Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Siasat Licik Kagami Jiro


__ADS_3

Seorang pemuda terlihat mulai memasuki sebuah appartementnya. Dia mulai menanggalkan pakaiannya satu persatu dan segera membersihkan dirinya di kamar mandi di bawah gemericik air hangat dari shower-nya.


Tidak aku sangka akan jadi seperti ini. Pantas saja daridulu tak ada satupun yang bisa menemukan bocah bernama Hwang Jeon itu! Ternyata memang disengaja!


Batin seorang pemuda tampan yang saat ini sedang berada di bawah gemericik air itu. Tatapan wajahnya terlihat begitu serius dan penuh dengan kekecewaan. Pemuda berambut silver itu mendongak menyibak ranbutnya ke belakang, sehingga wajah tampannya kini langsung menerima gemericik air itu.


Setelah beberapa saat, pemuda itu mulai menyudahi ritual mandinya dan segera mengambil handuk bajunya. Dia mulai melenggang dan segera berganti pakaian. Wajah tampannya terlihat begitu datar saat ini.


Perlahan dia mulai berjalan ke arah jendela kaca di kamarnya yang transparan dan mulai menatap malam bersalju yang begitu dingin. Bahkan napas pemuda itu juga terlihat seperti uap putih ketika dia menghela napas dan melepaskannya ke udara.


"Bagaimana jika bocah ini mengetahui semua kebenaran ini? Jika sebenarnya yang menyebarkan video itu adalah ..."


Belum sempat menyelesaikan dialognya kepada dirinya sendiri, tiba-tiba saja ponselnya berdering. Pemuda itu segera meraih sebuah benda pipih yang masih berada pada genggaman tangannya, lalu mengangkat panggilan itu setelah melihat nama si pemanggil.


"Halo. Ada apa, Yukimura?" sapa pemuda itu dengan nada begitu datar.


"Jiro, kau sedang apa? Seharian kau tak menghubungiku. Apa kau sudah melupakan istrimu?" cerocos Yukimura.


"Seharian jadwalku begitu padat. Dan aku juga baru saja pulang dari suatu tempat. Dan jangan bicara omong kosong, Yukimura! Mana mungkin aku bisa melupakan Yuna? Satu-satunya gadis yang begitu dingin dan satu-satunya gadis yang selalu menolakku saat itu!" sahut pemuda dengan sepasang pupil indah berwarna biru itu.


"Gyahahaha. Jiro-Jiro ... terkadang aku sampai berpikir, apakah senjatamu masih bisa berfungsi dengan baik? Bahkan sudah 4 bulan kau tidak mengasah dan menggunakannya ... gyahahaha ..."


"Senjata kepalamu! Tentu saja ini masih berguna dengan baik!" pangkas Zen yang terlihat begitu kesal. "Daripada senjata milikmu! Aku tidak yakin apakah itu bisa berfungsi dengan baik atau tidak. Karena kau tidak pernah mengujinya selama ini!"


"Wah. Tentu saja ini berfungsi! Kau meragukan senjata pamungkasku rupanya ya!"

__ADS_1


"Tentu saja aku meragukannya! Makanya cepat lamar Xia Feii dan ajak dia menikah. Buktikan padaku jika senjatamu berfungsi!" tandas Zen yang mulai berbalik dan melenggang menuju pembaringannya.


"Mengapa Xia Feii?"


"Karena aku baru pertama kali melihatmu menuruti perkataan seorang wanita. Dan wanita itu adalah Xia Feii."


"Hanya masalah luka dan perban kau sampai berpikir sejauh ini, Jiro?! Kau sungguh konyol sekali!"


"Begini saja. Ayo kita bertaruh!"


"Bertaruh bagaimana?"


"Kau ajak dia menikah. Jika perkiraanku benar, maka dia akan menerima lamaranmu. Dan aku akan memberikan sejumlah uang yang besar dan rumah untukmu!"


"Lalu bagaimana jika dia menolakku?"


"Baiklah, deal! Aku setuju, Jiro!" ucap Yukimura begitu yakin. "Katakan bagaimana caranya aku agar bertemu dengan Xia Feii? Sementara aku sudah kembali ke Jepang saat ini."


