Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Pesta Ulang Tahun An Jiu


__ADS_3

Malam ini Zen mengenakan setelan jaz super mewah Alexander Amosu Vanquish Bespoke yang berbahan dua wol terlangka dunia.


Sama halnya dengan pakaian karya Dormeuil yang menjadi salah satu setelan favourite Kagami Jiro, setelan jas ini juga dibuat khusus untuk pelanggan special saja. Meski hanya menggunakan dua jenis bahan wol yakni qivuik dan vicuna, Alexander Amosu Vanquish memiliki harga lebih mahal ketimbang Dormeuil atau 700.000 yuan.


Penyebab mengapa harga model jas pria ini lebih mahal adalah karena adanya 9 buah kancing dengan tahta emas 18 karat dan permata. Bahkan, setelan jas Alexander Amosu Vanquish dikirim dengan menggunakan kendaraan anti peluru jenis van. Bisa dibayangkan betapa berharganya pakaian ini hingga proses pengirimannya saja seketat itu.


Sedangkan kak Kai terlihat mengenakan setelan World Wood Record Challenge Cup Suit Sang Juara Kompetisi Dunia. Yaitu setelan jas rancangan wanita asal Australia, Susanna Triplett yang dibuat pada salah satu ajang kelas dunia. Susanna Triplett membuat secara khusus setelan jas ini dengan menggunakan benang wol berdiamater 11 mikron.


Fantastis! Tampan dan sangat menawan. Setiap gadis bahkan pria manapun yang menatap mereka pasti tak akan mampu untuk berpaling darinya. Aura mereka sungguh luar biasa. Tapi tak jarang juga banyak juga pria-pria yang membenci mereka karena merasa iri.


Kak Kai dan Zen mulai memasuki sebuah rumah megah dan mewah dengan bangunan luas dan tingkat 3 yang sudah dipenuhi oleh dekorasi-dekorasi yang sangat indah luar biasa. Terlihat begitu glamour dan begitu elegant.


Para tamu undangan terlihat sudah berdatangan dan saling berbaur satu sama lain. Tamu yang tentunya bukan sembarang tamu, mereka adalah jajaran bintang-bintang yang sedang bersinar saat ini. Bahkan ada bintang luar negeri yang mendatangi pesta ulang tahun malam ini.


"Silakan ..." seorang pelayan tiba-tiba menghampiri Zen dan kak Kai dan menyodorkan minuman berwarna seperti pelangi.


"Thanks." kak Kai menyauti dengan ramah dan mulai meneguk minumah itu. Begitu juga dengan Zen yang mulai meneguk minuman itu.


"Hai! Li Zeyan! Lama tak berjumpa! Apa kabar!" tiba-tiba ada seorang gadis yang menghampiri Zen dan tiba-tiba saja langsung memeluk lehernya dan mengecup pipi kirinya.


Zen dibuat melongo oleh tingkah gadis yang sama sekali tidak dikenalinya tiba-tiba datang memeluk dan menciumnya.


Wanita Rusia yang berkulit sangat putih dan bermata kehijauan itu tersenyum lebar setelah melepas pelukannya. Sedangkan Zen masih terdiam menatap gadis itu kebingungan tapi juga terlihat sedikit kesal.


Siapa lagi bule muda ini? Tiba-tiba datang main peluk dan cium saja?! Cckk ... dasar anak muda jaman sekarang memang sangat berbeda. Blak-blakan sekali di depan umum.


Batin Zen dengan senyum sinis masih menatap gadis bule itu.


"Kau melupakanku, Zen? Kita pernah pemotretan bersama lho. Dan mengapa akhir-akhir ini kau menghilang begitu saja?! Apa kau juga telah melupakan kekasihmu ini?" cerocos gadis bule itu yang membuat sepasang mata biru Zen membulat dengan sempurna saking terkejutnya.


Zen segera melirik kak Kai dengan kebingungan. Sementara kak Kai mengangkat bahunya dan menggeleng pelan. Kini Zen menatap gadis bule itu lagi dan mengkerutkan keningnya.

__ADS_1


"Nona. Siapa sebenarnya anda?" tanya kak Kai menatap gadis itu penuh tanda tanya.


"Aku? Aku adalah kekasih Li Zeyan." jawab gadis itu dengan sangat percaya diri.


Sementara orang-orang sudah berkerumun menyaksikan semua ini. Mereka saling berbisik satu sama lain.


