
Kagami Jiro terdiam dan berdiri tegap di hadapan Yuna yang sedang membantunya memakaikan pakaiannya. Yuna dengan pelan mulai mengkancingkan kemeja yang dipakai oleh suaminya. Lalu dia mulai mengambilkan jaz di sebuah lemari pakaian, sementara Kagami Jiro mulai memakai dasinya dengan sedikit gaya yang sedikit longgar seperti gaya anak-anak muda.
Yuna yang kembali dengan membawa Dormeuil Vanquish, salah satu jaz favourite dari suaminya sempat menatap Kagami Jiro dengan aneh dan sedikit keheranan. Namun Yuna segera menutupinya dengan senyum manisnya lalu mulai membenarkan dan mengencangkan dasi itu.
Suamiku sungguh tidak seperti biasanya. Apakah semua itu juga karena amnesia? Biasanya dia akan selalu memakai dasi dengan sangat rapi, tidak longgar dan seperti pemakaian gaya anak muda.
Batin Yuna yang masih membenarkan dasi itu dengan kening berkerut. Sangat terlihat dengan jelas jika dia sedang memikirkan sesuatu saat ini.
"Yuna ... terima kasih ..." ucapan lembut Kagami Jiro membuyarkan angan Yuna dan membuatnya mendongak seketika.
"Hhm ... ini sudah kewajibanku untuk mengurusmu bukan ..." jawab Yuna dengan seulas senyum yang begitu manis lalu mulai memakaikan Dormeuil Vanquish berwarna hitam super mewah itu untuk suaminya.
Yosh, malam ini Kagami Jiro mengenakan setelan Dormeuil Vanquish. Dan dipadukan dengan sebuah dasi dengan motif line cross soft maroon kombinsi sweet black. Kemudian dia mulai memakai sebuah jaz hitam bergaris.
"Gadis bernama Xiang Mee adalah pendatang baru di dunia entertaiment. Dan aku hanya kebetulan saja melihat profil dia, lalu aku tertidur begitu saja sebelum mengeluarkan aplikasi itu. Maaf jika membuatmu salah sangka, Yuna." ucap Kagami Jiro begitu pelan dan lembut.
Yuna yang masih merapikan Dormeuil Vanquish suaminya hanya tersenyum tipis untuk beberapa saat. Lalu dia mendongak menatap Kagami Jiro.
"Baiklah. Aku percaya padamu ..." ucap Yuna dengan senyum manisnya. "Aku akan berganti pakaian sebentar ..." imbuh Yuna lalu melenggang begitu saja lalu mengambil sebuah dress yang sudah dia siapkan di atas pembaringannya.
Yuna mulai melepas kancing pakaiannya satu persatu dan tentu saja itu membuat jiwa Zen begitu gugup dan sedikit panik.
"Ahh ... kalau begitu aku akan keluar dulu, Yuna." ucap Kagami Jiro dengan cepat dan mulai berjalan beberapa langkah.
"Jangan! Aku akan membutuhkanmu untuk membantuku memakaikan gaunku, Sayang. Tunggu sebentar ..." Yuna menyauti dengan cepat dan terus membuka kancing kemejanya hingga akhirnya kancing itu terlepas semua lalu dia melepaskannya dan menanggalkannya begitu saja.
Meskipun Yuna membuka pakaiannya dengan membelakangi Kagami Jiro, namun hal itu tidak juga mengurangi rasa gugup pada dirinya saat ini. Zen memang seorang idol, namun dia tidak pernah melihat hal seperti ini sebelumnya. Biasanya aktingnya hanya sebatas mentok pada pelukan hingga ciuman saja.
__ADS_1
Kagami Jiro segera memalingkan tubuh serta pandangannya agar tidak menyaksikan Yuna saat berganti pakaian.
Oh My! Kak Yuna sangat terang-terangan dan biasa sekali melepas pakaian di hadapanku!
Batin Kagami Jiro sambil sedikit memijat keningnya sendiri dan menggigit bibir bawahnya, "Jika sudah selesai berganti pakaian, katakan padaku ya ..."
Mendengar ucapan dari suaminya barusan, tentu saja membuat Yuna membelalak dan sangat kebingungan. Dan Yuna sedikit mendengus karena begitu kesal. Bagaimana tidak?
Bagaimana mungkin pasangan suami istri bisa bersikap seperti ini? Bahkan selama ini tentu saja Kagami Jiro sudah melihat seluruh anggota dan detail dari tubuh Yuna. Bahkan dia sangat hafal dengan tubuh Yuna.
"Aku sudah selesai! Kau boleh melihatnya!" ucap Yuna dengan kesal dan begitu sengaja.
"Wah, benarkah? Cepat sekali ..." sahut Kagami Jiro tanpa ada rasa curiga sedikitpun dan akhirnya berbalik untuk menatap Yuna.
