
"Jadi, sekarang jelaskan semuanya padaku! Kenapa kau bisa mengetahui rahasia besar Kagami Jiro!" tanya Yukimura yang kini duduk berhadapan dengan Zen hanya dengan pembatas sebuah meja tua.
Yeap, Zen mengunjungi rumah Yukimura setelah Yuna pamit dan pergi dari tempat itu. Jadi mereka tidak bertemu sama sekali.
"Tokugawa Yukimura! Itu namamu bukan?" kini Zen duduk bersandar lalu menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya, kedua kakinya dinaikkan di atas meja di hadapannya.
Sementara Yukimura hanya diam dan memicingkan matanya mengamati Zen.
"Siapa kamu? Dan tau namaku darimana? Dan mengapa tiba-tiba datang ke rumahku?" pertanyaan bertubi terlontar dari Yukimura karena dia begitu penasaran.
"Kagami Jiro adalah sahabatmu. Kau bertemu pertama kali dengannya saat dia menyelamatkanmu dari maut waktu itu. Saat kau hampir saja terbunuh oleh sekutumu sendiri. Mereka berkhianat padamu dan berusaha untuk melenyapkanmu saat itu. Namun Kagami Jiro datang dan menyelamatkanmu. Dia bahkan menolong dan merawatmu yang sudah sekarat saat itu. Kedua orang tuamu bahkan juga terbunuh oleh mereka saat itu. Lalu kau berjanji akan menetap di desa Aiko Iyashi no Sato, dan hanya akan datang memenuhi panggilannya saja. Dan kau juga berjanji padanya akan mengabdi dan menyerahkan sisa hidupmu untuk membelanya. Benar begitu?" Zen sedikit memiringkan kepalanya dan tersenyum misterius menatap Yukimura.
Sementara Yukimura terdiam dan sedikit melongo karena sangat terkejut mendengar ucapan Zen.
"Darimana kau tau semua itu?"
"Kau mengalami beberapa patah tulang saat itu. Dan kamu mendapatkan bekas luka sayatan pada bahu kirimu oleh samurai salah satu dari mereka." imbuh Zen lagi. "Kau juga mengalami patah tulang pada lengan kirimu."
"Ba-bagaimana mungkin kamu mengetahui semua itu?"
"Apa kau benar-benar tidak mengenaliku, Yukimura?" tanya Zen masih dengan posisi yang sama, dia tersenyum tipis menatap Yukimura dengan telapak kakinya yang digoyang--goyangkan perlahan.
"Kamu ... kamu adalah Kagami Jiro?" ucap Yukimura sedikit ragu.
"Benar sekali! Ini adalah aku, Yukimura." Zen menjawab dengan senyum lebar.
"Tapi ... bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Bukankah Kagami Jiro sedang koma saat ini? Lalu mengapa kamu bisa memakai tubuh orang lain? Tubuh siapa yang sedang kau pakai?"
__ADS_1
"Aku sendiri juga tidak tau tentang takdir ini. Tapi setelah penyerangan terhadapku saat itu, tiba-tiba saja aku sudah terbangun di tubuh ini." jelas Zen seadanya. "Dan sekarang aku harus menjalani hidup seorang Li Zeyan. Seorang idol besar yang berasal dari Beijing." guman Zen sedikit malas.
"Setidaknya kamu menjadi lebih muda sekarang, Jiro ..." celutuk Yukimura sedikit menahan tawa.
"Kau berani menertawakanku?!" ucap Zen dengan sorot mata yang begitu tajam menatap Yukimura.
Seketika Yukimura segera menghentikkan tawanya dan berwajah serius kembali.
"Lalu siapa saja yang mengetahui semua kenyataan ini?" tanya Yukimura sambil menyalakan korek untuk menghidupkan puntung rokoknya. Lalu menyodorkan dan menawarkan rokok untuk Zen.
"Hanya kamu. Mereka semua tidak ada yang mempercayaiku. Termasuk istriku sendiri ... huft ..." Zen sedikit menghembuskan nafas kasarnya ke udara karena sedikit kesal. Dia meraih rokok itu dan segera menikmatinya perlahan.
"Memang kau rela jika tiba-tiba saja Yuna percaya padamu? Sementara itu bukan tubuh aslimu? Apa kau rela misalkan melakukan sesuatu bersama Yuna dengan tubuh pemuda ini? Dan sepertinya dia masih perjaka." Yukimura kini tak bisa lagi menahan tawanya.
