Never Say Good Bye

Never Say Good Bye
Pengawasan Ekstra


__ADS_3

"Yukimura ... apa yang kau katakan? Kita hanya ingin bermain bersama dan saling melepas kerinduan." Yuna menyauti dengan ekspresi kebingungan menatap Yukimura.


Yuna sangat tidak mengerti mengapa tiba-tiba saja Yukimura melarang dirinya untuk berkumpul bersama suami dan kedua buah hatinya.


"Benar. Kenzi, Kenzou dan kakak ipar pasti sangat merindukan kak Jiro." sela Christal. "Biarkan saja mereka saling melepas kerinduan."


"Uhm. Tentu saja! Maksudku kalian bemain disini saja! Karena tentu saja ... uhm ... aku dan Christal pasti juga pasti sangat merindukan Jiro." kilah Yukimura asal. "Dan malam ini bolehkah Jiro tidur bersamaku saja?" imbuh Yukimura yang terdengar begitu konyol sehingga membuat semua orang yang sedang berada di ruangan itu membulatkan mata menatap Yukimura.


"Tidak boleh!" bantah Yuna dengan cukup tegas. "Malam ini tentu saja suamiku akan tidur bersamaku!"


Yukimura dan Kagami Jiro bersamaan membelalakkan mata setelah mendengar ucapan dari Yuna. Bahkan keduanya menganga dengan cukup lebar.


"Tidur bersama?" ucap Yukimura dan Kagami Jiro bersamaan lalu keduanya saling bertatapan saking bingungnya dengan situasi saat ini.


"Tentu saja! Memang apa salahnya aku tidur bersama suamiku?!" tandas Yuna sangat kesal terhadap sikap Yukimura yang tiba-tiba menjadi sangat aneh. "Makanya cari istri sana! Agar ada teman tidurmu! Ayo, Sayang!" kini Yuna menunduk menatap Kagami Jiro yang masih jongkok bersama Kenzou.


"Ehm .. i-iya." Kagami Jiro menyauti dengan sedikit kikuk lalu mulai berdiri dan menggendong Kenzou.


Yuna yang sedang menggendong Kenzi mulai melenggang meninggalkan ruangan tengah itu dan diikuti oleh Kagami Jiro yang menggendong Kenzou.


Mereka menyusuri sebuah lorong panjang rumah bergaya Eropa itu dengan dinding berhiaskan bunga tulip keemasan yang begitu indah hampir di seluruh penjuru rumah ini. Langkah mereka berhenti di depan sebuah kamar. Yuna segera meraih sebuah card keemasan yang sudah dia persiapkan untuk memasuki kamar itu.


BIIPP ...


Setelah terdengar bunyi itu, Yuna segera membuka pintu itu dan mulai memasuki kamar itu. Sebuah kamar yang terbilang cukup besar dan mewah. Dengan tempat tidur berukuran king dengan seprei putih yang menjuntai hingga ke lantai.


Beberapa furniture mewah lainnya juga sudah tertata dengan rapi dan apik menambah kesan begitu elegant.


Kagami Jiro menatap seisi kamar ini dengan takjub. Sangat rapi dan begitu berkelas. Tidak seperti dirinya yang sedikit berantakan. Zen selalu membiarkan kamarnya dalam keadaan berantakan saat meninggalkannya. Dan akan rapi saat dia kembali.


Siapa yang merapikan? Yeap, siapa lagi kalau bukan asisten rumah tangganya yang selalu melakukan semua itu.


Di dinding samping terpampang sebuah foto dengan ukuran yang cukup besar. Terlihat seorang pria dengan wajah tegas sedang tersenyum lebar mengenakan sebuah setelan jaz pengantin bersama dengan seorang wanita dengan senyum penuh kebahagiaan dan wajah yang sangat berbinar. Wanita itu mengenakan sebuah gaun pengantin yang begitu indah berwarna putih dengan berhiaskan cristal dan manik-manik yang begitu indah.

__ADS_1


Inikah foto pernikahan mereka? Tuan Kagami Jiro dan nyonya Yuna terlihat begitu bahagia saat itu. Hhm ... pasti akan sangat bahagia jika bisa menikah dengan orang yang sangat dicintai. Amee ... suatu saat aku akan melihat Amee bersama kak Kai dengan pakaian seperti itu.


Batin Kagami Jiro yang kemudian terlihat begitu murung dan masih menatap foto itu.


"Sayang. Tolong awasi si kembar sebentar. Aku akan mandi sebentar." Yuna mulai menurunkan Kenzi di atas pembaringan.


"Oh ... baiklah." sahut Kagami Jiro lalu menurunkan Kenzou di atas pembaringan.


