Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Kembali Bertukar Tubuh


__ADS_3

Kin Izumi terbukti bersalah dan identitas rahasianya sebagai pemimpin utama dari Death eyes mulai terkuak oleh media dan seluruh Jepang hingga seluruh dunia, hingga akhirnya dia harus mendekam di jeruji sel selama beberapa waktu yang sudah ditentukan sesuai undang-undang.


Kin Rui dan Kin Light kini tinggal bersama kakeknya ( ayah dari Kin Izumi ) semenjak Kin Izumi menjalankan hukumannya di sel jeruji.


Rewind kejadian malam itu ...


Semua anggota Death eyes mulai diamankan oleh beberapa klan Doragonshadou dan juga pihak kepolisian Jepang. Sementara jasad Amane mulai dibawa ke rumah sakit untuk proses autopsi.


Dan kali ini kepolisian juga mengijinkan Kin Izumi untuk pergi ke rumah sakit hingga prosesi pemakaman dari Amane, dengan pantauan ketat kepolisian Jepang dan juga Doragonshadou tentunya.


Malam itu, tiba-tiba saja sebuah truk kontainer melaju dengan begitu cepat dan kencang, dan sepertinya memang sudah direncanakan untuk mencelakai Kagami Jiro. Dan mungkin saja yang sedang mengemudikan truk kontainer itu adalah salah satu dari anggota dari Death eyes yang masih belum tertangkap.


Karena jumlah mereka juga cukup banyak. Yeap, Death Eyes memiliki cukup banyak klan. Bahkan mereka adalah yakuza terbesar kedua setelah Doragonshadou. Semua anggotanya begitu transparan tak seperti Doraginshadou. Dan mereka juga sudah tersebar di seluruh Jepang, bahkan ada yang berada di luar negeri!


Sepertinya dengan tertangkapnya pemimpin utama dari Death Eyes masih belum cukup. Dan mereka masih terlalu berbahaya!


Truk kontainer itu melaju dengan sangat kencang ke arah Kagami Jiro yang sedang berada di depan sebuah kantor kepolisian Yokohama dan saat ini terlihat sedang melakukan sebuah panggilan melalui ponselnya, sehingga Kagami Jiro tak memperhatikan keadaan sekitarnya dengan baik.


NGGUUNNGG ...


Laju dari truk kontainer itu semakin kencang saat sudah hampir mendekati Kagami Jiro yang masih juga tak menyadarinya jika dia sedang diincar oleh seseorang.


"Li Zeyan!!" teriak Zen yang kebetulan baru keluar dari sebuah minimarket yang tak jauh dari kantor polisi itu dengan sangat histeris.


Terlebih Zen melihat sebuah truk kontainer yang berukuran cukup besar sedang melaju sangat kencang ke arah Kagami Jiro. Kagami Jiro mendengar teriakan dari Zen, hingga akhirnya dia mulai menyadari semua itu.


"Li Zeyan!!" Zen menjatuhkan semua barang-barang yang baru saja dibelinya dari mini market itu dan mulai berlari dengan sangat kencang ke arah Kagami Jiro dengan mengerahkan seluruh tenaganya. Berharap bisa segera mencapai tubuh Kagami Jiro dan menolongnya.

__ADS_1


Hingga akhirnya ...


BRRAAKK ...


BRRUUKK ...


CKKIITT ...


...⚜⚜⚜...


Di sebuah ruangan VIP rumah sakit di Tokyo, St. Luke's International Hospital. Seorang pemuda tampan dengan rambut silvernya sedang terbaring dan belum sadarkan diri setelah sebuah kecelakaan yang sudah menimpanya, yang terjadi di depan kantor polisi Yokohama malam itu.


Pada bagian kepalanya dililit dengan perban karena kepalanya mengalami benturan yang cukup keras dan menabrak pembatas jalan. Sementara kaki kirinya memakai gips, dan dokter mengatakan jika pemuda itu sedikit mengalami patah tulang ringan.


Sementara di sebuah sofa di dalam ruangan itu sudah ada seorang pria berkacamata yang sedang duduk bersama seorang gadis berwajah kalem, cantik dan anggun. Mereka berdua sedang menatap sebuah layar laptop bersama dan terlihat sedang melakukan sesuatu dengan mengedit beberapa poto.


