
Shanghai Changhang Hospital, President suites class.
Terlihat Christal yang sedang menyuapi Zen dengan semangkok bubur beras yang masih hangat dan berasap.
Suasana kamar rawat Zen terasa begitu hangat, karena mereka berdua sesekali bercanda bersama. Sementara semua pengawal sedang berada di luar ruangan untuk berjaga.
Namun tiba-tiba ponsel Christal mulai melantunkan sebuah lagu yang cukup tidak asing untuk mereka berdua. Karena Christal menggunakan lagu Never Say Good Bye karya Zen untuk nada dering panggilan pada ponselnya.
Christal mulai meraih ponselnya yang tergeletak da atas nakas dan melihat nama si pemangil.
"Kak Jiro?" gumam Christal setelah melihat nama si pemanggil lalu betalih menatap Zen.
Zen hanya mengangguk pelan dan tersenyum tipis, mengisyaratkan dan menyetujui Christal untuk segera mengangkat panggilan itu.
Christal mengangguk pelan dan mulai menggeser tombol hijau dan mulai mendekatkan benda pipih berwarna full black itu di dekat telinga kanannya.
"Hallo, Kak Jiro." sapa Chriatal dengan begitu pelan dan hati-hati karena sebenarnya Christal juga merasa sedikit takut jika kakak sulungnya akan sangat murka saat ini.
"Christal ... bagaimana keadaanmu saat ini, Sayang? Apa kamu baik-baik saja? Bagaimana semua itu bisa terjadi?" tanya Kagami Jiro tak sabaran dan terdengar begitu mengkhawatirkan sang adik kesayangan.
"Aku baik-baik saja, Kak. Aku tidak tau, tapi tiba-tiba saja gadis itu datang dan menyerang. Dan dia mentargetkan aku, Kak." jelas Christal apa adanya. "Apakah mereka adalah suruhan seseorang, Kak? Atau apakah gadis itu adalah Death Eyes juga?" imbuh Christal to the poin, karena Christal sangat mengenal kakak sulungnya dengan baik. Dan pastinya Kagami Jiro sudah menyelidiki kasus ini dan mencari akar masalahnya.
__ADS_1
"Huft ... bukan. Gadis psikopat itu bertindak atas kemauannya sendiri tanpa perintah orang lain." sahut Kagami Jiro yang terdengar cukup malas.
"Bagaimana bisa, Kak? Aku bahkan tidak mengenalnya." sahut Christal yang masih belum memahami situasi saat itu.
"Christal adikku yang paling manis dan cantik, apa kamu telah melupkan sesuatu saat ini?" tanya Kagami Jiro dengan nada gemas sendiri.
"Apa?" potong Christal masih dengan polos dan tak juga mengerti.
"Apa kamu sudah melupakan sesuatu, Christal? Siapakah kekasihmu saat ini? Pastinya juga akan banyak yang menentang hubungan kalian berdua, terlebih fans fanatik dari bocah Li Zeyan. Dan gadis psikopat itu adalah salah satu fans fanatik dari Li Zeyan! Jadi kedepannya kalian harus lebih waspada dan berhati-hati! Kakak juga akan memberikan hukuman untuk semua pengawal keluarga Kagami yang saat ini sedang bertugas mengawalmu pergi ke China!! Kakak akan menghukumnya setelah mereka kembali ke Jepang nanti!" ucap Kagami Jiro begitu panjang dan lebar.
"Fans fanatik?" gumam Christal bergeming pelan. "Ahh ... benar juga! Mengapa aku sampai melupakan jika ada hal semacam itu? Ternyata kakakku memang sangat jenius dan keren luar biasa! Kakak bahkan memahami hal seperti ini. Aku sungguh tidak menyangka. Hehe ... baiklah, Kak. Lain kali aku akan lebih berhati-hati." sahut Christal dengan tawa kecil
Kagami Jiro berdecil pelan mendengar ucapan dari sanf adik bungsunya.
"Li Zeyan ada di hadapanku, Kak. Dia baru saja menyesaikan makan sorenya." sahut Christal apa adanya.
