Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Hubungan Dan Perasaan Yang Rumit


__ADS_3

"Tidak, Li Zeyan. Kau masih mempunyai seorang saudara ..." ucap Yukimura yang tentu saja membuat jiwa Li Zeyan begitu terkejut dan sangat kebingungan.


Tentu saja dia sangat bingung, karena selama ini dia adalah anak tunggal dan tidak memiliki seorang kakak maupun adik.


"Apa maksud ucapan paman?" sepasang mata kecoklatan itu menatap Yukimura dengan penuh tanda tanya.


Yukimura terlihat mulai mengambil napas panjang lalu mengeluarkannya perlahan. Kemudian dia mulai menepuk pelan bahu Kagami Jiro.


"Bocah. Dengarkan aku baik-baik! Kamu tidak sendirian. Dan kamu juga masih memiliki seorang kakak laki-laki." ucapan Yukimura kini sukses membuat Kagami Jiro kebingungan tingkat tinggi.


Kagami Jiro semakin mengkerutkan keningnya dan terlihat tidak sabar untuk mendengarkan perkataan dari Yukimura.


"Luo Kai adalah kakakmu, Bocah!" ucap Yukimura dengan pelan namun penuh penekanan.


"Kak Kai adalah kakakku? Tapi bagaimana mungkin? Selama ini aku adalah anak tunggal, tidak punya kakak maupun adik. Bagaimana ini bisa terjadi paman?"


"Hhm. Sebelum menikah dengan ibumu, ayahmu Li Zhi pernah menjalin ikatan dengan seorang wanita. Dan hubungannya kandas begitu saja. Dan Luo Kai adalah anak dari ayahmu bersama kekasihnya, Luo Yixue." ucap Yukimura yang masih menatap lekat Kagami Jiro.


"Bibi Luo Yixue ... adalah mantan kekasih dari ayahku? Dan mereka memiliki anak sebelum ayahku menikah dengan ibuku? Dan anak itu adalah kak Kai?" ucap Kagami Jiro begitu terkejut, bahkan masih belum mempercayai sebuah kenyataan yang baru saja dia ketahui itu.


Semua masih seperti sebuah mimpi saja! Manager


"Hhm. Kau benar sekali, Li Zeyan. Li Zhi adalah ayah dai Luo Kai juga. Jadi itu artinya kau dan Luo Kai adalah bersaudara."


Kagami Jiro terdiam beberapa saat untuk mencerna semua yang sedang terjadi saat ini. Namun tiba-tiba saja dia terlihat begitu bersedih hingga sepasang mata kecoklatan itu mulai berkaca-kaca.


"Paman ... aku ingin sekali bertemu dengannya ... aku ingin sekali bertemu dengan kak Kai. Aku ingin sekali bertemu dengan kakek Li Feng. Dan aku merindukan semua kehidupanku sebagai idol. Rasanya aku ingin sekali kembali pada ragaku." ucap Kagami Jiro yang terdengar begitu memilukan.

__ADS_1


"Bukan hanya kamu yang ingin segera kembali, Bocah! Jiro juga sangat ingin kalian bertukar tubuh kembali. Baginya menjadi seorang Idol adalah hal terberat di dalam hidupnya. Dan dia juga merindukan anak-anak,istri dan juga keluarganya."


"Hhm ... tuan Kagami Jiro pasti juga sudah begitu lelah dengan kehidupan seorang Idol." gumam Kagami Jiro begitu pelan.


...⚜⚜⚜...


Di sebuah rumah sakit di Beijing China, Beijing United Family Hospital, terbaring seorang pria muda berkacamata bening di salah satu brankar ruangan VIP. Pada bagian kepalanya masih terlilit dengan beberapa perban.


Sementara di sebelahnya sudah ada seorang gadis yang begitu cantik dan anggun duduk menemaninya. Gadis itu terlihat sedang menyuapi makan siang untuk si pasien berkacamata itu.


"Aku sudah kenyang, Amee ..." ucap pasien berkacamata itu dengan lirih.


"Kakak harus makan cukup dan segera minum obat. Kakak ingin segera sembuh bukan?" gadis cantik itu berkata dengan begitu lembut untuk membujuk pasien berkacamata yang tak lain adalah kak Kai.


