Dark Game

Dark Game
288. Lari Dengan Malu Dan Darah


__ADS_3

Kediaman keluarga Crow dipenuhi ledakan dan mayat, bau amis darah juga telah menjadi pengharum ruangan disana. tak terhitung ratusan prajurit batu yang telah hancur begitupula dengan anggota guild Raja Nirwana.


Ditangan Reynal, puluhan pendekar guild Raja Nirwana telah tewas jika saja ia tidak dihentikan oleh ketiga pendekar Semesta bawahan dari Halu King. Reynal kesal sebab keahlian dari pertarungannya dan ketiga pendekar tersebut ternyata membuat dirinya terpojok.


Untung saja Eliza datang membantu membuat dirinya dapat mengambil nafas walau hanya sejenak. Eliza mengajak Reynal untuk meninggalkan kota Mountain House ini bersamanya namun setelah beberapa pertimbangan Reynal memilih untuk menolak tawaran Eliza.


“Kau pergilah menuju Akademi Beladiri, temui ketua Remi dan katakan bahwa keluarga Crow saat ini sedang berada dalam perlindunganku!” Reynal merekomendasikan Akademi Beladiri untuk menjadi tempat keluarga Crow berlindung untuk sementara selagi mereka memulihkan diri.


Eliza awalnya tidak menerima penolakan Reynal namun setelah berkali- kali dijelaskan oleh Reynal bahwa dirinya harus cepat menemukan sepuluh tanda pengakuan sebab itu setelah dari kota Mountain House, ia akan menuju tempat yang disampaikan pada peta ditangannya.


“Baiklah, terimakasih telah membantu kami. Aku bersama dengan keluarga Crow yang tersisa akan menuruti saranmu” Eliza tidak dapat mengendalikan dirinya lebih jauh, ia memeluk tubuh Reynal yang saat itu sedang berlumuran darah.


Kain baju Eliza yang berwarna putih berubah sedikit menjadi lebih merah akibat terkena noda darah, tapi sepertinya gadis itu tidak memperdulikan yang terjadi pada bajunya. Ia cukup lama memeluk Reynal sampai tersadar dengan sendirinya.


Wajahnya berubah menjadi merah, Eliza menjadi lebih gugup ketika ia melepaskan pelukannya. Reynal tidak membalas pelukan gadis itu membuat Eliza menjadi lebih malu. Gadis itu segera mengalihkan pandangannya menatap ayahnya, Richard Crow yang saat ini sedang bertarung mati- matian melawan Halu King yang nampak tidak sedikitpun melawannya dengan sepenuh hati.


Setetes air mata Eliza jatuh, Reynal segera menghapus air mata dari wajah gadis itu membuat Eliza kembali tersipu malu. Ia dengan cepat berlari menjauh dari Reynal dan kembali menuju tetua Dicky.


“Keluarga Crow berhutang besar untuk hari ini padamu” teriaknya sebelum semakin jauh.

__ADS_1


Reynal menggelangkan kepalanya perlahan sebelum akhirnya kembali fokus pada ketiga musuhnya. Tiga pendekar bawahan Halu King telah selesai menghancurkan seluruh prajurit batu yang dibawa oleh Eliza untuk membantu Reynal.


“Kau tidak akan kubiarkan kabur hari ini! jika kau dibiarkan untuk berkembang mungkin kau akan memiliki kekuatan seperti pemimpin dari Akademi Beladiri itu. Dia saja sudah membuat kami pusing jadi membunuhmu mungkin akan meringankan beban kami dimasa depan”


Pria berkumis tipis itu kembali mengeluarkan jurusnya yang mengandung kutukan. Reynal menahan nafasnya sejenak sebelum mengumamkan sebuah mantara sihir. Tentu jika ia memakai kertas jimat yang ia miliki mungkin akan mudah membereskan semuanya tapi jika itu yang ia lakukan sama saja dengan membongkar identitas asli yang ia miliki.


Tidak ada seorangpun yang memiliki dan memakai kertas jimat yang dibuat dan dijual Akademi Beladiri pada aliansi Hell Memoth. Memakainya akan menunjukkan diri sebagai bagian dari aliansi kekaisaran, nyawa Reynal tidak akan bertahan lama jika seluruh pendekar dewa atau Semesta yang dimiliki Hell Memoth datang memburunya.


