Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Hot News


__ADS_3

Yukimura yang menyadari saat Kira sudah mengambil kembali air soft gun-nya, kini segera melakukan lompatan tinggi dan begitu jauh ke arah Kira, hingga akhirnya terdengar sebuah tembakan dasyat yang dikeluarkkan dari air soft gun itu. Sebuah peluru melesat dan mengenai seseorang. Darah segar mulai mengalir dan merembes pada pakaian berwarna kecoklatan itu.


TAR ...


Keduanya saling bertatapan tajam untuk beberapa saat, namun tatapan Kira kini terlihat sedikit terkejut saat ini. Perlahan tubuhnya ambruk dan terduduk begitu saja di atas lantai. Darah segar sudah mengucur dari paha kanannya.


Ternyata Yukimura berhasil mendarat dengan sempurna di hadapan Kira, dan menekuk tangan Kira yang sedang menarik pelatuk air soft gun itu hingga akhirnya mengenai paha kanannya. Sungguh tepat waktu! Coba saja jika Yukimura terlambat mengambil langkah satu detik saja, mungkin peluru itu akan benar-benar menembus tubuhnya. Sungguh perhitungan yang begitu akurat! Keren sekali!


Sementara Yukimura mulai jongkok di hadapan Kira dan mengangkat kerah baju Kira lalu kembali mengeluarkan suaranya yang begitu besar dan berat itu. "Katakan padaku! Siapa yang menyuruhmu melakukan semua itu?!"


Kali ini suara Yukimura terdengar semakin menakutkan dan begitu mencekam sehingga berhasil membuat Kira sang pembunuh bayaran terbaik dan begitu profesional bergidik ngeri.


"Ayo cepat katakan padaku!" Yukimura mulai menambah intonasinya satu oktaf, dan benar-benar suaranya begitu menggelegar memecah keheningan di malam yang begitu sunyi ini.


"Bocah ... bocah Lu Yuan yang sudah membayarku dengan begitu tinggi untuk melenyapkan Li Zeyan ..." ucap Kira akhirnya dengan sedikit tergagap. "Aku sudah menolaknya, namun dia terus saja memaksaku untuk melakukan semua itu ..."


"Lu Yuan?" gumam Yukimura mengkerutkan keningnya dan berusaha untuk mengingat nama itu. Dia sangat merasa familiar dengan nama itu.


Sepertinya aku pernah mendengar nama itu? Tapi kapan dan dimana?


Batin Yukimura yang masih berusaha untuk mengingatnya. Beberapa saat Yukimura terlihat sedang berpikir keras dan berusaha untuk mengingat sesuatu. Hingga akhirnya dia mulai mengingatnya.


"Seorang idol China? Pria cantik itu?!" ucap Yukimura masih terlihat begitu tak percaya dan tidak yakin.

__ADS_1


"Benar sekali. Dia yang mendatangiku dan memohon kepadaku agar aku melenyapkan Li Zeyan. Dia juga membayarku berlipat untuk melenyapkan Li Zeyan!" ucap Kira lagi.


"Baik. Aku percaya padamu!" kini Yukimura mulai mematikan sebuah rekaman pada ponselnya lalu menyimpan ponselnya kembali.


Ternyata beberapa saat yang lalu Yukimura sudah mempersiapkan rekaman itu dan mulai merekamnya ketika Kira mengatakan yang sebenarnya.


"Namun aku tak bisa membiarkanmu berkeliaran! Kau sudah hampir membuat nyawa sahabatku melayang begitu saja! Sekarang saatnya aku memberikan pilihan kepadamu. Kau mau mati di tanganku apa kau mau mendekam di penjara?! Silakan pilih ..." ucap Yukimura dengan begitu santainya.


"Ja-jangan bunuh aku, Tuan! Aku akan menebus semua kesalahanku. Dan ketika aku sudah keluar dari penjara, bolehkah aku menjadi muridmu, Tuan?"


Kau ingin menjadi muridku? Kau ingin menjadi salah satu murid dari Doragonshadou? Kau ingin menjadi murid dari seseorang yang hampir saja kau bunuh? Cckk ... kita lihat saja. Apakah Jiro akan memaafkanmu kelak.


Batin Yukimura mengerutkan keningnya menatap Kira, lalu tersenyum tipis.


"Do-Doragonshadou?" ucap Kira membelalakkan sepasang matanya tak percaya.


