Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Bangunlah, Yuna ...


__ADS_3

Di malam yang begitu dingin ini, terlihat seorang pria dewasa yang sadari tadi sudah berjalan mondar-mandir di depan ruang ICU. Pikirannya begitu kalut saat ini, wajahnya terlihat begitu khawatir karena mencemaskan seorang wanita yang sangat dia cintai kini sedang terbaring lemah di balik ruangan ICU itu.


Bahkan sepasang mata dengan pupil kecoklatan itu terlihat begitu berair karena menahan sedih dan tangisnya. Detik demi detik berlalu, namun sampai saat ini belum terdengar kabar yang membuatnya cukup tenang.


"Jiro ... tenanglah! Yuna pasti akan selamat! Kamu harus yakin itu, Sahabatku!" ucapan penyemangat dari seorang pria yang memiliki bekas luka pada wajahnya secara vertikal dan horisontal, malah semakin membuat sesak dada Kagami Jiro.


Yeap, pria itu adalah Kagami Jiro yang sedang begitu mengkhawatirkan keadaan Yuna setelah sebuah mobil kontainer raksasa itu menabrak sisi samping dari mobil yang sedang dikendarai oleh Igor bersama Yuna.


Saat ini Igor dan Yuna sedang berada di dalam ruangan ICU. Dan keduanya sedang mengalami masa kritis saat ini. Dan tentu saja hal itu begitu membuat Kagami Jiro dan istri dari Igor yang saat ini sedang hamil muda merasa begitu terpukul.


Melihat orang terkasih dalam kondisi terbaring dengan begitu lemah, pasti akan membuat dada begitu sesak dan nyeri.


Setelah beberapa saat igor mulai dipindahkan di ruangan High Care Unit (HCU) karena kondisinya sudah sedikit membaik. Igor mengalami beberapa luka gores pada bagian kening dan tangannya.


Igor juga mengalami cedera pada lehernya. Sebuah hentakan saat kecelakaan mobil itu terjadi dan menyebabkan ketegangan pada lehernya/ whiplash. Cedera ini terjadi akibat peregangan serta robekan pada otot dan tendon di leher Igor saat kecelakaan itu terjadi, hingga saat ini sudah dipasang gips pada leher Igor.


Dan saat ini dia sedang ditemani oleh istrinya di ruangan high care unit ( HCU ). Igor masih kesulitan untuk menggerakkan leher, sekalipun hanya untuk menganggukkan kepala saja. Igor juga belum bisa menggerakkan leher untuk menengok ke samping kanan atau kiri.


Sakit atau nyeri dirasakan oleh Igor dari pangkal tengkorak hingga ke arah dahi. Namun nasib baik masih menyertai Igor saat ini hingga tidak membuatnya gegar otak.

__ADS_1


"Kau harus yakin, jika Yuna akan segera bangun dan dia pasti akan selamat, Jiro!" ucap Yukimura menepuk bahu kuat Kagami Jiro lalu mengusapnya beberapa kali.


Kagami Jiro tak menjawab ucapan dari Yukimura. Pria dewasa itu memejamkan sepasang matanya dan sedikit memijit keningnya untuk beberapa saat. Lalu Kagami Jiro mulai membuka matanya kembali dan melenggang dan duduk di atas sebuah bangku kayu yang sudah di cat dengan warna putih.


Suasana begitu dingin. Bahkan rasa dingin itu terasa begitu menusuk hingga mencapai tulang. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya seorang pria dengan almamater putihnya mulai keluar dari ruangan ICU.


Dengan cepat Kagami Jiro segera bangkit dan menghampiri dokter yang baru saja menangani Yuna.


"Dokter ... bagaimana keadaan Yuna istriku saat ini?" ucap Kagami Jiro terlihat begitu tak sabaran untuk segera mendengarkan dokter itu menjawab dan memberitahukan kondisi Yuna saat ini.


