
Hallo sahabat Never Say Good Bye. Sepertinya banyak yang penasaran ya dengan visual Kagami Jiro. Hehe ... pada part ini author akan insert visual Kagami Jiro saat dia muda dan masih unyu-unyu ( 18 tahun ). Untuk foto terbarunya menyusul nanti ya. Dan pastinya sangat sudah berubah. Hehehe ...
Untuk kak Kai, dia memang sengaja menjauhkan Amee dari Zen agar mereka tidak selamanya berlarut dalam kesedihan. Karena kak Kai sangat tau, Amee dan Zen saling menyukai. Namun tidak bisa bersama.
Well ... untuk selanjutnya mari kita saksikan saja melalui tulisan di bawah ini.
Happy Reading ♡♡♡
...⚜⚜⚜...
Zen mulai mendengarkan musik melalui earphonenya, beberapa musik klasik yang tentu saja baru dia download. Dia menyandarkan badannya pada kursi mobil dan terlihat sesekali menghentak-hentakkan telapak kakinya dan ikut bernyanyi.
Kak Kai yang mendengar Zen menyanyi lagu klasik Jepang tentu saja merasa lucu dan tertawa kecil melihat Zen hari ini. Bagaimana tidak? Seorang Idol besar seperti Zen yang bahkan memiliki karya sendiri, saat ini sedang melantunkan irama jadul tahun 95-an. Lucu bukan?
"Sejak kapan kamu menyukai lagu seperti itu?" tanya kak Kai sambil menarik salah satu earphone yang sedang dipakai oleh Zen agar dia mendengar ucapan kak Kai.
Zen sedikit melirik kak Kai dan tersenyum tipis, "Sejak kapan ya? Yang jelas sejak pertama lagu ini keluar. Aku sudah menyukainya?"
"Ha?? Apa? Saat itu kau bahkan belum lahir, Zen!" ucap kak Kai sedikit kebingungan dan mengkerutkan keningnya.
"Oh iya aku lupa." sahut Zen sambil nyengir kecil. "Berarti sejak aku kecil. Aku sering mendengarnya dulu. Jadinya aku suka." kilah Zen lalu membenarkan duduknya agar sedikit tegap. "Setelah ini kita kemana?" imbuhnya lagi.
"YF Entertaiment. Ada photo shoot hari ini untuk cover majalah mereka."
"Ehm. Okay!" sahut Zen seadanya. "Kak, mengapa kita tidak buat brand sendiri saja? Pasti akan banyak yang suka."
"Itu yang sedang kakak fikirkan akhir-akhir ini. Kakak sedang mencari designer papan atas untuk melakukan perjanjian dengan kita."
"Benar. Akan lebih bagus jika kita mengeluarkan produk sendiri. Selagi nama Li Zeyan sedang berada di puncak." ucap Zen yang menatap lurus ke depan. "Bagaimana dengan LZ Fashion's?" usul Zen tiba-tiba.
"Keren! Tapi kakak sedang mencari designer dulu. Semoga segera menemukan yang sesuai."
"Well. Okay ..."
Ferarry merah itu terus melaju dengan kencang dan menuju sebuah gedung yang menjulang tinggi dan super mewah. Salah satu perusahaan Entertaiment terbesar di Beijing. YF Entertaiment / YF Group.
Kak Kai segera memarkir mobil itu di basemant yang digunakan khusus untuk parkir. Kemudian segera menuruni mobil merah menyala itu bersama Zen.
__ADS_1
Kak Kai melenggang di depan Zen dengan mententeng sebuah tas kotak yang tipis. Sementara Zen mulai mengikutinya dari belakang dengan langkah yang begitu menawan.
"Kak. Aku akan pergi ke kamar mandi sebentar!" ucap Zen tiba-tiba.
"Baiklah. Setelah itu langsung pergi ke ruang make up ya! Kakak akan menunggu disana."
"Okay!" sahut Zen lalu melenggang menuju kamar mandi.
.
.
.
.
.
"Maaf. Tapi kita tidak bisa menerima seorang pemula seperti kamu!" ucap seorang staff kepada seorang gadis yang memakai pakaian dress selutut dengan membawa sebuah clipping book.
