
“Bangkit!”
Sekitar 100.000 jiwa bangkit menjadi undied di depan Reynal,
jumlah ini sangat besar namun kekuatan pasukannya sangat kecil. Ini dikarenakan
dari beberapa guild yang ia musnahkan hanya sedikit yang mencapai pendekar
Galaksi keatas selain itu lebih dari 70.000 adalah pendekar semesta kebawah.
Meski begitu Reynal masih bisa menggunakannya untuk umpan
meriam dan melatih pasukannya lebih jauh. Lalu lebih dari 20.000 pendekar yang
dianggap berbakat telah lama diungsikan oleh para undied yang dimiliki oleh Reynal.
Ia memilih untuk melatih mereka menjadi pasukan yang kuat
juga sebagai tangan kanannya dan bentuk kekuatannya di Akademi Beladiri. Karena
semenjak ia memutuskan untuk menjalankan rencanya untuk pergi menyusup ke dalam
guild Raja Nirwana maka kontaknya dengan Akademi Beladiri akan terputus dan
akan sulit baginya untuk pergi dengan bebas.
Untuk itu ia memilih menjadikan 20.000 pendekar berbakat
menjadi bawahannya dengan sihir ‘Pengendali Jiwa’ yang merupakan salah satu
sihir jiwa Necromancer terkuat yang pernah ada.
“Sekarang waktunya untuk menuju Horsox Multie”
Dengan lambaian tangan, Reynal membakar markas dari guild
Mata Angin. Ia tidak sedikitpun merasa kasihan ataupun simpati setelah semua
yang terjadi.
“Hm?” namun entah mengapa Reynal merasakan gejolak energi
yang sangat besar menuju kearahnya. Energi tersebut bahkan melebihi energi
tingkat Dewa yang pernah Reynal hadapi sebelumnya.
“Tidak baik!” Wajah Reynal berubah menjadi jelek, ia segera
__ADS_1
memanggil kedua undied dewa terkuat yang ia miliki, tetua Siu dan Nymph.
Dengan kawalan keduanya, Reynal hanya fokus terbang menjauh.
Tapi segera energi tersebut tetap mengikutinya dengan kecepatan yang bahkan
sangat cepat.
Perlahan jarak antara keduanya mulai mendekat, Reynal telah
mencapai batas kecepatannya namun gelombang energi yang kuat masih menerjangnya
dengan kecepatan yang kian bertambah.
Pada akhirnya Reynal berhenti untuk berlari, jarak keduanya
hanya sepuluh meter. Reynal mulai menggunakan sihir pertahanan tingkat tinggi
juga menggunakan dua undied dewanya menjadi pertahanan garis depan.
“Saya tidak yakin apa itu, tapi sepertinya gelombang energi
disekitar mulai terganggu, keadaan disini juga sangat ditekan olehnya. Saya
hanya berharap ini bukanlah sesuatu yang buruk”
tidak ada yang bisa ia lakukan, Reynal hanya mampu memberikan serangan dan
pertahanan akhir.
Gemuruh! Gemuruh!
Petir dan kilat mulai menyambar bersama dengan energi alam
lainnya, mereka mendekat kearah gelombang energi seolah terserap oleh jurang
yang dalam. Reynal memperhatikan itu dari awal sampai akhir, ia tidak berani
pergi ataupun mendekat.
Barulah setelah satu jam penuh energi alam terhisap dalam
jangkauan satu kilometer, energi gelombang aneh itu berhenti menyerap. Itu
perlahan mulai kabur dan yang paling menabjukan dilihat Reynal adalah didalam
energi yang mulai kabur terdapat sesosok siluet orang tua.
__ADS_1
Reynal mengusap matanya, mencoba untuk memperbaiki pandangan
namun hasilnya tetap sama, siluet itu kini malah bertambah jelas.
“Apa itu? dan mengapa ada seorang didalam?” Reynal tertegun,
ia telah melihat sendiri kekejaman dan seberapa berbahayanya energi itu dari
dekat. Ia bahkan yakin jika seorang mendekatinya maka tubuh dan jiwanya juga
ikut terserap masuk kedalam.
Namun untuk berdiri di dalam sana adalah sesuatu yang
mungkin seorang dewa tidak mampu melakukannya. Terlebih sosok itu terlihat
sangat sehat dan santai di sana seolah pusaran energi tidak berbahaya sama
sekali baginya
Perlahan tapi pasti sosok itu mulai menjadi lebih jelas lalu
akhirnya terlihat sangat jelas. Reynal tidak bisa untuk berhenti terkejut sebab
sosok orang tua itu tidak lain adalah wanita paruh baya yang memiliki dua warna
rambut yang berbeda. Hitam dan Putih.
Sikapnya terlihat sangat anggun dengan bantalan yang tinggi
namun wajahnya terlihat sangat aneh. itu terbagi menjadi dua ekspresi yang
berbeda. Sebelah kri terlihat ia sedang tersenyum lebar sedangkan sisi lainnya
ia memasang tampang garang.
Reynal tidak berani bertindak, ia hanya berdiri disana
menunggu reaksi dari wanita itu. menurutnya, ia akan bergerak setelah
mengetahui maksud dari wanita di dahapannya. Jika wanita itu nantinya memiliki
niat yang baik namun Reynal bergegas pergi dari sana maka tidak diragukan lagi
itu akan meninggalkan kemarahan. Sedangkan jika wanita itu memiliki niat yang
buruk maka tidak akan terlambat untuk pergi.
__ADS_1