Salah satu jurus hebat yang belum ia tunjukkan sampai saat ini adalah pasukan raja, Reynal belum pernah memiliki kesempatan untuk membuktikan kehebatan dari jurus yang ia dapatkan dari tiga kitab yang ia miliki.


“Pasukan Raja”


Namun pada saat yang bersamaan pula Halu King menoleh pada tempat pertarungan Reynal berlangsung. Dahinya sedikit berkerut sebab tidak pernah sekalipun ia melihat jurus tersebut, ia awalnya menduga Reynal adalah sosok berbakat dari keluarga Crow karena kedekatannya dengan Eliza dan penjaga Dicky namun sepengetahuannya keluarga Crow tidak pernah memiliki ilmu elemen petir yang dahsyat seperti itu.


Reynal merasa seperti energinya tersedot dalam jumlah yang cukup banyak sampai ia harus jatuh terduduk karena energi yang ia miliki hanya tinggal sedikit saja. Wajah Reynal pucat, perasaannya sama seperti ketika ia bertarung habis- habisan dalam mempertahankan Akademi Beladiri.


Namun kini ia terlihat lebih sigap, ia telah membawa lebih dari ratusan pil pembangkit energi yang dibuat oleh legenda Draco dan ketua Remi yang menjadi salah satu kelompok produksi pil dan herbal dalam Akademi Beladiri.


Reynal memakan tiga buah pil berwarna hijau lalu mulai duduk bersilah menyerap energi dan khasiat dari pil tersebut. Sementara jurus pasukan Raja akan menahan ketiga musuhnya, Reynal yakin jurus pasukan raja tersebut sangat hebat. Ia dapat merasakan energi yang terkandung dalam setiap sambaran petir kuning mengandung energi yang mampu membunuh pendekar Galaksi dalam sekali sambar.

__ADS_1


“Anak ini!!” Halu King tidak bisa tinggal diam melihat ketiga bawahannya kewalahan mengatasi puluhan sambaran petir. Ia ingin mengatasi Reynal namun Richard nampaknya tidak ingin membiarkan hal itu terjadi.


“Kau boleh menghentikan anak itu tapi harus melangkahi dulu mayatku”


Richard juga tidak menyangka Reynal mampu melakukah hal tersebut, ia sendiri kagum namun tidak memiliki waktu untuk mengungkapkannya. Kini ia memahami alasan Eliza begitu mempercayakan Reynal melebihi dirinya sendiri.


Richard tidak akan membiarkan Halu King untuk menghadapi Reynal yang saat ini terlihat sedang mengolah energinya yang tidak stabil. Ia tentu tidak ingin membiarkan orang luar yang telah membantunya meninggal karena dirinya sendiri.


“Kau tidak punya hak untuk melawanku!” Halu King membuat kediaman keluarga Crow yang terlihat sangat megah dan kokoh bergetar hebat menunjukkan kekuatan yang sebenarnya.


“Walau aku tidak dapat membunuhmu tapi aku bisa membuat Reynal kabur dari sini”


Rirchard merapalkan mantra jurus terhebat yang ia miliki. Pijakan yang dipijaknya bergetar hebat melebihi getaran Halu King sebelumnya. Halu King merasakan aura bahaya yang dipancarkan oleh Richard.


“Golem!!”


Halu King menahan nafasnya sejenak, punggungnya terasa dingin dalam waktu yang cukup singkat namun itu cukup untuk membuat Halu King bergetar. Selama ini setelah ia berhasil memasuki tingkat Dewa tidak satupun pendekar yang mampu membuatnya bergetar seperti itu kecuali ketika berhadapan dengan Jacson dan para petinggi Hell Memoth.


Sepuluh golem batu berukuran besar tercipta dihadapan Halu King, bukan hanya itu selain sepuluh golem terdapat satu golem lainnya yang terbuat dari batu permata tingkat Roh. Batu tersebut begitu berkilau sambil mengeluarkan pendar cahaya berwarna hijau lumut.

__ADS_1


Yah itu adalah jurus terkuat dari Richard, sepuluh golem yang jika dihadapi oleh pendekar seperti Halu King juga akan kewalahan. Ditambah lagi Richard juga telah berubah menjadi sebuah golem batu permata tingkat Roh yang disebut sebagai batu roh terkuat kedua setelah batu Neraka milik Gressham


__ADS_2