
“Magic Power : Magic Sword- Cahaya Pedang!”
Reynal mengalirkan energi Faith dalam jumlah
yang sangat banyak kedalam pedangnya. Ia juga sedikit terbang ke angkasa lalu
menarik beberapa cahaya bulan memasuki pedang membuat pedang itu bersinar
terang.
Dengan sekali tebas, kurungan tersebut segera
lenyap terbakar oleh cahaya suci pedang. Reynal bergerak ke arah Voda yang sedang
mengendalikan energi jahat disekitarnya untuk menyerang namun sayang ia lebih
lambat seperempat detik dengan pedang Reynal telah menembus dada sebelah
kirinya, tepat dimana jantungnya berada.
Voda merasakan tubuhnya terbakar ketika pedang
tersebut mengalirkan energi Faith yang kuat ke dalam tubuhnya. Voda meraung
kesakitan dan berteriak ampun pada Reynal. Sayangnya pemuda itu tidak memiliki
niat untuk mengampuni monster jahat sepertinya.
Perlahan tubuh Voda terbakar dari dalam, Voda
tidak lagi dapat menahan rasa sakitnya terasa sangat menyiksanya. Tanpa diduga
oleh Reynal, Voda menggunakan cakarnya untuk memenggal kepalanya untuk
mengakhiri penderitaan.
Melihat Voda telah mati, beberapa tetua yang
telah berdiri disana mulai berlari ketakutan. Mereka adalah 10 pendekar dewa
lapisan 3 yang dimiliki oleh Voda. Segera Reynal mengeluarkan Magic Aura Art
Miliknya lalu menggabungkan dengan kekuatan Faith membuat 10 pendekar tersebut
terhenti. Tubuh mereka tertekan dengan aura dominasi dan kebenaran dari tubuh
Reynal.
“Kalian adalah pengikut dan murid dari Voda.
Kalian pasti telah menguasai penyerapan energi jahat, tidak ada seorang pun
dari kalian akan hidup hari ini!” Reynal menggunakan pedang yang ada
ditangannya sekali lagi melesat seperti aliran cahaya dan menebas satu persatu
pengikut malaikat suci Voda.
__ADS_1
Reynal tidak membutuhkan waktu yang banyak, ia
hanya melakukannya dalam semenit dan 10 pendekar dewa disana telah terbunuh
dengan masing- masing kepala mereka terlepas dari tubuh, serta tubuh tampak hancur
akibat Reynal yang sesekali menggunakan tinjunya yang melepaskan jurus Ledakan
Bintang menjadikan mereka karung tinju.
Usai menyelesaikan tugasnya, Reynal segera
merusak segala macam formasi yang ada disana. Akibatnya pusat pengendali telah
berhasil dirusak oleh Reynal. Penghalang yang sebelumnya menahan 50 undied
Reynal di luar gerbang kini perlahan menghilang.
Mereka semua segera maju dengan berani dan
mulai membantai pendekar yang ada disana. Disisi lain, Reynal berhasil
membangkitkan malaikat Suci Vado dan 10 pengikut setianya. Reynal tersenyum
lebar dan memerintahkan mereka untuk mengambil semua harta dan sumber daya yang
ada disana.
~~
terpojok karena keduanya bertarung melawan Undied Dillon. Selaina karena
dibawah tekanan menghadapi mantan malaikat Suci itu, kekuatan mereka sebenarnya
tidak sebanding dengan Dillon.
Keduanya hanyalah pendekar dewa lapisan 3
sedangkan Dillon adalah undied dewa lapisan 4. Dimana Dillon memiliki tubuh
petir yang legendaris sehingga ketika ia menghadapi Dillon maka keduanya juga
harus mewaspadai petir.
Beberapa kali keduanya terkena sambaran petir
dan membuat kekuatan mereka menurun. Undied Dlllon mengambil kesempatan
tersebut dengan menggunakan serangan terkuatnya, yaitu Petir Surgawi.
Kekuatan Petir Surgawi yang dilepaskan oleh
undied Dillon sangat kuat, langit malam menjadi terang bagaikan disiang hari. Sebuah
petir dengan setebal gunung menghantam keduanya yang membuat suara sangat
keras.
__ADS_1
Sejauh 2 kilometer dari sana, seluruh telinga
makhluk hidup yang lemah berdengung keras bahkan beberapa mengalami pendaharan.
Cahaya dan suara ini pula yang akhirnya mengundang guild besar, tengah maupun
kecil berbondong- bondong pergi menuju sumber suara tersebut.
“Ketua, suara itu berasal dari altar Luar Hell
Memoth. Seluruh kekuatan baik besar maupun kecil telah bergegas kesana
untukmelihat apa yang terjadi! Apakah kita akan tetap tinggal disini atau
bagaimana?” seorang wakil berusia 50 tahunan berjalan mendekati peri Air.
Peri Air menatap sebuah jendela kaca yang
cukup besar, jendela kaca tersebut memperlihatkan petir yang maha besar dari
langit pada sebuah titik yang jauhnya lebih dari 10 kilometer dari tempatnya. Peri
Jahat yang melihat hal itu sedikit menyerngitkan dahi, nampak heran.
“Kekuatan ini berasal dari seorang pendekar
petir yang hebat! Ia terlibat pertarungan yang ganas sepertinya dan berhubungan
dengan Hell Memoth pastinya. Tapi apakah ada pendekar petir yang hebat dimiliki
oleh Hell Memoth selain Malaikat Suci Dillon? Tapi Dillon telah dikabarkan
tewas karena dibunuh oleh Pemimpin Suci Akademi Beladiri. Jadi siapa yang
menyerang altar Hell Memoth? Apakah itu Sang Pemimpin Suci dari Akademi
Beladiri?”
Peri Air tidak menghiraukan pertanyaan
wakilnya, ia bahkan balik bertanya dan bergumam tidak jelas yang membuat
wakilnya sangat kesal.
“Ketua, kita bisa pergi kesana untuk
melihatnya dan mengetahui siapa sebenarnya pendekar tersebut.” usul wakil itu.
Peri Jahat sedikit mengangguk, ia kemudian
terbang kearah puncak gunung dan segera melakukan semacam gerakan aneh. Wakilnya
mengikuti Peri Jahat dan terkejut ketika melihat gerakan yang dilakukan oleh
ketua guild nya itu.
“Suar Racun Pemanggil!”
__ADS_1