"Yeap. Kini kau sudah tau bukan, kemana harus mencariku setelah kau bebas? Sekarang mari kita ke kantor polisi!" Yukimura mulai bangkit dan sedikit merapikan pakaiannya yang sedikit lusuh karena pertarungannya tadi.


Tak lama kemudian beberapa petugas kepolisian mulai berdatangan dan segera membawa para kriminal itu bersama mereka. Yukimura juga ikut datang ke kantor polisi untuk memberikan kesaksian serta memperlihatkan rekaman itu.


...⚜⚜⚜...


"Oh my God!!" teriak Christal begitu histeris setelah menyaksikan sebuah berita hangat pagi hari ini melalui TV di kamar hotel. Sementara Yuna terlihat sedang sibuk merias rambut Christal tanpa memperhatikan siaran TV saat ini dengan seksama.

__ADS_1


Yeap, pagi ini Christal datang ke kamar Yuna dan Kagami Jiro untuk meminta tolong kepada Yuna untuk sedikit meriasnya karena akan menghadiri sebuah acara anniversary ke-4 Koi To Producer yang akan diselenggarakan di Oakwood Residence Damei.


"Ada apa, Adik ipar Christal? Mengapa kau begitu terkejut seperti ini?" tanya Yuna yang masih sibuk merias rambut Christal.


"Kakak ipar Yuna. Lihatlah berita itu! Kakak Lu Yuan! Aku sungguh tidak menyangka sama sekali!" ucap Christal yang masih terus menyaksikan berita yang sangat mengejutkannya saat ini. Sepasang mata besarnya yang begitu indah terus memperhatikan berita besar itu yang mungkin akan mengguncang selurus Asia Timur. Berita yang sangat mengejutkan dunia yang datang dari seorang Idol!


"Siapa Lu Yuan itu? Kakak tidak mengenalnya." kini Yuna sudah menyelesaikan riasan rambut Christal dan mulai melihat layar yang hanya berjarak kira-kira 2 meter darinya.


"Kak Lu Yuan idol China yang baru saja kita temui kemarin malam di restaurant kak!" ucap Christal lagi menjelaskan.


"Oh, yang itu. Pria cantik itu ..." Yuna menanggapinya remeh dan seakan tidak peduli. "Memang ada berita apa tentangnya?"


"Dia sudah hampir membunuh idol Li Zeyan, Kak! Dia menyewa pembunuh bayaran untuk melenyapkan Li Zeyan! Bahkan, sebenarnya dia sudah membuat Li Zeyan mabuk lalu menjebaknya di hotel bersama seorang gadis. Namun entah bagaimana malah bisa terbalik seperti itu." celutuk Christal yang terlihat begitu antusias. "Aku sungguh tidak menyangka kak Lu Yuan bisa sejahat itu terhadap Li Zeyan! Aku sungguh menyesal pernah mengidolakan dia! Jika tau dia begitu jahat, aku akan meminta paman Yukimura untuk memberinya pelajaran kemarin malam!" imbuh Christal dengan wajah yang yang begitu kesal.


"Sudah aku duga. Bocah bernama Li Zeyan memang begitu licik dan sangat aneh. Dan dia bisa dengan mudah memutar balikkan keadaan sesuka hatinya!" celutuk Yuna memperlihatkan wajah tidak suka ketika menyaksikan berita itu. Dan tentu saja itu mengingatkannya pada kejadian yang telah Li Zeyan lakukan kepadanya kemarin. Membuat Yuna begitu membencinya!


"Mengapa kakak ipar malah jadi membenci Li Zeyan?" ucap Christal kebingungan menatap Yuna.


"Dia memang sedikit aneh dan mesum ..." ucap Yuna belum menyelesaikan ucapannya, karena tiba-tiba terdengar suara sesuatu yang terjatuh dan pecah.


PRANNGG ...


Yuna dan Christal segera melihat ke arah suara itu berasal karena begitu terkejut. Ternyata Kagami Jiro sudah berdiri mematung di sisi samping mereka berdua yang terduduk di kursi sofa.

__ADS_1


Sepasang mata kecoklatan itu kini menatap lurus-lurus layar televisi itu, dan Kagami Jiro terlihat begitu terkejut saat ini hingga segelas matcha hangat yang sedang dia bawa, tiba-tiba terlepas begitu saja dari genggamannya.


__ADS_2