
Kini pandangan Kagami Jiro mulai fokus menatap langit-langit putih yang memiliki sebuah kotak kecil seperti pintu yang masih memiliki sebuah celah, dan sepertinya belum tertutup dengan sempurna ketika gadis itu menutupnya.
"Tidak ada orang disini. Mari kita keluar dan kembali mengecek rekaman CCTV saja, Tuan." ucap ketua keamanan itu yang sudah menghampiri Zen kembali.
"Tidak, Tuan!" jawab Zen singkat dan masih fokus menatap pintu kecil di langit-langit itu. "Gadis itu ada dibalik atap itu."
"Seorang gadis sedang bersembunyi di balik atap?" kini ketua keamanan itu mulai mengikuti arah pandangan Kagami Jiro dengan kening berkerut.
"Ya."
"Darimana tuan tau jika dia adalah seorang gadis?"
"Itu sangat mudah." sahut Zen dengan santai. "Tangkap dia sebelum dia melarikan diri lagi!"
"Baiklah!" ketua keamanan itu segera mencari sesuatu untuk dia gunakan memanjat. Dan akhirnya dia menemukan sebuah kursi lalu mengangkatnya dan meletakkan tepat di bawah pintu kecil di atap itu.
Pria itu memanjat dan mulai naik ke atas melalui sebuah penutup kecil berbentuk persegi yang kira-kira berukuran 60 cm × 60 cm.
Zen yang mulai bosan menunggu kini mulai mengangkat sebuah barbel beberapa kali, hingga akhirnya terdengar beberapa suara tepat dari atap di atasnya. Seperti suara beberapa benda yang terjatuh, maupun suara derap langkah yang cukup keras. Hingga akhirnya pria itu kembali turun dan sudah membawa paksa seorang gadis dengan pakaian serba hitam.
"Tuan Zen. Terima kasih atas bantuannya. Saya akan membawa gadis ini untuk melakukan introgasi!" ucap pria kepala keamanan itu dengan tegas.
"Sama-sama, Paman." jawab Zen seadanya lalu mulai melenggang dan segera keluar dari ruangan kebugaran ini.
__ADS_1
...⚜⚜⚜...
Kalau berbica mengenai kapal pesiar pastinya yang terlintas adalah kemewahan dan juga kemegahan. Yeap, memang seperti itulah situasi dan kondisinya karena di dalam sebuah kapal pesiar, kita akan berlayar dalam waktu yang cukup lama untuk mencapai sebuah destinasi dengan beberapa fasilitas yang cukup mewah pastinya.
Sebuah kapal pesiar World dream cruise kini akan membawa keluarga Li untuk berjalan-jalan mengelilingi perairan China selama 6 hari.
Kapal pesiar ini juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas mewah dan nyaman. Karena biasanya para penumpang akan menghabiskan waktu terbanyak di atas kapal, maka dari itu kapal ini dilengkapi dengan fasilitas layaknya hotel berbintang yang ada di daratan.
Hal tersebut tentu saja bertujuan untuk membuat penumpang merasa nyaman dan betah saat berada di dalam kapal pesiar selama berhari-hari.
Di deck atas, ada sebuah kolam renang yang berukuran cukup besar berbentuk persegi panjang dan berukuran kira-kira 4 meter × 8 meter. Di depan kolam renang itu ada sebuah panggung kecil yang biasanya akan diadakan beberapa konser dari musisi-musisi yang sudah diundang untuk mengisi beberapa acara saat kapal pesiar itu berlayar.
Di sekeliling kolam renang itu dikelilingi dengan beberapa kursi pantai berwarna merah. Bahkan di depan panggung konser kecil itu juga sudah ada berderet kursi pantai berwarna merah, yang akan digunakan para wisatawan untuk menikmati konser terbuka di bawah langit dan di tengah-tengah lautan yang begitu luas. Keren!