"Tapi, aku disuruh datang hari ini untuk uji coba pemotretan oleh Nyonya Yang!" ucap gadis berambut panjang coklat itu dengan sopan.
"Tapi nyonya Yang benar-benar memintaku untuk datang hari ini ..."
"Berhenti berbohong! Sebaiknya pergi saja kamu!"
Zen yang tak sengaja mendengar pembicaraan mereka akhirnya tak tahan dan mulai menghampiri mereka berdua.
"Ada apa ini?! Mengapa sangat ribut?" ucap Zen dengan cukup tegas dan gaya berwibawa. Dadanya membusung ke depan, dan kedua tangannya dimasukkan pada saku coat yang sedang dia pakai.
"Kak Zen. Gadis ini mengaku kalau akan ada pemotretan dengan salah satu model disini. Jelas-jelas dia adalah pendatang baru. Tidak mungkin orang seperti dia diminta oleh nyonya Yang! Pembohong!" ucap staff tadi yang kembali memojokkan gadis itu.
Kini Zen melirik gadis di sebelahnya itu, dia menunduk dan terlihat sedang menahan tangis.
"Akulah yang akan melakukan pemotretan bersama dia!" ucap Zen tiba-tiba dengan cukup tegas.
Seketika staff dan gadis itu segera mendongak menatap Zen Zen kembali dengan tatapan sangat terkejut.
__ADS_1
"Zen ..." ucap gadis itu yang ternyata adalah Amee.
"Lain kali jangan hanya melihat orang berdasarkan ketenaran! Nyonya Yang pasti punya alasan meminta nona ini datang ke perusahaannya!" timpal Zen yang menatap tajam staff itu.
"Ba-Baik. Maaf, Kak. Kalau begitu aku akan ke ruangan nyonya Yang dulu." ucapnya lalu bergegas pergi meninggalkan mereka berdua.
"Terima kasih, Zen." ucap Amee dengan tulus dan memberanikan diri memandang Zen dengan senyum tipis.
"Tidak apa-apa kok. Mereka memang tak seharusnya berbuat sesuka hatinya sendiri!" sahut Zen dangan santai.
"Ehm. Iya. Tapi aku pasti akan pulang lagi jika kamu tidak hadir hari ini." sahut Amee dengan sangat pelan. "Kamu apa kabar?" imbuhnya dengan mulai tersenyum begitu manis.
"Aku baik-baik saja, Amee." jawab Zen dengan santai dan menatap lurus gadis di hadapannya itu.
Siapa sebenarnya gadis ini? Mengapa raga ini seolah mengatakan padaku bahwa dia begitu merindukannya. Apa yang sebenarnya sudah terjadi antara Zen dan gadis ini? Lalu bagaimana sebenarnya hubungan mereka selama ini dengan kak Kai? Sungguh ikatan yang sangat rumit dan tak bisa aku mengerti.
"Syukurlah. Aku senang mendengarnya." ucapnya dengan senyum manis.
"Hhm." sahut Zen dengan cukup cuek.
Beberapa saat staff tadi sudah datang lagi dengan ekspresi wajah yang sedikit lebih ramah.
"Nona Xiang Mee. Silakan ikut bersamaku. Nyonya Yang ingin berbicara sebentar denganmu sebelum pemotretan dimulai."
"Ehm. Baiklah." Amee menyauti dengan tersenyum lega dan segera mengalihkan pandangannya menatap Zen. "Zen. Aku akan pergi menemui nyonya Yang dulu."
"Ehm. Iya."
"Baiklah. Sampai jumpa ..." ucap Amee lalu melenggang meninggalkan Zen dan mengikuti staff itu.
"Seharusnya aku tidak membuat masalah bukan?" gumam Zen pelan kemudian melenggang kembali menuju ruang make up.
Ternyata kak Kai sedang sibuk dengan laptopnya saat Zen datang ke ruangan make up.
"Zen, kenapa lama?" todong kak Kai setelah menyadari kedatangan Zen.
"Ehm. Kamar mandinya antri tadi ..." kilah Zen lalu mulai duduk di bangku rias untuk membiarkan make up artist profesional memberikan sentuhan ajaibnya untuk Zen.
__ADS_1
...⚜⚜⚜...