Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Jealous Zen


__ADS_3

Christal terlihat begitu menikmati saat melihat Zen yang sedang berlatih bersama dengan Tiffany. Dan setah melakukan latihan dengan hitungan verbal, kini mereka mulai berlatih dengan menggunakan musik.


Tarian demi tarian terlihat begitu indah dan sangat keren. Bahkan mereka berdua terlihat sangat mendalami sebuah tarian yang lebih mengarah ke sebuah drama. Keren sekali!!


Keren sekali. Mereka berdua terlihat begitu kompak dan sangat mendalami. Ah ... saat melihat Zen dan Tiffany menari bersama bagaikan sepasang kekasih, rasanya sedikit membuatku merasa bersedih. Namun disaat mengingat Zen yang menciptakan lagu itu untukku ... bahkan di dalam lirik lagu itu ada namaku ... hal itu sangat membuatku bahagia luar biasa!


Batin Christal yang masih menonton latihan Zen dan Christal dengan senyum tipisnya. Namun disaat tak sengaja Thunder mendengar ada nama Christal di dalam lirik lagu Zen, membuat idol yang memiliki karakter super ceria ini tak bisa diam saja.


Dengan cepat Thunder berniat untuk segera menanyakan hal ini kepada Christal secara langsung.


"Christal!!" panggil Thunder dengan nada serius dan penuh penekanan.


"Ya? Ada apa, Thunder?" kali ini Christal mulai mengalihkan pandangannya menatap pria tampan yang memiliki warna rambut kebiruan itu.


"Aku mendengar namamu di dalam lirik lagu senior Li Zeyan. Mengapa bisa sangat kebetulan seperti ini?" gumam Thunder dengan kening yang berkerut menatap Christal.


"Hehe iya ... kebetulan sekali kan ya. Aku beruntung sekali kan ... hehe ..." Christal tertawa kecil dan mulai mengalihkan pandangannya untuk kembali menatap Zen dan Christal.


"Benar. Kamu sangat beruntung, Christal! Namun kalau boleh jujur namamu memang sangat indah. Dan akan lebih indah jika digunakan untuk menulis sebuah lirik lagu. Wah, senior Li Zeyan memang sangat genius dalam berkarya." ucap Thunder begitu takjub dengan Zen.


"Kamu juga sangat hebat kok, Thunder. Semua lagu bahkan tarianmu juga sangat keren. Sahabatku Miku sangat mengidolakanmu loh ..." ucap Christal mulai bercerita tentang sahabatnya tanpa sadar.

__ADS_1


Mendapatkan pujian dari Christal membuat Thunder sedikit tersipu, bahkan wajah tampan yang putih itu kini mulai terlihat sedikit merah.


"Uhhm. Terima kasih, Christal. Tapi ... apakah hanya sahabatmu yang mengidolakan aku? Bagaimana denganmu? Apa kamu juga mengidolakan aku?" tanya Thunder mulai bersemangat kembali.


Sepasang manik-manik yang saat ini sedang menggunakan sebuah softlens berwarna abu-abu itu kini terlihat begitu berbinar penuh harap saat menatap Christal.


"Kenapa diam saja, Christal? Apa itu artinya kamu tidak mengidolakan aku? Uh ... sedihnya ..." kini ucapan dari Thunder terdengar begitu memilukan dan tentu saja saja jurus seperti ini selalu saja sukses untuk membuat seseorang yang sedang menghadapi Thunder menjadi merasa bersalah.


"Tentu saja bukan seperti itu kok. Aku juga sangat mengidolakanmu kok." jawab Christal dengan jujur. Karena sebenarnya Christal juga cukup mengidolakan Thunder, meskipun tidak terlalu mengidolakan seperti Christal yang mengidolakan Zen sih.


"Wah!! Benarkah itu? Ahh ... senangnya ... kamu benar-benar sangat manis, Christal!!" ucap Thunder begitu gemas dan reflek memeluk Christal begitu saja saking gemasnya.


"Th ... Thunder ..." ucap Christal merasa begitu kikuk dan kebingungan karena tiba-tiba saja Thunder memeluknya begitu saja.


"Thunder!! Tolong jaga sikapmu!!" ucap Zen menandaskan dan terdengar cukup tegas.


