Dark Game

Dark Game
467


__ADS_3

“Magic Power : Magic Sword- Cahaya Pedang!”


Reynal mengalirkan energi Faith dalam jumlah


yang sangat banyak kedalam pedangnya. Ia juga sedikit terbang ke angkasa lalu


menarik beberapa cahaya bulan memasuki pedang membuat pedang itu bersinar


terang.


Dengan sekali tebas, kurungan tersebut segera


lenyap terbakar oleh cahaya suci pedang. Reynal bergerak ke arah Voda yang sedang


mengendalikan energi jahat disekitarnya untuk menyerang namun sayang ia lebih


lambat seperempat detik dengan pedang Reynal telah menembus dada sebelah


kirinya, tepat dimana jantungnya berada.


Voda merasakan tubuhnya terbakar ketika pedang


tersebut mengalirkan energi Faith yang kuat ke dalam tubuhnya. Voda meraung


kesakitan dan berteriak ampun pada Reynal. Sayangnya pemuda itu tidak memiliki


niat untuk mengampuni monster jahat sepertinya.


Perlahan tubuh Voda terbakar dari dalam, Voda


tidak lagi dapat menahan rasa sakitnya terasa sangat menyiksanya. Tanpa diduga


oleh Reynal, Voda menggunakan cakarnya untuk memenggal kepalanya untuk


mengakhiri penderitaan.


Melihat Voda telah mati, beberapa tetua yang


telah berdiri disana mulai berlari ketakutan. Mereka adalah 10 pendekar dewa


lapisan 3 yang dimiliki oleh Voda. Segera Reynal mengeluarkan Magic Aura Art


Miliknya lalu menggabungkan dengan kekuatan Faith membuat 10 pendekar tersebut


terhenti. Tubuh mereka tertekan dengan aura dominasi dan kebenaran dari tubuh


Reynal.


“Kalian adalah pengikut dan murid dari Voda.


Kalian pasti telah menguasai penyerapan energi jahat, tidak ada seorang pun


dari kalian akan hidup hari ini!” Reynal menggunakan pedang yang ada


ditangannya sekali lagi melesat seperti aliran cahaya dan menebas satu persatu


pengikut malaikat suci Voda.

__ADS_1


Reynal tidak membutuhkan waktu yang banyak, ia


hanya melakukannya dalam semenit dan 10 pendekar dewa disana telah terbunuh


dengan masing- masing kepala mereka terlepas dari tubuh, serta tubuh tampak hancur


akibat Reynal yang sesekali menggunakan tinjunya yang melepaskan jurus Ledakan


Bintang menjadikan mereka karung tinju.


Usai menyelesaikan tugasnya, Reynal segera


merusak segala macam formasi yang ada disana. Akibatnya pusat pengendali telah


berhasil dirusak oleh Reynal. Penghalang yang sebelumnya menahan 50 undied


Reynal di luar gerbang kini perlahan menghilang.


Mereka semua segera maju dengan berani dan


mulai membantai pendekar yang ada disana. Disisi lain, Reynal berhasil


membangkitkan malaikat Suci Vado dan 10 pengikut setianya. Reynal tersenyum


lebar dan memerintahkan mereka untuk mengambil semua harta dan sumber daya yang


ada disana.


~~


terpojok karena keduanya bertarung melawan Undied Dillon. Selaina karena


dibawah tekanan menghadapi mantan malaikat Suci itu, kekuatan mereka sebenarnya


tidak sebanding dengan Dillon.


Keduanya hanyalah pendekar dewa lapisan 3


sedangkan Dillon adalah undied dewa lapisan 4. Dimana Dillon memiliki tubuh


petir yang legendaris sehingga ketika ia menghadapi Dillon maka keduanya juga


harus mewaspadai petir.


Beberapa kali keduanya terkena sambaran petir


dan membuat kekuatan mereka menurun. Undied Dlllon mengambil kesempatan


tersebut dengan menggunakan serangan terkuatnya, yaitu Petir Surgawi.


Kekuatan Petir Surgawi yang dilepaskan oleh


undied Dillon sangat kuat, langit malam menjadi terang bagaikan disiang hari. Sebuah


petir dengan setebal gunung menghantam keduanya yang membuat suara sangat


keras.

__ADS_1


Sejauh 2 kilometer dari sana, seluruh telinga


makhluk hidup yang lemah berdengung keras bahkan beberapa mengalami pendaharan.


Cahaya dan suara ini pula yang akhirnya mengundang guild besar, tengah maupun


kecil berbondong- bondong pergi menuju sumber suara tersebut.


“Ketua, suara itu berasal dari altar Luar Hell


Memoth. Seluruh kekuatan baik besar maupun kecil telah bergegas kesana


untukmelihat apa yang terjadi! Apakah kita akan tetap tinggal disini atau


bagaimana?” seorang wakil berusia 50 tahunan berjalan mendekati peri Air.


Peri Air menatap sebuah jendela kaca yang


cukup besar, jendela kaca tersebut memperlihatkan petir yang maha besar dari


langit pada sebuah titik yang jauhnya lebih dari 10 kilometer dari tempatnya. Peri


Jahat yang melihat hal itu sedikit menyerngitkan dahi, nampak heran.


“Kekuatan ini berasal dari seorang pendekar


petir yang hebat! Ia terlibat pertarungan yang ganas sepertinya dan berhubungan


dengan Hell Memoth pastinya. Tapi apakah ada pendekar petir yang hebat dimiliki


oleh Hell Memoth selain Malaikat Suci Dillon? Tapi Dillon telah dikabarkan


tewas karena dibunuh oleh Pemimpin Suci Akademi Beladiri. Jadi siapa yang


menyerang altar Hell Memoth? Apakah itu Sang Pemimpin Suci dari Akademi


Beladiri?”


Peri Air tidak menghiraukan pertanyaan


wakilnya, ia bahkan balik bertanya dan bergumam tidak jelas yang membuat


wakilnya sangat kesal.


“Ketua, kita bisa pergi kesana untuk


melihatnya dan mengetahui siapa sebenarnya pendekar tersebut.” usul wakil itu.


Peri Jahat sedikit mengangguk, ia kemudian


terbang kearah puncak gunung dan segera melakukan semacam gerakan aneh. Wakilnya


mengikuti Peri Jahat dan terkejut ketika melihat gerakan yang dilakukan oleh


ketua guild nya itu.


“Suar Racun Pemanggil!”

__ADS_1


__ADS_2