"Pekan depan aku akan ke Jepang untuk melakukan concer tour. Dan aku akan mengajak Xia Feii. Aku akan mentransfer sejumlah uang untuk membeli sebuah cincin berlian untuk kamu melamarnya. Ajak saja Yuna jika kau bingung memilih. Yuna akan sangat mengetahui perhiasan."


"Baiklah! Aku setuju!"


"Hhm. Okay!" sahut Zen tersenyum begitu puas.


Ahaha ... akhirnya Yukimura akan segera menikah. Aku juga akan meyakinkan Xia Feii juga dan membuatnya yakin untuk menikah dengan Yukimura.

__ADS_1


Batin Kagami Jiro tersenyum dan memikirkan perangai liciknya untuk membuat Yukimura mau menikah.


Sebenarnya itu hanyalah salah satu siasat Zen saja agar Yukimura mau mendekati seorang gadis dan menikah. Karena selama ini Yukimura hanya selalu disibukkan dengan latihan otot saja tanpa memikirkan untuk mendapatkan seorang pendamping hidupnya.


...⚜⚜⚜...


Di sebuah rumah sakit di Beijing, China, yaitu Beijing United Family Hospital. Terlihat seorang pemuda yang baru turun dari sebuah Ferrary merah menyala dengan penampilan yang sungguh keren sekali.


Pemuda itu mengenakan kaos oblong longgar berwarna putih bergambar sebuah planet dan dibalut sebuah jaket kulit berwarna hitam. Penampilannya disempurnakan dengan paduan leather on leather yang sedikit mengkilap jika terkena cahaya.


Sebuah kacamata Dolce & Gabbana sudah bertengger manis di atas tulang hidungnya yang begitu mancung dan memiliki ukuran dan bentuk yang sempurna. Dengan batang hidung yang lurus dan ujung hidung berbentuk lancip.


Pemuda ini mengenakan sepatu Air Force seri putih dari salah satu brand ternama di dunia. Dan tentu saja sepatu itu adalah salah satu sepatu pria termahal di dunia. Sepatu itu dirancang seperti sepatu tennis . Bahkan ada batu berharga senilai 11 karat yang berada di samping logo brand itu. Fantastis!


Penampilan dari pemuda itu sungguh keren sekali. Dan akan membuat semua mata yang memandangnya seolah akan langsung tersihir olehnya. Terlihat begitu cool dan benar-benar sangat bersinar dan gemerlapan seperti bintang yang bersinar paling terang.


Jika saja merampok segala yang dipakai oleh pemuda itu, mungkin akan begitu beruntung para perampok itu. Namun itu tak akan pernah terjadi. Karena kemanapun pemuda itu pergi, maka akan selalu diikuti oleh keempat pengawal setianya yang tentu saja sangat ahli dalam ilmu bela diri.


Dan lagi ditambah pemuda itu kini sudah begitu mahir dan terampil dalam ilmu bela diri.


Pemuda itu melenggang dengan langkahnya yang begitu lebar dan gagah menyusuri sebuah lorong rumah sakit. Sementara di belakangnya sudah ada 4 pengawal setianya yang selalu setia menemani kemanapun pemuda itu pergi, kecuali saat pemuda itu pergi dengan cara sembunyi-sembunyi dan mengendap-endap ya. Hehe ...


Sementara itu, tiba-tiba saja dari ujung lorong terlihat seorang gadis cantik dan anggun dengan balutan dress selutut lengan panjang berwarna cream terlihat begitu panik dan sedang berusaha untuk melakukan sesuatu dengan ponselnya. Yeap, dia sedang berusaha untuk menghubungi seseorang.


Berulang kali gadis itu terlihat sedang mencoba untuk menghubungi seseorang, namun sepertinya usahanya adalah sia-sia saja. Panggilan itu tak diangkat atau bahkan nomor ponselnya tidak bisa dihubungi.

__ADS_1


Pemuda yang begitu bersinar itu mulai menghampiri gadis itu dengan langkah yang semakin dia percepat karena khawatir jika sesuatu yang buruk telah terjadi.


__ADS_2