Mendengar ucapan Zen yang terlihat sedang kesal dengan cepat Thunder mulai melepaskan Christal dari dekapannya. Zen mulai menarik tangan Christal dan menatap Thunder dengan tajam.


"Saat bersama denganku, Christal akan menjadi tanggung jawabku sepenuhnya. Dan aku tak akan membiarkan siapapun berbuat seenaknya kepada Christal, siapapun tanpa kecuali. Bahkan kamu juga tidak boleh sembarangan berbuat seperti itu." ucap Zen menandaskan dengan tegas.


"Senior Li Zeyan, maafkan aku. Tapi aku tidak bermaksud buruk atau jahat kok dengan Christal. Senior Li Zeyan sangat mengenaliku bukan? Aku adalah orang yang selalu ceria dan penyayang. Hal seperti ini adalah caraku mengungkapkan rasa sayangku saja kok." sahut Thunder mulai menggerutu dan mrmbuatnya terlihat begitu manis.

__ADS_1


"Christal adalah seperti seorang putri di dalam keluarga besarnya dan selalu di jada dan dilindungi. Kakak sulungnya tak akan segan-segan untuk mematahkan tulang-tulang dari orang yang berusaha untuk mencelakai atau memiliki niat buruk untuk Christal." ucap Zen menjelaskan lagi agar lain kali Thunder lebih menjaga sikap dan lebih tau diri.


"Wah ... kakak kamu sungguh sangat menakutkan, Christal." celutuk Thunder mulai beralih menatap Christal.


"Hehe iya. Tapi sebenarnya kakakku sangat baik hati kok. Dia seperti itu karena sangat menyayangiku dan ingin menjagaku." ucap Christal dengan jujur.


"Wah, apakah itu benar? Bolehkah aku juga juga bertemu dengan kakakmu Christal? Aku juga ingin mengenal kakakmu seperti senior Li Zeyan yang mengenal baik kakamu." ucap Thunder penuh harap.


Dan tentu saja di dalam benak fikiran Thunder, kakak Christal adalah seorang kakak yang memiliki kehidupan normal dan wajar seperti orang pada umumnya. Dan tentu saja Thunder tak pernah berfikiran jika kakak Christal adalah seorang petinggi utama dari Doragonshadou, sebuah yakuza yang cukup besar dengan ribuan klan dan memiliki puluhan ribu anggota.


"Baiklah. Mari besok kita mengunjunginya. Bagaimana?" ucap Zen dengan sengaja dan tersenyum tipis menatap Thunder.


"Benarkah, Senior Li Zeyan? Wah aku mau!! Aku mau!!" sahut Thunder sangat bersemangat tanpa berfikir panjang terlebih dahulu.


"Yeap. Aku akan membuat perjanjian terlebih dahulu dengan kakak sulung Christal. Nanti aku akan menghubungimu lagi." ucap Zen lalu meraih sebuah tas kecil miliknya yang masih tergeletak di dekat dinding. " Ya sudah. Kalau begitu sampai jumpa besok. Tiffany kamu juga segera istirahatlah, jangan terlalu memaksakan diri untuk selalu berlatih. Akhir-akhir ini kamu sangat kurang tidur juga bukan?"


Zen yang begitu ramah dan memperhatikan beberapa juniornya terlihat sangat baik dan menunjukkan watak yang baik untuk seorang senior, namun perhatian seperti itu terhadap Tiffany sebenarnya juga membuat Christal merasa sedikit cemburu.


Li Zeyan begitu memperhatikan Tiffany. Bahkan Li Zeyan sangat memahami jika Tiffany sering berlatih dan kurang tidur. Huftt ... dasar ... susahnya memiliki kekasih seorang idol yang begitu dikagumi oleh semua orang dan bersikap selalu ramah dengan semua orang.


Batin Christal dengan raut wajahnya yang mulai terlihat sedikit murung. Zen yang menyadarinya, kini segera berpamitan kepada Thunder dan Tiffany untuk segera pulang.

__ADS_1


"Sampai jumpa besok, Senior Li Zeyan! Sampai jumpa besok, Christal yang cantik dan berkilauan!!" Thunder melambaikan tangannya dan tersenyum lebar melepas kepergian Zen dan Christal.


__ADS_2