
"Ini adalah barang milik orang yang sudah melenyapkan tuan Kagami Jiro saat itu." Kagami Jiro menyerahkan sebuah kotak keemasan yang berukuran sedikit kecil itu kepada Zen yang kini sudah terduduk di atas pembaringan.
Zen menerima kotak itu dan terus menatapnya tanpa terlepas sedetikpun dari netranya. Hatinya begitu bertanya-tanya mengenai isi kotak itu. Setelah menimang-nimang kotak itu beberapa saat, akhirnya perlahan Zen mulai meraih penutup dari kotak itu dan membukanya perlahan.
Terlihat sebuah cincin kuno dengan batu giok berwarna hijau zambrud yang berada di dalam kotak itu, dan terdapat ukiran huruf K di bagian dalam cincin itu. Lalu Zen mulai mengambil cincin itu.
"Cincin ini ..." ucap Zen sedikit tak percaya dan telihat begitu terkejut. Dan seketika raut wajahnya berubah seketika menjadi sedikit murung
"Apa tuan Kagami Jiro mengetahui siapa pemilik dari cincin ini?" tanya Kagami Jiro dengan begitu berhati-hati.
Jika dilihat dari ekspresinya, Zen terlihat begitu mengenali cincin dan pemilik dari cincin itu. Karena dia begitu terkejut seperti tak percaya dengan semua kebenaran itu. Perlahan kedua tangannya mulai mengepal dan cincin itu masih di dalam genggamannya.
Sepasang mata kecoklatan itu kini terlihat sedikit bergetar, bahkan Zen juga terlihat mengeraskan rahangnya saat ini.
"Tuan Kagami Jiro. " ucap Kagami Jiro dengan berhati-hati. "Apa anda baik-baik saja?"
Beberapa saat Zen masih terdiam saja, hingga akhirnya dia mulai berbicara kembali.
"Hhm. Tidak apa-apa! Jangan khawatirkan aku, Bocah!" Zen menyauti pelan dan masih bersikap untuk tenang bahkan tersenyum tipis. "Bocah ..." kini Zen mulai menepuk bahu Kagami Jiro dan menatapnya begitu lekat.
"Ya, Tuan ..." jawab Kagami Jiro dengan nada rendah.
"Ingat selalu pesanku! Kamu harus selalu berhati-hati! Dan jangan pernah mempercayai siapapun! Karena dia yang menyerangku saat itu, bisa saja akan berusaha untuk mencelakaiku untuk yang kedua kalinya! Karena saat itu dia sudah gagal melenyapkanku, ada kemungkinan dia akan melakukan kembali dengan cara lain. Selalu berhati-hati dan berwaspadalah! Jangan pernah lengah sedikitpun, Bocah!" ucap Zen dengan sedikit berat dan mata yang sudah sedikit berair.
"Maksud tuan?" ucap Kagami Jiro tak mengerti dan terlihat begitu kebingungan.
"Orang terdekat, terkadang adalah orang yang paling berbahaya, karena dia begitu mengetahui kelemahan kita dan paling mengetahui saat kita sedang lengah. Kau harus lebih berhati-hati dan selalu mengingat pesanku untuk selalu waspada dan jangan mudah mempercayai siapapun! Dan teruslah berlatih bersama Yukimura!" ucap Zen dengan sepasang mata birunya yang semakin bergetar menatap pria di hadapannya itu.
"Sebelum aku mengatakan siapa dia, aku akan mencari tau dan memastikannya lagi. Dan aku berharap semua bukti yang mengarah padanya ini adalah tidak benar ..." kini Zen sedikit menunduk dan terlihat begitu terpukul dengan sebuah kenyataan ini.
__ADS_1
"Baik, Tuan Kagami Jiro! Aku akan selalu mengingat semua pesan tuan dan terus melatih diriku agar menjadi semakin kuat." ucap Kagami Jiro dengan mantap.
Zen tersenyum begitu hangat menatap sosok di hadapannya saat ini, lalu dia meraih tubuh besar itu dan memeluknya.
"Jangan pernah menyerah! Kita pasti bisa melalui semua ini dengan baik! Kita akan mengungkap semuanya! Dan kita akan segera kembali dan bertukar tubuh kembali!" ucap Zen sambil mengusap dan menepuk bahu Kagami Jiro yang begitu besar dan kuat itu.
