Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Kak Kai Menghilang Dari Rumah Sakit


__ADS_3

Di ujung lorong terlihat seorang gadis cantik dan anggun dengan balutan dress selutut lengan panjang berwarna cream terlihat begitu panik dan sedang berusaha untuk melakukan sesuatu dengan ponselnya. Yeap, dia sedang berusaha untuk menghubungi seseorang.


Berulang kali gadis itu terlihat sedang mencoba untuk menghubungi seseorang, namun sepertinya usahanya hanyalah sia-sia saja. Panggilan itu tak diangkat atau bahkan nomor ponselnya tidak bisa dihubungi.


Terlihat seorang pemuda yang begitu bersinar mulai menghampiri gadis itu dengan langkah yang semakin dia percepat karena khawatir jika sesuatu yang buruk telah terjadi saat ini. Di belakangnya juga masih ada 4 orang yang berpakaian rapi selalu mengikutinya.


"Amee ... ada apa? Apa yang sedang terjadi? Mengapa kau terlihat begitu panik?" tanya pemuda tampan itu terlihat begitu tak sabaran.


"Zen ... kak Kai ... kak Kai ..." ucap Amee yang terlihat begitu panik.


"Ada apa dengan kak Kai?" tanya Zen yang terlihat begitu tak sabaran.


"Kak Kai menghilang. Padahal aku hanya meninggalkannya sebentar ke ruang administrasi. Tapi saat aku kembali, kak Kai sudah tidak ada. Aku sudah mencarinya di sekitar rumah sakit, namun aku tidak menemukannya, Zen. Padahal kak Kai belum sepenuhnya pulih." ucap Amee yang menjadi semakin khawatir."Ponselnya juga tidak aktif. Aku takut sesuatu yang buruk terjadi padanya, Zen."


"Kau tenanglah dan tunggu disini saja! Aku akan mencoba untuk mencarinya bersama Vann, Yunxi, Nokto dan Jin Heng. Jika ada sesuatu yang terjadi, segera hubungi aku!" ucap Zen dengan tegas. "Apa kau paham, Amee?"


Amee mengangguk meskipun wajah cantiknya masih terlihat begitu khawatir.


"Hhm. Baiklah, aku pergi dulu!" kini Zen berbalik dan mulai memerintahkan kepada keempat pengawal setianya. "Kalian berempat berpencarlah dan cari kak Kai! Cari di sekitar rumah sakit terlebih dahulu, baru ke tempat lainnya yang lebih jauh."


"Tapi, Tuan Zen ... siapa yang akan menjaga tuan Zen jika kami berpencar semua?" tanya Yunxi yang terlihat begitu keberatan dengan perintah yang diberikan oleh Zen.


"Benar, Tuan. Tolong ijinkan salah satu dari kami untuk tetap berada disisi tuan Zen dan menjaga tuan." imbuh Vann dengan memohon.


"Yunxi dan Van benar, Tuan. Akan sangat berbahaya jika tuan Zen seorang diri tanpa ada yang menjaga." imbuh Jin Heng.

__ADS_1


"Tolong perintahkan salah satu dari kami untuk tetap bersama dengan tuan Zen ..." ucap Nokto yang terlihat tak kalah khawatir.


Tentu saja mereka berempat tidak akan tenang jika membiarkan Zen tidak ada yang menjaga dan mengawal. Apalagi setelah kejadian Lu Yuan yang sudah berusaha untuk mengakhiri hidup Zen dengan menyewa seorang pembunuh bayaran dengan melukai Zen menggunakan pisau parysatis yang beracun kala itu hingga mengakibatkan Zen hampir saja tiada saat itu.


"Saat ini mencari dan menemukan kak Kai adalah yang paling penting! Aku khawatir jika ketiga berandalan itu yang menculik kak Kai lagi. Kalian tenang saja! Aku akan baik-baik saja! Aku akan melindungi diriku sendiri dengan baik." ucap Zen dengan begitu serius dan menatap mereka berempat secara bergantian. "Cepat pergi dan cari kak Kai! Segera hubungi aku jika menemukan sesuatu!" tandas Zen begitu tegas dan seketika membuat mereka berempat begitu patuh dan berdiri semakin tegap.


