Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
A Kiss ...


__ADS_3

Sebuah mobil mewah Mclaren FI LM-Spec Supercar berwarna silver mulai memasuki sebuah kediaman rumah besar bergaya Eropa yang begitu megah dan kokoh di kawasan Danenchofu, setelah seorang penjaga membuka pagar utama.



Setelah sang pengemudi mematikan mesin mobil itu, kini pengemudi dengan wajah sangar yang memiliki bekas luka itu mulai turun dari mobil mewah itu. Sementara itu seorang pria dewasa juga mulai keluar dari bangku belakang dari mobil mewah itu.


Dan seorang wanita cantik masih berada di kursi belakang lalu menahan lengan pria itu hingga pria dewasa itu tertahan dan berbalik menatap wanita itu kembali.


"Ada apa, Yuna?" tanya pria dewasa yang tak lain adalah Kagami Jiro.


Yuna menatap Kagami Jiro dengan tatapan begitu manja, "Sayang, gendong ..." ucapnya dengan nada bicaranya yang begitu manja.


"Gendong?" celutuk Kagami Jiro begitu terkejut, karena tiba-tiba saja Yuna menjadi bertingkah begitu manja.


"Hhm. Bukankah daritadi kamu bilang datang untuk menjemputku? Dan kau bilang kau begitu merindukanku bukan? Ayo gendong aku lagi sampai ke dalam!" ucap Yuna dengan senyum lebar dan matanya sudah sedikit terpejam.


Kagami Jiro mulai melirik Yukimura yang masih berdiri di samping mobil itu dengan berkacak pinggang. Dan Yukimura memberikan isyarat dengan menganggukkan kepalanya pelan.


"Oh, Baiklah. Aku akan menggendongmu." ucap Kagami Jiro lalu mulai menggendong Yuna di depan.


Dengan senyum lebar dan begitu merekah, Yuna segera mengalungkan kedua tangannya pada leher kuat Kagami Jiro dan mulai menyandarkan kepalanya pada dada bidang Kagami Jiro.


Kagami Jiro mulai melenggang memasuki rumah besar itu bersama Yukimura dan disambut oleh beberapa pengawal keluarga besar Kagami. Mereka terus melenggang dan menuju ke kamarnya masing-masing.


Kagami Jiro yang masih menggendong Yuna, kini mulai memasuki kamar mereka yang terletak di lantai atas. Dengan hati-hari Kagami Jiro mulai membaringkan Yuna di atas pembaringan agar tidak membangunkannya, karena saat ini Yuna sudah tertidur.


Perlahan Kagami Jiro juga mulai melepas sepatu hak tinggi milik Yuna dan beberapa aksesoris lainnya seperti jam tangan, sling bag, dan syall.


Disaat Kagami Jiro berbalik dan hendak meninggalkan pembaringan, tiba-tiba saja ada sepasang tangan indah yang sudah mendarat pada dada bidangnya. Yeap, Yuna bangun dan memeluk Kagami Jiro dari belakang.

__ADS_1


"Sayang ... jangan pergi. Aku begitu merindukanmu ..." gumam Yuna yang masih memeluk tubuh suaminya yang begitu besar itu.


"Mengapa kau begitu suka mempermainkanku, Sayang. Setelah terbangun dari koma, kamu sedikit berbeda. Bahkan kamu suka sekali menarik ulur hati dan perasaanku."


"Tidak, Yuna. Itu semua tentu tidak benar." ucap Kagami Jiro lalu meraih jemari indah itu dan sedikit memiringkan kepalanya untuk melihat Yuna yang masih bersandar pada punggungnya.


"Aku tidak percaya padamu!" ucap Yuna yang sudah semakin memejamkan matanya kembali.


"Aku begitu menyayangimu, hingga tak bisa melihatmu bersama dengan pria lain. Terutama Sky. Jika aku tak peduli padamu, maka aku tak akan mengganggu kebersamaan kalian, Yuna." Kagami Jiro sedikit membuka tangan Yuna dan mulai berbalik menghadap Yuna.


"Tidur dan beristirahatlah, Yuna. Jangan pernah berpikiran yang tidak-tidak, karena itu hanya akan membuatmu merasa lelah. Cukup percaya saja, aku Kagami Jiro hanya akan mencintaimu. Dan aku tidak akan pernah menghkianatimu."u


Yuna menatap Kagami Jiro dengan matanya yang masih terbuka sedikit. Perlahan kedua jemarinya mulau meraih sisi kiri wajah dari Kagami Jiro.