"Saat ini kondisinya sangat rentan, Tuan Kagami Jiro. Kepala nyonya Yuna terbentur sesuatu dengan cukup keras. Dan untuk saat ini nyonya Yuna masih belum sadarkan diri. Benturan yang terjadi di kepalanya membuatnya cedera kepala berat dan mengakibatkan gangguan kesadaran pada fungsi otaknya." jelas pria dengan almamater putih itu dengan raut wajahnya yang terlihat begitu sedih.


Dan hal itu benar-benar membuat Kagami Jiro merasa begitu terpukul dan sangat hancur menjadi berkeping-keping


Raut wajah yang terlihat begitu berputus asa itu kini mulai diusapnya dengan salah satu jemarinya. Seakan sudah tak memiliki kekuatan dan semangat untuk saat ini.


"Memegang tangan pasien dan membantu dalam perawatan fisik dapat membantu dan menenangkan pasien dan diri sendiri. Tuan Kagami Jiro juga harus lebih kuat agar bisa memberi kekuatan untuk nyonya Yuna." ucap dokter itu kembali dan tersenyum hangat menatap Kagami Jiro.


Kagami Jiro mengangguk pelan dan tersenyum tipis, "Bolehkah aku masuk dan menemaninya, Dokter?" tanya Kagami Jiro begitu lirih dan terdengar sudah begitu tak bertenaga.

__ADS_1


Pria dengan almamater putih kebanggannya itu kini tersenyum begitu ramah lalu mengangguk pelan, " Silakan, Tuan Kagami Jiro. Namun karena kondisinya sedang begitu rentan, sebaiknya jangan masuk secara beramai-ramai. Karena itu akan sedikit mengganggu pasien."


"Baik, Dokter." ucap Kagami Jiro segera melenggang dan meninggalkan dokter itu dan Yukimura begitu saja.


Langkahnya begitu cepat dan tak sabar ingin segera melihat Yuna. Perlahan Kagami Jiro mulai meraih handle pintu ruangan dan mulai membuka pintu ruangan ICU.


Terlihat beberapa alat medis di ruangan ini seperti beberapa monitor yang menampilkan garis-garis yang menunjukkan grafik tentang kinerja organ tubuh seperti detak jantung pasien, kadar oksigen di dalam darah, atau tekanan darah.


Peralatan itu juga mengeluarkan suara sesuai detakan jantung. Selain itu juga ada ventilator, defibrilator (alat kejut jantung), selang makanan, infus, dan juga kateter.


Seorang wanita dengan juga terlihat masih terbaring dengan lemah di atas brankar. Beberapa perban dan selang juga memenuhi beberapa bagian dari tubuhnya. Bahkan sebuah ventilator / alat bantu pernapasan juga sudah terpasang melalui hidungnya.


Begitu sesak dan sakit Kagami Jiro menyaksikan kondisi Yuna yang begitu lemah seperti saat ini. Padahal beberapa jam yang lalu mereka masih berbincang bersama, saling bercanda bersama.


Beberapa saat yang lalu Kagami Jiro masih melihat canda tawa Yuna yang begitu hangat, senyuman manis dan menghiasi wajah ayunya, hingga kecupan hangat dari Yuna.


Namun kini seakan menjadi begitu terbalik. Yuna terlihat begitu pucat, dengan mata yang masih terpejam dengan begitu rapat, bibir yang juga pucat dan terkunci sangat rapat ... semua itu membuat Kagami Jiro begitu remuk dan hancur seketika.


Perlahan Kagami Jiro mulai duduk di sebuah kursi yang berada di samping brankar itu. Dengan hati-hati Kagami Jiro mulai meraih jemari kiri Yuna yang terlilit dengan selang infus.

__ADS_1


"Yuna sayang ... maafkan aku ... seharusnya aku tak membiarkanmu pergi ... seharusnya aku selalu menemanimu ..." ucap Kagami Jiro yang terdengar begitu parau. "Aku mohon cepatlah bangun kembali ... buka kembali matamu ... aku tak sanggup melihatmu seperti ini ..."


Sesak, sesak, dan sesak! Itulah yang sedang dialami dan dirasakan oleh pria dewasa yang selama ini terlihat selalu kuat namun kini dia terlihat begitu rapuh.


__ADS_2