Amee berusaha untuk menyuapi kak Kai lagi. Dengan begitu telaten dia melakukannya, hingga akhirnya semangkok bubur itu habis dalam hitungan hanya 5 menit. Setelah itu Amee mulai menyiapkan beberapa kapsul dan memberikannya untuk kak Kai.


"Terima kasih, Amee ..." kak Kai menerimanya dan segera meminum obat-obat itu.


Amee segera meletakkan kembali segelas air putih itu di atas meja di samping brankar.


"Dimana, Zen? Mengapa dia belum juga datang?" tanya kak Kai menatap Amee dan wajahnya juga menggambarkan kekhawatiran.


"Dia sedang dalam perjalanan ke rumah sakit kok. Tadi pagi ada pemotretan untuk beberapa sponsor parfum dan make up." jelas Amee dengan senyum khasnya. "Ada yang sedang ingin kakak makan? Biar aku pesankan jika memang ada."


"Tidak, Amee. Terima kasih." kak Kai menyauti dengan ramah. "Kamu tidak sedang sibuk? Kamu boleh pergi jika memang sedang sibuk. Kakak baik-baik saja kok."


"Tidak, Kak. Aku hanya tinggal memposting beberapa foto untuk katalog kok. Dan aku bisa melakukannya nanti. Bahkan aku bisa melakukannya disini." Amee menyauti dengan begitu ramah seperti biasanya.

__ADS_1


"Terima kasih, Amee. Dan ... maaf ya sudah sering merepotkanmu." ucap kak Kai kembali terlihat begitu murung.


"Kakak ini bicara apa? Aku bahkan tidak merasa direpotkan sama sekali kok. Aku senang jika bisa berguna untuk kakak."


"Amee ..."


"Ya ..."


"Apa kamu sudah benar-benar melupakan Zen? Kamu sudah tau kan ... jika sebenarnya Zen adalah adik kakak? Jadi ... jika memang kalian masih saling menyukai, kakak akan begitu senang jika kalian bersama." ucap kak Kai dengan senyum tipis sambil menerawang menatap beberapa bunga lavender yang berada di balkon luar jendela.


"Apa yang barusan kakak katakan? Aku dan Amee tidak ada sesuatu yang benar-benar terjadi! Dan aku juga masih belum memikirkan soal wanita! Yang aku inginkan saat ini adalah agar kakak segera menikah!" tandas seorang pemuda yamg tiba-tiba saja memasuki ruangan rawat itu.


Kak Kai dan Amee mulai menoleh ke arah sang pemilik suara. Terlihat seorang pemuda tampan dengan pakaian casualnya lengkap dengan sebuah jaket kulit hitamnya yang memberikan kesan begitu keren!


Yeap siapa lagi pemuda tampan pemilik sepasang mata yang begitu indah bak okavango blue diamond itu kalau bukan idol Li Zeyan! Zen yang baru saja datang, segera melenggang mendekati brankar dan bergabung bersama mereka.


"Aku ingin kalian segera menikah!" tandas Zen lagi sambil menatap kak Kai dan Amee secara bergantian. "Kalian begitu serasi! Dan aku yakin sekali kalian bahagia dan akan saling membutuhkan satu sama lain." imbuh Zen dengan tulus.


"Apa yang sedang kau bicarakan Zen? Menikah bukan hal yang mudah. Menikah juga bukan main-main. Semua harus dipersiapkan dengan matang." sahut kak Kai yang seketika membuat senyuman Amee perlahan memudar.


"Memang siapa yang bilang menikah itu main-main? Aku bahkan tidak mengatakan seperti itu." sahut Zen. "Sekarang aku akan bertanya kepada kakak. Sebenarnya kakak mencintai Amee atau tidak? Jangan membuat seseorang bingung dengan sikap kakak ..."


"Zen, sudahlah. Kak Kai sedang sakit. Jangan menambah beban pikirannya." sela Amee berusaha untuk menengahi mereka berdua.


"Dulu kakak yang memulainya. Namun sekarang mengapa aku mengira kakak hanya bermain-main saja?"


"Zen ... tolong. Kak Kai sedang sakit." pinta Amee memohon.

__ADS_1


"Biarkan saja, Amee ..." sahut kak Kai yang masih terlihat begitu tenang.


__ADS_2