
Setelah taxi itu berhenti di depan di depan Beijing Daxing Airport, Zen segera menuruninya dengan begitu tergesa. Langkah kakinya segera dia kerahkan dengan begitu cepat, sementara netranya selalu dia tebarkan untuk mencari sosok kak Kai.
Amee terus mengikuti Zen dan juga selalu mencari sosok kak Kai di sekitar bandara, dan Amee juga masih berusaha untuk menghubungi kak Kai. Berharap ponsel kak Kai aktif dan bisa bertemu dengannya.
Namun percuma saja, seberapa kali Amee mencoba untuk menghubunginya, ponsel kak Kai masih saja tidak aktif. Bahkan di seluruh ruang tunggu sudah mereka sisiri ruang demi ruang berharap akan menemukan kak Kai. Namun, mereka juga tidak menemukan keberadaan kak Kai di sana.
"Pesawat tujuan KWE Guiyang Airport sudah akan take off, kemungkinan kak Kai sudah berada di dalam pesawat." ucap Zen yang terlihat sedang mengatur napasnya kembali, karena dari tadi dia sudah berlarian untuk mencari kak Kai. "Aku akan meminta ijin masuk sebentar. Kau tunggulah disini dulu!"
Amee hanya mengangguk dan terlihat sedikit murung, sementara kedua jemarinya masih menggenggam ponselnya terus, berharap akan ada kabar dari kak Kai.
Belum sempat Zen beranjak meninggalkan tempat itu, tiba-tiba saja terdengar suara notifikasi yang berasal dari ponsel Zen dan Amee. Dengan cepat Zen dan Amee membuka dan membaca pesan di masing-masing ponselnya
Zen, kakak akan kembali ke desa Nahui Guizhou. Ini adalah keputusan kakak. Maaf jika tidak sempat berpamitan langsung padamu. Kakak sangat buru-buru. Untuk sementara Vann akan menggantikan posisi kakak sebagai managermu, hingga dia menemukan manager pengganti kakak untukmu. Jaga dirimu baik-baik, jaga pola makanmu, jangan suka begadang, jangan terlalu banyak mengkonsumsi makanan berlemak, rokok dan minum baijiu. Dan ... kakak juga minta agar kamu dan Amee bisa dekat kembali seperti dulu. Tolong jagalah dia, Zen. Hanya kamu yang selalu ada di dalam hatinya. Dan hanya dia yang begitu memahamimu. Saat kau membaca pesan ini, itu berarti kakak sudah meninggalkan Beijing. Jangan pernah berniat untuk mencari kakak lagi ... karena setelah ini, kakak akan pergi ke suatu tempat lain. Tetaplah selalu bersemangat, kamu harus bisa selalu bersinar dan menjadi lebih kuat! Fighting, Li Zeyan! Luo Kai.
Setelah selesai pesan dari kak Kai, Zen berusaha untuk menghubungi kak Kai, namun ponselnya sudah tidak aktif lagi. Bersamaan dengan itu, terlihat sebuah maskapai China Southern Airlines yang mulai lepas landas ke udara. Sepasang mata kebiruan itu menatap nanar pesawat yang sedang melakukan take off itu.
__ADS_1
Begitu juga dengan Amee yang terlihat begitu bersedih menatap pesawat yang sudah mulai mengudara itu. Bahkan sepasang mata beningnya kini sudah terlihat begitu berkaca-kaca dan menahan tangis.
Jadi ini maksud ucapan kak Kai tadi malam? Kak Kai memintaku untuk kembali bersama Zen karena dia akan pergi dari Beijing? Tapi mengapa? Selama ini aku sudah berusaha cukup keras untuk memulainya bersama kakak! Tapi kenapa malah pergi begitu saja?
Batin Amee yang kini sudah menangis dan menutup mulutnya dengan punggung telapak tangannya. Zen segera meraih Amee dan memeluknya berharap Amee akan merasa lebih tenang.
Apa yang sebenarnya dipikirkan oleh bocah bernama Kai itu? Tiba-tiba saja pergi meninggalkan Beijing, bahkan dia meninggalkan Amee begitu saja Dasar bocah labil!!
