
Reynal bermain pedang dengan sedikit menambahkan kekuatan sihirnya, ia tidak mungkin dapat menang melawan dua monster tingkat matahari jika hanya mengandalkan kekuatan sword saja.
Beberapa kali ketika serangan pedangnya mengenai tubuh monster ular membuat tubuhnya mendapat luka yang cukup besar namun setelah beberapa detik luka itu seakan sembuh tak berbekas.
Reynal terus membuat serangan yang cukup besar, akibatnya beberapa luka yang cukup dalam kembali diderita oleh monster ular.
Reynal menggunakan sihir support miliknya ketika mengetahui kelemahan monster ular adalah tingkat kecepatan serangannya akan berkurang ketika sedang melakukan regenerasi.
Reynal mengganti kekuatannya menjadi pedang kecil, lalu mulai berlari dengan teknik bayangan miliknya.
Ia menyerang Ular Cobra dengan beberapa pisau kecil sambil terus berlari, kekuatannya menjadi lebih gesit dan mematikan ketika sihir support diaktifkan. Ular Cobra mencoba untuk menyerang Reynal dari kedua sisi, dengan memakai ekornya sebagai senjata semacam cambuk.
Reynal tidak menunjukkan kerepotan dalam menghindari serangan ekor sebab kecepatan serangan monster ular telah berkurang jauh. Reynal terus menghindari serangan ekor dan juga serangan racun sambil terus menyerang monster Ular dengan pisau kecil.
__ADS_1
Setelah mendapatkan sedikit celah, Reynal kembali mengeluarkan pedang. Tanpa melepaskan kesempatan ini, Reynal menyerang bagian vital monster ular dengan kedua kedang ditangannya.
“Brukk” satu monster ular tumbang ketanah, Reynal tersenyum sembari kembali mengumpulkan energi yang terpakai.
“Pedang Dewa : Pedang Membela Monster” energi pedang tersalurkan cukup besar, Reynal menggunakan serangan pedang terkuatnya dalam tingkat Bulan.
Sebuah tebasan yang sangat besar berhasil membuat tubuh monster ular terbelah, darah mengalir desar hingga membuat gurun pasir berwarna merah disekitar mayat monster.
“Pedang Dewa : Pedang Membela Monster“ Reynal melepaskan kembali serangan terkuatnya untuk menyerang Monster ular yang tersisa. Joni berhasil membuat beberapa luka serius pada tubuh ular menyebabkan kecepatan ular menurun.
Ular itu menyerang Reynal yang sedang berdiri tak jauh darinya, menyangka bahwa ia menemukan celah. Reynal tersenyum, monster ular memakan umpan yang ia berikan.
Seketika ular itu berada sekitar selangkah dari tubuh Reynal, sebuah ledakan terjadi. Monster ular terlempar dalam keadaan gosong sementara Reynal tidak terluka sedikit pun.
__ADS_1
Jini mulai melakukan tugasnya, ia menyebuhkan luka pada Reynal dan Joni. Setelah merasa baikan dan energinya lumayan terisi, Reynal mengajak keduanya untuk melanjutkan perjalanan.
“Apa tidak berbahaya jika bepergian malam malam begini?” ucap Jini sedikit takut ketika kembali membayangkan pertarungan sebelumnya.
“Monster Jendral selalu menunjukkan wujudnya ketika iia sedang bersama dengan Raja atau Ratu monster” ucap Reynal sambil memberikan tanda pada ketiga monster Ular Jendral serta ratusan monster Komandan dan Prajurit.
“Apa kalian sanggup melawan raja dan ratu Ular Cobra Gurun?” Reynal melemparkan bagian tubuh monster ular pada Jini membuat perempuan itu menjerit ketakutan.
“Baiklah ayo kita berangkat” Joni segera membuang bagian tubuh ular dan mulai merapikan barang barang miliknya.
~~
**Note ( monster cenderung lebih lemah, walau manusia terpaut 2 sampai 5 level dari monster namun kemungkinan manusia tersebut dapat membunuhnya sebab monster tidak terlalu memiliki kecerdasan. Namun itu berbeda ketika melawan monster dengan tingkat kecerdasan yang tinggi sepeti Monster Ular Cobra, jadi jangan pernah main ke gurun pasir jika tidak didampingi oleh ahli :v)
__ADS_1
Ayo dukung novel ini dengan cara tekan tombol like dan favorit**....