"Berikan ponsel ini kepadanya! Ada yang ingin kakak bicarakan dengannya!" titah Kagami Jiro.
"Baik, Kak ..." sahut Christal lalu mulai mengulurkan ponselnya kepada Zen. "Kak Jiro ingin berbicara denganmu, Li Zeyan."
Zen menerima ponsel itu dan mulai mendekatkannya di dekat telinga kanannya.
__ADS_1
"Hallo, Kak ..." sapa Zen dengan sangat berhati-hati.
"Bocah Li Zeyan!!" tandas Kagami Jiro dengan sangat tegas dan juga keras dan reflek membuat Zen sedikit menjauhkan benda pipih itu menjauh dari telinganya saking kagetnya.
"I-iya, Kak ... ini aku." jawab Zen masih dengan dada yang sedikit berdegup lebih cepat karena tiba-tiba saja Zen memiliki firasat yang kurang baik.
"Apa-apaan semua ini?! Kamu tidak bisa menghindari serangan kecil itu begitu saja?! Mengapa kamu bisa sampai terluka hanya karena seorang gadis psikopat saja?! Apa kamu benar-benar murud dari Yukimura?! Sungguh sangat memalukan!! Jika kamu tidak bisa melindungi dirimu sendiri, kelak bagaimana kamu bisa melindungi orang lain yang kamu sayangi?" semprot Kagami Jiro dengan meninggikan intonasi bicaranya dan sungguh terdengar begitu menyeramkan.
Dan tentu saja semprotan dari Kagami Jiro sukses membuat Zen sedikit bergidik ngeri. Terlebih kini Zen juga mulai membayangkan ekspresi Kagami Jiro yang sedang begitu murka, merah padam dengan sepasang mata elangnya yang sangat tajam seperti mata elang yang seakan-akan sudah bersiap untuk menerkam mangsanya.
Belum lagi jika ditambah dengan Yukimura yang juga memiliki wajah garang dan tak kalah sangar, serta badannya juga begitu besar dan kekar juga tiba-tiba saja mulai menyemprotnya!
Sungguh Kagami Jiro dan Yukimura adalah kedua pria yang sangat menyeramkan dan juga terlihat begitu sangar bukan main! Siapapun yang melihat mereka berdua sekilas saja, pasti juga akan ketakutan dan nyalinya seketika menciut.
"Ma-maafkan aku, Kak Jiro. Semua itu terjadi dengan begitu cepat. Aku ... saat itu aku hanya fokus untuk bisa melindungi Christal saja. Maafkan aku, Kak Jiro. Aku tidak memikirkan hal lain atau bahkan menahan dan mematahkan serangan dari gadis itu. Aku lengah begitu saja. Aku terlalu panik dan hanya memikirkan cara untuk melindungi Christal. Maaf ... aku sungguh tidak berguna dan aku sudah mengecewakan kak Jiro dan juga paman Yukimura." ucap Zen begitu menyesal dan sungguh merasa sangat bersalah.
Raut wajahZen juga terlihat begitu murung dan terlukis nyata jika Zen sangat merasa bersalah atas semua yang terjadi saat ini. Bahkan Christal sudah hampir celaka karena salah satu fans fanatiknya saat itu.
Christal berusaha untuk merebut ponsel itu dari Zen dan bermaksud ingin berbicara dengan Kagami Jiro dan membela Zen. Namun Zen segera menaikkan tangan kirinya dan memberikan isyarat untuk Christal agar Christal menunggu terlebih dahulu dan membiarkan Zen berbicara dengan Kagami Jiro.
Dan tentu saja Zen tidak mau Kagami Jiro memaafkannya hanya karena Christal yang merengek kepada Kagami Jiro untuk memaafkannya. Namun Zen ingin melakukannya sendiri, dan diakui oleh Kagami Jiro. Bukan karena Christal yang membelanya, namun karena kegigihan Zen!
__ADS_1
"Sekali lagi aku minta maaf, Kak. Jika kak Jiro dan paman Yukimura ingin menghukumku, aku akan menerima hukuman itu. Karena aku juga menyadarinya, jika aku memang bersalah ..." ucap Zen kembali dengan begitu lirih.