Batin Zen mulai menggerutu, namun sebenarnya jiwa Kagami Jiro juga merasakan sedikit kehilangan dan tentu saja dia juga bersedih. Hampir 4 bulan Kagami Jiro mengenal sosok seorang manager bernama Luo Kai. Pria yang begitu cerdas, dewasa dan selalu tenang dalam menghadapi masalah.
...⚜⚜⚜...
Seorang pria berkacamata terlihat sedang duduk termenung di dalam sebuah pesawat yang sedang melakukan penerbangan ke Shanghai. Pandangannya menatap ke sisi samping, melihat beberapa awan putih yang dilalui oleh maskapai ini.
Maafkan kakak, Zen ... Amee. Kakak harus pergi dan tidak memberitahukan alasan yang sebenarnya! Kakak tidak ingin membuat kalian juga khawatir. Semoga hubungan kalian bisa kembali seperti dulu. Bahkan sebelum kakak hadir di kehidupan kalian.
__ADS_1
Batin pria berkacamata itu sedikit menarik napas panjang, lalu mengeluarkan secara perlahan. Sepasang matanya yang begitu teduh itu kini mulai terpejam perlahan, jemarinya masih menggenggem sebuah ponsel dan masih dalam keadaan menu pesan, terlihat sebuah pesan yang baru saja dia kirimkan untuk seorang gadis.
Amee. Maafkan kakak. Tapi kakak harus pergi dari Beijing dan kembali ke desa Nahui Guizhou. Maafkan kakak jika tidak memberitahukan kepadamu sebelumnya, maaf juga kakak tidak sempat berpamitan secara langsung padamu. Tetaplah selalu menjadi gadis yang lembut tapi kuat dan tegar. Tetaplah selalu bersemangat untuk meraih semua mimpi-mimpimu. Kakak akan selalu mendoakan kesuksesan untukmu. Jangan pernah menyerah ya. Suatu saat kamu pasti bisa menjadi seorang model yang sukes. Amee, Zen sangat menyukaimu, dia tidak pernah melupakanmu sama sekali. Bahkan semenjak kau memutuskan untuk menjauh darinya saat itu karena saran dariku, hidupnya menjadi sangat berubah. Dia menjadi lebih pendiam, dan semakin menutup diri. Bahkan tak lama dari itu dia begitu terpuruk, ketika sebuah skandal masa lalunya terungkap, sementara saat itu kamu sudah tidak berada di sisinya lagi. Hingga akhirnya dia nekat melakukan semua itu. Maafkan kakak yang tidak pernah menceritakan semua itu kepadamu. Maafkan kakak yang selalu bertindak egois dan selalu mengekangmu. Mulai sekarang kalian bisa bersama lagi. Kalian harus selalu berbahagia mulai sekarang! Fighting! Luo Kai.
Sebuah pesan penyemangat terakhir, yang tentu saja akan membuat goresan di hati si pembaca. Begitu juga dengan Amee, dia merasa begitu terpukul setelah membaca pesan terakhir dari kak Kai sebelum kak Kai meninggalkan Beijing.
...⚜⚜⚜...
Hari demi hari telah berlalu, dan kak Kai juga belum bisa dihubungi. Nomornya selalu saja tidak aktif. Atau mungkin dia sudah mengganti nomor dan ponselnya agar tidak ada yang bisa menghubunginya. Entahlah, tidak ada yang mengetahuinya hingga saat ini.
Vann menggantikan tugas kak Kai dengan cukup baik, hanya saja Vann tidak setegas kak Kai yang sudah terbiasa dan bersikap blak-blakan tanpa batas layaknya seorang saudara terhadap Zen.
Pagi itu, Zen yang sedang menikmati segelas Americano coffe di ruang tengah, tiba-tiba saja Zen dikejutkan oleh beberapa berita baik dari media TV maupun berita yang sudah tersebar di sosial media. Berita yang cukup membuatnya begitu shock.
"Tuan, Zen ... apa tuan sudah melihat berita pagi ..." ucap Vann yang baru saja datang menghampiri Zen di ruang tengah namun tiba-tiba menghentikkan ucapannya karena melihat berita itu sedang ditayangkan di Tv.
__ADS_1