
Seorang pemuda tampan dengan pakaian kasual dan begitu stylish sedang duduk di sebuah kursi di ruang tamu. Sedangkan di seberangnya yang hanya berbataskan dengan sebuah meja terlihat seorang pria dewasa yang sudah duduk dengan membuka kakinya cukup lebar.
Pria dewasa itu menatap pemuda di hadapannya lurus-lurus dan mulai tersenyum tipis.
"Ada apa, Li Zeyan? Christal bilang pagi ini kau ingin bertemu denganku bukan?" tanya pria dewasa yang tak lain adalah Kagami Jiro.
"Benar sekali, Tuan Kagami Jiro. Ada yang ingin aku bicarakan dengan tuan Kagami Jiro." sahut Zen dengan suaranya yang begitu jenih dan menawan.
"Hhm. Apa itu? Katakan saja?" perintah Kagami Jiro dengan santai.
Suaranya yang khas terkadang membuat Zen merasa rindu dan kembali teringat dengan masa selama 4 bulan, saat Zen mengenakan raga dna suara itu.
"Begini, Tuan. Besok aku sudah akan kembali ke Beijing. Dan hari ini aku akan meminta ijin untuk mengajak Christal jalan-jalan. Kami akan pergi ke Tokyo Skytree dan pantai." ucap Zen mulai mengatakan niatnya dan berharap Kagami Jiro akan mengijinkannya.
"Hhm. Baiklah! Pergilah dan bawa beberapa pengawal Kagami juga. Karena pengawalmu saja masih tidak cukup! Aku khawatir Death eyes masih akan selalu berusaha untuk menyerang lagi." sahut Kagami Jiro dengan mudahnya memberikan ijin untuk Zen dan Christal pergi bersama.
"Terima kasih banyak, Tuan Kagami Jiro. Aku akan selalu melindungi Christal!" sahut Zen dengan penuh percaya diri dan tersenyum lebar karena begitu bahagia.
"Hhm. Sama-sama! Jadi kalian sudah menjalin sebuah ikatan ya?" selidik Kagami Jiro mulai menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya dan masih menatap Zen lurus-lurus.
"Hm ... itu sebenarnya ..." ucap Zen yang sebenarnya masih cukup malu dan takut untuk berkata jujur kepada Kagami Jiro.
"Jika sampai kau berani mempermainkan Christal, maka aku akan mengulitimu hidup-hidup!" ancam Kagami Jiro memotong ucapan Zen, dan sukses membuat Zen membelalak lebar.
"Aku tidak akan mempermainkan Christal, Tuan. Jujur aku adalah tipe orang yang sulit untuk jatuh cinta, dan sebenarnya Christal adalah gadis pertama yang pernah menjadi kekasihku." ucap Zen dengan hati-hati dan jujur.
Kagami Jiro masih menatap tajam Zen, hingga akhirnya mulai menarik salah satusudut bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman miring.
__ADS_1
"Semoga kamu bisa memegang ucapanmu, Bocah Li Zeyan!" ucap Kagami Jiro dengan datar.
"Hhm. Iya, Tuan. Kalau boleh tau, kapan tuan akan menjemput Rui?"
"Lusa aku akan menjemputnya. Akhir-akhir ini sering hujan, kalian jangan lupa untuk membawa payung!"
"Oh baiklah,Tuan."
"Dan satu lagi. Jangan lagi memanggilku dengan panggilan tuan. Panggil saja kakak ..."
Zen sedikit terkejut mendengar ucapan dari Kagami Jiro. Namun Zen juga merasa senang karena itu berarti Kagami Jiro juga mulai menyukainya, dan panggilan itu akan semakin membuat mereka menjadi lebih dekat.
"Baiklah, Kakak." Zen menyauti dengan seulas senyum khasnya yang biasanya sukses untuk menghipnotis para gadis.
"Nah, seperti itu akan lebih enak untuk didengar." Kagami Jiro mulai tertawa kecil.
Wajahnya terlihat berbinar saat melihat Zen yang sedang duduk berbincang dengan sang kakak tersayang.