"Kalau begitu cium aku sekarang ..."


"Aku tau, kamu bersikap manis seperti tadi di hadapan senior Sky karena kamu cemburu padanya bukan?" Yuna berkata dengan mata yang sedikit terpejam dan tersenyum lebar, suaranya juga begitu terdengar seperti orang yang sudah begitu teler.


"Cium aku atau aku akan kembali ke club bersama senior Sky!" ancam Yuna sengan asal, kerena dia hanya ingin menggertak Kagami Jiro.


Bahkan berjalan saja sudah sempoyongan, bagaimana caranya Yuna untuk kembali ke club? Kagami Jiro masih saja terdiam dan terlihat begitu dilema harus bagaimana lagi untuk mengatasi Yuna.


Hingga akhirnya Yuna nekat untuk turun dari ranjang dan mulai berkata ngelantur, "Baiklah. Karena suamiku sendiri tidak mau memberi kehangatan untukku, lebih baik aku mencari kehangatan di luar!"


"Yuna!!" ucap Kagami Jiro begitu penuh penekanan. Dia juga segera menarik lengan Yuna dan membuatnya jatuh ke dalam pelukannya hingga membuat pandangan mereka saling bertemu kembali. "Jangan lakukan itu ... aku mohon jangan pernah kamu melakukan hal seperti itu ..."


"Kalau kamu tidak mau menciumku, maka aku akan benar-benar pergi ..."


Paman, bagaimana ini? Mengapa paman tidak datang dan membantuku kali ini? Jika aku tak melakukan keinginan kak Yuna, maka dia akan benar-benar pergi lagi. Paman, datang dan selamatkan aku!

__ADS_1


Batin Zen yang masih begitu kebingungan. Namun sudah lebih dari 15 menit sejak Kagami Jiro dan Yuna mulai memasuki kamar, Yukimura tak juga datang.


"Hanya menciumku saja kamu begitu berat melakukannya ya?" ucap Yuna terdengar begitu kecewa, dan berusaha melepaskan diri dari suaminya. "Baiklah aku akan pergi dan jangan menghalangiku lagi!"


"Yuna! Baiklah ... aku akan melakukannya." ucap Kagami Jiro akhirnya dan ucapannya kali ini begitu membuat Yuna tersenyum lebar lalu mulai memejamkan matanya.


Semoga paman Yukimura tidak membunuhku kali ini. Maafkan aku tuan Kagami Jiro. Aku melakukannya karena tidak ingin kak Yuna di luar sana melakukan hal yang berbahaya.


Batin Kagami Jiro yang mulai memiringkan wajahnya dan mulai mendekati wajah ayu Yuna. meskipun jiwanya adalah Li Zeyan, seorang aktor nomor satu yang tentunya sudah begitu terbiasa dengan berciuman dengan aktris lain, namun kali ini begitu membuatnya gugup.


Karena menyentuh istri seorang pemimpin Doragonshadou tentu saja bukanlah hal yang baik dan sangat membahayakan nyawanya.


Semoga paman Yukimura tidak benar-benar menghempaskanku ke lautan di bawah bay bridge.


Batin Kagami Jiro yang mulai pasrah.


Wajah keduanya kini sudah begitu dekat, namun Yukimura tak kunjung datang juga. Hingga akhirnya Li Zeyan sudah begitu pasrah, dan dia benar-benar mencium Yuna kali ini.


Tangan kirinya masih menggenggam tangan kanan Yuna, sementara Yuna mulai mengalungkan tangan kirinya pada leher Kagami Jiro. Dan reflek, tangan kanan Kagami Jiro juga mulai mendarat dan melingkar pada pinggang ramping Yuna.


Kecupan hangat dan lembut dari Kagami Jiro, kini mendapatkan sambutan dari Yuna. Yeap, Yuna membalas ciuman itu dengan begitu hangat hingga ciuman itu terjadi dalam waktu yang cukup lama dan begitu menggairahkan.


"Sayang. Terima kasih." ucap Yuna setengah berbisik ketika ciuman itu berakhir, namun kening mereka masih saling bertaut satu sama lain.


"Hhm. Sekarang tidurlah ... mimpi indah, Istriku." ucap Kagami Jiro begitu hangat.


"Hhm. Baiklah, aku akan tidur." sahut Yuna dengan seulas senyum dan kembali mengecup singkat bibir Kagami Jiro.


CUPP ...

__ADS_1


__ADS_2