Dark Game

Dark Game
350


__ADS_3

“Bangkit!”


Sekitar 100.000 jiwa bangkit menjadi undied di depan Reynal,


jumlah ini sangat besar namun kekuatan pasukannya sangat kecil. Ini dikarenakan


dari beberapa guild yang ia musnahkan hanya sedikit yang mencapai pendekar


Galaksi keatas selain itu lebih dari 70.000 adalah pendekar semesta kebawah.


Meski begitu Reynal masih bisa menggunakannya untuk umpan


meriam dan melatih pasukannya lebih jauh. Lalu lebih dari 20.000 pendekar yang


dianggap berbakat telah lama diungsikan oleh para undied yang dimiliki oleh Reynal.


Ia memilih untuk melatih mereka menjadi pasukan yang kuat


juga sebagai tangan kanannya dan bentuk kekuatannya di Akademi Beladiri. Karena


semenjak ia memutuskan untuk menjalankan rencanya untuk pergi menyusup ke dalam


guild Raja Nirwana maka kontaknya dengan Akademi Beladiri akan terputus dan


akan sulit baginya untuk pergi dengan bebas.


Untuk itu ia memilih menjadikan 20.000 pendekar berbakat


menjadi bawahannya dengan sihir ‘Pengendali Jiwa’ yang merupakan salah satu


sihir jiwa Necromancer terkuat yang pernah ada.


“Sekarang waktunya untuk menuju Horsox Multie”


Dengan lambaian tangan, Reynal membakar markas dari guild


Mata Angin. Ia tidak sedikitpun merasa kasihan ataupun simpati setelah semua


yang terjadi.


“Hm?” namun entah mengapa Reynal merasakan gejolak energi


yang sangat besar menuju kearahnya. Energi tersebut bahkan melebihi energi


tingkat Dewa yang pernah Reynal hadapi sebelumnya.


“Tidak baik!” Wajah Reynal berubah menjadi jelek, ia segera

__ADS_1


memanggil kedua undied dewa terkuat yang ia miliki, tetua Siu dan Nymph.


Dengan kawalan keduanya, Reynal hanya fokus terbang menjauh.


Tapi segera energi tersebut tetap mengikutinya dengan kecepatan yang bahkan


sangat cepat.


Perlahan jarak antara keduanya mulai mendekat, Reynal telah


mencapai batas kecepatannya namun gelombang energi yang kuat masih menerjangnya


dengan kecepatan yang kian bertambah.


Pada akhirnya Reynal berhenti untuk berlari, jarak keduanya


hanya sepuluh meter. Reynal mulai menggunakan sihir pertahanan tingkat tinggi


juga menggunakan dua undied dewanya menjadi pertahanan garis depan.


“Saya tidak yakin apa itu, tapi sepertinya gelombang energi


disekitar mulai terganggu, keadaan disini juga sangat ditekan olehnya. Saya


hanya berharap ini bukanlah sesuatu yang buruk”


tidak ada yang bisa ia lakukan, Reynal hanya mampu memberikan serangan dan


pertahanan akhir.


Gemuruh! Gemuruh!


Petir dan kilat mulai menyambar bersama dengan energi alam


lainnya, mereka mendekat kearah gelombang energi seolah terserap oleh jurang


yang dalam. Reynal memperhatikan itu dari awal sampai akhir, ia tidak berani


pergi ataupun mendekat.


Barulah setelah satu jam penuh energi alam terhisap dalam


jangkauan satu kilometer, energi gelombang aneh itu berhenti menyerap. Itu


perlahan mulai kabur dan yang paling menabjukan dilihat Reynal adalah didalam


energi yang mulai kabur terdapat sesosok siluet orang tua.

__ADS_1


Reynal mengusap matanya, mencoba untuk memperbaiki pandangan


namun hasilnya tetap sama, siluet itu kini malah bertambah jelas.


“Apa itu? dan mengapa ada seorang didalam?” Reynal tertegun,


ia telah melihat sendiri kekejaman dan seberapa berbahayanya energi itu dari


dekat. Ia bahkan yakin jika seorang mendekatinya maka tubuh dan jiwanya juga


ikut terserap masuk kedalam.


Namun untuk berdiri di dalam sana adalah sesuatu yang


mungkin seorang dewa tidak mampu melakukannya. Terlebih sosok itu terlihat


sangat sehat dan santai di sana seolah pusaran energi tidak berbahaya sama


sekali baginya


Perlahan tapi pasti sosok itu mulai menjadi lebih jelas lalu


akhirnya terlihat sangat jelas. Reynal tidak bisa untuk berhenti terkejut sebab


sosok orang tua itu tidak lain adalah wanita paruh baya yang memiliki dua warna


rambut yang berbeda. Hitam dan Putih.


Sikapnya terlihat sangat anggun dengan bantalan yang tinggi


namun wajahnya terlihat sangat aneh. itu terbagi menjadi dua ekspresi yang


berbeda. Sebelah kri terlihat ia sedang tersenyum lebar sedangkan sisi lainnya


ia memasang tampang garang.


Reynal tidak berani bertindak, ia hanya berdiri disana


menunggu reaksi dari wanita itu. menurutnya, ia akan bergerak setelah


mengetahui maksud dari wanita di dahapannya. Jika wanita itu nantinya memiliki


niat yang baik namun Reynal bergegas pergi dari sana maka tidak diragukan lagi


itu akan meninggalkan kemarahan. Sedangkan jika wanita itu memiliki niat yang


buruk maka tidak akan terlambat untuk pergi.

__ADS_1


__ADS_2