"Bagaimana jadwal Zen, Kak? Apa semua sudah dibatalkan? Bukankah seharusnya besok sudah harus kembali ke Beijing?" ucap gadis dengan balutan sebuah dress tanggung berwarna soft blue itu yang dipadankan dengan pakaian hangatnya yang berwarna putih dan berbulu lembut itu.


"Syukurlah ..." gadis yang tak lain adalah Amee itu merasa lega mendengarnya.


Sebenarnya Amee cukup mengkhawatirkan Zen dan juga pekerjaaannya yang tentunya sangat padat. Amee khawatir jika kecelakaan ini akan sangat merugikan Zen, dan takut mereka akan meminta pinalty karena Zen yang tak bisa melakukan semua pekerjaannya sesuai jadwal yang sudah dibuat bersama.


"Oh iya, dimana Xia Feii?" tanya kak Kai yang mulai mencari keberadaan Xia Feii. Karena dari pagi Xia Feii belum terlihat datang ke rumah sakit.


"Dia sedang dalam perjalanan ke rumah sakit, Kak. Keluarga ibunya mengundangnya untuk makan bersama tadi siang. Dia bersama paman Yukimura kok." sahut Amee seadanya.


"Kasihan sekali Xia Feii. Pasti dia masih sangat terpukul dengan kejadian ini." gumam pemuda berkacamata yang tak lain adalah kak Kai.

__ADS_1


"Iya, Kak. Bahkan Xia Feii sampai dilema untuk meninggalkan Jepang karena permintaan mereka."


"Semoga dia bisa mengambil keputusan yang terbaik."


"Hhm. Semoga saja."


Setelah beberapa saat akhirnya perlahan pasien tampan itu mulai membuka matanya. Namun pandangannya masih begitu kabur dan tidak jelas. Dia berusaha untuk duduk dan sesekali dia memegangi keningnya karena masih merasa begitu pusing.


"Arghh ... pusing sekali kepalaku ..." rintihnya begitu pelan.


"Zen ... kau sudah sadar?" kak Kai yang menyadari Zen sudah tersadar kembali, kini mulai menghampirinya dengan raut wajah yang dihiasi dengan senyuman dan terlihat begitu berbahagia.


Amee juga segera mengikuti di belakang kak Kai karena ingin melihat keadaan Zen saat ini.


"Li Kai ... Amee ..." ucap Zen sedikit bingung. "Mengapa kalian ada disini? Dimana istri dan keluargaku?" ucap Zen yang mencari keberadaan Yuna dan anggota keluarga Kagami lainnya.


Wow!! Sebuah kejutan besar!! Sepertinya saat ini mereka sudah bertukar tubuh kembali! Dan Zen masih belum menyadarinya karena belum bercermin untuk melihat wajah dan susunan tubuhnya.


Kak Kai dan Amee begitu tercengang mendengar ucapan dari Zen yang berbicara ngelantur.


Istri? Ada yang baru saja Zen katakan? Dia sedang mencari istrinya? Dan dia juga hanya memanggil namaku tanpa sebutan kakak? Kali ini apa yang sudah terjadi saat ini terhadap Zen?


Batin kak Kai yang masih tercengang dan tak bisa berkata-kata untuk menghadapi Zen.


"Dimana Christal dan Yuna? Dimana putraku si kembar Kenzi dan Kenzou?" Zen masih menatap kak Kai dan Amee secara bergantian dan berharap mereka berdua segera menjawab pertanyaannya itu, karena dia sungguh begitu mengkhawatirkan Christal, Yuna maupun si kembar.


Zen masih sangat khawatir jika Death Eyes yang masih berkeliaran akan mencelakai salah satu dari mereka lagi. Karena mengingat malam itu, sebuah truk kontainer tiba-tiba saja mencelakai dan menabraknya begitu saja. Dan pasti itu adalah ulah salah satu anggota dari Death eyes yang masih tersisa dan belum tertangkap.

__ADS_1


"Mereka baik-baik saja. Dan mereka sedang menjaga tuan Kagami Jiro di sebelah." sahut kak Kai dengan bijak dan menganggap ucapan Zen yang ngelantur itu adalah efek benturan keras di kepalanya.


"Apa? Tuan Kagami Jiro di ruangan sebelah?" ucap Zen begitu terkejut hingga dia membelalak dan mulutnya sedikit menganga.


__ADS_2