Namun, tiba-tiba saja sepasang mata kecoklatan itu membulat sempurna dan Kagami Jiro dibuat membeku seketika. Ternyata Yuna belum selesai berganti pakaian dan hanya memakai pakaian dalamnya saja.
Apa-apaan ini? Jika aku berbalik dan menghindarinya lagi, kak Yuna akan semakin curiga padaku. Dan dia bisa berfikiran jika aku benar-benar sudah berselingkuh darinya.
Batin Kagami Jiro yang tak bisa berbuat apa-apa saat ini dan hanya bisa berdiri mematung menatap Yuna yang mulai mengenakan gaunnya dengan posisi membelakanginya.
Yuna mengenakan sebuah gaun yang begitu indah. Gaun panjang tanpa lengan berwarna hitam. Gaun itu dihiasi oleh manik-manik seperti kristal yang begitu berkilauan. Manis sekali.
Kini Yuna terlihat sedikit kesulitan saat mau menarik resleting bagian belakangnya, "Sayang ... tolong sebentar ..." ucap Yuna memanggil Kagami Jiro.
"Ahh ... iya. Baiklah, tunggu sebentar." Kagami Jiro menyauti dan dan segera melenggang mendekati Yuna.
"Tolong tarik resleting ini ..." ucap Yuna yang sudah berdiri membelakangi Kagami Jiro lalu menyibak rambutnya yang panjang dan indah ke sisi samping.
__ADS_1
Kagami Jiro sedikit menelan ludah saat menatap pemandangan di hadapannya saat ini. Tengkuk dan punggung seorang wanita yang begitu indah, putih, mulus dan sangat bersih dan begitu sehat kini terpampang nyata dan berada tepat di hadapannya. Dengan tangan yang sedikit bergetar, Kagami Jiro mulai meraih dan menarik resleting pakaian itu dengan sangat berhati-hati.
"Sudah ..." ucap Kagami Jiro setelah selesai menariknya hingga ke ujung. Dan dia juga sedikit bernafas lega, karena sedari tadi dia sempat menahan nafasnya untuk beberapa saat.
Kini Yuna berbalik dan mendaratkan kedua telapak tangannya di dada bidang Kagami Jiro lalu membenarkan dasi Kagami Jiro yang bahkan sudah sangat rapi.
"Malam ini jangan terlalu banyak minum. Karena kamu belum sepenuhnya pulih." ucap Yuna dengan manis.
"Oh ... baiklah. Aku tidak akan minum terlalu banyak. Tenang saja ..."
"Dan ... tolong jangan sekali-kali kau meladeni wanita bernama Jessy lagi ... karena sebenarnya dia yang sengaja memotret dan mengirimkan beberapa potret itu padaku." Yuna sedikit menarik nafasnya lalu mengeluarkannya perlahan. "Sepertinya dia belum bisa melupakannmu, Sayang. Kamu harus berhati-hati padanya ..."
"Jessy yang melakukan semua itu?" tanya Kagami Jiro hampir saja tak percaya. Karena dia baru saja bertemu dengan wanita bernama Jessy itu.
"Iya. Dia yang melakukan semua itu. Dan dia sengaja melakukan semua itu untuk menghancurkan hubungan kita."
"Darimana kamu tau semua ini, Yuna? Dan sebenarnya siapa wanita bernama Jessy itu? Aku sungguh tak mengingatnya."
"Igor sudah menyelidiki semuanya. Darimana foto-foto itu berasal, dan dimana foto-foto itu dicetak." jawab Yuna mendongak dengan senyum manis. "Apa kau sungguh tidak ingat siapa Jessy?"
"Hhm ... aku tidak ingat."
"Dia adalah salah satu kekasihmu di masa lalu. Bahkan dia yang sering putus dan nyambung denganmu sebelum kau bertemu denganku. Bahkan disaat kita mau menikah, dia juga membuat sebuah keributan besar ... dia mengaku jika dia sedang mengandung anakmu. Tapi ternyata dia berbohong, dan kau bisa mengungkap siasat liciknya, Sayang. Saat itu ... aku hampir saja tak mempercayaimu dan mau membatalkan pernikahan kita. Namun, kau dengan sangat baik membuktikan jika kamu tidak bersalah. Dan itu bukanlah anakmu ..."
Keempat mata itu kini saling bertatapan cukup lama, kini wajah cantik Yuna yang sudah dipoles dengan make up natural terlihat begitu cantik dan fresh. Perlahan kedua tangannya dikalungkan pada leher Kagami Jiro dan dia sedikit berjinjit lalu memejamkan matanya.
Perlahan Kagami Jiro meraih pinggang ramping Yuna dan juga sedikit menunduk. Dia tidak tau lagi harus bagaimana, bahkan sebelumnya Yuna sangat mencurigai dirinya jika Kagami Jiro sedang berselingkuh. Dan kali ini keadaan hati Yuna sudah kembali membaik, dan tentu saja jiwa dari seorang Li Zeyan juga begitu takut untuk mengecewakannya kembali.
__ADS_1