kagami Jiro yang terlihat sangat tidak biasa. Biasanya dia tidak akan perduli dengan pandangan orang lain. Entah orang mau menilainya kejam, bengis, pemain wanita dia tidak pernah peduli dengan semua itu. Namun entah mengapa di hadapan Yuna dia sangat berbeda.
"Ternyata rumor itu benar ya. Anda adalah seorang pemain. Cepat turunkan aku!"
"Tidak! Tidak! Aku akan mengantarmu sampai rumah!
"Turunkan atau atau aku tidak akan pernah mau menemuimu lagi!" ancam Yuna saat itu.
Dengan terpaksa akhirnya Kagami Jiro menepikan mobil mewahnya dan mulai menurunkan Yuna. Dengan wajah yang masih terlihat begitu kesal, kini Yuna mulai turun dari mobil itu.
.
.
.
.
.
"Tapi sebelum bertemu dengannya, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu dulu. Dia sudah menunggu di dalam." ucap kak Kai yang tiba-tiba saja membuyarkan angan Zen. "Ayo cepat turun! Akhir-akhir ini kau seringkali melamun dan tersenyum sendiri."
"Siapa? Aku" ucap Zen sedikit membulatkan matanya.
"Hhm ..."
Zen hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan kak Kai, "Siapa yang ingin bertemu denganku?"
"Mari kita turun dan segera menemuinya." ucap kak Kai sambil membuka pintu mobil dan segera turun dari mobil.
Zen dengan malas juga segera turun dari mobil dan segera mengikuti kak Kai.
Keduanya mulai melenggang bersama memasuki restaurant bergaya Turki.
Banyaknya restoran legendaris yang tersohor kelezatannya di kota ini juga menjadi salah satu daya tarik di mata para wisawatan Turki. Restoran ini menyajikan beragam menu panggang yang diolah menjadi kebab. Daging yang digunakan untuk memasak diambil langsung dari perkebunan keluarga pemilik restoran, sehingga terjamin kualitas dan kesegarannya.
Tersedia juga sajian kebab mereka yang paling populer, yakni fistikli kebap atau kebab pistachio.
__ADS_1