"Wah ... wah ... ternyata Zen punya seorang kekasih ya. Selama ini dia selalu menutupinya ya?" bisik seorang tamu.


"Kini semua akan tau. Karirnya akan hancur!" bisik tamu lainnya lagi.


"Benar. Seharusnya dia bisa menahan diri untuk tidak memiliki ikatan dengan gadis manapun?!" imbuh tamu lainnya lagi


Dan masih banyak lagi cibiran-cibiran dari mereka yang sungguh membuat Zen merasa risih.


"Nona. Kau bilang kau adalah kekasihku?" tanya Zen dengan senyum manis menatap gadis itu. Dia juga semakin mendekati gadis itu.


"Hhm. Apa kau melupakannya?" jawab gadis itu dengan wajah sedikit memelas.


"Baiklah. Jika memang kau adalah kekasihku ... tolong katakan padaku! Berapa tanggal lahirku? Umur berapa aku mulai menggeluti karirku? Berapa ukuran sepatuku? Berapa ukuran pakaianku? Berapa nomor ponselku? Dan katakan dengan detail apa kesukaanku dan kejadian saat aku kecelakaan!"


Ucapan Zen seperti menjadikan gadis itu terkena skak mat, dia tercengang dan tak tau harus berkata apa lagi. Sementara Zen hanya tersenyum sinis menatap gadis itu.


"Lain kali jika ingin bermain-main gunakan sedikit otakmu!" setelah mengatakan hal itu kini Zen mulai melenggang meningakan gadis bule itu. Dan tentu saja kak Kai segera mengikutinya.


"Zen! Sepertinya memang ada yang ingin menjatuhkanmu." celutuk kak Kai yang sudah berjalan beriringan dengan Zen.


"Hhm. Ternyata hidup bocah ini begitu berat ya ..." gumam Zen tanpa sadar dengan pelan sekali.


"Apa?"


"Tidak. Aku hanya mengatakan pesta ini sungguh luar biasa!" ucap Zen asal lalu menghentikkan langkah kakinya.

__ADS_1


Netra mereka berdua kini menatap lurus ke depan. Terlihat seorang gadis dengan memakai gaun indah berwarna keemasan yang menjulang ke lantai. Rambutnya tergerai dengan indah begitu saja dengan sedikit hiasan rambut di bagian sisi kananya.


Satu persatu tamu mulai mendatanginya untuk mengucapkan beberapa patah kata dan memberikan hadiah ulang tahun untuknya.


"Kita kesana sekarang?" pertanyaan kak Kai yang sebenarnya malah lebih seperti sebuah ajakan.


"Tapi aku tidak membawa hadiah." sahut Zen seadanya.


"Hhm. Kakak sudah membelinya. Berikan untuknya!" ucap kak Kai sambil memberikan sebuah bingkisan kecil berwarna biru.


"Apa ini?"


"Sebuah jam tangan."


"Kakak saja yang memberikannya. Aku mau ke taman di sebelah saja. Mau mencari udara segar."


"Hhm. Baiklah." sahut kak Kai lalu melenggang meninggalkan Zen untuk bergabung bersama An Jiu.


Sementara Zen mulai melenggang menuju halaman samping rumah yang juga didekorasi dengan sangat indah. Lampu warna-warni gemerlapan menghiasi malam ini. Tatanan meja dan kursi juga terlihat begitu apik dengan berlapis kain putih yang menjuntai hingga lantai.


Zen mulai mengambil segelas orange juice yang sudah disediakan di atas meja-meja itu dan mulai meneguknya.


Tiba-tiba pandangan Zen terpaku menuju suatu arah. Dimana dia melihat seorang gadis yang sangat tidak asing untuknya. Gadis berambut panjang kecoklatan dan bergelombang. Dia mengenakan sebuah dress tanpa lengan berwarna calm navy yang ditaburi pernak pernik seperti kristal yang sangat indah.


Gadis itu terlihat begitu cantik, anggun dan sangat menawan. Dia terlihat sedang menikmati orange juice-nya sambil menatap bintang-bintang di langit.


Perlahan Zen mulai melangkahkan kakinya untuk mendekati gadis cantik itu.


"Amee ..." sapa Zen dengan seulas senyum.


Gadis yang dipanggil Amee itu kini menoleh pelan dan menatap Zen. Terlihat dengan sangat jelas jika dia sangat terkejut mengetahui Zen juga ada di sini. Karena dia fikir Zen sedang melakukan shooting.

__ADS_1



__ADS_2