Tawanya pecah begitu saja dan tentu saja itu membuat Zen begitu kesal. Zen segera duduk tegap dan memajukan badannya ke depan. Lalu dia sedikit memukul kepala Yukimura karena kesal.
"Haishhh ... mengapa memukul kepalaku, Jiro?" sungut Yukimura sedikit tak terima.
"Jaga bicaramu! Meskipun jiwaku adalah Kagami Jiro, namun aku tidak akan melakukan hal seperti itu kepada Yuna dengan tubuh ini." ucap Zen dengan pelan dan sedikit melamun. "Namun bagaimana jika aku menginginkannya? Haishhh ... ini membuatku gila! Masa sampai seumur hidup aku tidak bisa menyentuh istriku sendiri?! Lalu ... bagaimana jika tubuh Jiro tersadar dan ada jiwa lain disana? Apa yang akan dia lakukan bersama istriku? Haissshhh ... bisa gila aku!!" celutuk Zen yang kini mengacak-acak rambutnya sendiri karena kebingungan.
Yukimura semakin terkekeh mendengar ucapan dari Zen yang terdengar begitu konyol. Seorang pemimpin gaster terbesar seperti Doragonshadou tentu saja bisa memiliki istri lebih dari satu ataupun memiliki banyak selir. Namun kini baru saja dia melihat sosok seorang Kagami Jiro yang sangat frustasi ketika kenyataan membuat dia tak bisa lagi menyentuh istrinya.
"Aku akan menendangmu jika kau terus tertawa seperti itu, Yukimura!" hardik Zen yang terlihat begitu kesal.
Perlahan Yukimura segera menghentikkan tawanya, atau kalau tidak bisa saja Kagami Jiro akan menendangnya.
"Baik ... baiklah ... maafkan aku, Jiro." ucap Yukimura saat tawanya mulai mereda. "Sekarang apa rencanamu?"
__ADS_1
Zen mulai menatap Yukimura dengan serius lalu mulai tersenyum misterius. Dia memberikan isyarat dengan tangan kanan menengadah lalu menggerakkan jari telunjukknya agar Yukimura mendekat.
Tanpa ada jawaban apapun, Yukimura segera mendekat ke arah Zen dan mulai mendengarkan rencana Zen dengan seksama.
...⚜⚜⚜...
"Kakak ipar, Yuna. Bagaimana kakak ipar bisa menghilang begitu saja? Apa kakak ipar tau saat ini masih sangat berbahaya! Mengapa kakak ipar bertekad kabur begitu saja dari para pengawal?" celutuk Yosuke dengan sangat kesal.
Kini mereka berdua sedang duduk bersama di ruang tengah menikmati red wine.
"Ahaha ... maaf ... maaf ... aku hanya berniat jalan-jalan sebentar saja kok. Dan ternyata malah bertemu kelima berandalan itu." ucap Yuna begitu santai lalu meneguk red wine nya.
"Tapi kakak ipar sungguh sangat hebat bisa mengalahkan mereka semua sekaligus!"celutuk Yosuke dengan takjub.
Mendengar ucapan Yosuke, kini Yuna sedikit mengerutkan keningnya karena merasa sangat bingung.
"Mengalahkan mereka?" tanya Yuna sedikit kebingungan. "Tapi aku tidak mengalahkan mereka. Aku hanya pergi diam-diam saat mereka lengah!" imbuhnya begitu serius.
"Lalu siapa yang menyerang mereka berlima? Para pengawal menemukan kelima preman itu sudah dalam keadaan tak berdaya." jelas Yosuke yang kini tambah semakin bingung.
"Apa kau serius, Yosuke?" tanya Yuna dengan sangat serius.
"Yeap. Igor dan Sanada menemukan mereka sudah terkapar tak berdaya. Sepertinya seseorang sudah berhasil memberinya pelajaran." gumam Yosuke pelan dan terlihat sedang berfikir keras untuk mencari tau jawaban dari pertanyaannya itu.
"Seseorang? Tapi siapa?" gumam Yuna yang tak kalah bingung.
Apakah jangan-jangan bocah bernama Li Zeyan itu yang sudah melakukan semua ini? Apakah dia benar-benar datang ke desa Aiko Iyashi no Sato? Apakah dia benar-benar datang dan memenuhi panggilan dari para berandalan itu? Siapa sebenarnya dia? Mengapa dia selalu mencampuri urusan keluargaku?
__ADS_1
Batin Yuna sedikit menghela nafas.