"Kak. Bolehkah aku pergi bersama Li Zeyan?" gadis berwajah mungil itu segera duduk di sisi Kagami Jiro dan langsung memeluk lengan kuat sang kakak.
"Hhm. Kalian pergilah! Dan jangan pernah jauh dari para pengawal. Kakak masih sangat khawatir jika mereka akan kembali menyerang lagi." ucap Kagami Jiro memperingatkan Zen dan Christal.
"Siap, Kak. Makasih ya, Kak Jiro." Christal menyauti dan menyandarkan kepalanya di bahu Kagami Jiro dengan tingkah manjanya yang begitu manis dan menggemaskan.
"Hhm." sahutan pendek dari Kagami Jiro terdengar begitu hangat.
"Baiklah. Kalau begitu kita pergi dulu ya, Kak." ucap Christal lalu mulai bangkit dari tempat duduknya dan mulai melenggang. "Ayo, Li Zeyan!"
__ADS_1
"Kami permisi dulu, Kak Jiro." Zen berpamitan dan mulai menyusul Christal.
Kali ini mereka akan memutuskan untuk pergi ke pantai Habushiura. Pantai ini terletak di sebuah pulau. Dan bisa diakses dari Honshu dengan naik pesawat atau kapal.
Sebenarnya Zen dan Christal memutuskan akan pergi ke pulau itu dengan menaiki sebuah kapal jet ekspres dari dermaga Takeshiba di Tokyo dengan perjalanan yang ditempuh adalah sekitar dua jam 50 menit.
Namun rupanya Kagami Jiro sudah menyiapkan sebuah capung besi Airbus H225 Super Puma berwarna putih mentereng untuk membawa mereka pergi ke pantai itu.
Yeap Kagami Jiro sudah menyiapkan sebuqj capung besi tersebut beserta dua orang pilot pribadi di halaman samping rumah besarnya. Hingga akhirnya Zen dan Christal akan pergi ke Habushiura beach dengan menggunakan capung besi milik keluarganya itu.
Waktu tempuh akan lebih cepat saat menggunakan capung besi ini, karena perjalanan menuju Habushiura beach hanya membutuhkan waktu 40 menit.
Pulau ini terletak 163 kilometer di sebelah selatan Tokyo. Pulau ini terbentuk dari delapan kubah lahar. Dan beberapa jenis Ikan paus seperti ikan paus bungkuk sering melewati pulau ini secara rutin.
Pantai ini memiliki hamparan pasir putih yang begitu luas, airmya juga biru dan sangat jernih. Matahari, laut, dan selancar menjadi daya tarik utama para peselancar profesional untuk mengunjungi pantai ini, karena ombak di pantai Habushiura di pesisir timur pulau adalah sangat tepat untuk melakukan selancar.
Di tempat ini juga memiliki budaya unik dan pemandian mata air panas. Kaca Niijima hijau yang menyerupai zambrud yang unik menjadi suvenir sempurna dari pulau ini.
"Wow!! Ini indah sekali!!" Christal yang baru saja turun dari capung besi, setelah capung besi itu melakukan pendaratan secara vertikal di tepian pantai, akhirnya mulai berlari kecil dan membentangkan kedua tangannya menikmati keindahan pantai Habushiura.
Zen yang baru turun dari capung besi itu kini mulai menyusul Christal dan masih mengenakan sebuah kacamata berlensa kecoklatan. Senyum manisnya mulai terukir saat pemuda tampan itu melihat Christal yang begitu bahagia.
"Li Zeyan!! Kemarilah!!" Christal mulai melambaikan tangannya dan menatap Zen dari kejauhan.
Zen mulai melenggang kembali untuk segera meyusul Christal dengan wajah yang penuh binar. Kaedua anak muda ini terlihat begitu bahagia saat ini. Karena cinta yang saling berbalas, dan ini adalah ikatan pertama keduanya.
Para pengawal juga terlihat selalu mengawasi mereka berdua. Untuk antisipasi jika ada yang akan berusaha untuk mencelakai mereka berdua. Sebenarnya tidak leluasa, ketika berkencan namun selalu diamati dan diawasi seperti ini.
__ADS_1