Kini kedua anak kembar itu bermain dan melompat-lompat di atas ranjang itu dengan riang. Sementara Yuna sudah meninggalkan mereka bertiga untuk menjalankan ritual mandinya.


Kenzi dan Kenzou mulai bermain bersama Kagami Jiro. Bahkan si kembar kini sudah terlihat begitu akrab dengan Kagami Jiro.


Memang pada dasarnya Li Zeyan adalah seorang pria yang berhati lembut dan sangat ramah. Dia akan selalu ramah kepada siapapun. Bahkan kepada orang-orang yang tidak menyukainya dan selalu berusaha untuk selalu menjatuhkannya.


Tawa ketiganya menghiasi seisi kamar ini dan terlihat begitu hangat. Mungkin saja jika Kagami Jiro yang sedang bersemayam di raga Zen melihat semua ini, dia akan merasa begitu cemburu.


...⚜⚜⚜...


Lantunan melody mulai terdengar dari ponselnya yang tergeletak di atas ranjangnya. Perlahan pria tampan bermata kebiruan itu melenggang mendekati pembaringannya dan segera meraih benda pipih itu untuk melihat nama si pemanggil.


Dengan santai dia segera menggeser tombol hijau dan medekatkan benda pipih itu di telinganya.


"Ya. Laporkan semua!" perintah Zen to the point.


"Jiro! Tubuhmu sudah sadar!" ucapan seorang pria dari seberang sukses membuat Zen terperanjat dan membelalakkan matanya.


"Benarkah? Laporkan dengan detail tanpa ada yang terlewat!" perintah Zen dengan tidak sabaran.


"Maaf aku baru menghubungimu. Karena aku sedikit sibuk dua hari ini. Tubuhmu terbangun kemarin sore. Dan hari ini baru pulang dari rumah sakit." jelas pria dari seberang itu.


"Bagaimana keadaannya? Dan jiwa siapa yang sedang merasuki tubuhku saat ini?" tanya Zen dengan tidak sabar.


"Kondisinya sangat baik. Aku tidak tau siapa dia. Medis mengatakan jika dia mengalami amnesia. Aku akan mencari tau siapa dia dan apakah dia benar-benar amnesia."

__ADS_1


"Lakukan dengan benar!"


"Tentu saja Jiro!"


"Sekarang dimana tubuhku?"


"Dia sedang bersama istri dan anak-anakmu di ... kamar ..." ucap Yukimura sedikit ragu-ragu untuk mengatakannya. Tentu saja dia juga begitu khawatir jika Kagami Jiro akan sangat murka jika mendengar semua itu.


"Apaaaa???!" tanya Zen begitu menggelegar. "Awasi selalu mereka! Jangan sampai dia menyentuh istriku!" imbuh Zen dengan wajah yang sudah memerah.


"Tenang saja. Mereka hanya sedang bermain bersama Kenzi dan Kenzou. Tidak akan ada hal seperti yang kau fikirkan." sahut pria dari seberang itu berusaha menenangkan sahabatnya.


"Aku tidak mau tau! Pokoknya jangan biarkan mereka selalu berduaan! Apalagi sampai melakukan sesuatu .... haissshhh ... bisa gila aku!" Zen terlihat begitu frustasi dan menyibak rambut silver-nya yang masih sedikit basah ke belakang.


Yukimura malah terdengar sedang menahan tawa ketika mendengar ucapan Kagami Jiro yang sedikit menggemaskan. Seorang raja Yakuza terbesar di dunia yang terkenal kejam dan bengis tiba-tiba berubah menjadi melempem jika sudah berhubungan dengan istrinya.


"Cari mati kau, Yukimura?!" tandas Zen begitu menyeramkan.


"Tenang saja, Jiro! Aku akan memastikan mereka tidak akan berbuat melebihi batas." ucap Yukimura berusaha untuk menenangkan Kagami Jiro. "Jangan terlalu khawatir. Aku akan memasang mini camera di kamar mereka! Jadi semua akan bisa aku pantau. Tenang saja!"


"Lakukan secepatnya! Dan malam ini kau juga harus mengawasi mereka!" perintah Zen dengan begitu tegas.


"Siap laksanakan!" Yukimura menyauti dengan tegas.


Tut ... tut ... tut ...


Zen segera mengakhiri panggilan itu. Wajahnya terlihat memerah dan kedua alis tampannya saling berkerut berdekatan.


BBRRAAKK ...


"Arrgghh! Sial!" teriak Zen sambil menendang sebuah sebuah kotak kecil yang sedang berada tak jauh darinya. Entah kotak apa itu.


...⚜⚜⚜...

__ADS_1


__ADS_2