"Baik, Tuan!" sahut mereka berempat bersamaan lalu mulai meninggalkan Zen dan berpencar untuk mencari sosok kak Kai.


Sementara Zen juga segera menyisiri daerah rumah sakit, untuk mencari dan menemukan kak Kai.


"Sial! Sebenarnya dimana Luo Kai berada saat ini? Jika memang diculik oleh ketiga berandalan itu lagi, mengapa mereka tidak menghubungiku. "Sebenarnya pergi kemana bocah berkacamata itu? Ponselnya juga tidak aktif. Tidak bisakah bocah itu berdiam diri dengan manis?! Haishhh ...." celutuk Zen super kesal, dan masih terlihat sibuk menyisiri daerah sekitar rumah sakit.


Sudah kurang lebih 3 jam kak Kai mengilang dan tidak bisa ditemukan sama sekali, namun tiba-tiba saja Vann sudah datang dan menghampiri Zen kembali.


"Ada apa, Vann? Apa kau sudah menemukan kak Kai?" tanya Zen to the point.


"Belum, Tuan. Saya sudah mencarinya di setiap penjuru daerah di sekitar rumah sakit, tapi belum bisa menemukannya, Tuan. Maafkan saya, Tuan Zen." Zen menyauti dengan nada begitu rendah dan sangat menyesal.


"Haishhh. Pergi kemana sebenarnya bocah itu?!" Zen berkacak pinggang dan terlihat semakin kesal.


"Begini, Tuan. Maksud kedatangan saya kemari karena pihak kepolisian Beijing baru saja menghubungi saya, Tuan. Dan katanya ada seseorang yang menyerahkan diri karena sudah menjadi salah satu orang yang sudah mencelakai tuan Zen." jelas Vann.


"Seseorang menyerahkan diri karena sudah berusaha untuk mencelakai dan menghancurkanku? Siapa? Apakah salah satu dari ketiga berandalan itu? Cckk ... baguslah! Jadi aku tidak perlu bersusah payah lagi untuk menguras tenagaku dalam upaya pencarian. Hhmm ..."


"Tidak tau pastinya siapa itu, Tuan. Jika tuan mau pergi ke kantor polisi, maka akan saya antar." ucap Vann menawarkan diri.

__ADS_1


"Nanti saja, Vann! Saat ini kita masih harus menemukan kak Kai terlebih dahulu. Keselamatan kak Kai lebih utama. Cepat cari lagi!!" perintah Zen lagi dengan penuh penekanan.


"Baik, Tuan."


...⚜⚜⚜...


Beberapa saat yang lalu ...


"Saya ingin menyerahkan diri karena saya sudah melakukan hal yang kurang pantas terhadap idol besar Li Zeyan. Saya sudah membuat namanya rusak. Dan saya sudah mempersulitnya dan membuat hidupnya begitu hancur. Dan tolong berikan hukuman yang pantas untukku untuk menebus semua kesalahan yang telah kulakukan padanya ..." ucap seorang pemuda yang baru saja datang ke kantor polisi dan menyerahkan dirinya dengan sukarela begitu saja.


Raut wajahnya terlihat begitu datar, dan masih begitu pucat. Bahkan sepertinya dia memang masih kurang sehat saat ini, karena beberapa perban juga masih melilit rapi pada bagian keningnya.


Bahkan saat ini pemuda yang baru saja mengakui kejahatannya itu sepertinya memang masih sakit dan baru saja kabur dari sebuah rumah sakit elite di Beijing, karena saat ini dia masih mengenakan pakaian rawat rumah sakit.


Bersambung ...


...⚜⚜⚜...


Hallo reader tersayang ... kita berjumpa kembali. Lagi-lagi author datang untuk menyapa dan malah membuat teka-teki ya. Hehe ...


Kira-kira dimanakah kak Kai berada saat ini? Dan mengapa kak Kai tiba-tiba menghilang begitu saja? Apakah kak kai memang diculik oleh ketiga berandalan itu. Ataukah dia pergi ke suatu tempat??


Lalu siapa pemuda yang tiba-tiba menyerahkan diri kepada kepolisian Beijing? Dan dia mengaku sudah melakukan hal yang sangat merugikan seorang idol besar Li Zeyan?


Ikuti kisah mereka selalu ya hanya di Never Say Goof Bye ...

__ADS_1


__ADS_2