"Baik, Tuan." Kagami Jiro menyauti dengan mantap.
...⚜⚜⚜...
Dua orang pria yang begitu bersinar mulai melenggang bersama menuju restaurant di Oakwood Residence Damei yang terletak di lantai 3. Mereka mulai menghampiri salah satu rombongan yang sudah menempati di sebuah meja bundar yang cukup besar itu.
Dengan cepat salah satu pria itu mengambil tempat duduk yang berada di dekat seorang gadis dewasa yang tak lain adalah Yuna. Dan di sisi lainnya sudah ada Christal yang sedang duduk memainkan ponselnya.
"Hallo, maaf kita datang terlambat." ucap Zen lalu segera menarik sebuah kursi dan duduk di sebelah Yuna dan Christal.
"Ehm. Tidak masalah kok." sahut Yukimura yang duduk di seberang bersama kak Kai dan Xia Feii.
"Hhm. Kali ini kau mengajak jalan-jalan tuan Kagami Jiro kemana, Zen?" tanya Xia Feii.
"Tuan Kagami Jiro merasa bosan, jadi aku menemaninya jalan-jalan di sekitar sini saja kok." ucap Zen dengan asal.
"Wah, aku sungguh tidak menyangka kalau kak Jiro mengenal dekat idol Li Zeyan!" ucap Christal dengan bersemangat dan menatap Li Zeyan yang sedang duduk di sebelahnya dengan antusias.
"Tentu saja! Kakak Jiro-mu sangat keren, baik hati, berkharisma dan tentunya sangat kuat. Dan aku sangat mengidolakannya!" ucap Zen berbisik kepada Christal dan tersenyum lebar.
"Hhm. Setuju!!" sahut Christal begitu bersemangat.
Tak lama kemudian beberapa waitress mulai mengantarkan beberapa makanan yang sudah mereka pesan. Kini meja itu dipenuhi dengan beberapa makanan yang begitu menggiurkan saliva. Ada beberapa steak, buah-buahan, masakan seafood, dessert, dan masih banyak lagi.
__ADS_1
Zen terlihat begitu kesusahan untuk menyantap makanan siangnya kali ini, karena tangan kanannya sedang di gips, sementara dia tidak terbiasa makan dengan menggunakan tangan kiri.
"Kak Yuna, bisakah kau membantuku menyuapiku?" ucap Zen tiba-tiba yang sukses membuat semua orang yang berada di meja makan itu menghentikkan aktifitas makannya.
"Berani sekali kau berbicara seperti itu kepadaku, Bocah!" ucap Yuna begitu emosi dan menusuk sebuah daging dengan begitu keras.
PLLEETAK ...
"Aku tidak bermaksud apa-apa kok. Hanya saja, tangan kananku sedang cedera, dan kebetulan kak Yuna yang sedang duduk di sebelahku." ucap Zen seadanya dan bersikap polos.
"Zen! Jaga sikap dan bicaramu!" tandas kak Kai yang tepat duduk di seberang Zen terdengar pelan namun penuh dengan penekanan.
"Kak. Lihatlah ... tangan kananku sedang cedera saat ini, lalu bagaimana aku bisa makan?" ucap Zen berusaha untuk membela diri.
Sesaat semua orang terdiam dan suasana berubah menjadi sedikit canggung saat ini.
"Sayang, tidak apa-apa. Zen sedang sakit dan tidak bisa makan sendiri saat ini. Aku mengijinkanmu untuk menyuapinya." ucap Kagami Jiro dengan berhati-hati.
"Hhm. Kau sudah mendengar suamimu sendiri yang memerintahkanmu kan, Yuna? Lakukan saja, dan anggap saja kau sedang menolong sesama." imbuh Yukimura ikut-ikutan.
Wajah cantik Yuna kini terlihat begitu kesal, lalu dia menarik piring makan Zen dengan sangat kasar. Yuna mulai memotong daging itu menjadi beberapa potongan kecil dan mulai menyiapi Zen dengan wajah yang begitu masam.
Sementara Zen terlihat begitu bahagia dan puas menikmati makan siangnya kali ini.
Cckk ... Jiro benar-benar sangat menyebalkan!
Batin Yukimura sedikit menggeleng-gelengkan kepalanya karena melihat tingkah konyol Kagami Jiro.
...⚜⚜⚜...
__ADS_1