Sementara di sisi sampingnya sudah ada 2 orang pemuda yang juga sedang duduk di kursi pantai. Salah satu dari mereka mengenakan sebuah kemeja putih polos dipadankan dengan celana santai selutut polos berwarna caramel. Sementara si pria berkacamata terlihat mengenakan sebuah kemeja berwarna biru laut dipadankan dengan celana santai selutut berwarna putih. Kedua pemuda itu juga terlihat mengenakan kacamata dengan lensa berwarna kecoklatan.
Seorang gadis yang tak jauh dari mereka terlihat sedang membawakan beberapa minuman botol dan mulai melenggang untuk bergabung bersama dengan ketiga pria itu. Gadis dengan balutanT-shirt berwarna baby blue dipadankan dengan hot pants putih berbahan kain dan sedikit longgar itu membuatnya terlihat begitu fresh and young.
Yeap, karena jarang-jarang gadis bernama Amee akan berpenampilan seperti saat ini, karena Amee selalu saja mengenakan dress di setiap hari-harinya.
"Kakek, kak Kai, Zen ... silakan minum!" ucap gadis itu sambil menyodorkan beberapa minuman botol itu untuk ketiga pria yang masih duduk bersantai di atas kursi pantai itu.
__ADS_1
"Terima kasih, Amee. Padahal tinggal meminta mereka untuk mengantarkannya saja." ucap kak Kai merasa tak enak kepada Amee.
Amee tersenyum tipis mendengar ucapan dari kak Kai, "Tidak apa-apa kok." ucap Amee lalu mulai duduk di salah satu kursi santai di dekat kak Kai.
Berada di atas dek paling atas, kini mereka mulai menikmati segelas minuman segar. Sepoi angin menerpa wajah dan pemandangan yang begitu memukau, matahari yang mulai terbenam dengan begitu indah juga begitu memanjakan mata.
Duduk di atas lounge bed (kursi santai), di dalam kapal pesiar tentu akan mendapatkan pengalaman bersantai yang luar biasa. Ketika langit sore berganti malam, sembari menikmati kerlap-kerlip lampu kota menghiasi daratan.
World dream cruise ini juga berlayar di sepanjang sungai terbesar di Guangzhou, Sungai Pearl! Saat malam hari, panorama akan terasa begitu memukau dengan menyaksikan lampu kota yang memantul di permukaan air.
Keluarga Li bahkan lebih memilih untuk makan malam di kapal sambil berlayar di sepanjang cakrawala kota! Suasana ini menjadi momen yang tidak akan bisa dilupakan oleh kakek Li Feng, kak Kai, Amee, maupun Zen. Yeap, tentu saja suatu saat jika Zen dan Kagami Jiro sudah bertukar tubuh kembali, pasti mereka juga akan saling merindukan orang-orang yang pernah ditemuinya.
"Aku akan melihat laut sebentar!" kini Zen mulai bangkit dari kursi santainya dan mulai melenggang santai menuju tangga naik.
Dan tempat itulah dek teratas dari kapal pesiar yang begitu mewah itu. Ada pagar putih yang cukup tinggi dan panjang yang mengitari pinggiran dek ini.
Zen mengangkat kedua lengannya dan menjadikan pagar putih yang begitu kokoh itu untuk tumpuan kedua tangannya.
Hembusan angin laut senja itu menerpa wajah tampan pemilik pupil kebiruan itu. Rambut silvernya juga menari-nari di udara karena terpaan angin laut yang cukup kencang senja itu.
Wajahnya terlihat begitu hangat menikmati panorama indah yang terbentang di hadapannya saat ini. Lautan luas itu membuatnya menjadi sedikit merasa lebih tenang, setelah dia mengalami beberapa liku-liku kehidupan yang begitu membuatnya sedikit jauh dari orang-orang tersayangnya.
"Yuna ... kau pasti sedang begitu mengkhawatirkanku saat ini. Lagi-lagi ragaku diserang oleh seseorang ..." guman Zen begitu pelan dan menerawang jauh.
__ADS_1